BLACK TORCH

BLACK TORCH

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Musim 1

Maklumat siaran

Black Torch - S01E02
Ulasan oleh jambuijo

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2026-07-12
Muat Turun: 17
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

190 baris pertama.

Mana saja terserah.

Sialan!

Hei, ini gawat, lo!

Kenapa enggak tahu!

Tadi kau bilang akan bantu!

Hei, Kek!

Sabunnya mau habis, nih!

Kakek! Woi, Kek!

Ambilkan sabun, dong!

Hei, cepat gotong dia, sana.

Eh, dia ini dirasuki mononoke, kan?

Bagaimana kalau tahu-tahu menyerang?!

Dasar bodoh!

Begitu kau sebut dirimu mata-mata?!

- Jangan bicara konyol! - Kau sendiri juga sama, kan?!

Cepat gotong, sana!

Tempat apa ini?

Kalau tidak salah, aku ketemu kucing aneh.

Terus diserang monster aneh juga.

Monster?

Jiro.

Rago?

A-Ada apa?

Kau berasap dan kelihatan kabur, lo.

Ha? Bilang apa kau ini?

Badanmu sendiri berlubang begitu.

Adu, duh, kepalaku sakit.

Sial, rasanya mimpiku buruk sekali.

Ah, kelihatannya tidak juga.

Akhirnya bangun juga?

Hebat sekali bisa tidur satu setengah hari penuh.

Siapa kau ini?

Ini di mana, sih?

Halo, Pak Kepala Divisi.

Dia baru saja bangun.

Iya, kelihatan sudah sepenuhnya sadar.

Hei!

Ha? Apa, camilan?

Itu tidak penting, cepat kembali ke sini, dong

Kenapa, sih, dia?

Anak gadis yang tidak ada manisnya sama sekali.

Asli, sumpah. Anak gadis yang tidak ada manisnya sama sekali.

Asli, sumpah.

Kalau begitu, kubelikan dua-duanya, takenoko sama kinoko.

Halo? Dengar tidak, Ichika?

Hei!

Rago?!

Aduh, aduh.

Bisa-bisanya memutus sendiri telepon dari atasannya.

Betapa sedihnya.

Berengsek, kukira kau hilang seenaknya, malah bilang kalau tidur!

Aku ini bukan tempat tidurmu, woi!

Ah, berisik!

Habis bangun jangan teriak-teriak, dasar bocah sialan!

Hei, jangan keras-keras di kamar rawat inap!

Berisik!

Lagian kau ini siapa?!

Pertama-tama, syukurlah kau baik-baik saja.

Untung badanmu tangguh, Azuma Jiro.

Lalu, bagaimana perasaanmu, Rago?

Anak muda yang tidak tahu tata krama, jangan seenaknya bicara padaku.

Meski merasa curiga, tapi tidak sampai ingin melukai, ya.

Situasinya tidak seburuk yang kuduga.

Wah, maaf, harusnya diawali perkenalan dulu.

Aku Shiba Ryosuke.

Lalu, dia bawahanku, Kishimojin Ichika.

Kami adalah—

Kalau tidak salah, Biro Mata-Mata Pemerintah, ya?

Tentu akan memberi penjelasan yang detail seperti janjimu kemarin.

Sepertinya, ingatan anak ini juga masih tajam.

Kenapa bilangnya harus sambil menatapku?!

Benar juga.

Kamu tahu Kelompok Oniwaban?

Ha?

Oniwaban yang itu, kan?

Organisasi shinobi atau apalah yang diurus Bakufu zaman Edo itu.

Benar, yang itu.

Siapa sangka dia tahu.

Di luar prediksi.

Kau meledekku, ya?!

Kelompok Oniwaban itu seiring restorasi Meiji

berpindah kubu dari Bakufu ke pemerintah baru.

Organisasi bayangan yang keberadaannya tidak diketahui publik.

Itulah kami, Biro Mata-Mata Pemerintah.

Tugas utamanya adalah

intelijen serta manipulasi informasi baik ke dalam dan luar negeri.

Lalu, mengawasi dan menyingkirkan mononoke.

Meski begitu, para mononoke sangat jarang menimbulkan insiden.

Beberapa tahun ini, misi kami kebanyakan menghadapi manusia.

Spesifiknya, seperti mengawal orang penting atau investigasi kelompok berbahaya.

Yah, kurang lebih begitu.

Berkatnya, divisiku yang spesialis mengurus mononoke jadinya sangat gabut.

Tadinya begitu.

Tapi, belum lama ini satu fasilitas kami diserang oleh kelompok mononoke.

Tidak akan kusembunyikan, yang disegel di fasilitas itu adalah

Rago yang di dalam tubuhmu itu.

Seingatku dia memang bilang kalau sudah dipaksa tidur untuk waktu lama.

Sekarang ganti kami yang tanya.

Kenapa dirimu bisa jadi seperti itu?

Kalau ditanya kenapa...

Kau ini bodoh, ya?!

Main ikut campur tanpa betul-betul tahu situasinya,

sudah begitu malah membantu mononoke!

Kamu sudah sinting, ya?!

Bawel!

Jangan protes kalau kau tidak di sana!

Gawat ini, apa coba yang harus kutulis di laporan.

Bukan itu masalahnya!

Yah, kesampingkan soal detailnya.

Kenyataannya dia sudah berasimilasi dengan Rago.

Kau mungkin sudah menebaknya, tapi biar kutekankan lagi.

Kalau dibiarkan, kalian akan tetap seperti itu sampai mati.

Sampai mati?

Meski begitu, sejujurnya kami juga tidak tahu cara melepas asimilasi kalian.

Eh?!

Tapi, punya jalan untuk mencari tahu cara melepaskannya.

Ditambah, pergerakan para mononoke yang tidak diketahui.

Maka rasanya biar kami yang mengamankan dirimu.

Tiba-tiba diberi tahu seperti itu pun aku bisa apa...

Maaf saja, tapi kau tidak berhak menolak.

Kau sudah kami urus ke kepolisian agar dianggap orang hilang.

Ha?!

Sayangnya kami ini bukan pembela kebenaran.

Kami tidak punya kewajiban melindungi hak pribadimu.

Ditambah lagi, kau sudah bukan anak kecil lagi.

Tanggung jawab atas yang kau tanam, akan kau panen sendiri.

Besok pagi dirimu akan kami pindah ke fasilitas lain.

Ini rumah rumah sakit yang kami kelola.

Di depan ada pengawal yang berjaga, jadi kau tenang saja.

Oh, handuk dan baju ganti ada di lemari, pakai saja sesukamu.

Ya sudah, sampai besok.

Eh, tung—, hei!

Ada apa?

Apa, sih?!

Cih.

Kenapa, sih, sialan.

Sialan, apanya yang pengawal, harusnya disebut penjaga.

Kalau begini, namanya ditahan, dong.

Ditambah lagi dianggap jadi orang hilang?

Malah bicara konyol begitu.

Kalau aku tetap tidak pulang seperti ini...

Makanya kubilang jangan berurusan denganku.

Apa, sih, Rago? Kau juga mau menceramahiku, ya?

Tidak begitu, kok.

Cuma mau bilang sudah telat buat menyesal.

Anak muda itu bilang mau mengamankan, tapi coba kau pikir lagi.

Mereka dalang yang sudah menyegelku, lo.

Kau pikir orang seperti mereka akan memperlakukanmu dengan benar?

Kau yang sudah berasimilasi dengan mononoke sepertiku.

Juga para mononoke yang menyerang kita.

Mereka sampai mengajak ribut para mata-mata untuk membangunkanku.

Mana mungkin akan diam membiarkan begitu saja.

Berpihak ke mana pun, kita tidak punya sekutu.

Yang menatap kita hanyalah niat jahat atau keegoisan.

Atau malah—

Ah, merepotkan saja!

Sudah jadi gila kamu?

Mereka semua bicara seenaknya saja!

Cukup, aku muak!

Kalau begini jadinya, aku juga akan seenakku!

Ayo keluar dari sini, Rago.

Ha, keluar katamu? Mau kabur ke mana memangnya?

Bukannya mau kabur.

Ha?!

Aku ingin meluruskan semuanya.

Masa bodoh apa yang akan terjadi setelahnya.

Aku tidak paham apa yang kau pikirkan, tapi jangan mengharapkan kekuatanku.

Aku tahu.

Akan kuurus dengan kekuatanku sendiri.

Hei, jangan lengah, kita ini sedang misi.

Maaf, tadi kelepasan.

Hah, apa?!

Ada apa?!

Terima kasih sudah menjalankan tugas!

Sial, kenapa mereka ini?!

Aduh, sembrono sekali kau ini.

Untung mereka gagak yang semangat diajak kerja sama.

Ta-Targetnya!

Tenangkan dirimu! Lapor ke pihak atas dulu!

Wah, aku tertolong.

Terima kasih, ya, kalian.

Sudah, jangan dipikirkan.

Kami juga dapat pengalaman seru.

Nih, makanan yang kujanjikan.

Makasih.

Jadi, sekarang mau bagaimana?

Paling sebentar lagi ada yang mengejar.

Aku tidak butuh waktu sebanyak itu.

Tapi, ada sesuatu yang harus kulakukan.

Kupikir mau ke mana, ternyata ke rumahmu.

More Indonesian subtitles for BLACK TORCH

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left