200 baris pertama.
Kita hampir berhasil.
Mereka mungkin sudah nikmati daiquiris di Kepulauan Bahama.
Ini baru pukul 09.30.
Daiquiris tak cocok untuk sarapan.
- Apa tak ada yang bisa menangkap mereka? - Tak semudah itu, Rosa.
Lagi pula, mereka di luar yurisdiksi.
Belum lagi surat permohonan, otorisasi, kerja sama antar departemen,
dan prosedur lainnya
yang diperlukan agar prosesnya bisa berjalan.
Kau tak bisa sembarangan bergerak.
- Kau tak mengerti prosesnya, ya? - Benar.
Tapi kurasa kurang lebih begitu.
Mari kita lihat.
Aku tak bisa bicara denganmu.
Aku tahu, tapi aku kangen.
Satu hal lagi, Nick Stripling masih hidup.
Aku memegang ponselnya dan kurasa aku tahu dia ada di mana.
Kurasa kita perlu bertemu agar bisa bahas
- langkah berikutnya. - Tidak!
Baiklah, ini awal yang baik.
- Apa perlu kuulangi? - Anggap saja ini langkah pertama.
Aku tahu situasiku sekarang buruk.
Bung, kau tersangka pembunuhan.
Mungkin lebih tepatnya kacau.
Dengar, Ro, kau selalu bisa mengatasi situasi seperti ini.
Aku butuh bantuanmu, Kawan.
Ro menyesal mengucapkan ini.
- Datanglah. - Terima kasih.
Lain kali, bisakah kita langsung begini?
Jangan tutup teleponnya. Kau tahu aku tak suka...
Mengingat keadaannya,
Neville memilih untuk bersembunyi,
tapi firasatnya mengatakan bahwa Ratu Naga bisa menolongnya.
Firasatnya seperti firasat Yancy, selalu salah.
- Turun! - Apa-apaan ini?
Egg!
Hei, Kawanku. Sahabatku. Saudaraku.
Aku bukan siapa-siapamu.
Kau benar. Ya.
Kau lihat Neville?
Tidak. Aku baru mengantar bos dan istrinya.
Sekarang aku mau isi bahan bakar,
membawa pengedarku kembali ke Amerika, ya...
Kurasa mereka akan senang jika kau beri tahu semua orang.
Ide bagus.
Kau ada waktu?
Kelihatannya kau haus.
Mau minum kopi sebentar? Atau kita bisa... Baiklah.
Lain kali saja. Tak usah sekarang.
Pria itu menyeramkan.
Egg merasa putus asa
baik soal Neville maupun kehidupan seksnya,
tapi dia yakin bisa membereskan salah satunya.
AKTA BALIK NAMA
J. WENDELL
Aku tak menemukannya. Tapi dia terluka parah.
Mungkin dia akan ke rumah sakit atau mati.
Aku tak ingat kapan terakhir kali seorang pria kabur
saat sedang berciuman denganku.
Tidak. Kesempatanmu sudah lewat.
Tadi seharusnya menyenangkan.
Pergilah.
Kenapa pria tak pernah tahu saatnya pergi?
Bau mayat masih menempel pada Yancy,
makanya, dia ingin mandi dan ganti baju.
Menepilah. Aku turun di sini saja, siapa tahu polisi menunggu di rumahku.
Seperti masa SMA.
Pacarku, Keith, sering menurunkanku agak jauh
agar aku bisa menyelinap setelah jam malam.
Sejujurnya, aku tak suka mendengar hal itu.
Kau dan Keith, sampai larut malam,
entah melakukan apa.
Jam malam itu dibuat karena pria seperti Keith.
Astaga. Aku jadi butuh kopi.
Aku tak membuatmu begitu. Aku bukan Keith.
Sampai jumpa di rumah Rogelio.
Ajak Keith.
Semua situasinya mereda,
Cody membaca buku yang tak pernah dibaca Yancy.
Wah, pria ini penulis yang baik.
Ya.
Hei, kau tak apa-apa?
Aku muak kabur terus.
Ya, kau tahu? Itu... Lupakan saja.
Aku tak suka saat ada orang yang tak selesaikan ucapannya.
Menurutku itu egois dan arogan.
Ya, maafkan aku.
Entahlah, menurutku ini konyol, tapi usiaku sekarang 27 tahun,
dan mungkin polisi akan berhenti mengejarmu
jika kita pacaran.
Entahlah, Cody.
Ya, kau benar.
Bonnie selalu merasa hidupnya penuh masalah,
sedangkan orang-orang di sekelilingnya adalah solusinya.
Jadi, siapa tahu...
mungkin saja ini solusi baru.
Lepaskan aku.
- Apa-apa... - Tenanglah. Terima saja.
- Tenang, bernapaslah. - Bonnie.
Tenang.
Andrew. Menjauhlah darinya, oke?
Saat melihat akta palsu itu...
PEMBERI JAMES WENDELL PENERIMA GRACIE SWAIN
...Gracie tahu, dia nyaris tak bisa mundur lagi.
Kau mencariku?
Terima kasih sudah datang.
Ya-Ya, kita kedatangan tamu.
Saat kudengar kau ingin menjual
tanah suamimu yang di dekat pantai,
aku tahu kita harus bicara.
Seperti yang kau lihat, James berikan ini sebagai pembayaran jasaku,
aku bilang padanya, aku hanya akan terima jika berhasil membantunya.
Jasamu sungguh tak ternilai bagi James dan keluarga kami.
Masa bodoh. Hubungi pengacara, Bu.
Nak, tempo hari aku diam saja saat kau tak sopan. Kini, tidak.
Jika ucapkan hal konyol lagi, kau akan menyesal.
Maafkan dia.
Tak masalah. Dia sedang berduka.
Aku akan selalu membantunya.
Apa? Kenapa kau seperti kucing?
Karena Nenek mengeluarkan cakar. Nenek sudah siap menerkam.
Tak ada yang boleh bersikap begitu padamu.
Kecuali Nenek.
Jadi, kapan Tn. Wendell memberikan hadiah ini padamu?
Tepat sebelum rohnya pergi, dia tahu ajalnya sudah dekat.
Ayo kita jalan-jalan, atau Nenek masih ingin berkelahi dengan orang lain?
Jangan cari masalah dengan Ya-Ya.
Tak bisakah kau berikan dia Advil?
- Terima kasih. - Tidak.
- Kau bercanda? - Bonnie, dia mau membunuhku.
Tak usah berlebihan. Dia hanya ingin menakutimu.
Kau malah yang ingin membunuh suamiku.
Kenapa, sih, aku selalu membuat pria bertindak kasar?
Entahlah, tapi kurasa kau tak usah bangga soal itu.
Karena kecelakaan mobil golf itu aku bisa menemukannya.
Aku melihatnya di internet.
Maaf, Kawan. Kupikir kau berbahaya.
Baiklah, kau hanya ingin melindungiku.
Oke, dengarkan, kau tahu aku sangat mendukung cinta,
dan aku turut berbahagia akan hubungan kalian.
Tapi kau buronan. Kita berdua buronan. Kau tak boleh tinggal di sini.
Kau tahu? Aku ada rencana cadangan.
Lihat, dia ingin membantumu. Silakan. Apa rencanamu?
Aku menyewa kamar di Motor Inn.
Ya.
Pelajaran pertama, Jagoan. Dia tak sudi menginap di Motor Inn.
Bolehkah kami menginap di pondokmu
selagi mencari langkah berikutnya?
Baiklah.
Aku mau pergi ke rumah Ro.
- Ya. - Pergilah sebelum aku pulang.
Dasar berengsek.
- 911. Apa masalahmu? - Ya, hai.
Aku menelepon untuk melaporkan keberadaan seorang buronan. Andrew...
- Hei. - Ternyata salah.
Hei! Tidak! Apa-apa...
Semoga kau punya fitur Find Your Phone.
Bung, aku baru dapat nomor wanita. Itu belum kucadangkan.
Hei, permisi. Ya.
Kembalilah ke hutan.
Sialan.
Saat menunggu Yancy,
Ro selalu teringat ancaman Sonny.
Flaco, kau lihat jepitan rambut Natalia?
Yang mana?
Yang bentuk unicorn. Jepitan favoritnya.
Dia tak menemukannya, dan sekarang dia marah-marah.
Kau tak apa-apa?
- Kenapa? - Saat kau berpikir,
dahimu mengerut.
Wajahmu nanti penuh kerutan.
Asal kau tahu saja, aku tak mau menua dengan pria yang terlihat tua.
Sudah terlambat.
Aku tak apa-apa.
Sungguh?
Aku janji.
- Oke. Dah. - Dah.
Kami masih tutup.
Bahkan bagiku?
Hei.
Tidak.
Aku keluar rumah untukmu, berdandan.
Sambutanmu tak bisa kuterima. Ulangi lagi.
Halo, Ratu.
Bagus.
Kau kesal pada siapa?
Korban penembakan masih tak datang ke rumah sakit.
Aku ikut sedih.
Tenang saja, semuanya pasti beres.
Urusanku biasanya begitu.
Aku butuh bantuan.
Aku ingin bertemu bosmu.
Aku ada sesuatu untuknya. Hadiah.
Hadiah untukmu atau untuk kita berdua?
Belum kuputuskan.
Kita lihat saja sikapmu nanti.
Hei, Kawan. Kau tak akan percaya yang terjadi padaku belakangan ini.
Kau tak apa-apa? Ada apa?
Maafkan aku.
Ro, apa yang kau lakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.