De eerste 200 regels.
DRAMA INI FIKSI BERDASARKAN FAKTA SEJARAH, SEMUA TOKOH ADALAH FIKSI
MUSIM SEMI 1659, TAHUN KE-10 PEMERINTAHAN HYOJONG
KEPALA INSPEKTUR SHIN YI RIB
Kau jadi Kepala Inspektur tahun ini?
Ya.
Kudengar kau membutuhkanku.
Ini ditemukan setelah mantan Putra Mahkota meninggal.
Mantan Putra Mahkota?
Putra Mahkota So Hyun.
Ini Sacho.
Catatan ini...
CATATAN SEJARAH
seharusnya telah dihapus.
Ini seharusnya tak ada.
Ini berisi pembangkangan atas mendiang Putra Mahkota.
Tapi,
ada hal yang menggangguku.
Ada pria yang sering disebutkan dalam catatan ini.
Keberadaannya menggangguku.
Cari tahu kebenaran catatan ini.
Cari dia.
Namun...
catatan ini telah dihapus?
Maka dari itu...
lakukan ini diam-diam.
Di antara para perwira militer, ada yang tak melakukan tugasnya.
Dia mengabaikan tugas melapor.
Dia memperdaya Putra Mahkota,
dan memalsukan catatan.
Satu dari mereka dikutuk dan menjadi gila.
Yang Mulia memerintakan...
agar pria itu tak pernah melihat cahaya lagi.
Lee Jang Hyun.
HAEMINSEO
KANTOR PEMERINTAHAN YANG MERAWAT WARGA MISKIN JOSEON SECARA GRATIS
Aku sakit.
Astaga.
Ya, ampun.
Astaga.
Sakit.
Astaga.
Ya, ampun.
Sakit.
Tolong aku.
Astaga.
Aku dengar dari Istriku.
Kau ingin melihat-lihat tempat ini.
Kudengar kau merawat pasien mental juga.
Benar.
Namun, tidak untuk sembarang orang.
Keluarga bangsawan membawanya ke sini diam-diam...
saat sudah tak bisa mengurus atau menelantarkan
anggota keluarganya.
Omong-omong,
adakah pria yang mengaku pelayan mendiang Putra Mahkota?
Kau mengenalnya?
Aku datang untuk menanyai dia.
Menanyai?
Berbicara dengan dia...
tidak memungkinkan.
Kenapa?
Kau akan paham setelah melihatnya.
Anehnya...
ada orang berkasta tinggi membuat permintaan khusus...
untuk merawatnya dengan baik.
Dia mengatakan hal yang sama selama bertahun-tahun.
Kenapa mempedulikannya?
Apa yang dia ucapkan?
Dia bilang...
seseorang akan menjemputnya saat waktunya tiba.
Suamiku?
Kenapa kau baru datang?
Suamiku.
Ibu.
Aku lulus ujian negara.
Aku yang pertama.
Tuan, selamatkan anakku!
Tuan!
Tuan!
Dia orangnya.
Aku Kepala Inspektur Shin Yi Rib.
Aku ingin bertanya.
Bisa bicara?
Apa pria yang kau tunggu...
Lee Jang Hyun?
Belakangan ini, aku baca kisah aneh.
Dalam kisah itu,
ada pria bernama Lee Jang Hyun.
Meskipun prestasinya hanya kebohongan belaka,
apa kau...
mengenalnya?
Kau memahamiku.
Kau tidak gila.
Benar?
Bisakah kau menceritakan...
tentang Lee Jang Hyun?
Kau dengar itu?
Suara itu...
adalah suara bunga.
MUSIM SEMI 1636, TAHUN KE-14 PEMERINTAHAN INJO
- Satu, dua. - Satu, dua.
- Satu, dua. - Satu, dua.
Banyak sekali!
Besar.
Kemari.
Sebentar.
Kau datang.
Mari makan dahulu.
- Kita lanjutkan nanti. - Kemari.
Cepat.
Ayahku memberi kehidupan ke tubuh ini...
sedangkan Ibuku merawat tubuh ini.
Ayahku memberi kehidupan ke tubuh ini...
sedangkan Ibuku merawat tubuh ini.
Ayahku memberi kehidupan ke tubuh ini...
sedangkan Ibuku merawat tubuh ini.
Ayahku memberi kehidupan ke tubuh ini...
sedangkan Ibuku merawat tubuh ini.
Saat menetap, akan kutemukan kehendakku.
Saat menemukan kehendakku, hatiku tenang.
Saat hatiku tenang, aku merasa damai.
Saat merasa damai, aku bisa merenung.
Saat merenung, aku tercerahkan.
Burung kuning kecil, katakan.
Siapa yang tercantik di dunia?
Jika itu Putri Gil Chae dari Neunggun-ri,
berkicaulah.
Jika itu putri lain,
berdirilah dengan tangan.
Burung kuning kecil, katakan.
Siapa yang tercantik di dunia?
Jika tidak bilang...
akan kupatahkan kakimu!
Nona!
Apa?
Aku akan diomeli jika kau telat.
Kau harus menyenangkan Ny. Sam Bong untuk dapat pasangan baik.
Para pencari jodoh selalu menemuinya saat mengunjungi desa kita.
Namun, dia tak menyukaiku.
Makanya, kau harus berusaha.
Jika kau menikahi pria baik...
aku bisa hidup dengan bangga.
Jangan pikirkan dirimu sendiri,
pikirkan juga orang sekitarmu.
Bukankah itu etika seorang putri?
Haruskah kau menceramahiku dengan etika pelayanmu?
Ucapanmu akan menghantui mimpiku!
Dasar...
- Eun Ae. - Ya?
Apa kau ikut ke festival bunga?
Aku akan mengenakan mantel jambon...
Aku tak menanyaimu.
Eun Ae,
Tuan Muda Jun Jeol memintaku berbagi kipas saat festival bunga dulu.
Namun, dia belum bilang apa pun.
Jika pria membingungkanmu, berarti dia tak menyukaimu.
Jika penasaran dengan perasaannya,
tanyakan padanya.
Kau tahu, senyum dan tepuk bahunya.
Astaga.
Kau menyuruhku melakukan hal licik?
Tuan Muda Jun Jeol takkan jatuh hati dengan itu.
Kau bisa melakukannya sesukamu.
Omong-omong, Eun Ae...
Aku duluan.
- Eun Ae, mari menyulam bersama? - Baik.
Eun Ae setuju menjadi rekanku.
- Benar, Eun Ae? - Tapi, aku duluan!
Dia baru saja jadi rekanku.
- Tidak, aku duluan. - Ini bagus, 'kan?
Katamu kali ini...
Aku takkan ikut festival konyol itu.
Buat apa mencabut rumput liar untuk membuat kue?
Dan menulis puisi di kipas angin?
Kekanak-kanakan.
Kudengar warga Hanyang tak melakukan itu.
Membosankan!
Kasihan diriku!
Aku harus melayani putri lain.
Aku tak bisa tidur,
karena mengkhawatirkan masa depaku!
Menyebalkan.
Haruskah aku mencari putri lain?
Jangan khawatirkan masa depanmu.
Aku akan segera menikahi pria tampan.
Aku akan menemui pria idamanku.
Lain kali, meski kau ingin pamer,
pikirkan, "Mereka pasti punya satu hal yang lebih baik dariku,"
dan tahan dirimu.
Ketika aku bertemu pria idamanku,
akan kuberi bantal yang kusulam sendiri.
Agar kami bisa bertemu dalam mimpi.
Kapan kau belajar menyulam jika selalu dikeluarkan?
Sudah berapa kali dikeluarkan?
Apa sulit duduk tenang?
Astaga.
Siapa kau?
Aku sudah menunggumu,
di sini,
sejak lama sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.