The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KARYA FIKSI BERDASARKAN FAKTA SEJARAH
SEBAGIAN BESAR DETAIL DAN GAMBARAN TOKOH FIKTIF
EPISODE 15
Nyonya Yoo.
Tuanku.
Aku sudah dibebaskan.
Semua ini...
...berkat dirimu.
Apa kamu sudah sadar?
Tuanku.
Tuanku.
Tuanku.
Tuanku.
Tuanku.
Tuanku.
Tuanku.
Tuangkan aku minuman lagi.
- Mari minum. - Ya, mari minum.
- Ini. - Tak usah.
Tak apa. Kamu boleh memakannya.
Makhluk kotor.
Beraninya kamu tersenyum kepada orang lain.
Hentikan!
Perlukah kunyalakan api di sini?
Ampuni aku!
Kamu milikku sampai kamu mati.
Dia akan segera sadar.
Aku harus segera melarikan diri.
Kamu mau ikut denganku?
Kamu akan ke mana?
Jangan khawatir.
Ada pria yang kuat bernama Yang-chun di Uiju.
Jika kita kabur dan bergabung dengannya,
hakim distrik pun tak bisa menyentuh kita.
Ayo.
Tak kupercaya aku bertemu penyelamat anak sulung Putra Mahkota di Simyang.
Kamu adalah malaikatku.
Malaikat yang menyelamatkan Joseon.
Beri tahu aku apa pun yang kamu inginkan.
Kamu pasti ingin kembali ke Joseon, 'kan?
Sebenarnya,
aku ingin tetap di Simyang untuk saat ini.
Jangan berani menyentuh gadis itu!
Sikapmu absurd!
Kamu kita aku tak mengenalmu?
Pelayan mahal lain yang kamu beli.
Kamu menghamilinya, 'kan?
Kamu membuat dia tewas saat mengaborsinya!
Kamu tahu berapa kerugian kita?
Jika ini terulang,
- akan kuusir ibumu! - Apa yang mereka katakan?
Mengapa mereka selalu bertengkar?
Cantik, 'kan?
Tanganku lebih gesit dari yang kamu kira.
Tiap kali aku menata rambut nyonyaku,
para pria di Neunggun-ri akan menggila.
Bu, aku akan menata rambutmu dengan baik tiap hari.
Manis sekali.
Gadis berengsek!
Kemarilah!
Jangan bergerak!
Pergilah!
Apa kamu ingin mati? Beraninya.
Ayo.
Orang-orang bodoh.
Lepaskan, Ibu!
Bagaimana kamu bisa ke sini?
Menurutmu bagaimana?
Aku terbang ke sini.
Tampaknya Ryang-eum sedih sekali kamu terluka.
Aku belum pernah melihat seorang pria menangis sesedih itu.
Kamu beruntung sekali.
Seorang bangsawan Qing mendambakanmu...
...dan temanmu menangis tersedu-sedu saat kamu terluka.
Namun, tahukah kamu?
Karena sekarang kamu terluka,
aku merasa kamu akhirnya menjadi milikku.
Aku kejam sekali, 'kan?
Padahal kamu sedang kesakitan.
Aku sudah lama...
...ingin menggenggam tangan ini.
Astaga. Mengapa hujan turun?
Padahal kita hampir tiba di penginapan.
Mendekatlah. Ini dingin.
Baiklah.
Ayolah.
Benar, 'kan?
Sekarang tak terlalu dingin.
Ya.
Ya, 'kan? Kamu tak kedinginan, 'kan?
Tidak.
Mengapa kamu tak datang hari itu?
Mana mungkin aku meninggalkan nyonyaku?
Lagi pula...
Aku sudah lama sekali menunggu.
Kamu...
- Gu-jam sudah kembali! - Gu-jam sudah kembali!
Apa?
Jong-jong.
Nyonya.
Apa kamu baik saja?
- Kamu baik saja? - Ya.
Maafkan aku.
Aku sudah berjanji akan melindungi dan menjagamu.
Namun, aku kehilanganmu.
Aku benar-benar minta maaf, Jong-jong.
Tak perlu minta maaf, Nyonya.
Aku tahu aku akan bertemu denganmu lagi.
Terima kasih banyak.
Aku berutang nyawa kepadamu.
Tidak, aku tak berbuat banyak.
Bangunlah.
Ayo, bangunlah.
Kami menerima surat dari Joseon.
- Suami Nyonya Yoo akan segera... - Apa?
Apa?
Astaga.
Lihatlah dirimu, Jang-hyun.
Kamu bahkan berlagak sakit sekarang.
Jangan mengatakan apa pun.
Ada apa denganmu? Ini amat menyedihkan.
Menyedihkan? Apanya yang menyedihkan?
Gu-jam, gunakan otakmu.
Jika aku sungguh sembuh, Nyonya Yoo akan kembali ke Joseon.
Apa dia akan pergi sendiri?
Jong-jong akan ikut dengannya.
Tidak.
Lukanya tampak amat dalam.
Jika begini, butuh enam bulan...
Tidak, bukan enam bulan.
Dia mungkin akan terbaring di ranjang seumur hidup.
Jangan asal bicara.
Bagaimanapun juga, dia akan sadar.
Jong-jong mungkin ingin pergi ke Joseon sekarang juga,
tetapi hingga Tuan Lee pulih,
aku tak bisa pergi ke mana-mana.
Jangan bermalas-malasan!
Cepatlah!
Mulai bergerak!
Bekerjalah lebih cepat!
Taruh semuanya di sini!
Ayo!
Bergeraklah!
Lebih cepat!
Cepat!
- Apa yang kalian tunggu? - Cepat!
- Cepat! - Cepat ikuti kami!
- Apa yang kalian lakukan? - Cepat!
- Apa yang kamu lakukan? - Yang-chun.
Ayo!
Kamu juga pincang?
Kaki kananku.
Astaga.
Terima kasih. Sampaikan terima kasih kami kepada Tuan Lee Jang-hyun juga.
Jangan tertangkap lagi.
Pergilah.
Kapan kita akan pergi ke Joseon?
Mengapa bertanya kepadaku?
Kami harus bertanya kepada siapa?
Orang yang Tuan Lee Jang-hyun layani...
...adalah kamu.
Astaga. Berbaring seharian tak mudah.
Bukalah matamu.
Yang-chun.
Kau sudah mengantar Han-seok pergi dengan selamat?
Sudah.
Bagaimana rasanya membuat orang lumpuh mengerjakan semuanya sementara kamu tidur?
Begini,
orang-orang...
...jauh lebih menyukaimu daripada aku.
Mereka menuruti perintahmu saat mendengar bahwa kamu Gu Yang-chun dari Uiju.
Kukira kamu ingin mendapat banyak uang.
Namun, uangmu dihabiskan untuk memulangkan tawanan ke Joseon.
Bagus sekali.
Namun, kamu malah dijelekkan.
Apa?
Dijelekkan?
Mereka menjelekkan aku? Mengapa?
Mereka ingin tahu kapan bisa pulang ke Joseon.
Ini sebabnya aku melarangmu menolong para tawanan.
Mereka menjelekkan aku karena itu?
Suruh mereka mencari jalan pulang sendiri.
Mereka tak tahu kita mengawal mereka karena perjalanan ke Joseon berbahaya.
Jadi...
Astaga...
Terserahlah.
Terserah! Siapa peduli?
Bagi orang-orang yang pemiliknya mau membebaskan mereka,
kita akan menggunakan surat sanggup.
Orang-orang yang tak punya harapan akan dikirim ke Joseon secara diam-diam.
Semua ada aturannya dan kita harus mengikuti aturan itu.
Ini orang-orang yang akan pergi kali ini.
Neop-seok, Sam-saeng,
- Doo-nam, - Doo-nam.
- Heo-chang. - Heo-chang.
Sepertinya ada yang mengobrol.
Lee Jang-hyun, kamu harus bangun.
Hatiku hancur melihatmu sakit dan aku merasa...
Dia pasti akan sadar kembali.
Ya, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.