Pierwsze 170 wierszy.
The Fable
Klakson
Kebakaran!
Ada yang menelepon polisi dan pemadam kebakaran?
Di mana APAR-nya?
Ada yang terluka?
Yoko.
Arah jam sembilanmu.
- Apa? - Itu Suzuki. Ikuti mobil perak itu.
Dia akan menemui Utsubo.
Lacak lokasi mereka untukku.
Dimengerti!
Kakak nanti bagaimana?
Apa ada yang meledak? Di atas?
Mungkin ledakan gas?
Kebocoran gas, ya?
Aku akan segera menyusul.
Dimengerti.
Meski begitu,
kenapa katamu Suzuki bukan masalah?
Selalu mengungkit baunya,
tapi kau disergap olehnya!
Dia mengadukanmu kepada Utsubo!
Wajar dia memberi tahu Utsubo.
Lagi pula, mereka satu tim.
Bukan itu masalahnya.
Kau bercanda?
Mereka bahkan memasang bom untuk menangkapmu!
Ya, itu jebakan granat.
Jangan-jangan kau tahu dan sengaja meledakkannya?
Tentu saja.
Jika orang lain yang terkena,
mereka akan terluka parah, itu terlalu berbahaya.
Pak Utsubo, untuk rencana awal,
kembang apinya meledak, tapi gagal.
Sato tidak terluka.
Dia lebih hebat dari yang kita duga, bahkan lebih daripada itu.
Adiknya membuntutiku.
Sato pasti akan muncul nanti.
Jalankan rencana cadangan.
Aku tahu dia sadar sedang dibuntuti,
tapi kenapa mengemudi sangat lambat?
Seolah-olah dia memancingku.
Aku membawanya. Ini.
Lexus RC F
seharga lima juta.
Mahal!
Dasar bodoh! Ini lebih dari sepuluh juta saat baru.
Ini barang gelap,
tapi meski begitu, aku diskon menjadi lima juta.
Baiklah, kalau begitu.
Pemiliknya kabur karena utangnya dan menghilang.
Pokoknya terjadi sesuatu padanya. GPS sudah dimatikan, jadi...
Panggilan Masuk Sensei
Ya? Halo?
Kelihatannya cepat.
Terkesan cepat.
Sekarang? Tentu saja, aku di rumah!
Aku menikmati alam, menatap bintang di langit malam!
Dia bicara dengan siapa?
Wanitanya?
Bukan. Mungkin seorang pria.
Terkadang dia bersikap seperti itu belakangan ini.
Mobil?
Ya. Baiklah.
Mobil apa yang kau cari?
Yang paling cepat?
Jangan-jangan dia...
Tentu saja, aku bisa!
Akan kubawakan dalam 15... Tidak, dalam sepuluh menit!
- Apa? - Apa?
Tunggu sebentar, Tsutomu.
Aku akan kembali satu atau dua jam lagi.
Hei, tunggu sebentar, Kuro!
Aniki!
Sudah kubilang tunggu! Ada keadaan darurat!
Hujan turun sampai kemarin, jadi, bintang-bintang muncul.
Udara di pegunungan juga bagus.
Bahkan kau juga melihat bintang.
Ya. Itu menenangkan pikiranku.
Menenangkan?
Benar.
Apa pun yang dilakukan pria sepertiku,
dibanding dengan luasnya ini, aku hanyalah debu.
Semuanya menjadi tidak berarti.
Bintang-bintang bahkan tak peduli.
Halo?
Aku baru saja berbelok ke jalan hutan dekat Sungai Makino.
Sungai Makino, ya? Sudah kuduga.
Kakak sekarang di mana?
Toserba.
Apa? Toserba?
Kuro akan membawakanku mobil. Aku tidak ada kegiatan sampai saat itu.
Tidak ada kegiatan? Dasar kau!
Sial, kau sungguh membuatku kesal.
Kau ingin aku bagaimana? Percuma juga terburu-buru.
Lagi pula, kita akan masuk perangkap.
Buat mereka menunggu.
Dua ayam karage.
Baiklah.
Kau tadi bilang "karage"?
Hei!
Jangan mengejar terlalu jauh. Tetapkan posisi mereka, dan tunggu.
Kau bilang "karage", kan?
Tidak.
Hei, kau!
Aku sedang membaca manga
Yoshifumi to Karaage.
Pembohong!
Hei! Sialan!
Terima kasih.
Mobilnya sudah datang.
Aku akan pergi setelah makan ayam karage.
Aku tahu kau membeli ayam karage!
Maaf merepotkan.
Tidak sama sekali!
Aku, Kuro, akan mengantarmu ke mana pun seketika!
Serahkan kepadaku!
Bagus, tapi aku yang akan mengemudi.
Rute aneh yang dia ambil untuk ke sini membuatku menyadari sesuatu.
Kurasa dia menghindari jalan utama.
Jalan utama...
Dia melakukannya agar tidak meninggalkan bukti apa pun yang terjadi.
Aku juga akan menghindari jalan utama.
Seperti yang sudah kukatakan, jangan mengejar terlalu jauh.
Berhenti saja dan tunggu di suatu tempat.
Aku akan segera ke sana.
Apa yang terjadi? Terjadi sesuatu? Perkelahian?
Tidak, hanya ada hubungannya dengan masalah lama.
Apa jalan gunung di sepanjang Sungai Makino cukup berliku?
Itu jalan gunung,
jadi, dahulu dipakai untuk balapan liar pada akhir pekan,
tapi entah bagaimana sekarang.
Memangnya kenapa?
Carikan aku peta jalur gunung itu di ponselmu.
Sial, jalan hutan ini benar-benar mengerikan.
Karena badan mobil ini rendah, aku tidak bisa mengebut.
Suzuki sudah jauh di depan, jadi, aku kehilangan dia.
Kalau begitu, kau pasti di dekat tempat itu.
Berhenti di sekitar sana dan tunggu.
Aku akan segera melewati jalan itu.
Ya! Ini petanya.
Terima kasih.
Aku sudah menghafal rutenya.
Apa? Mustahil!
Ingatanku tidak sebanding dengan Yoko.
Aku akan melupakannya besok.
Tapi cukup untuk saat ini.
Mode penggerak diaktifkan.
Baiklah, ini dia.
Astaga! Ini gila!
Yang benar saja! Dia tersenyum!
Sial! Luar biasa! Sungguh hebat!
Kakak!
Astaga!
Kakak!
Sial, aku ketinggalan lagi.
Granat!
Aku hanya melempar batu.
Bagi yang tidak berpengalaman sepertimu,
kau memikirkan ledakan di apartemen
dan berasumsi itu granat.
Kata orang yang dipukuli waktu itu, ini mungkin tampak sombong,
tapi biar kuajari sesuatu.
Kekuatan datang dalam berbagai jenis,
terutama dalam bisnis ini.
Karena kau tak pernah membunuh siapa pun, kekuatan yang kau tak miliki
sudah kumiliki.
Itu peringatan.
Jika tak patuh, yang kedua tak akan memeleset.
No comments yet. Be the first to leave one.