لومړۍ 200 کرښې.
PADDINGTON Diterjemahkan oleh : jackandthewilee
ASOSIASI AHLI GEOGRAFI INGGRIS RAYA
Pedalaman Peru.
Alam liar tertutup, belum pernah dijelajahi, dan berselimut misteri.
Sampai saat ini!
Aku ditugaskan oleh teman-temanku para ahli geografi. Untuk meninggalkan keluarga.
Dan berangkat menjelajah.
Aku bepergian dengan hanya membawa barang yang penting.
Peta, obat-obatan, jam, serta piano untuk perjalanan.
Sampai akhirnya, jauh di dalam hutan aku menemukan sesuatu yang luar biasa.
Spesies Beruang yang belum pernah ditemukan.
Saatnya mengumpulkan spesies untuk museum.
Aku kira waktuku sudah habis dan akan mati...
Tapi beruang itu malah menyelamatkan nyawaku.
Dia membawaku masuk ke hutan dan menunjukkan dunianya.
Dan sebagai balasannya, aku memperkenalkan dunia kita.
Itu sebuah teleskop... Teleskop milik kakekku.
Jangan! Harus hati-hati.
Yang kau makan itu sabun. Kenapa tidak mencoba ini?
Ini adalah sari buah.
Oleskan ke roti bakar, sandwich, atau...
Atau kau bisa meminumnya.
Sangat enak!
Ini London. Dari sanalah aku berasal.
Lon....don.
Astaga!
Sekarang coba katakan "Berhentilah makan nanas".
Seiring waktu, aku berteman dengan mereka, bahkan memberinya nama.
Untuk yang betina aku memberikan nama Ibuku...
Dan yang jantan dari nama seorang petinju yang kulihat di Bar.
Dan akhirnya waktunya kembali istri dan putriku serta membagikan penemuanku kepada dunia.
Selamat tinggal Lucy! Selamat tinggal Pastuzo!
Jika kalian datang ke London, kalian akan disambut dengan sangat hangat.
Aku belajar begitu banyak dari mereka...
Tapi aku penasaran, apakah mereka juga belajar sesuatu dariku?
BERTAHUN-TAHUN KEMUDIAN.
Sari buah!
Sudah matang! Sudah matang!
Akhirnya mereka matang!
Bibi Lucy. Paman Pastuzo.
Kalian tidak akan...
- Selamat pagi, bibi Lucy. - Selamat pagi, angin ribut kecil-ku.
Kenapa kau masuk kemari bagaikan bencana alam?
Tapi Paman Pastuzo, buahnya sudah matang!
- Saatnya Hari sari buah! - Hari sari buah!
- Maafkan aku... - Hari sari buah!
Tenanglah, kalian berdua. Tidak perlu buru-buru.
Hati-hati di sana. Dan jauhkan cakarmu dari topiku!
Baiklah.
Sari buah.
Satu sandwich mengandung semua vitamin yang dibutuhkan beruang untuk satu hari.
Keren!
Dan resep bibi Lucy bahkan lebih enak dari resep si penjelajah itu.
Jangan lupa kita harus membawa toplesnya saat kita pergi ke London.
Tidak usah khawatir, kita sudah membicarakan perjalanan itu selama 40 tahun.
Suatu hari nanti Pastuzo...
Kenapa kalian ingin pergi di saat kita sudah tinggal di tempat terbaik di dunia?
Ya ampun.
Paman sudah menyuruhmu hati-hati.
- Kembalikan topiku. - Baik Paman, tapi..
Tidak ada tapi!
Sudah saaatnya aku dihormati disini.
Memalukan... Tapi lezat.
Sebuah saran untuk orang baru di London.
Pelajaran ketiga. Saat malam hari kau bertemu dengan orang di jalan,
- ...sapa mereka dengan sopan. - Selamat malam.
Untuk membuka obrolan, bicaralah tentang cuaca.
Cuacanya buruk sekali ya?
Faktanya, orang London punya 107 cara untuk memberitahu cuaca hujan.
- Boleh kuhabiskan sandwich terakhirnya? - Tidak. Aku memerlukannya.
Beruang bijak selalu menyimpan sandwich sari buah di topinya untuk situasi darurat.
Ikutilah aturan sederhana ini, dan kau akan merasakan London seperti rumahmu.
- Bibi Lucy? - Gempa bumi!
Cepat ke tempat aman!
- Bibi Lucy! - Terus lari!
Paman Pastuzo!
Paman Pastuzo!
Paman Pastuzo!
Pastuzo!
Paman Pastuzo!
Bibi Lucy...
Apa yang akan kita lakukan?
Tetaplah sembunyi sampai kau tiba di London.
Bibi tidak ikut?
Aku sudah terlalu tua dan terlalu lelah untuk perjalanan jauh.
Tapi apa yang akan Bibi lakukan?
Tidak usah mengkhawatirkanku.
Aku akan aman di rumah untuk beruang pensiun.
Tapi belum waktunya untukmu pensiun.
Kau harus mencari rumah baru...di London.
Tapi... Aku tidak kenal siapa-siapa disana.
Bagaimana kalau mereka tidak suka beruang?
Kau tahu...
Dahulu kala ada sebuah perang di berbagai negara...
Ribuan anak-anak dibawa pergi demi keamanan.
Ditinggalkan di stasiun kereta api dengan memakai tanda di leher mereka.
Keluarga asing akan membawa mereka dan mempelakukannya seperti keluarga sendiri.
Mereka tidak akan lupa bagaimana cara memperlakukan orang asing.
Jaga dirimu, sayang.
Ingatlah tata krama...
Dan berhati-hatilah.
UNTUK PERJALANAN.
London.
Oh, ya! Tata krama. Baiklah...
Selamat pagi! Cuacanya bagus sekali ya?
Oh, aneh.
Apa kabarmu? Aku mencari tempat tinggal. Dan aku...
Halo? Permisi.
Bisa kalian beritahu aku dimana aku bisa menemukan rumah baru?
Ada yang tahu?
Kami mohon kepada para penumpang untuk tidak meninggalkan barang bawaannya.
Barang yang mencurigakan akan disita untuk kemudian dimusnahkan.
Ya ampun.
Halo.
Kau lapar?
Aku juga.
Hanya ini yang aku punya... Dan ini untuk keadaan darurat.
Baiklah.
Apa yang kulakukan...
Ayolah... Kalian tidak boleh menghabiskan semua makanan daruratku.
Bisa tolong kalian pergi?
Aku harus terlihat menarik.
- Membosankan sekali. - Maaf membuatmu merasa seperti itu.
Tapi ini giliran ayah yang memilih. Dan ayah menikmati perjalanan era Victoria tadi.
- Setidaknya kita menghabiskan waktu bersama. - Dan kita bisa belajar banyak tentang dunia.
- Apakah kau bersenang-senang, sayang? - Apa? Semua baik-baik saja sampai Ibu lompat ke danau.
Itu adalah pemandian Victoria. Itulah yang harus kau lakukan.
- Tapi tidak telanjang! - Aku lupa membawa baju renangku.
Jonathan, jangan melompat! 7% kecelakaan anak diawali dengan melompat.
- Tapi aku akan menjadi astronot... - Kau tidak akan menjadi astronot.
Kau bisa menjadi apa saja yang kau mau.
- Bahaya orang asing. - Apa?
Jangan lihat kesana. Ada seekor beruang, mungkin sedang menjual sesuatu
- Selamat malam. - Tidak, terima kasih.
Ya ampun...
Aku pasti melakukan kesalahan.
- Halo. - Mary!
Oh, halo.
Cuaca yang bagus ya?
- Ya. - Ibu!
Kuharap kau tidak keberatan aku bertanya, bukankah kau seharusnya di rumah?
Ya, seharusnya. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara menemukan rumah.
Dimana orangtuamu?
- Mereka meninggal ketika aku kecil. - Ini dia.
- Yang aku punya hanya Bibiku. - Dimana dia?
- Di pedalaman Peru. Di rumah pensiunan beruang. - Ya, tentu saja.
- Bagaimana kau bisa sampai kesini? - Aku bersembunyi di sekoci.
Keren!
Aku makan sari buah. Kau tahu kalau beruang suka sari buah?
- Aku tidak tahu beruang bisa bicara - Tapi aku beruang yang langka. Sudah jarang.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku sudah memikirkannya, Aku akan tidur di keranjang itu.
- Itu baru semangat. - Ayah!
- Bagaimana jika kami carikan bantuan? - Oh, boleh. Jika tidak merepotkanmu...
Tentu saja tidak. Ya 'kan, sayang?
Tidak sama sekali.
Ini lezat sekali.
- Siapa namamu? - Apa?
- Apa beruang punya nama? - Tentu saja, namaku adalah..
Bisa kau ulangi lagi?
Baiklah...
- Lakukanlah. - Apa?
Cobalah.
Gunakan tenggorokanmu.
Tn. Brown, perkataanmu kasar sekali.
Aku harus pergi.
Tunggu aku.
- Seseorang harus membawanya. - Semua sudah tutup, kita harus membawanya.
- Tidak bisa. - Tapi Ayah...
Jonathan, jangan ikut campur.
- Kau sangat memalukan. - Kita tidak bisa meninggalkannya disini.
Tentu bisa. Dia bukan tanggung jawab kita.
Dia masih kecil. Dia membutuhkan kita, Henry.
Satu malam saja.
Sampai kita menemukan orang yang tepat untuk merawatnya.
- Baiklah. - Yes!
Maafkan aku, tapi... Aku belum tahu namamu.
Aku punya nama beruang, tapi sepertinya itu sulit untuk diucapkan.
- Mungkin kau mau punya nama Inggris? - Nama Inggris?
Contohnya?
Oh, lihat, Henry. Itu sempurna!
- Kau mau menamainya "Kecap"? - Tidak!
- Kecap si Beruang? - Paddington!
- Paddington. - Paddington?
Pa...dding...ton.
- Paddington! - Oh!
Maaf. Aku suka itu.
Kalau begitu, Paddington, kau mau pulang bersama kami?
Ahhh!
- Rute mana yang kau ambil tadi? - Beruang muda itu bilang ini pertama dia ke London.
Jadi aku sedikit berputar... Sekalian menambah ongkosnya!
- Ambil saja kembaliannya. - Terima kasih, kawan. Tidak terulang lagi.
Sayang, kuncinya kau bawa?
Ayo, Paddington.
Semuanya bagus.
Ini... Ini indah sekali.
Kau tahu, kukira tidak akan ada yang mau memberikanku tempat tinggal, tapi ini...
...lumayan. Ini bisa membuatku betah.
- Terima kasih banyak. - Kami tidak memberikanmu tempat tinggal.
- Hanya untuk satu malam. - Oh...
No comments yet. Be the first to leave one.