لومړۍ 200 کرښې.
Aku takkan pernah lupa hari saat pesawat mereka jatuh.
Maksudku, itu bisa saja terjadi padaku.
Kau mengenal dengan salah satu gadis dalam pesawat itu?
Aku tak mengenalnya.
Tentu saja.
Aku mengenal mereka cukup baik.
Tak satu-pun dari mereka lihai soal trigonometri...
Aku hanya bisa memberitahumu itu.
Jadi menurutmu apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?
Yang kutahu itu adalah sebuah tragedi.
Tragedi yang mengerikan.
Aku tak seharusnya mengatakan ini, tetapi...
Tak ada ruginya kami kehilangan anak-anak ini.
Tapi gadis-gadis itu istimewa.
Mereka...
Mereka adalah juaranya.
Allie! Umpan aku!
Ayo.
Ayo.
Bagus!
Ty! Umpan aku!
Ty! Jauh!
Maju! Maju! Ayo!
Ty!
- Ty! - Jackie!
Sundulan yang bagus!
Kita akan menuju ke tingkat Nasional!
Diterjemahkan oleh Vilanelle
Kau terlihat sangat seksi sekarang.
Pelan-pelan.
Ini keren, Sayang.
Aku menginginkanmu.
Kita akan terlambat.
Tak apa-apa.
Santai.
Kau luar biasa.
Aku sangat mencintaimu, Jackie.
Oke.
Giliranku.
- Kini kau mendengarkan itu? - Tidak. Itu sudah ada di situ...
Aku tak sengaja memutarnya.
Aku melihat Jeff.
Katamu kau ingin fokus pada pertandingan tingkat Nasional?
"Melepas Band-Aid" dan sebagainya?
Aku memutuskan bahwa...
Masih perawan saat kuliah adalah sebuah kesalahan.
Tanpa bermaksud menyinggung.
Kita sudah berteman cukup lama...
Jika ingin merasakan yang pertama, maka akan terhubung selamanya.
Lebih puitis seperti itu.
Itu mengingatkanku--
Aku memilih warna palet untuk kamar kita di Rutgers tahun depan.
Merah muda dan hijau.
Seperti preppy klasik bertemu Pantai Palm.
Ini sangat Lilly P.
Jeff masih perjaka?
Kami bersama sejak tahun pertama.
Ya, aku tahu. Kalian putus nyambung berkali-kali.
Tak bisa dihitung lagi.
Apa-apaan ini?
- Apa? - Skor mereka di bawah .500 tiap musim.
Shauna, bunyikan klakson-nya.
Tidak, mereka akan mengira kita bersorak untuk tim baseball.
Mereka akan tahu.
- Mencoba tak terkalahkan, jalang! - Astaga, Jackie.
Kami akan menuju ke tingkat Nasional!
Hama daun?
Kelinci.
Kelinci kecil yang malang.
Untuk bertahan hidup, kurasa.
- Maaf, apa kita saling mengenal? - Jessica Roberts, reporter Star-Ledger.
Aku meninggalkan beberapa pesan suara.
Benar. Pergilah, Jessica.
- Shauna, tunggu. - Aku tak bicara dengan wartawan.
Kau sudah tahu itu.
Aku tahu kau telah membiarkan orang lain menceritakan kisahmu.
Orang yang hampir tidak mengenalmu.
Dan mereka dapat banyak uang dari kisah itu.
Lima menit.
Itu saja yang kuminta. Jika kau tak suka pertanyaanku...
Aku akan pergi.
Janji.
Aku tahu apa yang ingin kau dengar.
Tapi kenyataannya, pesawatnya terjatuh...
Teman-temanku meninggal dan yang tersisa pada kelaparan...
Lalu kami berdoa selama 19 bulan, sampai mereka temukan kami.
Dan itulah akhir ceritanya.
Sepertinya kita berdua tahu ada kisah yang lain dari itu.
Aku tak bisa bayangkan yang telah kalian lalui di luar sana.
Tak ada yang bisa bayangkan.
Dan itu sesuatu yang berharga.
Ini sangat berharga.
Aku bisa memberimu uang dari hasil penjualanku, sekarang.
Kita bisa menulisnya bersama tapi namamu ada di sampulnya.
Aku tak tertarik.
Maaf.
Bagaimana jika kukatakan itu memang terjadi?
Lalu aku akan mengatakan bahwa kau berbohong.
Jadi kau masih berhubungan.
Aku belum berbicara dengan mereka bertahun-tahun.
Aku tak akan menghubungi mereka...
Meskipun aku mau.
Aku melanjutkan hidup, dan kuharap mereka juga begitu.
Sekarang, jika kau akan pergi...
Shauna, ini adalah uang yang akan mengubah hidupmu.
Kau adalah seorang atlet elite.
Kelas A.
Masuk lebih awal ke Brown.
Apa ini hidup yang kau inginkan?
Maaf.
Aku tak bermaksud...
Aku tak peduli pendapatmu, dasar jalang sombong.
Kau tak tahu apa-apa tentang hidupku.
Baiklah...
Jika kau berubah pikiran...
Natalie, kelas sudah dimulai.
Ingat, kemarahan bisa jadi hal baik.
Katakan itu pada petugas pembebasan bersyaratku.
Orang ini memotong antrean-ku.
Aku harus bagaimana, hanya berdiri saja di sana?
Lalu apa yang terjadi?
Orang-orang yang ada di Jamba Juice saling berdesakan.
Itu akan menjadi kekacauan.
Kekacauan besar.
Bagaimana aku membayar barang belanjaanku?
Itu perasaan yang penting, Wendy.
- Terima kasih telah membagikannya. - Ya. Terima kasih kembali.
Tapi, aku juga butuh jawaban.
Karena nyatanya menampar jalang ini adalah tindakan salah.
Dan juga pelanggaran ringan.
Ya, kekerasan bukanlah jawaban dari sebuah masalah.
Tapi bukan berarti marah kau rasa tidak berguna.
Kau perlu menemukan cara untuk--
Kendalikan emosi-mu.
Natalie?
Mengingat ini hari terakhirmu bersama kami...
Apa ada hal yang ingin kau bagikan ke grup?
Tujuan.
Temukan tujuan.
Dulu aku memakai narkoba, miras dan seks...
Aku dulu melakukan hal itu karena...
Kejadian yang terjadi di luar sana.
Apa yang kulihat.
Apa yang telah aku lakukan.
Astaga. Apa yang kau lakukan?
Kau tak pernah memberi tahu kami.
Diam, Ariana.
Tapi alasan yang sebenarnya adalah...
Jauh lebih sederhana.
Setelah mereka menyelamatkan kami...
Aku kehilangan tujuanku.
Dan...
...berkat waktu aku di sini...
Aku akhirnya tahu kembali ke tujuanku.
Astaga, Natalie.
Minuman apa ini?
Kupikir atlet suka berpesta.
Tunjukkan padaku.
Astaga.
Bung, ini tak enak.
Coba buatlah itu sendiri.
Mungkin kami akan melakukannya.
Sial, itu sepupuku.
- Apa dia membawa narkoba? - Ya.
Malam ini.
Hai!
Tunjukkan putingmu!
Ayolah! Jangan malu!
Baiklah, jika kalian ingin melihat mereka.
Yang benar saja, Natalie?
Dia akan menghajar kami!
Jika mereka bisa menangkap kita.
Ayo!
Allie.
Kau baik-baik saja?
Itu hanya pidato semangat.
Sejujurnya, kurasa itu hanya untuk memberi...
Mahasiswa baru sesuatu untuk permulaan.
Jackie,
Pelatih ingin menemuimu di kantornya.
Aku tidak gugup.
Aku satu-satunya mahasiswa baru yang selalu ditanya, tahu?
Aku tahu.
Itu sangat tidak adil.
Gaun-ku akan menjadi luar biasa.
Ya, setidaknya kau bisa memakainya tahun depan.
Kau tidak mengerti, Van, karena tak ada yang bertanya padamu.
Oke, kau sudah selesai.
Astaga.
Apa ada yang mau beri tahu Kelly Kapowski...
Jangan terlalu khawatir tentang pesta dansa...
Dan jangan mengacau saat pertandingan tingkat Nasional?
Ayolah.
Jika dia bermain seperti di negara bagian...
Ya, jangan khawatir.
Itu tak akan terjadi.
Aku akan berbicara denganmu seperti orang dewasa.
Apa tak masalah?
Kau tahu alasan menjadikanmu kapten tim tahun ini?
Tentu, itu bukan karena kau adalah pemain terbaik kami.
No comments yet. Be the first to leave one.