لومړۍ 198 کرښې.
Apapun yang kau mau dariku, akan kuberikan.
Jika kau mau, aku di sini.
Apa, ini semacam rumah singgah
bagi gadis bermasalah?
Jika kau butuh tempat, pintuku selalu terbuka.
Ibu!
Kehilangan segalanya yang kau tahu atau cintai,
- tak ada yang bisa paham itu. - Kau bisa.
Minggir!
Aku telah berburu. Sendirian.
Dan aku tahu ini bukan yang ingin kau dengar,
tapi ini harus kulakukan sendiri.
Aku Sheriff Donna Hanscum.
Aduh.
Jika kau ingin petunjuk cara melawan ini,
- aku bersedia memberitahumu. - Aku mau itu.
Ibumu, dia masih hidup.
- Apa? - Tapi dia dalam bahaya.
- Bahaya apa? - Lebih mudah jika kutunjukkan.
Aku bereksperimen, membuka pintu ke dunia lain.
- Tolong! - Aku melihatnya.
Seseorang tolong aku!
- Tapi aku butuh... - Penjelajah mimpi.
Kaia Nieves.
Kami butuh kau menjelajah mimpi untuk kami.
Aku hanya pergi ke satu tempat. Tempat Buruk.
Isinya hanya darah dan monster.
- Patience? - Jody, aku mendapat penglihatan.
Sesuatu yang buruk akan datang.
Mau dengar lelucon?
Ed, jangan mainkan makananmu.
Tok, tok.
Ayolah, manis. Kubilang, "Tok, tok."
Siapa itu?
Ed!
- Siapa itu? - Pengiriman.
Kurasa kau salah rumah.
Hah? Namamu tertulis di kotaknya.
Kau pemburu ba...
Amanda Fitzmartin?
Aku segera ke sana.
Memangnya kau pikir kau siapa?
Aku pembasmi monster.
Itulah siapa aku sebenarnya.
Ibumu mencarimu.
Ya.
Semuanya akan baik-baik saja.
Seperti kataku, sangat baik.
Hai, Jody.
Hai, Claire. Sam dan Dean hilang.
Di mana kita ini?
Mereka sedang berburu,
dan aku tak mendengar kabar mereka beberapa hari.
Waktunya pulang.
Sudah coba Donna, Walt. Tak ada yang tahu.
Kejutan.
Hai, Jody.
Alex. Kau merindukanku?
Tidak juga.
Hanya manusia serigala. Bukan masalah besar.
Wah.
Sejak kapan kita jadi suka berpelukan?
Aku senang kau pulang dengan selamat.
Ada yang ingin kuperkenalkan. Ini, ini Patience.
- Hai. - Hai.
Patience datang dari Atlanta.
Dia menginap di sini beberapa hari.
- Kau pemburu? - Paranormal.
Keren. Kau memakai sweterku.
Eh...
- Jody... - Dia tidur di kamarku juga?
Sebenarnya, kamar tamu sekarang jadi gudang, jadi...
Tak apa. Aku yang pergi duluan.
Jadi, Sam dan Dean, apa yang kita tahu?
Hai, Jody. Terima kasih bantuanmu tadi.
Dengar, kami mencari seseorang. Kaia Nieves.
Dia mungkin kunci untuk menyelamatkan Ibu.
- Jadi, jika kau dengar sesuatu... - Harus pergi. Telepon nanti.
Aduh.
- Sayang... - Itu tiga hari lalu.
Tak ada kabar sejak saat itu.
Bagaimana dengan gadis itu? Kaia.
Ya, aku sudah melacak namanya di sistem.
Dia ditangkap karena narkoba di Minnesota,
lalu dia kabur dari rehabilitasi tiga hari lalu.
Ada surat perintah penangkapannya.
Periksa pusat rehabilitasi dan rumah sakit.
Sudah kulakukan.
911. Apa keadaan daruratmu?
- Kau akan baik-baik saja? - Ya.
Baiklah.
- Kau mau ke mana? - Shift malam.
Sam dan Dean hilang, dan kau pergi?
Aku punya pekerjaan, Claire.
Hmm. Aku juga. Namanya "berburu".
Semoga berhasil.
Apa yang dia bicarakan? Hmm?
- Claire... - Jika ini soal aku berburu sendiri,
aku tahu seharusnya aku lebih sering menelepon...
- Tidak, tunggu. Tunggu. - Tapi aku baik-baik saja. Aku oke.
- Aku aman. - Tidak, kau tidak. Patience punya penglihatan.
Itu sebabnya dia di sini.
Aku...
Aku melihatmu mati.
Claire, dia benar-benar bisa melihat.
Jadi, setiap penglihatanmu, selalu jadi nyata?
Aku tak tahu. Aku masih mencari tahu semua ini.
Jadi, kau mungkin salah.
Claire, ini serius! Aku mencoba melindungimu!
Jody, itu selalu alasanmu.
Setiap kali kita pergi berburu bersama,
kau selalu mengurus monsternya sementara aku menunggu di mobil.
- Itu cuma sekali! - Itu terjadi setiap kali, Jody!
Kau... Kau belum pernah melihat apa yang bisa kulakukan.
Claire, jika aku menahanmu,
itu karena kau tak bisa asal menerjang ke setiap pertarungan...
Ya, aku bisa! Begitulah caramu menyelamatkan orang.
Duduk diam dan membuat rencana sempurna, membuang waktu,
- itulah yang membuat orang mati. - Dan jika kau yang mati?
Aku tidak akan mati.
Claire, kau tak bisa lari dari ini.
Lihat saja nanti.
Pasien kamar 11 sudah keluar. Kamarnya perlu disanitasi.
Sudah, dan aku sudah memproses surat keluar.
Kerja bagus.
Pakaian yang bagus.
Ini seragam.
- Apa alasanmu? - Aku terlihat hebat.
Kau terlihat seperti Barbie pengendara motor.
Terima kasih.
Kau tahu? Soal penglihatan itu?
Ya. Dan aku tahu bagaimana reaksimu.
Jadi, kau punya pekerjaan? Tapi kau masih bantu Jody menangani kasus?
Kukira kau ingin keluar dari urusan monster ini.
Jika dia butuh bantuanku, cuci piring, monster,
aku ada di sana, untuknya.
Tak seperti aku.
Alex, dengan keadaan saat itu, jika aku tetap tinggal,
dia hanya akan khawatir sepanjang waktu.
Claire, dia tak pernah berhenti khawatir.
Ngomong-ngomong, kurasa kau tak datang ke kantorku hanya untuk curhat.
Apa maumu?
- Dua menit di sistemmu? - Sudah kubilang. Sudah kucari.
Well, apa kau cari pakai nama samaran bintang rock?
Dari dewa metal sampai band tak dikenal. Tak ada.
- Oke, bagaimana dengan gadis itu, Kaia? - Ya.
- Kau coba "Jane Doe"? - Sudah.
Tapi...
Seorang wanita tak dikenal baru saja dibawa masuk.
- Di mana? - Di sini.
Tanda vitalmu stabil dan gegar otakmu ringan,
tapi kami harus menahanmu di sini untuk observasi.
Kau mau ke mana?
Hei, aku paham. Jika polisi mengejarku, aku juga akan kabur.
Siapa kau?
Aku teman Sam dan Dean Winchester.
Dan kurasa kau juga kenal mereka.
- Tinggalkan aku sendiri. - Hei!
Jadi, mari bicara.
Oh.
- Kawan. - Apa di balik topeng itu?
Mari kita cari tahu.
Kau pernah melihat salah satu hal itu sebelumnya, ya?
Dalam mimpiku.
Dan bukan cuma satu. Hal itu, mereka berkelompok.
Mereka melacak baumu, dan takkan berhenti.
Jadi, kau melawan mereka.
Melawan? Tidak. Aku lari.
Tapi terkadang, mereka menangkapku.
Apa itu sebabnya kau dapat itu?
Aku punya yang lain, di seluruh tubuh.
Aku juga.
Lihat.
Gigitan ghoul.
Perkelahian bar dengan vampir.
Dia melemparku menembus jendela.
Dan yang ini?
Hmm?
Um...
Pertarungan heroik dengan gagang pintu.
Aku tersandung.
Kaia?
Apa yang terjadi?
Ya Tuhan.
- Jangan berteriak. - Hmm. Bisa muntah.
Apa itu?
- Aku tak tahu. - Dia tahu.
Tak apa. Kau bisa cerita.
Aku seorang penjelajah mimpi.
Artinya saat tidur, aku melihat dunia lain, dimensi ini.
- Serius? - Tempat Buruk. Itu...
Dari sanalah hal itu berasal.
Temanmu Sam dan Dean,
mereka ingin aku membantu membuka pintu ke dunia lain.
Dan kami berhasil, tapi ada yang salah.
Oke, jadi, bagaimana hal ini bisa sampai ke sini?
Pintunya masih terbuka.
- Jika kita menemukannya, kita temukan Sam dan Dean. - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.