Первые 200 строк.
CHA MIN DAN JANG HEE-JIN
ANDA DIUNDANG KE PERNIKAHAN KAMI
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Mohon tinggalkan...
Hee-jin!
Tolong buka pintunya. Hee-jin!
Maafkan aku. Mari batalkan pernikahannya.
Aku hanya tak sanggup
seranjang dan makan, melihat muka burukmu selamanya.
Maaf, aku tak sanggup.
Sial, tinggi.
Tinggi sekali.
Aku bisa.
Aku bisa!
Aku tak sanggup.
Kenapa menelepon berkali-kali?
SE-YEON
Kenapa tak diangkat saat kutelepon balik?
SE-YEON
Halo? Hei, Min.
Cha Min?
- Se-yeon! - Halo?
Se-yeon, tolong aku!
Aku akan mati terjatuh!
Kau di mana? Ada apa?
Jika waktunya tak tepat, kita bicara nanti.
Tidak! Tak ada "nanti!"
Jangan ditutup!
Aku akan mati!
Semuanya karenamu, Se-yeon.
Andai kau tak mengenalkanku dengan Hee-jin.
Andai kau menerima perasaanku,
aku tak perlu sampai sejauh ini.
Kau selalu menyalahkanku saat dicampakkan.
Jika kau menelepon karena itu, aku tutup saja.
Halo? Min?
Min?
Apa itu?
- Kau di sini. - Hai.
- Silakan. - Baik.
Hidup dan mati sudah diatur.
Tak ada yang bisa dilakukan manusia saat menghadapi kematian.
Aku juga percaya bahwa hidup dan mati
di tangan Tuhan.
Hingga kita bangkit dari kematian.
Hingga Abyss datang kepadaku dan Min.
EPISODE 1
24 JAM SEBELUM KEMATIAN GO SE-YEON
HIDUP RAJA 7
Kenapa datang ke TKP?
Bukan pemandangan indah.
Hai.
Se-yeon, biar kuambil alih kasus ini.
Kalian dekat saat sekolah hukum.
- Selamatkan dirimu dari... - Tidak, ini kasusku.
Dia diserang pembunuh berantai Eomsan-dong.
Bukan peniru? Dia hiatus empat tahun.
Pasti dia pelakunya.
Modus hingga senjata pembunuhnya sama.
Dia dibunuh seperti korban tahun 2000.
Bedebah ini pasti sangat ingin kutangkap.
Dia pasti menghilang,
lalu muncul lagi saat kau mundur dari kasus.
RUANG OPERASI
Dokter, bagaimana keadaan suamiku?
Tak perlu cemas.
Operasinya lancar.
Bangunlah.
Terima kasih, Dokter.
- Ibu, jangan menangis. - Terima kasih.
Tak apa-apa.
Ayahmu tak apa-apa.
Hei, Nak.
Mau permen?
Tangisanmu hanya membuat ibumu lebih sedih.
Cukup.
Cukup.
Anak baik.
Ambil permen ini.
Terima kasih, Dokter.
Terima kasih.
Maaf.
Tak masalah. Jangan khawatir.
Mau ke kantor, 'kan?
Kuberi tumpangan.
Katamu baru tidur dua jam.
Biar aku menyetir. Kau tidur saja.
Aku tidak depresi.
Tak perlu cemas.
Aku tahu. Musik ini untukku.
Dia akan menikah?
Beberapa bulan lalu, katanya dia mencintaimu.
Begitulah.
Dia menyukaimu selama 20 tahun.
Kenapa bisa secepat itu pindah ke lain hati?
Entahlah.
Tak hanya wanita. Lelaki pun cepat berubah pikiran.
Cinta 20 tahunnya
berubah saat bertemu wanita cantik yang menyukainya.
Cinta murni apanya.
Kau menyesal dia diambil orang?
Menyesal? Sungguh?
Aku Go Se-yeon.
Lihat wajahnya?
- Dia bahkan tak mendekati tipeku. - Tetap saja, kau biarkan dia
mendekatimu selama 20 tahun.
Kau membuatnya berharap lama.
Hei! Kau bercanda?
Ini yang paling kubenci dalam hubungan.
Aku tak pernah memintanya apa pun. Itu pilihannya.
Lebih baik melihatmu mengomel daripada melihatmu depresi.
Aku tak depresi,
aku pun tak mengomel.
Baiklah, terserah saja.
Sungguh. Kenapa tak percaya?
15 JAM SEBELUM KEMATIAN GO SE-YEON
Aku mengerti.
- Aku tak depresi atau marah. - Baiklah.
Siapa?
PINTU DEPAN
Kenapa datang sepagi ini?
Bukan main.
Sudah kubilang jangan terbang rendah.
Kembali ke wujud manusia.
Astaga.
Apa harus cari masalah di hari terakhir kita?
Kurasa kau sengaja.
Apa sia-sia saja?
Bagus. Sudah menyala.
Ponselnya menyala...
Kau mau apa dengan Abyss?
Aku menghidupkannya kembali.
Bagus sekali.
Aku yakin berhasil.
Kenapa dia tak bangun?
Wajahnya berbeda dengan sebelum dia mati.
Percikan darah membuatnya tampan?
Astaga.
Astaga.
Siapa kalian?
Kau sudah sadar, Cha Min?
Kau malaikat pencabut nyawa?
Apa aku di surga?
Tapi mirip di Korea.
Kau di Korea.
Yangchon 5-ri, Pyeonggu-eup, Provinsi Gyeonggi.
Kau tidak mati.
Apa yang terjadi?
Apa ini?
Biar kujelaskan agar kau lebih mudah mengerti.
Kau mengalami kecelakaan,
tapi tidak mati.
Kau malah dilahirkan kembali
dengan wajah yang akan mempermudah hidupmu.
Benar.
- Benar. - Benar.
Dilahirkan kembali?
Ya.
Ya.
Jadi, jiwaku terlihat seperti ini.
Aneh.
Bukankah jiwa manusia
biasanya terlihat sama di luar?
Kenapa dia menjadi sangat tampan?
Lihat dia.
Dia bukan manusia biasa.
Kebanyakan manusia di situasi ini
akan terkejut atau menyangkal.
Itu respons biasanya.
Dia? Tidak begitu.
Katanya tampan itu segalanya.
Meskipun berlumur darah,
aku tampak modis.
Aku tampan, 'kan?
- Gila, ya? - Ya.
Bawa benda yang kuberikan?
Coba kuperjelas. Kau tak sengaja membunuhku
lalu menghidupkanku lagi dengan Bola Naga.
Bukan Bola Naga. Namanya Abyss.
"Abyss?"
Apa pun ini, mengembalikan hidupku.
Benar.
Aku suka ini.
Ini...
dan juga ini.
- Dia gila. - Setuju.
Jagalah alih-alih digunakan.
Kuberi buku panduan, baca saat sempat.
Tentu. Terserah.
Kini, kau pemilik Abyss,
gunakan baik-baik.
100 juta bintang baru jatuh.
- Kita harus cepat. - Baik.
Manusia, kami baru mengembalikan hidupmu,
jangan marah pada kami.
Kenapa marah jika aku tampan?
Jangan cemas dan kembali saja.
Tunggu.
Kapan wajah ini kedaluwarsa?
"Kedaluwarsa?"
Saat kau mati.
No comments yet. Be the first to leave one.