Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E77-78 NEXT VIU
내사랑 치유기 My Healing Love E79-80 END NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Sampai bertemu di drama lainnya. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-04
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebenarnya,

aku ingin mengajakmu berkencan 15 tahun lalu.

Kupikirkan itu berhari-hari

dan akhirnya mengumpulkan keberanian.

Tapi kamu sudah menghilang.

Aku tidak bisa menemukanmu

saat biasanya kamu ada di mana-mana.

Aku mencarimu tiap hari.

Tempatmu bekerja paruh waktu,

toko di sampingnya,

dan toko di sampingnya lagi.

Tanganku terluka dalam kecelakaan bus

dan berhenti dari semua pekerjaanku.

Hidupku sungguh kacau saat itu.

Aku menyesalinya.

Andai aku menemuimu sehari lebih cepat.

Andai aku menemuimu sehari lebih cepat.

Andai begitu,

apa yang akan terjadi kepada kita?

Kurasa

situasi kita akan sama.

Aku tidak akan menerimamu.

Sungguh?

Ya.

Kenapa?

Kamu tidak menyukaiku?

Hidupku terlalu sibuk.

Keluargaku kesulitan.

Joo Chul sakit

dan salon ibuku tidak berjalan lancar.

Kurasa saat itulah pekerjaan paruh waktuku paling banyak.

Aku hanya makan dua hari sekali.

Aku hanya tidur dua hari sekali.

Kamu makan dan tidur dua hari sekali?

Tapi aku tidak merasa lelah.

Kupikir hidup orang lain sama denganku.

Kamu tidak perlu mengasihaniku.

Aku benar-benar kuat menjalaninya.

Intinya,

aku pasti akan menolakmu meskipun kamu mengajakku berkencan.

Ayolah. Tidak mungkin kamu menolakku semudah itu.

Aku terlalu tampan untuk ditolak semudah itu.

Aku tidak tahu kamu sebangga itu dengan wajahmu.

Aku lebih rendah hati daripada sebelumnya.

Sungguh?

Astaga. Ada merpati.

Merpati.

Tidak mungkin ada merpati di pantai.

- Ini sudah malam. Mereka tidur. - Di sana.

- Halo. - Di dekat air?

Di sana.

Tidak ada merpati!

- Aku akan menceburkanmu. - Tidak.

Jangan!

- Hentikan. Jangan! - Kemari.

Ada burung camar.

Kali ini sungguh ada burung camar.

Baik, mungkin ada burung camar di sini.

Di sana.

Tidak ada burung camar.

- Kemari. - Tidak.

Masuk ke sana.

Tidak!

"Episode 77"

Sulit dipercaya.

Apanya?

Sulit dipercaya aku di pantai bersamamu selarut ini.

Aku masih sulit percaya

bahkan saat aku di sampingmu.

Sulit dipercaya kamu mengatakan itu.

Aku memikirkan hal yang sama.

Aku tahu

aku tidak seharusnya membuatmu lebih menderita.

Maafkan aku.

Tidak bisakah kamu berhenti

meminta maaf?

Kuharap kamu berhenti meminta maaf kepadaku.

Terima kasih.

Kamu mau melakukan permainan denda?

Permainan denda?

"Maafkan aku".

"Terima kasih".

Saat mengatakan itu,

kamu harus membayar lima dolar.

Akan kamu apakan uang itu?

Akan kuputuskan tergantung dari berapa yang dihasilkan.

Kurasa aku akan membayar semua dendanya.

Itulah sebabnya kucetuskan permainan ini.

Terima kasih, Chi Yoo.

Lima dolar!

Aku membayar denda begitu kita mulai.

Ini.

- Kembaliannya. - Ayolah.

Begitu diserahkan, tidak akan dikembalikan.

Kalau begitu, tunggu. Ada di sekitar sini.

Carilah baik-baik.

Semoga kamu tidak punya uang kecil.

- Ini. - Baiklah.

Kurasa

kita harus membeli dompet lebih besar.

- Ya. - Mungkin brankas?

Aku cemas apa pulang larut malam membuat Nenek khawatir.

Aku akan bicara dengannya.

Kamu tidak lelah? Perjalanannya jauh hari ini.

Aku tidak lelah sama sekali.

Aku masih bisa menyetir kembali jika kamu mau.

Hati-hati di jalan.

Pergilah.

Aku akan pergi setelah melihatmu masuk.

Chi Yoo.

Selamat malam.

Kamu juga.

Kamu pasti lelah. Jangan pikirkan apa pun. Tidurlah.

Sampai jumpa besok.

Aku sungguh senang bisa mengatakan itu kepadamu.

Perdesaan apa? Untuk apa aku pergi ke sana?

Aku tidak mau.

Aku bilang tidak mau.

Aku tidak mau pergi. Titik.

Kamu seharusnya senang setidaknya kita punya rumah.

Meski agak kecil, kita bisa tidur, makan, dan melakukan semua di sana.

Lupakan. Aku tidak mau pindah ke perdesaan itu.

Kamu harus belajar kapan bisa bersikap keras kepala dan tidak.

Kita harus pindah dari rumah ini untuk membayar sedikit utang.

Kita tidak akan melunasi apa pun jika tinggal di sini.

Dasar tidak berguna.

Jangan mengungkit Chi Woo.

Aku tidak akan melakukan yang Ibu perintahkan.

Jika kamu hidup jujur, ini tidak akan terjadi.

Kita pasti punya penyelesaian jika kamu tidak bercerai.

Aku tidak bisa meminta uang kepadanya meskipun tidak bercerai.

- Jadi, tolong hentikan. - Bagaimana bisa?

Ada utang besar yang harus kita lunasi.

Cukup. Nanti akan ada orang yang melihat rumah ini.

Aku memberi tahu mereka kita bisa pindah secepatnya.

Ini mengerikan. Tidak.

Aku lebih baik mati

daripada pindah ke perdesaan. Aku tidak bisa tinggal di sana.

Itu tidak masuk akal.

Aku biasa makan rumput saat muda karena tidak ada makanan.

Orang-orang bahkan hidup dengan makan bagian dalam pohon pinus.

Apa yang terjadi kepada semua uang di dunia ini?

Kenapa kita tidak punya uang?

Berhentilah mengejar uang.

Dunia memberi kita pelajaran agar tidak melakukannya lagi.

Mengerti? Kita seharusnya jera sekarang.

Pergi.

Aku tidak mau pergi ke perdesaan.

- Lepaskan aku. - Astaga, kamu kuat.

Tapi kemarin aku menghasilkan uang.

"Sampai Chi Woo kembali"

Aku ingin menunjukkan bahwa aku berusaha sekuat tenaga.

Aku menyimpan uang yang kuhasilkan tanpa membuangnya sedikit pun.

Maaf, Sayang.

Ada masalah. Kurasa aku tidak bisa menabung untuk sementara.

Tapi akan kupastikan kamu tidak mendapat kerugiannya.

Akan kucegah itu.

Akan kucoba mengatasi ini juga.

Sampelnya jauh lebih mewah daripada yang kuduga.

Ya, kurasa kita menghasilkan konsep bagus.

Benar? Lihat warnanya. Aku sangat menyukainya.

Kurasa kita bisa melanjutkannya.

Baik.

Bu Yeon, ada masalah besar.

Bukankah kamu ke gudang untuk mengambil sesuatu?

Bukan itu masalahnya di sini.

Kardus-kardus jatuh di jalan

dan seorang satpam tertimpa.

- Sungguh? - Ya.

Satpam yang mana?

Apa?

Satpam yang mana?

Aku tidak tahu namanya.

- Apa... - Nona Choi!

Ada apa dengannya?

Singkirkan kardus-kardusnya.

Singkirkan kardusnya.

Astaga.

Apa yang terjadi? Dia sudah diselamatkan?

Belum.

Belum?

Siapa pria di bawah kardus-kardus ini?

- Apa dia sungguh satpam? - Ya.

Satpam yang mana?

Dia salah satu satpam muda. Permisi.

Sudah ada yang memanggil ambulans?

Astaga.

Joo Chul, tolong jawab aku!

Ini aku. Aku di sini!

Jangan menyerah, ya?

Nona Choi.

Tolong bertahanlah. Jangan menyerah.

Yi Yoo.

Joo Chul...

Kamu baik-baik saja?

Kamu merasa lebih baik sekarang?

Syukurlah, pegawai itu tidak terluka parah.

Bagus.

Terima kasih sudah mencemaskanku.

Bisakah kamu pergi sekarang?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left