The first 126 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak terus melanjutkan perjalanannya yang panjang menuju bulan
dengan latihan di dasar laut untuk memenuhi janjinya pada Hibito.
Kenji, Nitta dan Mutta menunggu ditunjuk untuk mengikuti misi.
Sementara itu, Hibito berjuang menyembuhkan diri dari penyakit panik
yang menimpanya sejak kecelakaan di bulan, agar bisa bertugas lagi.
Tapi, Mutta masih tak tahu yang sebenarnya.
Lamunan yang memberiku karangan bunga
membuatku goyah dalam kesedihan yang dalam
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ku berdiri di puncak dunia yang baru
Apakah ku bisa menangkap apa saja yang jatuh dari keajaiban yang baru ini?
Semuanya belum sampai di sini lagi
Hari-hari yang kuhabiskan untuk tumbuh jauh darimu
Masih panjang jalan yang harus ditempuh sebelum tidur dalam damai
Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu
bercampur dalam darahmu di suatu hari dan belum melepasmu
Hanya itu
Tubuhku tumbuh semakin cepat hari ke hari
Hatiku pun menumpahkan air mata karena tak kuat menahannya
Tapi ku kehilangan sesuatu saat dewasa
Tidurku yang tak lama
Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu
bercampur dalam darahmu, jadi takkan pernah kubiarkan kau pergi
Hanya itu
Tubuhku berdiri di puncak pentas yang takkan lari meski terguyur hujan
Membuatku langsung berlari, jadi selamat tinggal
Tidurku di tengah malam
#86 Demi Hari Esok
#86 Demi Hari Esok
Adu-du-duh!
Terlalu kencang.
Kalau kerannya sampai begini di bulan,
airnya bisa ke mana-mana.
Kami ada di bawah laut, tapi cahaya dari jendelanya masih saja terang, ya?
Di sini saja kami harus selalu hemat listrik, apalagi di bulan.
Ide ini pasti berhasil!
Mu, ayo berangkat!
Ya.
Karena terpaksa merelakan teleskop bulan itu,
Mutta Nanba mengusulkan ide yang baru,
yang mana ide ini sangatlah jelas bagiku.
Dari para astronaut yang tinggal sedalam 20 meter di bawah laut selama dua minggu,
hanya Mutta Nanba yang benar-benar merasa ada di bulan.
Eh? Di bulan?
Hah?
Apa maksudnya?
Proposal yang diajukan Mutta adalah ide yang biasanya muncul dari seorang astronaut yang pernah ke bulan.
Solar Mirror System?
Jadi ini pengganti teleskop bulan itu?
Ya.
Kita bisa gunakan cahaya luar di dalam ruangan ini, tapi di markas bulan tak ada jendela karena radiasi kosmik.
Markas itu memang memiliki baterai cadangan untuk pencahayaan,
tapi kalau kita harus hemat daya dan terus mematikan lampu seperti ini, pasti gelap sekali.
Jadi, daripada memasang jendela, kita ambil saja cahaya matahari dengan ini.
Kita bisa pakai panel dan film relfektif ini untuk membuat tiga cermin besar
yang akan memantulkan cahaya ke dalam markas.
Kita akan pasang bola cermin untuk menyebarkan cahaya ke seluruh ruangan.
Dengan begini, cahaya akan masuk, sementara radiasi kosmiknya ditahan oleh dinding regolith.
He-Hebat! Ini bagus!
Kita bisa menghemat listrik!
Ditambah lagi, matahari bergerak lebih lamban di bulan.
Memfokuskan cermin itu mengarah ke matahari pasti gampang.
Di bulan, pasti kebanyakan waktu kita dihabiskan di dalam markas, 'kan?
Jadi bagaimana kalau kita kembangkan interiornya, daripada eksterior terus?
Dengan cahaya tambahan, para anggota kru akan lebih senang.
Nah, ayo nyalakan mataharinya.
Biarkan markasnya
jadi terang.
Wah! Hebat sekali, Mu!
Dalam markasnya jadi lebih terang!
Ide solar mirror itu mengejutkanku.
Saat kami disuruh memikirkan cara untuk mengembangkan markas,
yang kupikirkan hanya fasilitas di luar.
Tapi, Mu benar sekali.
Waktu para astronaut lebih banyak dihabiskan di dalam.
Astronaut mana pun yang pernah ke bulan akan menekankan apa yang di dalam markas.
Mu melewati pelatihan ini seolah dia benar-benar ada di bulan.
Demikian tinjauan dari Tim 2.
Bagaimana menurutmu, Pimpinan Butler?
Semua orang sedang membicarakan proposal Mutta Nanba.
Dengan infrastruktur yang ada di markas bulan, proposal ini bisa dilakukan,
dan siap untuk dibuat rencana pengerjaannya.
Ja-Jadi begitu.
Sepertinya dia sudah memberikan hasil yang diam-diam kuharapkan
dari pelatihan NEEMO ini.
Florida
Remis Jepang bisa memakai lubang ini untuk menembakkan air, loh.
Di sini, nih!
Jadi ini model markas bulan yang dibuat Tim 3-nya Nitta?
Bukan berarti aku yang jadi pimpinannya.
Apa ini?
Tempat peluncuran.
Ini?
Mass Driver: Semacam stasiun pelontar yang mendorong kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa tenaga roket.
Mass driver.
Kami menang!
Tim Nitta menghabiskan dua minggu buat bikin ini?
Luar biasa!
Tim 3 yang dipimpin Nitta memang hebat.
Tunjukkan padaku hasil Tim 2.
Kau yakin mau lihat?
Hah?
Nanti foto-fotomu itu kau bakar saking kagetnya.
Apa?
Lihat, lihat itu.
Tubuh kura-kura laut memang dirancang sempurna!
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Mentaiko (Roe)
Aku harus menyiapkan kaus lain lagi agar orang-orang tahu.
Bahasa Jepang itu memang bagus. Tapi aku tak mengerti.
Bagusnya yang ini!
No! Dasar tanganku yang bodoh!
No comments yet. Be the first to leave one.