Release info

The Moment the Heart Shines E01 NEXT
The Moment the Heart Shines E02 NEXT
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual dengan bahasa gado-gado

Tags

other
Published on: 2021-10-06
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

[Tayangan ini mungkin tidak cocok bagi pemirsa di bawah 7 tahun]

Ayah, aku berangkat sekolah, ya!

Ah, hampir lupa!

Hampir aja.

Hari kita...

...dimulai dengan ponsel pintar.

Dengan gawai ini di tangan kita,

kita selalu bisa mendapat informasi yang dibutuhkan,

menghapus kebosanan,

Hei, kamu udah liat ini?

dan berkomunikasi dengan seseorang di belahan dunia lain.

Keliatan enak, 'kan?

Sekarang, mari kita coba rasanya.

Di dunia digital luas nan tak terbatas ini,

kami, orang-orang yang saling terhubung,

terus-menerus mencari perhatian orang lain.

[Peringkat GoHeart peringkat 1 Ryu Si-a, Peringkat ke-2 Lee Ho-chan]

Beberapa orang mungkin bilang, "Buat apa kamu peduli?"

"Ini bukan masalah besar."

Tapi itu sama sekali tidak benar.

Karena...

pada momen hati * bersinar...

Catatan: *Hati/Heart/Like/Suka. "Suka" di Instagram gambarnya hati.

maka kita juga bersinar.

Hei, di mana kalian? Aku udah di sekolah.

Seo Jun-young udah heboh dari pagi, apa ini hari spesial?

Hei! Jun-young!

- Selamat ulang tahun - Wah, terima kasih

- Selamat ulang tahun - Terima kasih, terima kasih!

Apa-apaan...

[Hei, di mana kalian? Aku udah di sekolah.]

[Seo Jun-young udah heboh dari pagi, apa ini hari spesial?]

Kenapa gak ada yang bales?

Selamat ulang tahun Jun-young! Selamat ulang tahun!

Lah, ngapa elu yang nongol?

Apa nih, pagi-pagi begini?

Hari ini hari ulang tahun Jun-young,

jadi, kami sepakat untuk memberinya pesta kejutan pagi-pagi.

Makanya kami datang lebih pagi.

Kamu gak baca pesannya?

Pesan? Enggak, aku gak dapet, lho.

Aku kirim pesan di obrolan grup kemarin.

Obrolan grup?

Kagak ada, tuh.

Kenapa gak ada? Aku undang semua teman sekelas.

Waduh!

Kok gak ada?

Kayaknya udah aku undang semua temen sekelas, deh.

Kayaknya kamu kelewat.

Kawanku.

Harusnya kamu cek lagi, dong,

apalagi soal acara besar seperti ini.

Selamat ulang tahun Jun-young!

- Jun-young, Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!

Terima kasih! Padahal mah gak usah.

Sial, aku gak dapet reaksinya gara-gara Choi Bit-na-ra.

Kacau, deh. Padahal mau di posting di sosmed.

Sayang sekali, gara-gara Na-ra masuk.

Teman-teman, gak apa-apa, kok! Foto bareng aja, yuk!

Oke!

Na-ra! Ayo foto bareng kami.

Oke.

Baiklah! Semuanya tersenyum!

Terima kasih, teman-teman, pasti capek mempersiapkan semuanya.

Aku gak tau kamu bakal datang di waktu yang tepat.

Harusnya kalian kasih tau aku soal ini.

Kami kira kamu juga masuk obrolan grup.

Seok-jin juga gak dapet pesannya?

Seok-jin bilang terlalu heboh pagi-pagi, makanya dia keluar grup.

Dia aja masuk grup, jadi, cuma aku yang enggak?

Woah... Seo Jun-young ditembak lagi.

- Ini. - Terima kasih.

Kayaknya yang nembak seorang sehari, deh.

Ini hari ulang tahunnya, jadi, sekitar 3 orang sehari.

Sejujurnya, aku sama sekali gak ngerti daya tarik Jun-young.

Apa kamu bilang?

Enggak, maksudku...

Aku cuma asal ceplos. Jangan marah, ah.

Aku keliatan cantik di foto ini.

Wah~ Siapa nih?

Na-ra, kamu gak di-tag? Mau aku tag?

Gak apa-apa! Aku gak usah di-tag.

Lagian aku gak deket sama Jun-young.

Nge-tag gak ada hubungannya sama deket.

Ini cuma untuk hati * . *Tombol suka di Insta gambarnya Hati

[Choi Bit-Na-ra 4 postingan, 30 pengikut, 50 mengikuti]

Sist! Kamu beneran kudu lebih sering main sosmed.

Apa ini?

Gak bisa begini! Aku bakal nge-tag kamu.

Dengan pengaruh Jun-young, kamu bakal dapet beberapa pengikut.

Nggak usah! Ogah, ah! Kayak pencari perhatian aja.

Sist! Pencari perhatian adalah tren zaman sekarang.

Sejujurnya, mending jadi terkenal daripada gak dikenal.

Bukankah lebih baik dapet 30 suka...

...daripada cuma 3 suka di postinganmu?

- Benar, medsos bisa jadi kekuatanmu. - Benar, benar, benar!

Sist! Kamu harus foto sama Seok-jin dan mempostingnya.

Pasti kamu bakal dapet banyak hati.

Kalian udah temenan selama 10 tahun, jadi, mungkin dia akan bilang ya.

Kenapa dia?

Karena Cha Seok-jin, salah satu dari 10 cowok paling populer di sekolah.

Kamu gak tau?

Ya, gak tau.

Aigoo...

Yah... Tentu saja, kamu gak tau.

Kamu makan cemilan aja, ya, Na-ra.

Kalau kamu ngeposting satu foto di Instagram,

waktu dulu kamu nge-Youtube sebagai Jjagi, kamu bakal punya pengikut 100 kali lipat.

Gimana kalau kita berhenti bahas itu?

Aigoo.

Kenapa kamu ngungkit-ngungkit itu?

Begini, aku cuma...

Na-ra! Tunggu aku.

- Hei, tunggu aku! - Maapkeun.

Yeon-hee!

Na-ra!

Kamu ngapain di sini? Lagi nyari seseorang?

Apaan tuh? Apa itu buat aku?

Ya enggak, lah.

Hari ini 'kan hari ulang tahun Jun-young.

Bisa tolong kamu kasihin ini untukku?

- Seo Jun-young lagi. - Hm?

Hah?! Bukan apa-apa.

Tapi, kenapa gak kamu kasihin sendiri aja malah minta bantuanku?

Begini...

Karena malu.

Oh gitu! Okelah! Aku bakal kasihin sama dia.

- Cuma ini, 'kan? - Ya, terima kasih, Na-ra.

Dah.

Seo Jun-young!

Terima, nih.

- Woo~~ - Aseeek~~~

Kamu nembak dia?!

Enggak gitu, anjay.

Lagi... Entah harus bilang apa.

Ambil aja.

Aku putuskan gak menerimanya lagi.

Tadi kamu gak keliatan keberatan, deh.

Aku menerimanya tanpa niat lain, tapi mereka...

...tampaknya salah paham kalau aku juga suka sama mereka.

Hah?

Kita tuh gak deket banget, tapi kita masih temen sekelas.

Kalau aku tolak dan bikin suasana canggung, itu bakal gak nyaman buat kamu.

Bentar!

- Elu pikir gua suka sama luㅡ - Enggak!

Aku gak bisa pacaran sama kamu.

Maaf, aku tolak.

Tapi untuk menghargai usahamu, aku akan terima ini.

Cuy! Jangan bacot dan buka aja tuh.

[Selamat ulang tahun Jun-young! - Dari Yeon-hee♥]

Perilakumu itu... kagak normal. Ngerti?

Hadeh~

Woi! Daebak! Daebak! Daebak! Berita besar! Berita besar!!!

- Barusan Na-ra nembak Junyoung. - Apa?!

Na-ra nembak Junyoung?

Tapi bukankah mereka jarang ngobrol?

Heh, Jong-hoon! Jangan bohong, deh.

Bener. Na-ra gak suka sama Jun-young, kok.

Barusan aku ngeliat pake mataku. Dia ngasih hadiah dan ngajak pacaran.

Oooooh~

Hari ini, kalian kenapa, sih?

- Jadi, apa dia nerima kamu? - Apa?! Bukan gitu, anjay!!!

Penolakan kuat, berarti kamu menyembunyikan sesuatu.

Apa yang kamu bicarakan? Gak akan pernah! Ngapain aku nembak dia?!

Aku liat kamu nembak dia, ngaku aja, deh.

Bukan aku yang nembak dia.

Aku ngasihin itu menggantikan orang lain.

Siapa tuh?

Nggak. Gini, lho.

Aku gak bisa ngasih tau siapa orangnya karena kupikir dia ingin merahasiakannya.

Sudah kuduga gak akan kasih tau orangnya! Jadi, apa jawaban Jun-young?

Astagoy...

Kamu ditolak, 'kan?

Udah jelas. Kenapa juga pria populer seperti Jun-young mau sama kamu?

Bahkan gadis populer yang nembak dia, semuanya ditolak.

Jadi, apa bedanya Na-ra sama mereka?

Maacih.

Hei, Seo Jun-young! Kasih tau mereka kalau bukan aku yang nembak kamu!

Jangan ketawa!

Jangan makan itu!

Astaga! Kasih tau kalau itu tidak benar!

Ah~ Dahlah! Bomat mau percaya atau enggak! Aku sama sekali gak peduli!

- Enggak, 'kan? - Elu gila, ya?

- Aku pulang duluan! - Dah.

- Dah! Aku pamit. - Sampai jumpa besok

Kalian berdua! Kalian sudah memilih?

Ya, sudah.

Aku gak peduli.

Cha Seok-jin, kamu harus memilih, ya!

Baiklah. Apa kalian siap?

Peng-Ha!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left