The first 200 lines.
Astaga, So Joo. Kamu tampak berantakan.
Ini. Istri paman membekalkan makanan untukmu.
"Kasus pembunuhan Kang Seong Il belum mendapatkan titik terang"
Paman tahu Ayah jago judo.
Kudengar pelaku
seorang pemabuk.
Kadar alkohol dalam darahnya 0,12 persen hari itu.
Mana mungkin dia bisa membunuh Ayah.
Kaki ayahmu digips.
Itu mungkin saja jika tangan dan kakinya tidak bisa digunakan.
Tingginya kurang dari 160 cm.
Mana mungkin orang sekecil itu
bisa membawa Ayah ke truk pendingin?
Mana mungkin dia kuat mengangkat Ayah sejauh itu?
Itu tidak masuk akal. - So Joo.
Paman mengerti perasaanmu.
Tapi pelaku sudah mengakui.
Siapa yang mengakui kejahatan
yang tidak dia lakukan?
Paman mengerti
berat bagimu menerima kematian ayahmu.
Tapi jangan menghambat hidupmu dengan masalah seperti ini.
Bukan itu yang ayahmu inginkan.
Ikhlaskanlah masa lalu.
Lanjutkan hidupmu.
Itu semua salahku.
Aku membiarkan temanku mati.
Kamu tidak punya pilihan.
Jika bukan karena aku,
Chan Gi dan istrinya
tidak akan mati seperti itu.
Itu semua salahku.
Itu salahku.
Itu bukan salahmu.
Kamu bahkan merawat Dol Mok dengan baik.
Temanmu
dan Jenderal Baek San
pasti bahagia di atas sana.
Bu.
Aku ingin meminta tolong.
Apa?
Maafkan aku,
tapi tolong jangan beri tahu Dol Mok
tentang hal ini.
Apa pun yang orang katakan,
Dol Mok adalah putraku.
Aku tidak bisa hidup tanpanya.
Jadi, kumohon.
Astaga.
Jangan khawatir. - Terima kasih.
Tentu saja dia putramu.
Dia putra kita semua.
Tapi dia harus dibesarkan
menjadi penerus Jenderal Baek San.
Itu
yang harus kita lakukan.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Dol Mok. Beri salam kepadanya.
Kenapa diam saja? Beri hormat.
Hei.
Hei, kamu apakan dia?
Dia terus mencari masalah denganku.
Jadi, kusentuh beberapa titik meridiannya.
Cepat bebaskan dia.
Baik.
Astaga.
Itu keren. Tolong ajari aku.
Dol Mok.
Beri salam kepadanya.
Dia bibi ayah.
Jadi, dia nenekmu.
Ayah mempunyai kerabat?
Ya.
Kami terpisah sejak lama dan baru menemukan satu sama lain.
Halo, Nenek.
Berlututlah. - Tidak usah.
Kamu tidak apa-apa?
Astaga.
Dia sangat tampan.
Astaga.
Tempat ini memiliki pegunungan, awan,
dan angin yang kencang.
Kamu akan terlahir kembali di sini, Dol Mok.
"Sanwoonyul"
"11 tahun kemudian, Juni 2017"
Cepat bangun.
Dol Mok.
Dol Mok.
Bangun.
Sebentar lagi.
Tidak boleh.
Ayo bangun. Sebentar lagi dia datang.
Aku banyak minum kemarin, dan kepalaku pusing.
Tolong bicaralah kepadanya, Ayah.
Bangun.
Buka matamu.
Sebentar saja. Kepalaku pusing sekali.
Apa yang kamu lakukan? Geli.
Kenapa tidak berhasil?
Hei, apa yang kamu lakukan?
Aku hampir berhasil!
Ayo, lepaskan.
Lepaskan?
Hei.
Hei, kenapa main-main di pagi hari?
Kemari.
Akan kucoba.
Hei! - Kuubah kamu menjadi mayat hidup.
Kenapa diam saja? - Kuubah kamu menjadi mayat hidup.
Tolong aku. - Aku akan menolongmu nanti.
Hei!
Paman tidak bisa bergerak?
Paman hanya bisa menggerakkan tangan.
Ini menyenangkan.
Aku bisa menggerakkan tangan. - Sakit.
Masih bisa menggerakkan tangan. - Ya.
Kamu keren sekali.
Astaga. Cahaya memancar darimu,
sampai membutakan mata ayah.
Aku menuruni ketampanan Ayah dan aku terlalu tampan, bukan?
Bukan hanya wajahmu.
Kamu mendapatkan bentuk tubuh yang elegan dan bahu yang lebar.
Cara bicaramu juga hebat. Kamu memang cocok menjadi pengacara.
Aku terlambat, Ayah.
Mari ayah antar.
Tidak, kurasa saat ini lebih macet.
Aku naik kereta saja.
Di kereta penuh sesak.
Ayah akan mengantarmu.
Ayah ingin mengantarmu.
Ayah, kenapa Ayah turun?
Ayah ingin melihat kantormu.
Untuk apa? Ayah sudah melihatnya tahun lalu.
Ayah ingin memotret dan memamerkannya ke Song Sik.
Ini bukan untuk dipamerkan.
Aku tidak ada waktu. Aku harus ke pengadilan.
Aku terlambat. Aku pergi dahulu.
Begitukah? Baiklah, kalau begitu.
Kamu keren sekali.
Ya, aku akan memindahkan mobilku.
Semoga harimu menyenangkan.
"Pengacara Bersertifikat"
"Sertifikat Pendaftaran Pengacara"
"Surat Izin Mengoperasikan Perahu atau Kapal Pesiar"
"Sertifikasi Keperawatan"
"Sertifikasi Akuntan Publik"
Hei. - Bisakah kamu cepat?
Mana bisa aku siapkan semuanya sendiri.
Maaf, tadi ada ayahku.
Kamu sudah memeriksa lokasinya?
Aku menguntitnya sebulan. Aku yakin.
Anggota Kongres Park Sang Wook
yang diputuskan bersalah dalam sidang pertama
karena menerima jutaan dolar dari mendiang Pak Cheon Kyung Ho,
pimpinan Grup HK, yang belum lama bunuh diri,
diputuskan tidak bersalah dalam sidang kedua.
Tolong katakan sesuatu, Pak Park.
Ini kemenangan bagi kebenaran
dan keadilan.
Dari awal,
ini konspirasi politik yang dirancang untuk memfitnahku.
Aku bersyukur akhirnya aku bisa membersihkan namaku.
Dalam notanya, mendiang Pak Cheon menuliskan
bahwa Pak Hong Il Gwon dari Grup Cheonmun memberi Anda
dalam jumlah yang lebih besar sebagai dana politik.
Apa komentar Anda?
Tanyalah yang sudah mati itu.
Beraninya kamu bicara sembarangan?
Kamu wartawan. Tulislah berita, bukan novel.
Pak Park! - Jaksa mengungkapkan
keinginan untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
Namun karena mereka mengabaikan saksi dan dokumen kunci,
warga meragukan upaya mereka dalam kasus ini.
Melihat Pak Hong Il Gwon, yang dikatakan memegang kunci
atas kasus ini dan tidak pernah diselidiki,
kian mendukung keraguan warga.
Panas. Panas sekali.
Kamu sedang apa?
Kamu datang.
Tunggu. - Apa itu?
Tetap di situ. Astaga.
Hebat. Tubuhmu masih bugar.
Apa maksudmu? - Kamu tidak memakai pakaian dalam.
Apa-apaan?
Apa itu kacamata tembus pandang?
Aku hanya bisa menembus satu lapis.
Aku hanya melihat celana dalammu. Apa yang kamu sembunyikan?
Itu melanggar hukum.
Mesum, kenapa kamu selalu membuat benda-benda seperti itu?
Bisa-bisanya kamu menyebut penemu yang suka bertualang ini mesum?
Coba pakai. - Tidak usah.
Kamu benar-benar sulit dipercaya.
Kenapa dibuat jika tidak ada harganya?
Apa kamu mengantar Dol Mok karena itu menghasilkan uang?
Itu berbeda. Dia anakku.
Semua temuanku adalah anakku.
Kamu hanya terlalu protektif.
Kenapa diperlakukan seperti anak kecil? Usianya hampir 30 tahun.
Hei, meski hampir 60 tahun,
No comments yet. Be the first to leave one.