The first 200 lines.
Apa itu "Pencarian Tubuh"?
Kenapa kita mengulangi hari yang sama?
Hingga Pencarian Tubuh berakhir,
tak ada hari esok.
Di belakangmu.
Tangan manusia?
Terjadi pembunuhan dan mutilasi di dekat sekolah ini 30 tahun yang lalu.
Korbannya?
Miko Onoyama, usia delapan tahun.
Sosok Merah tampak seumuran dengannya.
Ada apa, Asuka?
Fotonya seperti…
Apa? Kalian sudah akrab?
Apa kalian…
Kami teman dari TK.
- Apa? - Apa?
Benarkah?
Ingat waktu ke taman hiburan…
Hei, jangan bahas itu.
Andai malam kita tak sekolah.
Tapi jika bukan karena itu,
kita tak akan duduk bersama di sini.
Kurasa aku SMA kelas tiga saat melakukan Pencarian Tubuh.
"Kau rasa"?
Begitu Pencarian Tubuh berakhir, ingatan itu akan hilang.
Bagaimana dengan
teman-teman yang melakukan Pencarian Tubuh bersama kita?
Kita tak akan ingat.
Tidak adil…
Aku akan mencarimu.
Takahiro…
Simpan ini sebagai janjiku.
Jangan khawatir.
Mereka akan menemukanmu…
- Sebal. Ayo bertemu pulang sekolah! - Kafe di depan sekolah? Baik.
Kita begini tiap pekan?
Bukannya tiap Rabu dan Jumat?
Ada cetakannya.
Tidak ada.
Ada.
Ini…
Asuka!
Mereka sudah akrab?
Aku menemukanmu.
Asuka.
Tidak seorang pun yang mengingat Pencarian Tubuh.
Takahiro,
terima kasih sudah ingat.
Aku dulu berjanji untuk mencarimu.
Hei, Asuka,
ingat janji lama kita di taman hiburan?
Asuka?
Asuka!
SISWI KELAS DUA DIBUNUH DI RUMAH LIBURAN
SISWI KELAS DUA DIBUNUH DI TAMAN HIBURAN
MIKO ONOYAMA, DELAPAN TAHUN
ASUKA MORISAKI, DELAPAN TAHUN
Di mana aku?
Takahiro…
Di mana kau?
Pencarian Tubuhmu…
sudah dimulai.
DIMULAI TENGAH MALAM
"SOSOK MERAH" MUNCUL
SEMUA BAGIAN TUBUH HARUS DITEMUKAN
HARI YANG SAMA TERULANG HINGGA BERAKHIR
INGATAN TENTANG PENCARIAN TUBUH AKAN MENGHILANG
SATU ORANG AKAN SELALU XX DAN MENJADI XX
Sudah sampai.
Kembali ke bus pukul 18.00, ya.
- Baik. - Akhirnya sampai.
Baiklah!
Keren!
TANGGAL 5 SEPTEMBER SMA AKADEMI KIRIBANA, KELAS 2-B
Yamato, kita sudah sampai.
Yamato.
Apa? Di mana?
Astaga. Kita di taman hiburan.
Mau naik bianglala?
- Tidak. - Baik.
- Aku mau berondong. - Baik.
- Ayo. - Tidak mau!
- Rumah hantu? - Tapi itu seram!
Ayo naik wahana ekstrem.
Roller coaster kayunya sedang tutup.
Apa? Itu wahana khas di sini. Tidak seru.
- Aku ke sini saat kecil. - Aku dengan pacarku di musim panas.
Dasar sombong.
Mirei, kau tak pernah punya pacar karena terlalu pemilih.
Tidak, Arisa yang pemilih.
Aku maunya pria yang tingginya lebih dari 180 cm…
Mirei…
Rikuto,
kenapa tak ajak dia kencan?
Kau pernah dengar efek jembatan gantung?
Naik wahana itu bersama…
Aku tak berani!
Level Mirei terlalu tinggi buat kita.
Misaki, jangan membaca pikiranku!
Dasar penakut. Kau menyedihkan.
Kau juga sama saja!
Ya sudah, kalian bersenang-senanglah.
Ada apa dengan dia?
Waspadalah terhadap wakil ketua Klub Karate.
KLUMA STARLAND - PANGGUNG ACARA
- Terima kasih sudah menunggu! - Hei, tak masalah.
Hei, jangan berhenti tiba-tiba.
Kakak menjatuhkan ini.
- Terima kasih. Kau baik sekali. - Aduh…
Kau kalah oleh dia.
Apa?
Hei, tunggu!
Itu berbahaya.
Cari tubuhku.
- Apa? - Apa?
Apa yang terjadi?
Hei, Rikuto.
Yamato?
Apa ini?
Misaki?
Apa? Kenapa aku kembal ke taman hiburan?
Arisa.
Hei, kita sudah pulang, 'kan?
Itu Wataru Sameda dari kelas kita.
Dia tak pernah bicara.
Aku lihat itu…
Rikuto,
ini pasti…
"Pencarian Tubuh"?
Apa itu?
Kau percaya legenda urban?
Tapi ini…
Ayo pulang saja.
Tidak… Kita tak bisa keluar dari sini.
Kenapa?
Taman hiburan di malam hari sangat fotogenik!
Ayo lihat-lihat.
Tidak ada waktu untuk itu.
Aku tak tertarik pada legenda urban.
Tunggu, Arisa!
Bagaimana ini?
Mana aku tahu?
Apa itu anak kecil yang tadi?
Kenapa dia di sini malam-malam?
Dia mungkin tersesat.
Hei, berhenti…
Jangan, Misaki!
Serius?
Hei, kau sungguh mau pergi?
Hei…
Ayolah…
Kita harus pergi sekarang.
Kau kenal dia?
Kau yang tadi di taman hiburan, 'kan?
Hei… Hei, Misaki?
Sosok Merah…
Rikuto! Apa yang kau lakukan? Lari!
Tunggu…
Tanabe, kenapa kau mengikutiku?
Kita akan menjadi sasaran empuk.
Hei, fotokan aku.
Apa?
Cepat.
Baiklah, tapi setelah itu kita…
Apa?
Ponselku hilang.
Astaga. Pakai punyaku saja…
Ponseku juga hilang.
Kenapa?
Apa?
Tanabe?
Kau sedang apa?
Hei…
Kau sedang apa?
Tanabe?
Hei…
Ada apa dengan "Sosok Merah" ini? Kenapa kita dihantui?
Ini "Pencarian Tubuh"!
Anak itu yang bilang tadi.
"Cari tubuhku"?
Sampai semua bagian tubuhnya ditemukan, kita akan terus dihantui monster itu,
si "Sosok Merah"…
Lalu, dibunuh?
Ayo sembunyi dulu.
Ini hanya boneka.
Benar…
Ada tangan!
Hei…
Apa ini bagian tubuh anak itu?
Tubuh anak itu? Serius?
Kita apakan ini?
Kita taruh saja di peti mati. Ada di pintu masuk.
Ada apa?
Tidak, rasanya aku…
Misaki!
Sudah sampai.
Kembali ke bus pukul 18.00, ya.
- Baik. - Akhirnya sampai.
TANGGAL 5 SEPTEMBER SMA AKADEMI KIRIBANA, KELAS 2-B
Hei… Yamato, bangun!
No comments yet. Be the first to leave one.