The first 200 lines.
"Jadikan Temam Tontonanmu Bersama MBC"
"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"
Pak Park, ada apa?
Aku ingin mencari seseorang.
Sudah mendapat persetujuan Direktur?
Apa kau membutuhkannya untuk melihat Buku Malaikat Maut lain?
Ya, peraturan mengenai privasi sangat ketat di Jumadeung.
Aku ingin melihat Buku milikku.
Tolong tunggu sebentar.
Aneh sekali.
Kau dapat melihat kehidupan sebelum ini,
namun kehidupan yang terdahulu terkunci.
Terkunci?
Ini tidak biasa,
satu-satunya orang yang bisa melihat ini
hanyalah Direktur.
- Kenapa begitu? - Karena Direktur yang menguncinya.
Aku pamit.
Sebentar.
Adakah Malaikat Maut lain yang kehidupan sebelumnya juga dikunci?
Tunggu sebentar.
Ada satu lagi.
Bu Koo Ryeon.
TIM PENGAWAL PEGAWAI JEON BO-YUN
Aku baru ditugaskan ke tim ini. Namaku Jeon Bo-yun.
Lama tak bertemu.
Akhirnya kau jadi pegawai Jumadeung?
Bapak mengingatku?
Aku hampir tak mengenalimu karena penampilanmu berubah.
Kupikir kau tak mengingatku karena aku mati saat masih kecil.
Kau bukan satu-satunya kasus istimewa.
Aku ingat semua arwah yang kukawal.
Di pusat pelatihan diberi tahu bahwa para arwah tidak nyaman
jika dikawal oleh anak kecil,
jadi, aku harus berwujud orang dewasa.
Menurutmu apa mereka akan merasa tak nyaman dengan warna rambut ini?
Yang terpenting kau bekerja dengan baik.
Apakah hari ini
hari kematian orang itu?
Ya, benar.
Setelah menjalani hidup yang berat
melihatmu di akhir hayatnya akan membantunya pergi dalam damai.
Kawal dia dengan baik.
Terima kasih atas perhatiannya,
Pak Park.
Pak Park.
Aku…
ingin memberitahumu
bahwa kau orang yang paling aku hormati di dunia ini.
MUSIM SEMI
- Kau ingin menemui Yoo Bok-hui? - Ya.
Dia telah lama berada di daftar pantauan kami,
namun levelnya meningkat baru-baru ini.
Tampaknya Tim MR dan Tim Pengawal ditakdirkan untuk bekerja bersama.
Untuk kasus kali ini,
bekerjalah bersama pegawai baru Tim Pengawal.
Bersama Tim Pengawal?
Kenapa harus begitu?
Anggap saja ini mirip dengan kasus Pak Lee Young-chun.
Timmu menyelamatkan orang yang akan bunuh diri
dan pegawai baru Tim pengawal akan mengawal arwah orang yang mati.
Pegawai baru itu akan mengawal
arwah dari kehidupan masa lalu Choi Jun-woong.
- Apa? -Tentu, dia belum mengetahuinya.
Dia sudah datang.
Halo, Bu Direktur.
Ternyata ada Bu Koo.
- Kau mengenalku? - Tentu saja!
Kau Malaikat Maut paling terkenal di Jumadeung.
Kau juga terkenal di antara Malaikat Maut baru.
Pasti karena reputasi burukku.
Baiklah.
- Aku mengerti. - Ya.
Semuanya, perkenalkan.
Ini pegawai baru di Tim Pengawal. Dia akan bekerja bersama kita.
Pegawai baru?
Aku juga pernah berada di posisi itu, ya?
Mohon bantuannya.
Ya. Nona Jeon, 'kan?
Bekerja di sini memang berat,
tapi jangan gugup. Santai saja.
Anggap saja ini rumahmu.
Baik. Terima kasih.
Ada banyak orang baik di Tim MR.
Mudah sekali dia melupakan kesulitan saat pertama bekerja.
- Mari kita mulai bekerja. - Baik, Bu!
Yoo Bok-hui.
Usia 91 tahun.
Memiliki satu putra dan satu putri, juga suami yang sudah meninggal.
Dia tidak punya masalah dan hidup berkecukupan.
Juga berhubungan baik dengan cucunya.
Kalau begitu, kenapa…
Siapa yang akan dikawal untuk kasus ini?
Bu Lee Jeong-mun sangat ingin bertemu Bu Yoo Bok-hui
sebelum dia meninggal.
Ada hubungan apa di antara mereka?
PATUNG PERDAMAIAN
GUNUNG
Bu Yoo Bok-hui?
Jangan khawatir.
Tim kami akan membersihkan patung itu.
Kebanyakan orang hanya melewatinya, namun kenapa kau…
Ada teman masa kecil
yang sudah lama aku cari.
Aku sudah
mencari Yun-i dengan keras, sambil berharap ini belum terlambat.
Namun dia…
Yun-i…
Belum lama ini aku baru mengetahui bahwa dia korban jugun ianfu .
Bagaimana kau bisa mengetahuinya?
Cucuku sedang belajar sejarah di universitas,
dan dia sangat tertarik dengan masa penjajahan Jepang.
Aku tidak sengaja melihat foto-foto
wanita penghibur tentara Jepang yang dia cetak.
Aku melihat temanku berada di antara
gadis-gadis di foto ini.
Tidak mungkin aku tidak mengenalinya.
Karena dia memakai syal yang kuberikan padanya.
Tidak pernah terbayang olehku jika Yun-i…
akan dipaksa menjadi wanita penghibur.
Setiap kali aku melihat Patung Perdamaian,
mengingatkanku pada temanku Yun-i,
hatiku sangat sakit dan merasa bersalah.
Jadi saat hujan,
aku memayungkan dia agar tidak kehujanan.
Jangan kehujanan, ya.
Dan saat ada orang jahat yang merusaknya,
kubersihkan dia.
Begitulah kehidupanku.
Jika aku tidak salah mengira,
kalian adalah Malaikat Maut yang datang dari Alam Baka.
Benar.
Bagaimana kau bisa tahu?
Kurasa intuisiku semakin tajam di usia setua ini,
jadi, aku menyadari hal-hal yang orang lain tidak akan tahu.
Belum lagi aura kalian.
Kami ke sini bukan untuk mengawalmu.
- Maksudmu? - Tugas kami adalah membantu manusia
untuk hidup sampai ajalnya.
Kau sudah menentukan tanggal kematianmu,
jadi, kau membereskan semua urusanmu di dunia.
Bagaimana kau tahu?
Apakah ini karena
perasaan bersalahmu pada Yun-i?
Yun-i…
Apakah Yun-i masih hidup?
- Atau… - Dia sudah lama meninggal.
Jika kau lihat foto ini,
wanita ini.
Aku ingin kau menemui Bu Lee Jeong-mun.
Sampai saat ini,
aku hidup dengan bahagia dan berkecukupan, jadi, aku tidak punya penyesalan.
Sampai aku mengetahui bahwa aku yang mengirim Yun-i ke tempat itu.
Aku tidak pantas bertemu dengannya.
Karena aku sudah melakukan kesalahan kepada Yun-i dan juga orang itu.
Kau mungkin akan semakin menyesalinya.
Waktu tidak menunggu siapa pun.
Hidup Bu Lee Jeong-mun tidak lama lagi.
Dia bertahan hidup dengan tekad yang besar
karena ingin menemuimu, seseorang yang mengingat Yun-i.
Bagaimana jika memutuskannya setelah menemui dia?
Melihat ini membuatku kesal.
Orang gila macam apa yang membuat grafiti di sini?
Kuharap bukan orang Korea yang melakukannya.
Karena rasanya akan seperti dikhianati.
Apa kau kedinginan?
Kenapa kau melepaskan jasmu?
Itu…
Dia tampak kedinginan.
Omong-omong, bagaimana kau bisa bekerja di Tim Pengawal?
Bukankah Pak Park menyeramkan?
Aku pertama kali bertemu Pak Park saat masa penjajahan Jepang.
Ketika itu sungguh suram.
Kita tertindas karena alasan negara yang lemah.
Bukankah Alam Baka juga terbagi berdasarkan negara?
Benar.
Saat itu adalah masa-masa yang sulit bagi Jumadeung.
"Kumohon, biarkan aku hidup.
Biarkan aku hidup, kumohon."
Kau benar sekali.
Jika ingin sekali hidup,
mereka seharusnya terlahir di Kekaisaran Jepang!
Benar. Dasar Josenjing bodoh.
Aku ingin bertemu Ibu dan adikku.
Izinkan aku kembali ke tanah kelahiranku.
- Kumohon… - Diam!
Apa yang kau lakukan?
Dia hanya anak kecil.
Kenapa kami harus pergi ke Alam Baka Jepang?
Tutup mulutmu!
Tanah air atau Alam Baka mana yang ada untuk orang yang tidak memiliki negara?
Josenjing tidak beradab.
Omong kosong.
Dasar bajingan Jepang kejam!
Josenjing tak lebih dari serangga!
Beraninya menghina Malaikat Maut Kekaisaran!
Kau ingin menderita bahkan setelah mati?
Kenapa kami harus mengikutimu
bahkan setelah kematian?
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.