Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E90 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-15
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 90"

Aku takut.

Aku takut.

Yun Ah.

Anak kita.

Yun Ah.

Anak kita.

Ayah?

Ayah.

Kenapa dia tiba-tiba seperti itu?

Dia juga takut dengan Ibu kali terakhir.

Kita seharusnya tidak mengirimnya ke sana.

Jangan cemas.

Dia akan baik-baik saja setelah melihatmu.

- Baik. Ayo cepat. - Baik.

Ayah.

Ini aku. Aku di sini.

Putra Ayah.

Kamu bukan putraku.

Putraku masih bayi.

Yun Ah, aku takut.

Ayah.

Bayi itu sudah tumbuh besar.

Putra Ayah.

Jangan takut.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa, Ayah.

Aku putra Ayah.

Soo Ho.

Park Soo Ho.

Tolong lihat aku.

Yun Ah.

Aku takut, Yun Ah.

Aya harus pergi denganku.

Ayo.

Kamu bukan anakku.

Anakku masih bayi.

Jemma.

Jemma.

Ada apa dengannya?

Kenapa dia tidak tenang walau sudah diputarkan lagu klasik?

Ibu memberikannya penyuara jemala untuk mendengarkan musik?

Tidak, kami sambungkan ke pelantang suara.

Lantas, tidak ada gunanya.

Aku akan masuk.

Dia mungkin akan makin takut jika banyak orang yang masuk,

jadi, tolong masuk setelah dia tenang.

Pak, aku di sini.

Jemma, aku takut.

Kenapa kamu lama sekali?

Kini tidak apa-apa.

Maaf sudah meninggalkan Anda sendiri.

Kalian boleh masuk sekarang.

Masuklah.

Kita tidak bisa meninggalkannya di sini.

Kami akan membawanya pulang.

Tidak.

Biarkan dia melukis di sini agar bisa berkonsentrasi.

Dia cemas karena aku tidak di sini.

Turuti perkataanku.

Ini akan menjadi paparan spesial

di dirgahayu ke-21 Pusat Seni Aura.

Aku akan memeriksa dan mengawasinya sendiri.

Aku tidak bisa menyerahkannya kepadamu.

Tidak, aku menolak.

Dia harus melukis dengan bebas.

Kita tidak bisa memaksanya.

Kami akan membawanya pulang.

Jemma, bawa dia ke mobil dan tunggu aku.

Mari pulang.

Nam Joon.

Ibu, mari bicara di luar.

Ayo.

San Ha.

Terima kasih.

Aku lega

kamu mengurusnya.

Ibu, kapan kita pulang?

Aku bosan.

Kita akan segera pergi, jadi, bersabarlah.

Apa Soo Ho sudah membawa ayahnya?

Apa dia tertangkap?

No Ah, ayo pulang saja.

Apa yang kamu lakukan di sini?

Hei.

Kamu tidak merencanakan sesuatu lagi, bukan?

Apa maksudmu? Aku kemari karena Ibu memanggilku.

Esther, pulanglah sekarang.

Baik, Bu.

Bilang ke nenek yang manis kamu akan segera berkunjung lagi.

Aku sayang Nenek.

Aku akan segera berkunjung lagi.

Baik.

Lihat? No Ah amat menyayangi neneknya.

Sampai jumpa, Nam Joon. Ayo.

Bukankah ini manset Paman?

Kenapa Ayah melukis ini?

Apa yang terjadi?

Di mana ayahmu?

San Ha membawanya.

Tapi aku terkunci di studio.

Cepatlah datang.

Kamu bisa apa tanpaku?

Baik, aku segera ke sana.

Ayo.

Ibu.

Apa yang Ibu rencanakan untuk pameran?

Rahasia kelam keluarga Aura.

Kain dan Habel.

Park Gang Chul, dibutakan iri hati, membunuh kakak iparnya

dan menjebak kakaknya atas tuduhan pembunuhan.

Serta ibu menjadi

orang adil dan penuh belas kasih yang menerima pria

yang dikurung dan dijebak atas pembunuhan karena adiknya,

serta menjadikannya seniman.

Jadi, Ibu berusaha menyingkirkan Pimpinan Park dengan skandal,

membersihkan citra Ibu,

dan membebaskan Ibu dari reputasi negatif,

serta kembali ke Aura.

Pada akhirnya,

bisnis dan budaya itu soal menjual citramu.

Orang-orang akan meninggalkan keluarga dia,

ngeri melihat kemunafikannya.

Kamu harus benar-benar siap

mengambil alih Aura saat itu.

Aku paham.

Omong-omong, kenapa kamu terus membela San Ha?

Bagaimana bisa kamu membiarkannya membawa Hae Chul?

Ibu.

Aku

akan mengadakan pernikahan dengannya pekan ini.

Aku sudah memesan tempat.

Apa?

Haruskah kamu mengadakan pesta pernikahan?

Kita tidak membutuhkannya usai menjatuhkan keluarga Aura.

Terlebih lagi, bagaimana jika ingatannya kembali atau semacamnya?

Apa yang akan kamu lakukan?

Aku

akan memikirkannya saat itu terjadi.

Nam Joon.

Aku tahu.

Tapi walaupun hanya bisa hidup sehari dengannya,

aku mau hidup

dengan wanita yang kusayangi.

Tidak.

Nikahi saja

Ha Young. Dia menyukaimu.

Ibu.

Aku mau menyerah soal hal lain,

tapi aku akan berbuat semauku

soal San Ha.

Kamu sudah bertemu dengan ayahmu?

Ya.

Tapi dia tidak mengenaliku

dan menghindariku.

Sudah sewajarnya.

Bagi dia, putranya

masih bayi.

Tetap saja,

aku amat bahagia.

Aku tidak bisa membawanya,

tapi akhirnya bisa menemuinya.

Bagaimana penampilannya? Apa dia tampak sehat?

Ya.

Dia tampak sehat secara fisik.

Kamu seharusnya membawanya secara paksa jika perlu.

Aku mau,

tapi dia mengalami serangan panik.

Untungnya,

dia tampak terbuka kepada San Ha.

Dia tidak membiarkan orang lain mendekatinya, kecuali San Ha.

Ada apa?

Apa yang kalian bahas sampai berhenti

saat aku masuk?

Ini soal perusahaan. Jadi, kamu tidak perlu khawatir.

Ini mendesak, jadi, berikan kami privasi.

Baik.

Minum ini selagi membahas pekerjaan.

Urusan perusahaan pasti merumit lagi

karena Nam Joon sudah kembali.

Bagaimana bisa hidup kami amat penuh dengan rintangan?

Selalu saja ada rintangan.

Itu tidak benar.

Mereka melakukan ini agar bisa segera memberi kabar baik,

jadi, bersabarlah dan tunggu, ya?

Apa?

Masuk.

Hei, kamu minum minuman beralkohol ini sendiri?

Apa urusannya dengan Kakak?

Jemma, bawa dia masuk.

Baik.

Mari masuk.

Ironis sekali.

Kita bersusah-payah mengubah San Ha menjadi Jemma

untuk membuat Soo Ho bingung,

tapi malah kamu

yang pertama bingung.

Jangan lantang-lantang. Dia bisa mendengarmu.

Kenapa tidak memberitahuku dari awal

bahwa yang kamu mau dariku adalah

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left