The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Siapa itu?
Halo, ini aku, Oh San Ha.
Tolong biarkan aku masuk.
Nona Oh? Ada apa lagi?
Akan kuberi tahu di dalam.
Baik, masuklah.
Ada apa? Kenapa San Ha tahu harus kemari?
Apa dia kemari karena tahu putranya di sini?
Aku mau memesan tiket pesawat.
Penerbangan pertama ke LA.
Pukul berapa?
17.00? Baik. Kupesan.
Untuk satu orang dewasa dan satu anak-anak.
Chan, kamu lapar sekali?
Ayahku bilang dia akan memesankan kita piza.
Jadi, tunggulah sebentar.
Baik. Mau menonton ini selagi menunggu piza datang?
"Noryangjin Fairy TV"
Itu tampak menyenangkan.
Aku mau mencobanya.
Itu amat menyenangkan.
Tetap menyenangkan walaupun ditonton setiap hari.
Aku rindu Kak Seul Ha.
Nomor paspornya
M8208...
Halo.
Halo, Bu.
Halo. Ada apa?
Kamu sudah menemukan anakmu?
Sebenarnya itu alasan kami kemari.
Kami menerima telepon bahwa cucu kami di sini.
Jangan bilang
kalian kemari untuk Do Ri lagi.
Bukan, Nek.
Soo Ho mendapat telepon dari No Ah
dan No Ah bilang Chan di sini.
Tunggu. Chan? Itu temannya Do Ri.
Maksudmu,
Chan putramu?
Ya, Nek.
Dia putraku yang selama ini kucari-cari.
- Dia putraku, Gun. - Astaga.
Itu bagus. Itu amat bagus.
Tapi
aku tidak melihat Chan.
Bagaimanapun, naiklah.
Silakan.
Tunggu.
Siapa bilang kalian boleh menggeledah rumah kami?
Kamu membuat keributan di kantor mencari anakmu di sana,
dan kini rumah kami?
Rumah ini tidak terbuka untuk siapa pun sesuka mereka.
Keluar.
Ibu mengizinkannya.
Mereka mau mencari anak mereka.
Kamu juga seorang ibu. Tidak bisakah kamu memahami mereka?
Ibu tahu perasaannya mencari anak
yang hilang melebihi siapa pun.
Cucu sulung ibu...
Ibu mencarinya, jadi, ibu tahu perasaannya.
Ibu.
Beraninya kamu bersikap amat lancang.
Ibu bilang sudah ibu izinkan!
Kamu tidak menghormati orang tua lagi?
Maaf.
- Naiklah. - Kemari.
Naik. Astaga.
Apa yang harus kulakukan? Haruskah kulanjutkan?
Tidak ada orang di kamar Do Ri.
Do Ri dan Chan sama-sama tidak ada.
Lantas, periksa kamar mandi dan ruang kerja.
Periksa kamar Do Kyung juga.
Aku akan memeriksa kamar Gang Chul.
- Baik. Ayo. - Baik.
No Ah.
Chan.
Tidak ada?
Ibu juga tidak melihat mereka.
Kurasa mereka tidak di lantai dua.
Astaga.
Mari periksa paviliun kami.
Do Ri bilang dia mau bermain
petak umpat tadi.
Chan. Chan, bangun.
Kita harus berangkat ke bandara.
Bandara? Ibu.
Kita tidak akan tinggal di Korea?
Hei. Bawa barang-barangmu dan pergi.
San Ha tahu dan kemari.
Sungguh?
Aku sudah menyiapkan mobil, jadi, bawa anak itu dan pergi.
Baik.
Ibu! Lewat ini.
Sembunyi di sana dahulu. Cepat.
Baik.
No Ah.
Kita bermain petak umpat.
Jadi, jangan bilang Chan di mana, ya?
Baik.
Astaga.
Hei, kapan kamu
tiba di sini?
No Ah ada di sini.
Lantas, Chan seharusnya di sini juga.
Chan.
Tunggu.
Aku sudah mencari kemari.
No Ah di sini sendirian.
Aku harus memeriksa
dan melihat dengan mataku sendiri.
No Ah.
Kamu tidak bersama Chan tadi?
Kamu menelepon Ayah
dan bilang kamu bersama Chan.
Kamu menelepon ayahmu!
Katakan kepada kami!
Kenapa meneriaki cucuku?
Dia mungkin meneleponnya karena merindukannya. Keluar!
Maaf.
Tolong biarkan kami menggeledah.
Kamu tidak mendengarku?
Kubilang dia tidak ada di sini.
Saat memikirkan kalian hendak merampas cucuku,
aku masih merinding.
Berhenti membuat keributan dan keluarlah.
Kubilang keluar.
Dia pasti tidak ada di sini.
Tapi No Ah bilang dia bersama Chan.
Haruskah kamu menggeledah seisi rumah?
Aku menolak menyaksikan ini lebih lama.
Keluar.
Kubilang keluar. Sekarang juga.
Tunggu.
Di sana!
Chan! Kamu di sini?
Keluar!
Yang benar saja.
Puas?
Kamu sudah memastikan dia tidak ada di sini, jadi, keluar.
Sekarang juga!
Keluar.
Keluar.
Pergi.
Nyaris saja.
Tapi Bu, kenapa kita bersembunyi?
Itu suara Bi San Ha.
Dia baik.
Aku mau menemuinya.
Tidak!
Kamu hanya punya ibu.
Kamu putra ibu!
Jika begitu terus, ibu mati saja.
Maaf.
Mereka sudah pergi,
jadi, pergilah.
Terima kasih banyak.
Aku membencimu selama ini
karena sudah mengabaikan kakakku dan Nam Joon. Maaf.
Aku salah paham denganmu, Kak.
Kak?
Aku bukan kakakmu. Perhatikan ucapanmu.
Astaga.
Bagaimanapun, kami akan ke Amerika.
Tolong beri tahu Nam Joon.
Dengan suara 90 persen melawan 10 persen,
pemecatan Kim Nam Joon
dari jabatan presdir Aura Produce disepakati.
Ini menyelesaikan rapat dewan mendesak kita.
Aku mau membuat ajuan.
Tapi kita sudah selesai.
Posisi CEO Aura sudah lama kosong.
Karena semua direktur di sini,
bagaimana jika kita menunjuk seseorang sekarang?
Tentu.
Ada yang mau kamu nominasikan?
Kim Nam Joon, mantan presdir Aura Produce.
Apa yang dia bicarakan?
Itu konyol.
Dia baru saja dipecat.
Apa yang dia...
Kami sudah mencari, tapi Chan tidak di rumah Pimpinan.
Kamu melihat Do Ri?
Dia bilang mereka bersama.
Katanya Do Ri tidak melihatnya.
Tapi kami mau ke bandara sekarang.
Bandara?
Mereka datang dari Amerika,
jadi, aku menyuruh San Dal menyelidiki untuk berjaga-jaga.
Dia berusaha membawa Gun ke luar negeri
dan memesan tiket ke LA.
Cepatlah ke bandara.
Jika dia membawa Gun ke Amerika, kita tidak akan melihatnya lagi.
Bagaimana denganmu?
Rapat dewan belum berakhir?
Maaf, tapi aku belum bisa pergi.
Nam Joon dipecat dari jabatan presdir,
tapi dia baru saja dinominasikan sebagai CEO.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.