Release info

꽃보다 할배ㅡㅡGrandpas Over Flowers ReturnsㅡㅡE08 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Cast: Lee Soon-jae, Shin Gu, Kim Yong-geon, Lee Seo-jin, Park Geun-hyung, Baek Il-seob. Download video di www.omberbagi.com atau www.drakoric.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-08-18
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Grandpas over Flowers, Returns"

Kita akan pergi ke Wina.

"Para kakek sampai di Wina, Austria, kota terakhir mereka"

"Ke mana mereka akan berkunjung lebih dahulu?"

Shinbiru?

Schonbrunn?

- Schon. - Schon?

- "Schon", bukan? - Ya.

"Istana Schonbrunn"

"Tur kereta kuda, inti dari kunjungan ke Istana Schonbrunn"

"Mereka mulai melihat-lihat istana dengan seorang kusir"

Ini aroma mawar, bukan?

- Ya. - Benar, bukan?

Ini seperti Taman Nasional Suncheon Bay.

Kebun binatang di sini adalah kebun binatang tertua di Eropa.

- Tidak ada hewannya? - Tempat ini sudah lama ada.

- Tidak ada hewannya? - Ini dibangun tahun 1750.

Dan tidak ada hewan?

Kamu harus menjalani hidup setiap hari dengan keren.

Itu yang ingin aku lakukan. Aku sungguh-sungguh.

"Sekeren apa kira-kira hari mereka hari ini?"

Kita tidak akan pindah setelah hari ini, bukan?

Apa?

Kita tidak akan pindah setelah hari ini, bukan?

Ya, kita tidak "pindah".

"Dia tidak paham maksud II Seob"

"Pindah"?

Maksudku, apa kita akan pergi ke penginapan berbeda?

Tidak, ini yang terakhir.

"Pramuantar profesional selama 6 tahun ini memahami maksud II Seob"

"Mereka mulai melihat-lihat Wina dari luar jendela mereka"

Untuk apa bangunan-bangunan ini?

Sebagian adalah perumahan dan sebagian lagi hotel.

Semuanya bangunan lama.

Semua dibangun dalam gaya abad pertengahan.

Lihatlah patung perunggu itu.

"Wina, Austria"

Wina, bagiku

seperti perhiasan yang dipelihara

dan dibuat dengan baik.

secara utuh.

Seperti kamu lihat, bangunan tua di Wina sangat terpelihara.

Tetap mempertahankan seluruh sejarahnya

walau sudah melewati perang besar.

"Modernitas dan sejarah berdampingan di jalanan di Wina"

Keduanya merupakan unsur klasik dan modern bagi Wina.

Keduanya berdampingan dengan baik.

Panas sekali.

Nyalakan AC, Yong Geon.

AC? Apakah tuas besar ini?

- Ya, sudah disetel sampai maksimal. - Yang ada di tengah.

- Ini? - Ya. Nyalakan.

Ini sudah disetel sampai maksimal.

- Disetel sampai maksimal? - Ya.

Baiklah kalau begitu.

"Astaga, panas"

"Tertegun"

"Geun Hyeong bergegas sampai menghalangi kamera"

"Dia membongkar isi tasnya"

"Ini kipas angin yang kuambil"

- Apa kamu kegerahan? - Astaga.

Astaga, ini kipas angin.

"Ekspresi masa bodohnya adalah bagian terbaik"

Rasanya seperti surga.

Aku memasukkannya dalam tasku dan benar-benar lupa.

"Sesaat kemudian..."

"II Seob sudah merasa sejuk"

Astaga, gerah.

"Soon Jae kegerahan?"

"Melirik"

Kamu sudah merasa sejuk? Kalau begitu berikan padanya.

- Tentu. - Ya.

Ini sedikit membuatku sejuk.

"Soon Jae merasa bersalah karena mencuri kipas dari II Seob"

"Serangan kipas?"

Itu hanya menyejukkan sebentar.

"Melirik"

"Ini menyenangkan"

"Dia melihat sumber angin sepoi-sepoinya"

Karena kipasnya.

"Sekali lagi, II Seob"

"Dan sekali untukku"

"Dan sekali untuk Goo"

"Soon Jae, yang berutang padanya"

"Mulai mengeluarkan lelucon yang dia sembunyikan"

Saat berkunjung ke Amerika, aku seperti orang udik

jadi saat berjalan, aku...

"Menaruh harapan tinggi"

Aku membaca "danger"...

menjadi "denger".

"Astaga!"

Dan aku membaca "hamburger" menjadi "hambuhjuh".

Setelah kuliah di luar negeri, kakekku bertanya

cara mengatakan "asbak" dalam bahasa Jerman.

Aku menjawab, "Jaeteori".

"Dia bilang 'jaeteori' dalam bahasa Jerman"

"Dan 'jaeteori-san' dalam bahasa Jepang"

"Astaga, lucu sekali"

"Mobil akhirnya berhenti di depan penginapan mereka"

- Terima kasih. - Sama-sama.

Ongkosnya, Pak.

Kamu terus lupa membayarku.

Tidak usah.

"Geon Geon adalah pelawak sejati"

"Inikah tempatnya?"

Naiklah lebih dahulu.

"Mereka bergantian naik karena liftnya kecil"

- Di lantai berapa? - Lantai tiga.

Lantai tiga.

- Apa? - Aku tidak menekan apa pun.

Kamarnya di lantai tiga.

"Menghela napas"

Kamu pasti lelah.

"II Seob kelihatan cukup lelah"

- Gerah sekali. - Ya.

Aku merasa sangat lelah.

Kamu tidak minum obat yang aku berikan?

- Seharusnya kamu minum. - Sudah saat aku masuk ke mobil.

Itu cukup efektif. Aku masih punya lagi.

- Tidak usah. - Aku masih punya.

Kamu harus sembuh.

"Penginapan terakhir yang Seo Jin pesan"

"Dia memilih penginapan di tempat"

"Yang berada di tengah-tengah kota besar ini"

"Jalanan paling ramai"

"Tempat yang dikenal sebagai Myeongdong-nya Wina"

"Jalan Graben"

"Pusat perbelanjaan jalanan terpadat"

"Yang dipenuhi energi kreatif"

"Banyak hal yang memikat para turis di sini"

"Kafe-kafe luar ruangan mudah ditemukan"

"Ada banyak restoran tradisional"

"Juga ada banyak bangunan besar untuk dilihat di antara jalanan"

"Istana Hofburg"

"Katedral St. Stephen"

"Banyak hal menakjubkan untuk dilihat"

"Penginapan mereka hanya lima menit dari semua pemandangan ini"

"Interiornya cukup bagus juga"

"Sebuah ruangan besar untuk 6 orang bisa menginap bersama"

"1. Kamar tidur dengan kasur ukuran 2 paling dekat dengan pintu depan"

"2. Kamar besar dengan satu kasur ukuran 2 dan dua tempat tidur.

"3. Kamar yang paling jauh di dalam dengan kasur ukuran 2"

"Dapur yang nyaman dan ruang makan yang besar"

"Semua ini hanya dikenakan biaya 60 dolar per malam"

Ayo masuk.

Ayo, Goo.

"Apa?"

Ada kamar di samping juga. Jadi, diatur seperti ini.

Di sini nyaman dan sejuk.

Semua kamar terhubung.

Ini bagus.

Ini mengingatkanku pada istana yang kita kunjungi tadi.

Mari lihat bagaimana penataan kamar-kamarnya.

"Di mana tempatku?"

"Semua justru memperhatikan pilihan kamar daripada istirahat"

Permisi.

"Dia mulai berjalan cepat"

"Dia menghitung ukuran dan jumlah tempat tidurnya"

- Apa kamu kegerahan? - Ya.

Kamu memakai kamar ini, Pak Soon Jae.

- Tidak. - Kamu bisa menonton TV juga.

- Ya. - Kamu memakai kamar ini, Pak.

Kamu memakai kamar ini. Kamu pakai kasur ini, Pak Shin Goo.

- Ya. - Baiklah.

"Goo diberikan kasur ini"

- Kita akan tidur di sini, Pak. - Baik.

Pak II Seob dan Pak Geun Hyeong bisa tidur di sini.

- Di sini? - Ya.

"Dia selesai membagikan kasur dengan cepat"

- Ini bagus. - Ya.

- Aku bisa pakai ini sendirian? - Ya.

Apa kasurnya cukup?

- Ya, sudah cukup. - Baiklah.

Di sini.

- Kamu ingin tidur di mana? - Aku akan tidur di sini.

Baiklah.

Lebih mudah bagimu kalau aku tidur di dalam, ya?

- Aturlah sesukamu. - Aku akan pakai sisi yang ini.

- Pakailah sisi itu. - Baik.

- Itu tidak masalah. - Menurutku itu lebih baik.

Baiklah.

"Namun"

"Ada seseorang yang tidak senang dengan pengaturan itu"

"Namun"

"Ada seseorang yang tidak senang dengan pengaturan itu"

II Seob harus memakai kasur ini. Ini lebih luas.

II Seob.

"Goo ingin memberikan kasur besar itu pada II Seob"

Pakailah kasur yang lebih besar ini.

"II Seob menolaknya"

Aku tidak masalah di sini.

"Karena kasur yang besar"

"II Seob dan Goo berseteru lagi"

Kamu tidak mau menurut padaku?

Astaga.

Kamu akan tidur sendirian.

Aku tidak masalah di sini.

- Kemarilah. - Di mana?

- Di sana. - Baiklah.

Itu lebih besar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left