The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Putriku adalah manusia yang paling manis dan baik hati.
Tapi dia pernah sangat terluka di masa lalu.
Aku menyuruhnya untuk lebih santai.
LIMA KENCAN PERTAMA
Adikku ingin seseorang yang bisa mendengar dan memahaminya.
Kau tahu yang baik dan buruk.
Seseorang yang punya sisi gila seperti yang dia miliki.
SATU KENCAN KEDUA
Banyak pria suka Heather karena tampangnya,
tapi dia lebih dari itu.
Aku merasa dia ingin pasangan, karena dia sudah lama melajang.
Dia ingin punya pasangan. Siapa yang tidak?
HEATHER
Heather, bukan?
Halo, Tampan.
- Hai. - Ya, aku Heather.
- Aku Ernesto. Senang bertemu. - Senang bertemu.
- Apa kabar malam ini? - Baik sekali.
- Aku suka gaunmu. Indah. - Terima kasih.
Aku juga suka suaramu yang serak. Kau tampak sangat rapi.
- Terima kasih. - Kau mau masuk dan makan?
- Ayo masuk. - Sempurna.
Kubukakan pintunya. Kurasa aku belum pernah ke sini.
Ini kali pertamamu. Kita akan lakukan bersama.
Kencan buta pertama. Aku sangat gugup.
- Gugup karena terlalu senang. - Itu bagian dari ini.
- Karena itu kita butuh minum. - Ya.
Akan kuambilkan untukmu.
Terima kasih, Pria baik.
Geser sedikit.
- Ini dia. - Sempurna. Terima kasih.
Hei, apa kabar?
Ini menu koktail, bir, dan bir dalam botol.
Baiklah.
Kau mau minum apa? Apa yang kau pikirkan?
Biasanya aku minum vodka soda. Kalau kau?
Aku mau wiski.
- Ambilkan gadis ini wiski. - Ambilkan gadis ini wiski.
MINUMAN
"TAK ADA YANG LEBIH BURUK DARI BERBOHONG DI KENCAN PERTAMA"
- Kau terlihat sangat cantik. - Terima kasih.
Kencan buta pertama untukku, jadi ini bagus.
- Sejauh ini baik. - Selamat datang.
Bagus. Hore.
Akan sulit jika aku harus berpura-pura.
- Tapi, kau tampak cantik. - Terima kasih.
Menurutmu apa Pinot Noir terbaikmu?
- Kau pilih. - Yang dari Oregon
tak akan banyak debu.
- Aku mau yang medium. - Kau suka debu?
- Baik. Kita pesan yang debu. - Pesan satu noir debu.
Aku alergi debu sungguhan.
- Sesuatu yang beda. - Ini debu yang berbeda.
Debu seperti itu membawa kesenangan.
- Tahu kenapa gelas itu dibuat begitu? - Katakan.
Louis XIV suka payudara
dan dia ingin mengambil gelasnya seperti payudara.
Jadi, itu alasannya...
- Ini tampak seperti payudara. - Benar?
Aku suka fakta itu.
- Lihat dirimu. Ototmu bagus. - Tidak, hanya kemejanya.
Ini ketat. Itu saja.
Boleh pinjam bajumu?
Kau bisa ambil bajuku. Kita bisa bertukar.
- Aku suka gelang karetmu. - Ini untuk rambutku.
Aku pakai di rambutku sekarang. Tapi ini mudah putus.
Aku buruk dengan gelang.
Kau memakai jam tangan.
Ya, untuk bertemu denganmu. Aku ingin tampil terbaik untukmu.
- Jadi, jelas aku tak bisa... - Manisnya.
- Aku suka itu. - Aku mencoba jujur padamu.
Aku tak mau menetapkan standar amat tinggi
- lalu menurun. - Ya.
Tidak, aku tetapkan di sini, lalu turun ke sini dan itu impas.
- Logika bagus. - Buruk
jika berbohong di kencan pertama.
Orang yang kau dapat sekarang adalah aku.
Aku senang.
Dari mana asalmu?
Aku lahir dan besar di New Orleans.
- Manis. - Tapi aku orang Latin, jadi...
Latin. Aku suka itu.
Ibuku dari Honduras, ayahku dari Guatemala.
Aku menyukainya. Kau punya campuran yang bagus.
Aku Sisilia dari kedua sisi.
- Kau dekat dengan orang tua? - Ya.
- Aku tinggal bersama mereka sekarang. - Ya.
- Aku juga! - Benarkah?
Jadi, aku membeli rumah lima blok dari sebelah sini.
Dan itu seperti renovasi total.
Aku tak pernah pindah, jadi aku masih...
- Apa? - Ya.
- Dari mana asalmu? - Aku dari New York.
Ya. Benar.
- Aku baru pindah ke sini tahun lalu. - Ya?
Apa kau menemukan aksen serupa di sini?
- Tentu tidak. - Tidak?
Semua orang selalu bilang kita terdengar seperti dari New York.
Tidak. Siapa yang mengatakan itu?
Jadi, orang berbohong.
- Bersulang. - Bersulang.
Untuk minuman payudara.
Kau dengar di New Orleans dan benar.
Itu benar.
Bagaimana debumu?
Aku suka.
Jangan bersin.
Apa pekerjaanmu?
Aku anggota militer.
Aku di Garda Nasional di Louisiana.
Aku ahli kiropraktik, jadi aku di bidang kesehatan. Ya.
Jadi, aku eksekutif...
- penjualan. - Remix.
Coba lagi.
Aku eksekutif penjualan untuk maskapai internasional.
- Keren. - Aku suka.
- Aku keuangan. Kelola kekayaan. - Kau pandai berhitung.
- Aku berusaha. - Itu tugasmu.
Aku suka angka.
Aku instruktur kebugaran grup.
- Keren. - Aku mengajar kelas kebugaran grup.
Aku senang berolahraga.
Di balik semua ini, aku pasti tomboi.
Tomboi?
Saat kecil, aku selalu bilang pada ayahku,
"Aku akan jadi gadis pertama di NFL."
Aku 150 cm. Jadi...
- Itu mustahil. - Mustahil.
Kau suka di luar ruangan?
Tergantung siapa yang ditanya.
Jika tak berburu, orang pikir aku suka di luar ruang. Aku suka berburu.
- Jadi, kau berburu? - Ya.
Aku terobsesi dengan hewan. Aku pencinta hewan.
Aku tak hobi. Aku tak pergi ke kamp berburu setiap akhir pekan.
Jika ada hal lain, akan kulakukan hal lain.
Ya.
Apa minatmu? Apa pekerjaanmu?
Seni adalah keahlianku. Apa pun yang kreatif atau semacamnya.
Aku sudah menjadi penata rias selama delapan tahun.
Tak menata rambut?
Bisa perbaiki ini?
- Aku mungkin bisa. Bisa menata rambutku? - Tidak.
- Rambutmu cantik. - Terima kasih. Aku merawatnya sendiri.
Rambut Sisilia yang indah. Kau cantik.
- Terima kasih. Kau juga sangat tampan. - Terima kasih.
Salah satu sahabatku adalah penata rias.
- Ya? - Dia lakukan untuk set film dan lainnya.
Ya, itu yang aku kerjakan.
Aku terjun ke riasan karena seninya.
Itu yang selalu kucintai. Aku tak peduli soal aspek kecantikannya.
Saat aku merasa paling puas saat aku menciptakan…
emosi dengan riasanku.
Aku tak punya bakat artistik. Aku hanya sampai melukis dengan jari.
- Sungguh? - Tidak.
Mejamu siap, silakan ikuti aku.
- Sempurna. - Sempurna.
Kita akan ke meja. Terima kasih minumannya.
Terima kasih.
MAKAN MALAM "KAMI SAMA-SAMA SELINGKUH"
- Terima kasih. - Sama-sama.
Terima kasih.
Aku pescatarian.
Ini dia.
Aku makan hidangan laut, tapi tak makan hewan mati.
Aku makan ikan mati.
- Bukankah ikan itu hewan? - Tidak.
Jika aku bisa membelainya, aku tak akan memakannya.
Oke. Aku mengerti.
- Meski kau bisa belai ikan. - Aku dulu membelai ikanku.
Jadi, bukan hanya daging merah? Ayam atau kalkun juga tidak?
Tak makan hewan mati.
- Tak makan hewan mati? - Ya.
Itulah diriku.
Jadi, kau berburu, tentu saja.
Ya.
Aku suka berburu.
Biasanya kau berburu apa?
- Bebek dan rusa adalah dua yang utama. - Oke.
Dulu aku memelihara bebek.
Aku 100% ibunya
dan dia akan tidur di tanganku dan aku menaruhnya di leherku seperti ini.
Dia tidur di leherku.
Dan dia tumbuh menjadi bebek cantik dan, suatu hari, dia terbang.
- Apa kita siap memesan? - Aku mau roti lapis tiram
dan ikan teluk hitam.
Aku mau...
steik kembang kol.
Steik kembang kol, tentu saja.
Kurasa aku pesan ikan, untuk menghormatimu.
Terima kasih.
Berapa usiamu?
- Dua puluh tujuh. - Kau lebih tua dariku.
Kau tampak begitu muda.
- Aku sering dapat komentar itu. - Kukira kau 22 tahun.
- Dua puluh dua? - Ya.
- Jadi, berapa usiamu? - Usiaku 26 tahun. Berapa usiamu?
Coba tebak.
- Aku benci permainan itu. - Aku ingin kau mencoba.
- Aku tahu. - Ayo, coba saja.
No comments yet. Be the first to leave one.