Jackass Presents: Bad Grandpa .5

Jackass Presents: Bad Grandpa .5

Download Indonesian Subtitle

Release info

Jackass Presents: Bad Grandpa 05 - BluRay 720p
A Commentary by Adel V
Sub-Indo Pertama di Subscene

Tags

BluRay
720p
720
TS
Published on: 2015-12-05
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sudah mati? / Ya.

Ok.

Tinggalkan pesan untuk Irving Zisman di...

Kampret, kau harus perbaiki penguinnya.

Setua apa dirimu, aku tak peduli.

Datanglah ke Krazy Fish, akan kuhajar kau.

Aku Johnny Knoxville, selamat datang di Jackass.

Tidak mempan.

Irving Zisman dibuat tahun 2001 untuk serial TV Jackass.

Spike memperkenalkan kami pada penata rias, Tony Gardner.

Spike menugasiku bila ia & Knoxville ingin dirias jadi orang tua.

Aku kenal Tony Gardner di film Three Kings.

Kami kenal orang yang ahli di bidangnya.

Kami punya penata rias profesional dalam produksi kami yang belum profesional.

Kami mulai itu di program TV, biasanya hanya jadi tua lalu ke Glendale.

Yang lucu biasanya selalu berakhir dengan "Main golf & jatuh."

Jatuh selalu mendapatkan reaksi.

Ya Tuhan, Irving!

Tata riasnya meningkat tajam, jika dilihat di awal-awal...

...yang dipasang lebih menyerupai topeng, serupa kerudung & bagian-bagian muka.

Bentuknya tebal karna kami mengenakan topeng.

Hasilnya tak sama dengan bentuk wajahnya.

Jika dilihat versi Irving pertama...

...lalu Irving kedua & ketiga, riasnya makin baik & lebih baik lagi.

Dan harusnya memang begitu karna kami belum finis dengan film ini...

...dengan wujud Irving yang pertama.

Versi sekarang segala detail kecilnya bergerak.

Kerongkongan, pipinya bergerak. Alis & semuanya bergerak.

Di pentas seperti ini kau ingin mereka yang ditemui yakin bila itu kulit asli.

Kami memulainya dengan membungkus kepala, meratakan alis...

...memasang hidung & bagian-bagian besarnya.

Dan terakhir memolesi serta memasanginya rambut.

Mereka seniman sejati, luar biasa.

Aku tatap muka & menjahili orang-orang, dan belum ada yang curiga soal riasannya.

Stephen Prouty dkk melakukan tugasnya dengan mengagumkan, kami masuk nominasi Academy Award.

Lapangan golf menjadi lokasi pertama Bad Grandpa.

Aku malas sekali pagi-pagi duduk di kursi rias karna aku tak bergairah sama sekali.

"Ya ampun, masih 59 hari lagi." Itulah pikiranku di hari pertama syuting.

Lapangan golf adalah ide terbaik, mereka bilang: "yang akan bikin mereka kesal..."

"...saat mereka di lapangan dan lubangnya pindah."

Yang benar saja. / Menyingkir, Goblok.

Pergi!

Siapa kau?

Mau kemana kau?

Mau taruh dimana itu?

Jangan begitu.

Kau tak bisa ganti lubangnya saat sedang main, kan? / Ia memindahnya.

Disini & perhatikan dia.

Pakai lubang yang baru ini, Kawan-Kawan. / Sudah kami kira.

Kalian main tak pakai peraturan? / Kami pakai.

Kelihatannya tak begitu.

Aturan yang dipakai dari lubang...

Gembrot kampret. / Apa?

Kau ubah lubangnya setelah kami pukul.

Hei, Sammy Davis, aku tak mau dengar kata-katamu.

Kau boleh cium pantatku, Kampret.

Kau cium punyaku.

Kau tak mau ini.

Kau mau ini?

Kau mau ini?

Tidak, tidak.

Cuma bercanda, Kawan-Kawan.

Ya, bercanda matamu.

Bilang apa?

Kami ada 9 grup yang akan main di lubang yang sama.

Itu bukan urusanku.

Dasar kampret.

Bacot lagi kau, Setan.

Lalu mau apa?

Akan kutendang pantatmu. / Sungguh?

Cari yang seukuran & seumuran denganmu. / Brengsek.

Berapa umurmu? / Tua.

Aku lebih tua dari ibumu.

Jilat pantatku.

Aku baru 86 tahun.

Mau tahu yang 87?

Lucu. Entahlah apa bakal kulayani, tapi itu lucu.

Pergilah! Biarkan kami main dulu, Kampret.

Irving benar-benar kampret, ia berupaya agar dihajar.

Kurasa di hari pertama ia ingin dihajar.

Kalian bagus, mereka brengsek. / Kau suka yang mana tak ada bedanya.

Itu penting buatku, aku punya perasaan.

Kau akan dipecat. / Jangan remehkan perasaanku.

Kau akan dipecat.

Dipecat? / Tidak akan.

Mau ngadu ke siapa kau?

Pada siapapun.

Sunggu? Tukang ngadu. / Ya.

Itu benar.

Saat di lokasi syuting pertama...

...Irving belum jadi sosok ABG tua genit sebagaimana seharusnya.

Ia hanya jadi kakek-kakek bermuram durja dan agak keluar dari karakternya.

Mereka harusnya tak begitu, entahlah kenapa begitu.

Kami disini harusnya bersenang-senang. / Benar, aku minta maaf sudah melibatkanmu.

Istriku sakit. / Si gemuk itu sinting.

Istriku tak mau menjatahku anal lagi.

Banyak hal memuakkan yang sudah kualami, umurku sudah 82. / Ayo John, ke lubang berikutnya.

Kerja di konstruksi. / Semoga Tuhan memberkatimu, John.

Ayo, mereka sudah mau makan & kita belum disana, ayo berangkat.

Ok, John. Jaga diri. / Kau juga.

Semoga istrimu cepat sembuh. / Terimakasih, kau baik sekali.

Akan kucoba untuk tak berlebihan lagi.

Jangan ganggu, Gembrot, aku sedang ngobrol dengan John.

John harus berangkat, dia ada acara.

Baiklah. Sampai jumpa, John.

Jangan jadikan keramahanku sebagai kelemahan!

Dasar...

Kacau.

Kami syuting & jahili orang-orang itu seharian.

Aku senang.

Aku tidak apa-apa.

Stik siapa itu?

Mungkin punya kelompok kalian.

Aku pakai salah satu mobilnya, maafkan aku.

Jika seharian bisa terus menjahili 50 orang berarti kami bisa bikin film ini.

Hari pertama ini bagus.

Bagus sekali.

Bagaimana rasanya jadi Irving lagi?

Kami mulai saat jam 04:00 pagi, rasanya menyebalkan, tapi sekarang aku senang.

Hari pertama yang sukses. / Ya, sukses.

Tinggal berapa hari lagi? / Tinggal 59 hari lagi.

Boleh minta rokoknya, Kawan?

Ini. / Terimakasih.

Jangan sungkan.

Kenapa kau racuni tubuhmu? Kenapa kau tega pada tubuhmu?

Kau besar, kuat. Kenapa kau merokok?

Ngapain kalian?

Aku pindah sebelum kau kena hajar.

Sungguh? Kau banyak omong karna menganggapku tua.

Aku latihan tinju!

Aku hampir dihajar oleh 2 orang itu.

Mereka ke dalam, memikirkanku karna menginjak rokoknya & balik lagi dengan rokok sepanjang ini...

...dan dijulurkan ke wajahku dengan harapan aku akan merampasnya.

Merokok lagi? Sekarang kau bakar cerutu. Ya ampun.

Berapa uang di kantongmu? / Berapa banyak? Banyak.

Kenapa? Mau pasang taruhan?

Aku minta ganti rugi dengan rokok yang kau hancurkan, rokok yang kau injak.

Tidak, tidak, itu untuk kebaikanmu.

Kau bilang mau menghajarku? / Kau yang bilang.

Bukannya kau bilang mau menghajarku? / Ya.

Kau takkan membiarkanku, kau siap? / Aku selalu siap.

Tunggu apa lagi?

Punggungku agak nyeri sekarang, tapi aku tidak mundur.

Dia ini siapa, Kawan?

Yang benar saja.

Kau lihat cewek seksi yang barusan lewat? / Peduli setan.

Mana uang rokoknya, Bung?

Ngomong apa kau? Aku bicara cewek, kau bicara rokok.

Cara pandang kita melihat sesuatu jauh berbeda.

Aku berani taruhan kau takkan berani merampas rokoknya.

Lihatlah, ia mulai bikin gara-gara.

Tidak, tidak. / Ya, ya, kau.

Aku suka itu.

Kau tukang bikin gara-gara. / Tidak, aku cuma ngomong.

Kau pembuat gara-gara, aku suka. / Tapi kau sudah injak rokoknya.

Aku begitu karna dia tampan, buat apa dia merokok?

Dia sudah baik mau memberimu rokok tapi malah kau injak.

Aku kasihan padanya.

Ya ampun, sekarang aku yang salah.

Jasa pengasuh lumayan banyak kami pakai.

Saat menggunakan audien yang mau tak mau harus disitu...

...aku akan mencari orang bisa.

"Hei, kakekku cuma bengong di air mancur, ia kesepian."

"Bisakah kau kesana & bertingkah seolah-olah aku tak menyewamu..."

"...duduk & ngobrol dengannya kurang lebih sejam?"

Halo, pemandangannya indah.

Apa kabar? / Baik.

Bagus.

Aku beruntung dapat satu-satunya bangku yang kering.

Ya, benar.

Menggunakan jasa pengasuh untuk menemani Irving...

...aku bisa mengajaknya ngobrol selama & ngobrol apapun semauku.

Mau tak mau mereka harus disana karna mereka disewa.

Aku layaknya pria lain, punya 2 tangan, 2 kaki & bola 34 cm.

Benar.

Rasanya serak... / Ingin kuendus belakang-nya.

Harusnya aku makan rambut keriting tiap malam. Dan kau benar.

Menggunakan pengasuh hasilnya kaku.

Mereka disana kurang natural.

Reaksinya kurang karna mereka tak secara alami ada disana.

Aku Robin Hood-nya puki, kiyai-nya ngentot. Maafkan aku.

Tapi ada beberapa yang lucu.

Kami dapat ide saat membahas sesi syuting pengasuh ini.

Bagaimana bila Charlie joging? Charlie adalah koordinator stunt.

Ia akan akting. Pengasuhnya tak tahu, tapi aku tahu.

Aku menantangnya lari, saat lari aku menyandungnya & dompetnya kucuri.

Dan ia harus membantuku kalau aku sudah nyopet.

Kau tak boleh menyandungnya.

Kenapa kau tega? / Aku dapat dompetnya.

Tidak. / Aku dapat dompetnya.

Tidak. / Ya.

Kau tak mengambil dompetnya. / Aku mengambilnya.

Kau harus kembalikan.

Tidak. / Kenapa?

Butuh uang untuk di jalan.

Baiknya dikembalikan. / Astaga, ia kembali. Tenang.

Kalian lihat dompet? / Tidak.

Kenapa kau tega?

Kenapa kau ambil resiko?

Itu bukan resikoku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left