The first 200 lines.
Episode 3
Lagunya bagus sekali!
Kau lakukan dengan baik, Seo In Ha.
- Benar? - Yang terbaik!
Liriknya... Masuklah ke payungku.
Sangat romantis. Benar, kan?
Hei? Siapa yang kaupikirkan saat kau menulis lagu ini?
Siapa gadis dalam lagunya?
Siapa dia?
Biar kutebak... Apakah dia tiga detikmu?
Tiga detik?
Apakah hal penting yang akan kau beritahukan pada kami adalah tentang "tiga detik"?
Siapa dia?
Akan aku katakan.
Aku mau mendaftar jadi Tentara.
- Apa? - Tentara?
Tentara?
Seo In Ha!
Aku hendak melakukannya setelah acara radio, dan kemudian aku akan mengambil cuti.
Lagipula aku akan diharuskan nantinya.
Jadi aku mengajukan diri saja lebih awal.
Kenapa? Kenapa kau memutuskan pergi?
Hye Jung, kita dengarkan penjelasan In Ha dulu.
Tidak! Ini keterlaluan.
Jika dia memutuskan hal seperti ini berarti kita tidak berarti apa-apa bagi dirinya.
Ayo bicara!
Astaga...
Mungkin kenangan masa muda berwarna seperti lukisan cat air...
...karena berakhir sebelum sempat memasukkan warna yang lebih hidup.
Kau sungguh mau pergi?
Ya.
Apa karena aku?
Apa karena Dong Wook dan aku?
Bukan itu.
Bukan karena dirimu. Bukan pula Dong Wook.
Hanya...
Aku hanya ingin pergi saja.
Segalanya menjadi terlalu rumit bagiku.
Kau percaya apa yang dulu pernah aku katakan?
Itu semua bohong.
Lukisan-lukisanku...
Bukan kebetulan kau berada dalam pemandanganku.
Kaulah pemandanganku pada saat itu.
Sejak pertama kali aku bertemu denganmu,
kau selalu menjadi pemandanganku.
Pemandangan yang sangat indah.
Dan selalu menggetarkan hatiku.
Terima kasih.
Dan maafkan aku karena menjadi pengecut.
Sudah terlambat.
Seharusnya kau katakan padaku lebih awal.
Maaf karena sudah terlambat.
Maafkan aku.
Aku tidak bisa katakan padanya betapa aku menyukainya, atau sangat menyakitkan bagiku untuk meninggalkannya.
Lukisan di kala senja telah berakhir.
Sampai ketemu lagi.
Hari sudah semakin larut.
Lagu penutup hari ini,
diperuntukkan bagi mereka yang akan melayani negara di dalam kemiliteran.
"Kesedihan Pribadi" oleh Choi Baek-Ho.
Hei, aku rasa dia benar-benar marah padamu.
Apa?
Besok?
Ya, maaf.
Aku telah memberitahu orang tuaku tentang dinas militer.
Mereka ingin aku pulang.
Aku berangkat ke Chuncheon untuk membuat sketsa dan kemudian aku pulang ke kota asalku.
Hei! Bagaimana dengan acara radionya?
Kita hampir selesai berlatih.
Aku rasa bisa dikerjakan bersamaan sebelum pertunjukan.
- Ada apa sebenarnya? -Dong Wook.
Kau sungguh tidak mau memberitahu kami?
Astaga...
Tidak apa-apa.
Dong Wook akan baik-baik saja.
Dia akan baik-baik saja.
Pemandangan dengan cinta selalu indah.
Tetapi... Hanya karena cinta itu indah,
tidak berarti selamanya bahagia.
Cinta...
Cinta selalu memiliki sisi yang berbeda, kesedihan dan kebahagiaan.
Kenapa kau lama sekali?
Sudah berapa lama kau menunggu?
Sangat lama.
Kenapa?
Apa maksudmu kenapa?
Aku kira kita pacaran.
Aku kekasihmu. Tentu saja, aku harus menunggumu. Benar, kan?
Aku kira kau sedang latihan.
Latihannya dibatalkan karena In Ha.
- In Ha... - Kau sudah makan?
- Ayo kita pergi berkencan. - Apa?
Kita belum pernah pergi berkencan.
Kalau besok, bagaimana?
Besok ada hal yang membuatku sedih.
Bisakah kau membuatku bahagia besok? Bagaimana?
Ayo kita pergi.
Aku menyimpan jam tangan ibuku cukup lama.
Tapi aku kehilangannya beberapa waktu lalu.
Bukankah kau harus membereskan semuanya?
Pasti kubereskan sebelum aku bergabung dengan Tentara.
Biar aku gunakan sedikit lebih lama.
Laporannya...
Berikan padaku.
Aku senang kau datang. Seseorang menitipkan sesuatu untukmu.
Aku akan berdoa demi kebahagiaanmu dimanapun aku berada. -Suh In Ha-
Kenapa In Ha tiba-tiba seperti itu?
Padahal tidak ada masalah.
Juga tidak ada seseorang yang mencampakkannya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Yoon Hee! In Ha pulang ke kota asalnya.
Hari ini sehabis perjalanan membuat sketsa.
Dia tidak akan kembali ke sekolah hingga dinas militernya selesai.
Pasti ada sesuatu.
Aku rasa juga begitu.
Kalau begitu bagaimana dengan acara radionya?
Apakah dibatalkan? Itu tidak boleh terjadi!
Chang Mo harus memenangkan hadiah dan membuat pertunjukan perdana.
Dia harus lakukan itu demi keluargaku agar hubungan kami direstui.
Kami harus berpacaran agar kami bisa menikah.
Kami harus menikah...
Apakah terlalu dini untuk memikirkan pernikahan? Haruskah bertunangan dulu?
Hwang In Sook! Bukan waktunya membicarakan itu!
Chuncheon.
Mungkin masih ada yang memutarnya di pinggir kota.
Jika aku temukan bioskop yang masih memutarnya, maukah kau pergi menontonnya denganku?
- Sekian untuk hari ini. - Terima kasih.
Apa itu?
Kenapa In Ha mengirim surat pada Yoon Hee?
Hei! Hye Jung! Kau mau kemana?
Aku datang karena aku rasa suasana hatimu sedang buruk karena In Ha.
Suasana hatimu benar-benar buruk.
Kenapa dia, In Sook?
Pembohong!
Kau tahu segalanya!
Apa?
Kenapa kau lakukan itu?
Minggir!
Hye Jung!
Aku bilang minggir!
Jangan dilihat!
Untuk apa kau melihatnya?
Aku harus melihatnya!
Minggir sajalah! Minggir!
Permisi...
- Kau tahu Suh In Ha ada di mana? - Oh, In Ha? Entahlah, aku rasa dia sudah pergi.
Hah? Jam berapa?
Aku rasa dua jam yang lalu.
Apa yang kalian lakukan di sini? Dimana Yoon Hee?
Kami juga sedang menunggunya.
Kau bicara apa?
Ini kencan pertama kami. Bisakah kalian tidak mengganggu kami?
Apa yang terjadi?
Kenapa kalian? Kalian bertengkar?
Hujan.
Permisi.
Bagaimana kau bisa ada di sini?
Aku ingin bertemu denganmu.
Aku pikir aku tidak akan pernah bisa melihatmu lagi jika aku tidak datang hari ini.
Apakah kereta terakhir ke Seoul sudah berangkat?
Ya.
Kita ketinggalan kereta.
Jadi bagaimana?
- Apa yang harus kita lakukan - Apa yang harus kita lakukan?
Bermalam saja.
Apa lagi yang akan kalian lakukan?
Jam malam segera diberlakukan.
Bagaimana kalau bermalam di sini, hmm?
Kami punya kamar di sana.
Tidak apa-apa, kami baik-baik saja.
Kami bukan seperti yang kau pikirkan.
Bukan seperti itu.
Maaf.
Aku akan memeriksa jadwal kereta api pertama.
Umm...
Kenapa kau tidak katakan padanya?
Katakan padanya terlalu dingin untuk tinggal di sini.
Kalian bisa mengobrol di ruangan yang hangat, hingga tidak terasa hari sudah pagi.
Aku beri harga yang bagus.
Tidak apa-apa.
Ya ampun...
Aku rasa dia ingin bermalam juga.
Nyonya, pergilah.
Kami bisa naik kereta malam.
Kereta malam?
Yeah.
Aku tanya padanya dan katanya ada kereta malam cadangan menuju Laut Timur.
Kau mau pergi ke pantai?
Keretanya sudah pergi?
Jadi kita harus bagaimana?
Bukankah itu Suh In Ha?
- Itu memang dia! - Benar.
Siapa gadis di sampingnya?
Dia gadis itu!
Yoon Hee harus pergi ke suatu tempat.
Dia keluar saat pelajaran sedang berlangsung.
Apakah terjadi sesuatu?
Halo, ini dengan Chang Mo, Pak.
Apa kabar?
Aku baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.