Release info

[Indo]CandleInTheSun-PlerngPrangTian-Eps08-PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by VIU - Reupload by PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2020-12-23
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Mempersembahkan"

"Candle in the Sun"

Tuan Tewarit memintaku membawamu ke Gerbang Saen Pung.

Tusuk konde yang diberikan Tuan Tewarit kepadamu,

bukankah rasa manisnya mulai terasa di jantungmu?

Itu membuatku merasa kamu masih mencintai In.

Makin kamu melukaiku,

orang yang akan terluka dan hancur adalah Kalin!

Hanya makan sup hambar di rumah pasti membosankan.

Sup di rumah mungkin hambar

dan mungkin tidak cocok dengan sup kari wanita jalang.

Kamu bicara seolah-olah kamu tahu

apa yang terjadi kepadaku.

Siapa pun yang melakukan sesuatu

akan menerima konsekuensi dari tindakannya.

Aku akan kembali dan membalas dendam

kepada semua orang yang menyakitiku.

Kamu bisa kembali ke masa lalu, Kalin?

Tiankhum.

Aku bukan Tiankhum.

Aku Kalin.

Aku akan membalas Tuan Tewarit dan Nona Wongduen.

Tiankhum.

Astaga.

Tiankhum sungguh belum mati.

Apa kamu bilang?

Orang-orang terus bilang

bahwa Tiankhum kembali.

Apa yang akan kita lakukan, Nona?

Kita tidak akan melakukan apa pun.

Bagaimana bisa kita diam saja?

Aku takut dia akan membalas dendam.

Kamu melihatnya. Setiap kali dia kembali,

Tiankhum bukan orang yang sama

yang bodoh dan membiarkan kita melakukan apa pun kepadanya.

Dia makin marah setiap hari.

Semarah apa pun dia,

jika dia mencoba mendekati suamiku,

dia akan mati untuk kali kedua.

Kamu dari mana saja, Tiankhum?

Kamu tahu aku merindukanmu?

Aku pergi mengunjungi Nenek Buachan,

ibuku dan ibu Kampor di luar kota.

Syukurlah.

Kupikir kamu sudah tewas seperti yang dikatakan orang.

Tuan Tewarit.

Apa?

Jika aku sudah mati,

lalu siapa yang berdiri di depanmu?

Untuk apa kamu memetik semua bunga ini?

Kamu tahu

bahwa aku suka bunga melati.

Kenapa kamu tidak coba mencium aromanya?

Kamu sungguh memintaku melakukan itu?

Apa anehnya jika seorang istri

membiarkan suaminya menciumnya?

Tapi jika kamu tidak menganggapku sebagai istri,

aku akan pergi.

Bukan begitu, Tiankhum.

Kamu tidak tahu?

Aku merindukanmu siang dan malam.

Mungkin itu hanya dalam pikiranmu.

Jika tidak,

kamu akan melakukan segalanya untuk bersamaku.

Bukan hanya berpikir dan bermimpi seperti ini.

Tiankhum.

Tiankhum.

Yang Mulia mengundang dokter dari barat masuk.

Aku akan menyusul nanti.

Silakan lewat sini.

Kamu lelah, Sing?

Bagaimana jika aku lelah?

Jika kamu lelah?

Aku akan membuatmu merasa lebih baik.

Aku memetik bunga melati untukmu.

Coba cium aromanya.

Kamu mungkin akan merasa lebih segar.

Bunga melati ini,

apa Tuan Tewarit pernah mencium aromanya?

Bunga...

Meski bunga dihampiri banyak serangga,

bukan berarti bunga menyerahkan diri mereka pada serangga.

Orang yang ingin kuberikan bunga

adalah kamu.

Tiankhum.

Aku masih bicara denganmu tadi.

Kenapa kamu meninggalkanku?

Maafkan aku.

Tapi...

Aku ingin datang dan berterima kasih kepada Sing

karena semalam

dia sangat baik kepadaku.

Baik? Kebaikan apa?

Aku membantu Tiankhum membawa air semalam.

Kamu tidak tahu

bahwa Tiankhum

harus membawa air di malam hari untuk keluarganya.

Tapi itu bukan tugasmu

untuk tahu semua hal tentang budakmu.

Kecuali...

Apa?

Kamu tertarik pada Tiankhum.

Apa maksudmu, Sing?

Tuan Tewarit memiliki Nona Wongduen sebagai istri.

Untuk apa dia memedulikan budak seperti aku?

Aku akan pergi sekarang.

Aku akan memasak untukmu lain kali

untuk membalas kebaikanmu.

Hantu!

Hantu Tiankhum!

Jangan mendekat! Aku takut!

Taengsa. - Jangan mendekat, Hantu!

Taengsa. - Tiankhum, jangan mendekat!

Taengsa!

Dokter Louis.

Para misionaris mencarimu di istana.

Taengsa! Berhenti!

Aku manusia, bukan hantu.

Tidak. Kamu hantu, Tiankhum!

Kamu hantu, Tiankhum!

Taengsa. Aku...

Berhenti menghantuiku!

Aku takut! Aku takut padamu! Berhenti menghantuiku!

Taengsa. Aku kasihan padamu.

Tapi aku yakin

bahwa orang-orang jahat itu,

akan mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan.

Jangan mendekat.

Tiankhum berani bicara seperti itu?

Benar, Nona.

Jika aku tidak pergi ke lumbung mengambil beras untuk misionaris,

aku tidak akan mendengar Tiankhum bicara seperti itu.

Nona harus segera membuat kesepakatan dengan Tiankhum.

Aku takut dia akan memberi tahu Tuan Tewarit

tentang kita...

Meski dia memberi tahu Tuan Tewarit, aku tidak takut.

Orang yang kutakuti adalah Tuan Wiangsawan.

Jika Tuan Wiangsawan mendengar soal ini,

masalah ini pasti akan sampai ke telinga ayahku.

Kalau begitu, perintahkan Sing untuk mengurus Tiankhum.

Sebelum... - Apa?

Sing jatuh cinta pada Tiankhum.

Kamu datang jauh-jauh kemari. Kamu ingin aku membantu membawakan air?

Tidak.

Aku membawakanmu nasi dan daging panggang ini.

Makanlah yang banyak agar kamu kuat saat berlatih pedangmu.

Dan ini bunga melati.

Aku memberimu ini agar kamu bisa mencium aromanya

saat kamu merasa lelah.

Sing.

Siapa yang memberimu bunga melati?

Tiankhum.

Jadi, Tiankhum manusia atau hantu?

Manusia.

Tapi dia sudah berubah.

Seolah-olah dia orang lain.

Jika dia manusia, maka dia orang yang sama.

Kini kamu tahu harus berbuat apa kepadanya.

Jika kamu berhasil, Tiankhum bisa menjadi milikmu.

Apa yang harus kulakukan?

Kemarin, Tiankhum menyiramku dengan air.

Seperti itukah kulit yang terbakar?

Tiankhum.

Pada tengah malam nanti,

aku dan Paika akan membawanya dari rumahnya.

Kamu harus datang dan membantu.

Kamu ingin aku melakukan apa?

Tangkap dia. Lalu aku akan menamparnya.

Atau aku akan mengiris wajahnya sedikit.

Jangan lupa, Sing.

Temui aku di rumah.

Tiankhum tidak lagi tertarik pada Tuan Tewarit.

Kenapa Nona Wongduen masih mengganggunya?

Apa yang terjadi kepadamu malam itu?

Seseorang sungguh membunuhku.

Tapi aku berhasil kabur.

Kamu tidak perlu khawatir.

Mereka tidak bisa melakukan apa pun kepadaku mulai sekarang.

Aku akan membalas semua perbuatan mereka.

Tiankhum.

Karma bisa dihentikan dengan tidak menciptakan karma lagi.

Jika kamu bisa memadamkan amarahmu,

yang akan bahagia bukan orang lain,

melainkan kamu. Kamu mengerti?

Benar.

Tapi aku tidak bisa melakukan itu.

Dan aku tidak berniat melakukan itu.

Astaga. Dasar gadis bodoh.

Aku juga tidak tahu, Bu.

Jika aku menjadi Tiankhum, apa aku bisa memaafkan mereka?

Jika itu Ibu, apa Ibu bisa melupakan perbuatan mereka?

Tentu saja.

Karena jika ibu tidak melupakan,

Nyonya Chor Aueng akan mati di tangan ibu.

Karena dia melarang Tiankhum melakukan ritual di stupa,

sampai Nankaew, ayahmu, harus mati.

Sebagai manusia, kamu harus menahan emosimu sendiri.

Kamu mengerti?

Bunga...

Meski bunga dihampiri banyak serangga,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left