Release info

Joseon Shooter E05 LIMO
A Commentary by leavest
kunjungi http://idfl.me, orang-gak-penting.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2014-07-12
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Culik putri Park Jin Han.

- Kakak! - Yeon Ha!

Dia adalah putri dari Park Jin Han.

Terlalu banyak mata mengawasi kita.

Ayah.

Ayah.

Park Jin Han didakwa pengkhianatan tingkat tinggi.

Pasti ada yang salah. Pengkhianatan tingkat tinggi?

Saya datang ke sini untuk mencari penembak yang membunuh ayah saya.

Saya akan menganggap anda sebagai pelakunya.

Dia akan menjadi masalah besar. Aku harus menyelesaikan sisanya.

Tuan Muda, kalau kau tertangkap, kau akan mati.

Percayalah padaku.

Aku berjanji.

Pastikan kau bertahan hidup.

Saat kita bertemu lagi, kita takkan terpisahkan.

Tolong... jaga kesehatanmu.

Cepat, Kak!

Baik, aku datang.

Minggir!

Siapa orang-orang itu?

Entahlah.

Mari pergi dari sini.

Di sini berbahaya.

Kenapa Ayah tercengang seperti ini?

Ah, tidak.

Joseon, apa kalian masih menggunakan pedang?

Tunggu.

Joseon Shooter

:: Episode 5 ::

Nama saya Choi Won Shin. Saya pengusaha di Joseon.

Kenapa kau terjemahkan?

Aku bisa bahasa Joseon.

Karena Tuan Kanemaru tidak mengerti.

Apa Kanemaru yang berbicara saat ini?

Apa Kanemaru yang bertanggung jawab?

Maaf.

Dasar otak kosong. Kau tak berpikir sama sekali.

Aku Hasegawa Hanjo.

Panggil saja Hanjo.

Bahasa Joseonmu sangat fasih.

Aku tinggal di sekitar sungai Ohsak.

Aku sudah berteman dengan orang-orang Joseon sejak aku kecil.

Ah, begitu.

Dari apa yang saya lihat tadi, kemampuan menembak anda luar biasa.

Dari mana Anda belajar cara menembak?

Kenapa aku harus memberitahumu hal itu?

- Bukan. Saya hanya... - Ah, iya.

Bagaimana tentang bisnisnya?

Pertama, terima kasih telah datang jauh-jauh kemari.

Perjalanan menuju kemari tidaklah mudah...

Bicarakan bisnis saja.

Baik.

Saya dengar Anda mencari tempat tinggal.

Jika tidak keberatan, saya ingin mengajak anda tinggal di rumah saya.

Tentu saja tempat saya sama bagusnya dengan tempat tinggal Yamamoto.

Bagaimana kau bisa tahu dengan semua itu?

Bagaimana kau tahu siapa yang datang dan apa tujuannya?

Saya telah menjalin hubungan dengan Hane yang bekerja di Konsulat.

Hane. Dia akan melakukan apapun jika kau membayarnya.

'Pengusaha yang menggunakan cara kotor takkan bisa mendapat hasil yang bagus.'

Begitulah yang dikatakannya.

Sampai jumpa.

Dia cukup kasar.

Nona, ayo pulang saja. Aku terus saja berpikiran aneh.

Kenapa kau seperti ini setelah sampai kemari?

Nona, perasaanku tidak enak.

Kita juga tidak mendapat ijin untuk datang kemari.

Kau berkata begitu dari tadi.

Jangan khawatir. Takkan terjadi apapun.

Tuan Muda, tolong hentikan Nona.

Apa dia akan mendengarku?

Cepat kita selesaikan dan pulang.

Ya ampun, aku bisa gila.

Tolong dibayar.

Baik.

Ini.

Apa yang ada di situ?

Bubuk mesiu.

Kenapa? Kau membutuhkannya?

Tidak.

Ayo cepat pergi.

Ya.

Ada Polisi.

Soo In! Cepat!

Ini paspornya.

Seperti yang tertulis di sini, dia orang Jepang.

Dia tidak ada kaitannya dengan Polisi Joseon.

Baik. Silahkan lanjutkan.

- Terima kasih kerjasamanya. - Ayo pergi.

Sudah selesai.

Ada banyak hal yang harus dibayar.

Tolong minggir!

Cepat! Cepat!

- Apa-apaan ini? - Kau baik-baik saja?

Tidak... Kameranya.

- Biarkan saja itu. - Tidak!

Nona, cepat!

Dasar...

Hei, kalian! Dasar...

Hei, kalian tidak dengar!

Sial. Apa ini?

Tuan Hanjo.

Kapal menuju Pelabuhan Mapo hampir datang.

Kapal lagi?

Aku bosan naik kapal.

Kalau begitu, menungganglah kuda ke sana.

Apalagi sekarang?

Maksud saya mungkin ini pilihan yang lebih baik

karena pada akhirnya Anda akan berganti naik kuda setelah tiba di Mapo.

Silahkan tunggangi kuda ini jika Anda bersedia.

Ya. Ini kuda yang bagus.

Anda paham tentang itu.

Silahkan tunggangi.

Lalu, bagaimana denganmu?

Kami akan naik kapal.

Karena Anda tamu penting, saya rela menahan ketidaknyamanan ini demi Anda.

Bagus.

Aku senang bahwa kau mau sampai datang ke sini.

Kalau begitu, saya anggap anda sudah bersedia untuk tinggal di rumah kami.

Aku belum yakin dengan itu.

- Bagaimana menurutmu? - Terserah anda...

Bagaimana menurutmu?

Pengusaha Joseon ini bersikeras untuk mengurus akomodasi kita.

Tidak tepat untuk menerima akomodasi di awal-awal.

Dia bilang tak masalah selama ada alkohol.

Tentu saja.

Katakan padanya untuk membuat janji di lain waktu.

Dia bilang harus ada gadis-gadis agar suasana minum menjadi nyaman.

Dia memang agak...

Jangan khawatir.

Saya akan pastikan untuk menyiapkan semuanya.

Bagus kalau begitu.

Sampai bertemu di Hanyang.

Baik.

Ayo pergi.

Kita hampir mendapat masalah besar.

Kudengar ada orang-orang yang menjual bubuk mesiu.

Sepertinya itu mereka.

Kenapa? Apa kau seperti ini karena sedih?

Kendurkan raut mukamu sedikit, Nona.

Apa yang lebih baik daripada pulang selamat?

Kita semua hampir tertangkap karenamu.

Lupakan hal itu.

Aku akan mencarikan kamera baru untukmu.

Tidak, ini bukan karena kamera.

Aku merasa seperti melihat Yoon Kang di pelabuhan tadi.

Orang yang kutabrak terlihat sangat mirip dengannya.

Soo In.

Aku tahu bahwa Yoon Kang... telah meninggal.

Tapi dia terlihat sangat mirip...

Apa kakak tidak melihatnya?

Apa kau tak melihatnya juga, Jan Yi?

Memangnya apa yang bisa dilihat?

Kau baik-baik saja tadi dan jadi seperti ini lagi.

Kumohon masuklah. Nona akan membuat semuanya khawatir.

Benar. Kau mungkin salah lihat.

Aku perlu bertemu orang itu sekali lagi.

Soo In.

Untuk jaga-jaga...

Mungkin aku bisa menemukan kameraku jika bertemu orang itu.

- Wow, tariannya indah. - Ya.

Ini. Kau minum juga.

Baik.

Bagaimana bisa wajahmu begitu kecil?

Tuangkan aku minum.

Baiklah.

Kenapa Anda seperti ini?

Namamu Mae Hyang. Apa artinya itu?

Itu artinya 'aroma bunga aprikot Jepang.'

Begitukah?

Bunga aprikot Jepang mekar di musim dingin.

Bagaimana kau bisa mekar di musim panas?

Saya juga tidak tahu.

Sepertinya bukan nasib saya untuk mekar di musim dingin.

Kau cukup menarik.

Ini. Silahkan minum lagi.

Baik.

Aroma bunga aprikot Jepang...

Mari kita lihat apa bedanya pakaian dalam Joseon.

Ayolah.

Tuan Hanjo!

- Hye Won. - Tinggalkan kami sekarang.

Baik.

Hentikan.

Tak apa. Tampaknya kau ingin mengatakan sesuatu.

Lanjutkan saja.

Ya. Saya akan mengatakan satu hal.

Kami memulai sebuah kerjasama dengan manusia.

Bukan dengan hewan yang tak tahu tata krama.

- Hewan? - Ya.

Jika Anda ingin bekerja sama dengan kami, tolong jaga kelakuan Anda mulai sekarang.

Jika tidak, kami akan berhenti bekerja sama dengan Anda.

Kenapa dia jadi seperti ini?

Aku tak boleh menyentuh gisaeng Joseon?

- Permisi. Bukan itu... - Ya, boleh.

Anda mungkin lelah. Silahkan istirahat kalau begitu.

Karena Anda menyukai gisaeng, saya sarankan Anda ke gibang saja.

Baik.

Kuanggap hubunganku dengan Gyeonggi berakhir mulai hari ini,

More Indonesian subtitles for The Joseon Gunman

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left