Release info

[Sub Indo] Daughters Episode01 (เสียดาย-Siadai 2020) PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by iQIYI - Reupload by PecintaSosis ♡ [ Verification for indexsubtitle.com ID:8d15f556bb63045cdb47e471b202b08d ]

Tags

other
Published on: 2020-12-22
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle by iQIYI PecintaSosis

- Kau tahu, aku melihat Ngoh menari. - Apa?

- Aku juga lihat. Gerakanmu. - Gerakan mana?

- Aku tak menari. - Peragakanlah.

- Tidak mau! - Peragakan tarianmu.

Di mana tasku?

- Di mana kau menyembunyikannya? - Di sini. Tasku pasti di sekitar sini.

- Hei. - Di sini.

Aku melihatnya.

Oh.

Ini sudah larut. Aku jelas tak akan sampai rumah sebelum pukul 23.00.

Karena tak bisa pulang tepat waktu, mari bersenang-senang lagi.

Lagipula kau akan dimarahi di rumah.

Kurasa kita harus pulang. Aku sudah tak punya uang.

Ini bukan tentang uang, Duean. Ini tentang keberanianmu.

"Tunjukkan hatimu, bebaskanlah!" Seperti ini!

Katakan, toko mana yang bisa menerima hati, bukannya uang?

Jika memang ada, kau mau pergi?

Aku pasti akan pergi.

Sudahlah. Lagipula kita sudah di luar.

Kalian memang nakal.

Cepat, ayo ganti baju.

- Pam, cukup. - Begitukah mereka bernyanyi?

Aku menyanyikan seperti aslinya.

- Bukan! - Nyanyianmu salah.

Mari bernyanyi bersama. Satu, dua, tiga!

Tak kompak.

Diamlah.

- Berhenti bernyanyi. - Kenapa kau seperti ini?

- Ke mana kau membawa kami? - Aku agak takut.

Kita sudah sampai. Di sini.

Kolam renang pribadiku.

Kupikir kolam pribadimu sudah ditutup.

Saat buka, kau harus membayar untuk masuk.

Tapi saat sudah tutup, kau hanya perlu keberanian untuk masuk.

Apa yang kau bicarakan?

- Apa kalian berani masuk? - Ya, tentu.

Ini gila.

Baiklah. Tolong pegang tasku.

- Pu, bantu aku. - Dengan apa?

Bantu aku dorong itu. Cepat!

- Tempat sampah itu? - Dorong apa?

Pam...

- Ke arah mana? - Ke sini.

Ayo, tarik. Tarik ke sana.

Tarik ke sana.

- Apa yang kita lakukan? - Tarik mendekat ke sini.

Dekatilah.

- Hati-hati. - Ya!

Hei!

Hei.

Apa dia baik-baik saja?

Pam, hati-hati!

Aku berhati-hati. Ikuti aku!

- Astaga! - Pam!

Pam!

Pam!

Pam.

Pam!

- Pam? Kenapa kau? - Pam!

Apa kepalanya terbentur?

Pam!

Pam!

Pam?

Hei, coba kulihat.

- Hei! - Apa kau bercanda?

Untuk apa itu?

Untuk membantu Pam sadar!

Pam!

Tidak.

Aku takut kita akan ketahuan.

Kau terlalu banyak berpikir, Ngoh.

Kalian berdua kemari dan tunggulah. Mari kita lihat apa dia bisa menemukannya.

Ke mana dia pergi?

Dia benar-benar melakukannya.

Baiklah. Tepuk tangan yang meriah untuk Pam!

Hore!

Kecilkan suara kalian.

Aku sungguh tak mengerti sikapmu. Aku masih merinding. Lihat.

Siapa yang pertama menipu?

Kau pantas mendapatkannya, Pam.

Kau jatuh di sana. Kupikir memang terjadi sesuatu padamu.

Jika aku jadi kau dan disodorkan itu, pasti sudah pingsan.

Itu hampir jatuh ke mulutku!

Kau biangnya!

Jangan lakukan itu pada Duean!

Tapi...

Jadi, kapan kita akan berenang?

- Sekarang? - Ya.

Aku membawa kalian ke kolam renang, lalu tak mau berenang.

Lalu untuk apa aku membawa kalian?

Untuk memancing?

Pu, masuk ke sana.

Kau mau kami masuk ke kolam seperti ini?

Kau bercanda.

Jika kau mau kami berenang, berikan baju renang.

Itu benar. Kami tak membawa apa pun.

Kita semua begitu. Tak perlu pakai apa pun. Masuk saja!

Apa?

Apa maksudmu?

Apa yang kau tunggu? Lepaskan bajumu!

- Kau mau berenang atau tidak? - Kau serius?

Baik, lepaskan baju!

Benar begitu!

Pukul berapa sekarang?

Tak usah pedulikan waktu. Jika kau senang, nikmati saja.

Kita akan demam jika seperti ini, bukan begitu?

Aku mau keadaan seperti ini selamanya.

Aku sangat senang.

Saat kita senang,

waktu selalu berlalu cepat.

Dusita.

- Apa kita akan lulus semester ini? - Harus.

Apa kau lulus ujian?

Apiwat.

- Dia pasti tak lulus. - Tentu saja!

Kau gagal dalam banyak mata pelajaran.

Kita tak boleh menertawakannya. Bagaimana jika kita gagal juga?

Piyanut.

Tawatchai.

Bagaimana?

Bagaimana?

Gawat.

Aku tak lulus Matematika lagi. Ibuku akan membunuhku.

Setiap semester kau memang gagal.

Kurasa semester ini aku harus lebih memperhatikan.

Kwanruedee.

[Lembar Evaluasi Bahasa Thailand 3, Matematika 2, Sains 1]

[IPS 2, Sejarah 1, Olahraga 2, Seni 2, Manajemen Rumah 1, Bahasa Inggris 2]

- Aku lulus semuanya. - Wilaiwan.

Sungguh?

Benar.

Kenapa kau lulus semuanya?

- Apa kau curang? - Tidak.

Aku belajar sangat serius semester ini.

Kenapa tiba-tiba kau jadi serius belajar? Biasanya tiap semester akan gagal.

Aku harus lulus ujian semester ini.

Aku bicara dengan ibuku.

Katanya jika aku lulus semua ujian kelas 9,

aku boleh tinggal dengannya dan lanjut kelas 10 di Bangkok.

Baiklah.

Semua yang tak lulus ujian, perhatikan pelajaran mana yang gagal,

dan tetap di sini untuk bicara dengan Ibu.

Kita akan membahas waktu remedial.

Bagi yang lulus, silakan pulang.

Boleh aku menginap di rumahmu malam ini?

Aku tak mau ibuku melihat ini.

- Jadi, aku harus menunggumu. - Ya.

Baiklah.

Ayah!

Sudah Ayah bilang jangan kemari.

Aku lulus semua ujian kelas 9!

Lalu kenapa?

Ibu bilang kalau aku lulus semua ujian kelas 9,

aku boleh tinggal dengannya di Bangkok.

Kalau begitu telepon ibumu.

Baiklah. Sampai nanti.

Kau lihat? Jika fokus belajar,

pasti akan berhasil.

Putri Ibu memang hebat.

Jadi, kapan Ibu jemput aku?

Jika lulus semua ujian kelas 9,

[Ibu akan menjemputku untuk tinggal dengan Ibu di Bangkok.]

Baiklah. Biarkan Ibu membereskan urusan di sini dulu.

- Kita akan bicarakan lagi. - Baiklah.

Jangan lupa untuk menghubungi sekolah kelas 10 untukku.

[Aku akan mengemasi barang sambil menunggu Ibu datang.]

Pu, Ibu ku harus bekerja sekarang. Kita bicara lagi nanti.

Baiklah. Sampai jumpa.

Aku akan tinggal di Bangkok!

Aku sangat iri padamu! Boleh aku ikut?

Kau bisa mengunjungiku.

- Baiklah. - Ayo pergi.

Kakak sangat jahat!

Berikan padaku!

- Ayo ambil! - Tak mau!

Lookmoo, Pom.

Bermainlah di luar.

Berikan bolanya!

Jangan diambil.

- Berikan padaku! - Tidak.

- Berikan bolanya! - Itu punyaku.

Pom, Lookmoo. Bermainlah di luar.

Kakak sangat jahat!

Kau punya beberapa...

Aku iri sekali. Kau akan segera pergi ke Bangkok dan tinggal dengan ibumu.

Jika aku bisa pergi ke sana juga,

kau harus mengajakku ke mal.

- Janji? - Baik! Hentikan, Jeab, hentikan!

Jeab! Aku jadi kalah!

Apa? Apa perlu semarah itu?

Jika kalah, main lagi.

Kau berteriak seperti panik.

Aku sudah tiga hari memainkan ini,

dan selalu kalah,

sampai semenit yang lalu,

saat aku hampir menang.

Hei.

Hei, jika aku tinggal di Bangkok dengan ibuku,

Kau bisa menemuiku kapan pun.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left