Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E35-36 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-10
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 35"

Apa kabar putraku hingga dia tidak menerima telepon atau membaca pesan?

Apa dia sakit?

Hei, bagaimana kabar Pengacara Park hari ini?

Astaga.

Apa-apaan ini? Akhirnya dia pergi?

Tunggu, Ibu.

Tunggu aku.

Lihat? Sudah kuduga.

Sudah kuduga dia akan meninggalkan barang.

Tidak bisa begini. Hei! Berhenti!

Menyebalkan.

Hari ini,

aku tidak makan camilan bar.

Aku hanya minum soju.

Apa?

Maksudku,

bibir, tenggorokan, dan perutku

telah disterilkan.

Nona Choi...

Ibu, tunggu.

Hei, bawa tasmu. Kenapa kamu berdiri di situ?

Joo Chul.

Kakak?

Dia kakaknya?

Apa yang dilakukan oleh nona ini?

Dia kakakmu?

Yi Yoo.

Ibu.

Bu.

Apa yang kamu lakukan kepada putriku?

Tidak, Ibu. Aku yang melakukannya.

Dia tidak melakukan apa pun. Aku yang melakukannya.

- Diam. - Ayolah, Ibu.

Kubilang aku yang memulai.

Diam.

Aku serius.

Maaf, Bu.

Aku sungguh menyesal.

Maaf telah membuat Anda cemas.

Hei, Joo Chul.

Kenapa kamu harus membungkuk?

Berciuman butuh dua orang.

Ada dua orang yang terlibat dalam hal ini.

Kenapa kamu memarahi putraku?

Poin yang bagus. Berciuman butuh dua orang.

Ibu.

Bukankah kamu bilang bisa mencabut izin putraku

karena dia berusaha melakukan penipuan pernikahan?

Ini bukan urusanmu.

Kenapa ini bukan urusanku? Kamu menuntut agar kami pindah.

Bisa dikatakan kamu mengancam kami.

Apa putrimu sudah punya pacar sebelum berpacaran dengan Jun Seung?

Tidak. Kala itu aku tidak punya pacar.

Benarkah?

Berarti kamu mulai berpacaran dengan sembarang pria

untuk menciumnya di jalan?

Mengesankan.

Hentikan. Kamu keterlaluan.

Benar. Sembarang pria? Ada apa dengan putraku?

Kamu tidak tahu masalahnya setelah melihatnya sendiri?

Yi Yoo, masuk.

- Apa? - Cepat.

Ibu.

Para tetua melarang kita menggurui orang lain

jika kita sendiri punya anak.

Kamu bicara dengan angkuh,

- tapi lihatlah masalah anakmu. - Joo Chul, kita harus bicara.

Kamu seperti maling teriak maling.

Jangan mempermalukan lingkungan ini dan pindahlah.

Aku tidak tahan menjadi tetanggamu. Cepat pindah!

Di mana mereka?

Dia kembali ke rumahku?

Dasar pendompleng.

Apa-apaan itu?

Berani sekali kamu mempermalukan diri seperti itu.

Dia mengikutimu pulang?

- Benarkah? - Sudah kukatakan.

Aku yang melakukannya. Dia tidak bersalah.

- Aku memulai dengan... - Hentikan.

Masuklah. Kita akan bicara saat kamu sadar.

Tunggu. Pria itu...

Dia sangat manis.

Aku serius, Ibu.

Dia

pria yang sangat baik hati.

Dia baik.

Kamu mengencani putri Pak Presdir

atau hanya menggoda?

Bukan begitu.

Jika bukan begitu, benarkah dia

mendekatimu seperti yang dia katakan?

Itu...

Bukan begitu juga.

Dia hanya minum terlalu banyak malam ini.

Lantas apa jika bukan keduanya?

Ada hal yang tidak kita lakukan

saat mabuk sekalipun, seperti mencium orang yang tidak kita sukai.

Ibu.

Aku akan bicara dengan Joo Chul.

- Minum obat Ibu dan tidurlah. - Jangan ganggu Ibu.

- Hei. - Berbaringlah.

Astaga.

Jangan harap bisa berbaring begitu saja.

Bukankah kamu hendak pulang?

Ibu.

Apa kabar?

Menurutmu bagaimana kabarku?

- Ibu, mari bicara di luar. - Lepaskan.

Kamu juga mengajak adikmu? Kamu musuh bebuyutanku?

Di antara semua wanita, kenapa harus Yi Yoo?

Tangan Ibu kedinginan. Di luar sangat dingin.

Aku akan menyeduhkan teh.

Berani sekali kamu. Suruh adikmu pergi bersama ibumu.

Jangan terus mengajak tunawisma satu per satu ke rumahku!

Memangnya ini promosi beli satu gratis satu?

Jangan hiraukan itu.

Ibu menginap di sini selama beberapa hari.

Wanita itu sering berteriak, tapi tidak punya nyali.

Ucapannya tajam seperti pedang,

tapi sama sekali tidak berbahaya.

Duduklah.

Ibu

selalu memihakmu. Ingatlah itu.

Jika kamu tidak menyukai dia,

ibu pun begitu, meski dia kaya raya.

Jika kamu menyukai dia,

ibu akan menyambut dia sekalipun dia miskin.

Jangan memikirkan hal lain dan fokuslah pada hatimu.

Paham?

Cuacanya akan makin dingin, Ha Neul.

Besok kakek harus kembali, menutup bawang dan bombay dengan terpal.

Kenapa kamu diam saja di sini

padahal biasanya suka mengurusi masalah?

Bahkan adiknya Chi Woo sekarang ada di sini.

Dia tidak boleh kemari?

Dia menyapaku dan itu tidak masalah.

Apa yang harus diselesaikan?

Adiknya Chi Woo tampak lebih tampan.

Bukankah begitu, Ha Neul?

Kamu tahu kekacauan yang dia sebabkan?

Apa maksudmu?

Adiknya Chi Woo tepergok

memeluk dan mencium Yi Yoo tetangga kita di jalan

seakan-akan mereka syuting film.

Astaga.

Tunggu sebentar.

Kakek mendadak harus kencing.

Sayang.

Aku belum selesai bicara.

Jangan sampai kamu mengalah.

Mereka menolak Jun Seung

padahal putri mereka pengacau yang lebih parah!

Apa-apaan?

Kapan dia meletakkanmu?

Dia tidak boleh meninggalkan anak manja ini.

Hei.

Jangan menangis di kamar ini.

Jangan cemberut.

Hei, Sky. Kenapa tidak menangis?

Kenapa tidak menangis, Sky?

Kamu sangat pintar seperti ayahmu.

Aku sudah membersihkan botolnya.

Ibu.

Siapa yang bilang dia boleh ada di kamarku?

- Apa? - Jangan diam saja.

Bawa dia keluar.

Baik, Ibu.

Aku dikepung oleh musuh.

Kenapa kamu harus minum begitu banyak?

Bagaimana jika kamu terlibat masalah?

Bangun. Ganti bajumu.

Pakailah piamamu.

- Astaga. - Sayang, kamu ada di dalam?

- Kamu sudah pulang? - Ya, halo.

Ada apa dengannya?

Kamu mabuk?

Dia tidak hanya mabuk, tapi pikirannya juga tidak waras.

Kenapa kamu minum-minum di saat besok ada acara besar?

Kenapa kamu...

Kurasa dia hanya letih dengan pekerjaannya.

Meskipun begitu.

Apa ada yang membuatnya resah?

Kakaknya saja tidak seperti ini.

Maaf, Ibu. Aku akan menasihatinya besok.

Sayang, bagaimana jika Yi Yoo berhenti saja?

Apa maksudmu?

Bukankah dia cukup berpengalaman di perusahaan?

- Dia tampak kelelahan. - Tidak.

- Aku tidak kelelahan, Ibu. - Yi Yoo.

Ayah, aku tidak akan berhenti.

Apa?

Nenek, aku bisa bekerja dengan baik.

Aku bisa bekerja keras.

Aku harus ganti baju untuk tidur.

- Hei. - Hati-hati.

Astaga.

Dia tidak mau berhenti bahkan dalam kondisi saat ini.

- Dia memang cucu Ibu. - Benar.

Ayah, keluarlah agar aku bisa ganti baju.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left