The first 200 lines.
"Episode 28"
Kamu senang bermain-main denganku?
Berengsek.
Apa kamu mencoba merasakan menjadi miskin?
Aku hanya melakukannya karena menginginkanmu selamanya.
Kamu tahu aku tidak punya uang,
tapi kamu menjadi temanku dan mentraktirku makan.
Kamu wanita pertama yang menerimaku apa adanya.
Wanita lain akan mencampakkanku jika kuminta membayar sekali saja.
Kamu memastikan yang kuinginkan.
Aku bisa
menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Maafkan aku.
Seharusnya aku jujur sebelum kamu tahu seperti ini.
Tekanan darahku!
Aku tidak tahu ini tes.
Jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi.
Dasar penipu. Sial.
Gwang Tae? Gwang Tae!
- Ki Jin, tunggu. - Gwang Tae!
Gwang Tae, maafkan aku. Aku yang salah.
Heo Ki Jin!
Ya Tuhan!
Dia tampan dan kaya?
Gwang Tae, kerja kerasmu terbayar.
Bagus. Dapat!
Kamu mengkhianati kakak karena sampah seperti itu?
Pak, tolong tenanglah.
Dan kamu.
Bukankah aku menyuruhmu mengawasinya?
Apa katamu tempo hari?
Kamu bilang ini apa?
Kamu bilang aku salah mengira Pengsoo sebagai burung hantu.
Beraninya kamu!
Pung Jin, maafkan aku.
Maaf, Pak.
Akhiri hubunganmu dengannya sekarang juga.
Tunggu.
Dia baru saja mencampakkanmu.
Benar, Pak.
Lee Gwang Tae mengakhiri hubungan dengannya.
Ini sudah lama, jadi, pesan jjajangmyeon.
Baik, Pak.
Keluarganya sangat kaya?
Ya, keluarga pemilik gedung.
Dia mengujiku selama ini.
Kamu terlalu banyak menonton seri drama.
Bagaimana itu bisa terjadi di kehidupan nyata?
Ceritakan soal keluarganya. Apa pekerjaan orang tuanya?
Akan kuberi tahu lain kali.
Ayah benar.
Aku pemenang lotre.
Seolah-olah ini benar.
Pria yang memerasmu saat tinggal di gosiwon
ternyata dari keluarga kaya?
Bukankah itu aneh?
Meskipun itu benar,
akankah keluarga seperti itu merestuimu?
Ini sebabnya Kakak tidak pernah belajar.
Kenapa Kakak hanya memercayai apa yang Kakak lihat?
Kakak tidak pernah lihat Raja Sejong atau Laksamana Yi Sun Shin,
tapi Kakak masih percaya mereka ada.
Dunia ini penuh keajaiban yang tidak bisa kita ketahui.
Satu ditambah satu sama dengan tiga atau sepuluh dan bukan dua.
Itu sebabnya hidup masih bisa dijalani.
Kakak setuju, bukan?
Jangan bermimpi.
Ya, aku akan tetap bermimpi.
Tidurlah.
Bisakah kamu tidur?
Berkat, tolong beri ayah istirahat.
Ayah terlalu mengantuk untuk mengemudi.
Tolong tidurlah.
"Ibu"
Berkat, tunggu sebentar.
Tidak bisakah kamu tidur?
Tenggorokanmu tidak sakit?
Berhentilah menangis dan beri tahu ayah keinginanmu.
Kamu membuat ayah lelah!
Ayah harus bekerja seharian, tapi tidak bisa makan atau tidur.
Kamu tahu rasanya berada di punggung ayah seharian.
Ini tidak manusiawi!
Teganya kamu melakukan ini kepada ayah.
Berkat, maafkan ayah. Ayah minta maaf.
Baiklah, ayah salah.
Maafkan ayah.
Ayah minta maaf.
Ibu?
Ibu tidak bisa mengamuk
hanya karena kamu mengamuk.
Ini yang dibutuhkan untuk menjadi orang tua.
Sulit dipercaya.
Astaga, Berkat nenek.
Astaga.
Kemari.
Ibu bisa tahu betapa beratnya beberapa hari ini
hanya dengan melihat betapa kotornya dia.
Berat badanmu juga turun.
Selain itu, lihat kondisi rumah ini.
Astaga.
Maafkan aku, Ibu.
Seharusnya aku tidak kasar kepada Ibu.
Menjaga Berkat selama beberapa hari
pasti sudah mengajarimu tentang pengorbanan ibu.
Itu...
Pasti melelahkan juga membesarkanku.
Aku sangat bersyukur.
Sebesar apa pun pengorbananmu untuk mereka,
anak-anakmu yakin mereka membesarkan diri sendiri.
Tidak akan lagi, Bu.
Dia berhenti menangis di pelukan Ibu.
Luar biasa.
Kamu dan ibu sama-sama
tidak siap untuk ini, jadi, kita bersikap sensitif.
Bahkan sebagai orang dewasa, ibu kesulitan sekarang.
Pasti sangat sulit bagi anak malang ini.
Ibunya menghilang tiba-tiba.
Dia pasti sangat sedih, tapi dia terlalu kecil untuk mengatakan itu.
Itu kata dokternya.
Dia pasti tertekan dengan rasa kehilangan.
Dia tidak bisa mengatakan itu, jadi, dia mengungkapkan perasaannya
dengan tidak makan, tidak tidur, dan menangis.
Dia pasti sangat merindukan ibunya.
Sama sepertiku.
Kamu harus menemui Maria.
Agar Berkat merasa lebih baik.
Baiklah.
Aku merasa jauh lebih baik setelah Ibu kemari.
Senangnya ada Ibu di sini.
Aku merasa bersalah karena Berkat tidak punya ibu.
Astaga.
Malangnya kamu.
Aku merasa senang.
- Ayah. - Hei.
Sedang apa Ayah di sini?
Ayah sesekali datang ke sini untuk dipijat.
Ayah merasa jauh lebih baik setelah dipijat.
Aku harus dapat lebih banyak uang dan membelikan Ayah.
"Mencari manajer layanan"
Kamu tahu ada apa di hari Minggu ini, bukan?
Ya.
Lagi pula, ayah mau merayakan ulang tahunnya.
Aku akan bicara dengan adik-adikku.
Aku tidak mau pergi. Aku tidak mau.
Aku juga. Kakak ingin merayakan ulang tahun Ibu setelah semua itu?
Tapi jika ada yang harus, kakak harus melakukannya.
Dia menyusahkan Kakak bahkan setelah meninggal.
Kakak ditipu dan bahkan naik ke gunung karena dia.
Kakak hampir bunuh diri.
Aku tidak akan pernah bisa memahami atau memaafkannya.
Kakak memutuskan untuk memaafkannya sebagai manusia biasa.
Kakak masih tidak percaya Ibu begitu egois dan individualis,
tapi kakak tidak memilih orang tua sendiri.
Jadi, kakak memutuskan untuk mengabaikannya.
Kurasa punya anak tidak menjadikan seseorang orang tua.
Aku tidak akan pernah menjadi seperti dia saat punya anak.
Andai kakak tahu apa yang kakak ketahui saat itu.
Kita harus merayakan ulang tahun Ayah dengan benar.
- Baiklah. - Mari lakukan itu.
Restoran, bar, dan toko ikan?
Di sanalah aku bekerja.
Aku belajar menari saat kuliah, tapi tidak pernah kerja kantoran.
Kamu bekerja di toko ikan setelah belajar menari saat kuliah?
Ya.
Tolong beri aku kesempatan.
Jika tidak menerima ulasan bagus dari pelanggan, aku akan berhenti.
Di sinilah produk utama kami dipajang.
Kamu ingin merasakannya sendiri sebelum melayani pelanggan?
Aku mulai besok.
Jam kerjaku juga fleksibel.
Itu bagus.
Ini kali pertama Kakak mendapat pekerjaan dengan resume itu, bukan?
Ya.
Aku akan mencoba dan menghadapi apa pun itu sekarang.
Kumasukkan semua pengalaman kerjaku di resumeku,
dan kurasa mereka menyukainya.
Kamu menjadi cukup bernyali setelah bekerja di pasar.
Begitulah caramu bertahan. Bagus.
Aku tidak takut apa pun sekarang. Aku bahkan merasa percaya diri.
Sayang sekali. Seharusnya bibi ke sana sebelum kamu.
Kamu dipecat dari restoran ayam lagi?
Tidak, aku hanya berhenti.
Kenapa?
Tidak apa-apa. Kakak tahu aku tidak bisa lama di satu tempat.
Kakiku gatal.
kamu bangga dengan itu?
Ayah, aku akan dapat kartu nama.
Pak, harapanmu akhirnya terwujud.
Kamu selalu ingin putrimu punya kartu nama.
Ibu juga mau aku punya kartu nama sendiri?
"Oh Ttu Gi, TK Okay."
Apa itu bagus?
Itu lucu.
Dia sangat pintar.
Aku tidak percaya wanita ini.
Bagaimana bisa dia berhenti tanpa pemberitahuan?
Apa dia tidak punya rasa tanggung jawab?
Bibi benar-benar sulit dipercaya.
Aku baru dapat pekerjaan, tapi bibi harus minta bantuan.
Suruh saja mereka mencobanya. Mereka tidak akan menyesalinya.
No comments yet. Be the first to leave one.