The first 200 lines.
Saat bermain piano,
aku tidak selalu bahagia.
Aku mungkin berpikir aku tidak bahagia
hampir sepanjang waktu.
Tapi
saat bersamamu,
aku merasa sangat bahagia.
Aku baru menyadarinya sekarang.
Jadi,
aku ingin bahagia lagi.
Maaf karena aku sangat egois.
Tapi
jika aku tidak menyatakan perasaanku,
aku mungkin tidak tahan dengan rasa sakitnya.
Kurasa
aku butuh waktu.
Aku terlalu sering
menyakiti diriku.
Selain rasa sakit yang kamu sebabkan kepadaku,
aku juga menyakiti diriku.
Jadi, aku butuh waktu.
Tapi...
Bisakah kamu menungguku?
Ya.
Aku akan menunggu.
Aku akan menunggu.
"Episode 16, Crescendo, Perlahan makin lantang"
"Tteokbokki pedas"
"Konser Peringatan untuk Mendiang Nah Moon Sook"
Indah sekali.
Ya.
Andai ini konser hari jadi ke-15 sesuai rencana awal,
Direktur Nah pasti menonton dan menikmatinya.
Apa? Bukankah itu Song Ah?
- Ya. - Apa?
Bukankah kemarin kamu bilang dia tidak bisa datang hari ini?
Kerja bagus.
Bagus.
Aku tidak tahu kamu akan datang hari ini.
Maaf aku terlambat.
Kamu tidak terlambat.
Terima kasih sudah datang.
Ini.
"Lee Jung Kyung"
Lembar partitur ini,
aku berencana mengembalikannya hari ini.
"Lee Jung Kyung"
Kamu sudah lama memberikannya kepadaku.
Terima kasih.
Aku harus pergi.
Hyeon Ho.
Kapan...
Kapan kamu akan kembali?
Entahlah.
Jung Kyung.
Jaga dirimu.
Jangan sakit.
Berbahagialah.
Lee Jung Kyung?
Ya. Profesor Song tahu dia diam-diam mengajari muridnya.
Lalu apa yang terjadi sekarang?
Setelah Profesor Song memutuskan hubungan dengannya,
dia jelas tidak akan bisa mengajar di sini.
Aku ragu dia bisa mengajar di tempat lain.
Terkadang, saat aku datang ke sini,
aku akan merasa tidak nyaman.
Setelah ibuku meninggal,
kurasa aku sama sekali belum dewasa.
Aku berpura-pura kuat,
tapi aku tidak bisa mengatasi apa pun sendirian.
Kurasa aku sangat lemah.
Tidak.
Kamu bukan
orang yang lemah.
Seseorang memberitahuku
aku memainkan musikku. Jadi, aku harus memegang kendali.
Kamulah orangnya.
"Lee Jung Kyung"
"Lee Jung Kyung"
"Aku ingin menarik pencalonan profesorku"
Seseorang memberitahuku
aku memainkan musikku. Jadi, aku harus memegang kendali.
Kamulah orangnya.
"Chae Song Ah, Tanggal lahir 15 Juli 1992"
"Sekolah Pascasarjana, Diterima"
Aku diterima.
Aku masuk ke sekolah pascasarjana.
Selamat.
Terima kasih.
Tapi
aku tidak akan mendaftar.
Song Ah. Ambil ini.
"Resital Kelulusan, Park Joon Young, Piano"
Aku tidak mau menekanmu.
Ya. Aku tahu.
Aku memutuskan untuk tidak mengikuti kompetisi Tchaikovsky.
Berkat kamu,
aku menyadari banyak hal.
Jadi, aku ingin bebas memainkan musikku sendiri.
Terima kasih.
Halo, Nona Im.
Song Ah, kamu datang.
Kamu
sangat pandai memainkan instrumen.
Kamu bahkan dapat peringkat pertama di Kompetisi Harian Daehan.
Kenapa kamu memilih bekerja di sini?
Kalau aku,
daripada berjuang sendirian di ruang latihan,
aku lebih suka terlibat dengan orang-orang di luar.
Kurasa kamu bisa memanggilku orang yang suka orang.
Tapi Song Ah,
jangan berhenti memainkan instrumen sekaligus.
Meski belum bermain selama musikus lainnya,
kamu tidak boleh berhenti begitu tiba-tiba.
Perlahan kurangi waktu latihanmu
dan berpamitan pelan-pelan.
Song Ah, maafkan aku. Aku terjebak macet.
Itu sebabnya kami semua ingin bekerja denganmu.
Tapi seperti yang baru saja kukatakan,
pekerjaan paruh waktu tidak menghasilkan banyak uang,
dan aku tidak yakin kapan mereka akan mempekerjakan
seseorang untuk posisi tetap.
Karena alasan yang praktis ini,
bisakah kamu memikirkannya baik-baik dan mengabariku?
Tapi entah apa aku bisa bekerja dengan baik.
Song Ah, pada malam penampilan Jo Su An.
Kamu langsung berpikir untuk melepas sepatumu
dan bertahan dengan sikap kasarnya
karena dia sensitif sebelum tampil.
Ini semua karena kamu mengutamakan musikus yang akan tampil.
Aku mengusulkan kita bekerja sama
karena kamu selalu memikirkan orang lain lebih dahulu
dan perhatian dengan tulus.
Itu sebabnya aku yakin kamu cocok untuk pekerjaan ini.
Tapi tetap saja, memangnya tidak ada yang bisa melakukan itu?
- Aku... - Tidak.
Jika ada yang bisa melakukan itu, kenapa kita berbeda?
Ada istilah musik yang disebut "crescendo",
yang artinya perlahan makin lantang.
Ya.
Jika kamu memikirkan makna itu dari sisi lain,
itu artinya kamu berada di titik terkecil.
Jadi, kamu bisa makin besar seiring berjalannya waktu.
15 tahun lalu,
saat aku diwawancarai untuk yayasan ini,
aku sudah berhenti bermain seluncur indah,
dan kepercayaan diriku hancur.
Tapi Direktur Nah memberitahuku hal ini.
Bahwa momen terkecil dalam hidupmu, dengan kata lain,
adalah momen ketika crescendo-mu dimulai.
Bisakah kamu memikirkan tawaranku baik-baik dan mengabariku?
Ya, baiklah.
Dia bermain tanpa pengiring hari ini.
Aku tahu.
Bukankah sulit bermain sendiri selama 90 menit?
Ya. Tapi kenapa profilnya sangat pendek?
"Lee Jung Kyung, violin, S1 di Universitas Seoryeong"
"S2 dan S3 di Juilliard School"
Ya?
Aku menikmati penampilanmu malam ini.
Terima kasih.
Aku tidak tahu kamu akan datang.
Aku ingin datang.
Selama kelas mastermu waktu itu...
Keyakinan.
Dari mana asalnya itu?
Itu pertanyaan yang sulit.
Jika kamu menemukan jawabannya, bisakah kamu membaginya denganku?
Setelah mendengarmu bermain malam ini,
kurasa kamu sudah menemukan jawabannya.
Terima kasih, Song Ah.
Berkat kamu,
aku memikirkan kenapa aku menyukai violin
sekali lagi.
Karena kamu harus
berdiri dengan dua kaki untuk memainkan violin.
Aku akhirnya mengerti
aku harus menjaga kestabilan dan tidak goyah saat bermain.
Kurasa itulah yang kusukai.
Hei, Jeong Hee.
Ini penampilan perdana musik kamar kami.
Datanglah jika ada waktu.
Benarkah?
Omong-omong,
kudengar murid yang dahulu membantumu sudah berhenti.
Itu.
Ya, aku memecatnya.
Dia tampak cerdas dan rajin.
Begini,
kamu tidak bisa selalu memilih semua orang yang kamu inginkan.
Kubilang aku memecatnya.
Begitu rupanya.
Song Ah, bagaimana kabarmu?
"Song Ah, bagaimana kabarmu?"
Kenapa kamu tidak makan? Kamu tidak berselera?
Bukan apa-apa.
Kapan penampilan kelulusan pacarmu?
Apa?
Bukankah dia akan tampil untuk kelulusannya?
Ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.