Release info

Partners for Justice S01E07 720p NF WEB-DL x264 500MB
A Commentary by Imperium_420
Original Sub By VIU Ripped by @SULTAN KHILAF Synced to Web DL By ADZ

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Published on: 2021-02-24
Downloads: 54
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Di dalam toilet Bandara Gimpo,

seorang pria ditemukan tewas.

Mungkin saja MERS.

Aku tidak bisa melakukan ini.

- Soo Yeon, mau ke mana? - Ada apa?

Mulai sekarang, tidak ada yang boleh keluar masuk ruang autopsi.

Aku paham Anda ingin mengetahui penyebab kematiannya,

tapi aku takut.

Bagaimana jika ini pembunuhan? Kita membiarkan pembunuhnya pergi.

Lantas aku harus bagaimana?

Kamu tahu cara memakai itu?

"Episode 13"

Ada apa?

Apa ini?

Kurasa tanganku tersayat.

Apa? Darah?

Anda berdarah? Jaksa Eun, Anda baik-baik saja?

Kenapa bisa tersayat?

Jika terkena pisau bedah bekas, kamu bisa dalam bahaya!

Sial.

Aku tahu hal buruk akan terjadi. Ayolah, Dokter Psikopat!

- Bagaimana kalau dia terinfeksi? - Ayolah, lakukan sesuatu.

Bukan karena pisau bedah bekas. Biar kulihat.

Tidak. Aku akan baik-baik saja.

- Biar kulihat. - Cuma perlu dibebat plester.

Kemari.

- Jangan cengeng. - Tapi rasanya sakit!

- Katamu tadi akan baik-baik saja. - Tidak bisa dipercaya.

Diam.

- Bawa alat jahit. - Anda akan menjahitnya di sana?

- Ya. - Apa?

Apa? Mau dijahit?

Luka ini tidak boleh terbuka. Pegang ini yang erat.

Jaksa Kang.

Sol! Kamu baik-baik saja?

- Hyun. - Bagaimana bisa ini terjadi?

Dia tadi di atas tangga dan tangannya salah pegang.

Aku membantunya melakukan autopsi.

Apa? Kamu membantunya?

Ini terjadi karena Dokter Psikopat memaksa dia untuk membantunya.

Aku Jaksa Kang Hyun dari Kejaksaan Seoul Timur.

Aku Direktur Park Joong Ho dari BFN.

Membantu melakukan autopsi? Apa maksudnya itu?

Aku cuma mengambil foto, lalu mengacaukannya. Tidak masalah.

Bukankah mengobati lukanya prioritas utama kita?

Kubawakan alat jahit, disinfektan, dan larutan garam.

Dia akan mengobatinya di sini?

Tidak mengobatinya malah lebih membahayakan.

Lukanya dalam.

Apakah tidak apa-apa? Ada mayat di ruangan yang sama.

Tidak ada pilihan lain.

Sial.

Sabar saja. Kamu akan dibius.

Kamu sengaja menabrakkannya.

Kamu ingin membunuh tunanganmu yang berubah pikiran soal dirimu.

Itulah alasanmu hilang akal dan ingin membunuhnya!

Hentikan sekarang juga!

Kamu membunuh orang dengan kedua tangan itu!

- Apa? - Astaga.

Jangan berlebihan. Tanganmu dibius.

Semua ahli forensik di BFN adalah dokter.

Tidak perlu cemas.

Anda tidak bisa mengendalikan Dokter Baek Beom, bukan?

- Anda cuma akan melihat... - Sekarang,

dia memutuskan ini sebagai dokter, bukan dokter forensik.

Aku memercayai penilaiannya.

Anda pikir penilaiannya bisa dipercaya?

Ya.

Hei, Seong Joo.

Apa katanya barusan?

Dia bilang Baek membunuh seseorang? Membunuh seseorang?

- Apa maksudnya? - Entahlah.

Tapi kukira

tangan Anda bermasalah.

- Tadi itu cuma tebakanku. - Tahu kenapa aku menembak?

- Untuk mengendalikan kemarahan? - Untuk membuktikan tanganku sehat.

Dokter Park.

Kami belum bisa menemukan Bu Han Soo Yeon.

- Yakin dia masih di gedung ini? - Ya.

Sudah kuperiksa semua kamera CCTV di pintu masuk dan keluar.

Dia pasti bersembunyi di suatu tempat.

Periksa kamera CCTV di dalam gedung. Dia pasti ada di dalam sini.

Baik, Pak.

"Penyelidik Seo"

Ya, ada apa?

- Sambungkan aku dengannya. - Baiklah.

Tolong beri tahu Jaksa.

- Halo? - Aku Jaksa Kang Hyun.

- Kapan hasilnya keluar? - Kami tidak langsung tahu.

- Kami akan mengikuti protokol. - Protokol?

Langsung menahan orang itu protokol?

Menurut sistem kami, langkah pertama adalah mengarantina infeksi.

Lantas bagaimana dengan mereka yang dikarantina dengan jasad ini?

Anda akan berbuat yang sama jika orang ini keluarga Anda?

Di bandara juga kacau.

Dia berkontak dengan banyak orang.

Ini keadaan darurat juga bagi kami.

Kami harus mencegah infeksi ini keluar dari bandara,

dari jasad, dan BFN.

Maksud Anda tidak ada yang bisa dilakukan

di area yang sudah terjangkiti?

Mengendalikan penyebaran virus adalah prioritas utama kami.

Aku paham.

Sudah selesai.

Mari lanjutkan.

Aku benci membebani seseorang.

Lihat dari jendela bidik.

Apa?

Lihat jasad melalui lensa, jangan dengan mata telanjang.

Itu akan lebih baik.

- Kamu sedang apa? Ambil fotonya. - Apa?

Soo Yeon!

Kamu di mana, Soo Yeon?

- Soo Yeon! - Bu Han!

Soo Yeon.

Bu Han!

Soo Yeon.

Soo Yeon!

Astaga, dia pergi ke mana? Dia membuatku gila.

Hei, Seo Hyun.

Ibu sangat minta maaf.

Ibu akan segera ke sana.

Bermainlah sedikit lebih lama, ya?

Semua teman-temanku sudah pergi.

- Aku bermain dengan siapa? - Sambungkan ibu dengan gurumu.

Dari ibuku.

Halo?

Halo.

Maaf, aku selalu melakukan ini kepada Anda.

Bisa tolong jaga dia lagi?

Tidak ada yang bisa menjemputnya sekarang.

Anda tahu kami mengadakan kelas dengan para ayah?

Seo Hyun tadi tidak bergabung.

Aku menemukannya menangis di kamar mandi sendirian.

Segeralah kemari.

Kami juga harus pulang.

Ya, aku mengerti.

Maafkan aku.

Maaf aku selalu melakukan ini.

Ya, baiklah. Maaf.

Ibumu akan segera datang. Tunggulah sebentar lagi.

Jangan menangis.

Tidak apa-apa. Lihat ibu guru.

- Jangan menangis. - Ibu...

- Pemotong tulang rusuk. - Apa?

"Pemotong tulang rusuk, mesin yang memotong rusuk"

Yang seperti penjepit. Yang paling besar.

Ya, yang itu.

"Partners for Justice"

"Bukti kunci, bukti pasti sebuah tindakan atau dugaan"

- Dengarkan baik-baik. - Baiklah.

Jantung. Paru kiri. Paru kanan. Hati. Limpa. Usus. Pankreas.

Ginjal kiri. Ginjal kanan.

Itu urutan untuk mengeluarkannya. Pastikan difoto.

Jantung. Paru kiri. Paru kanan.

Hati. Limpa. Usus. Pankreas.

Ginjal kiri dan ginjal kanan. Benar?

- Ya, kamu benar. - Baiklah.

- Anda datang, Jaksa Kang. - Ya.

- Apa yang kalian lakukan? - Autopsi.

Kita harus mencari tahu penyebab kematiannya.

Bisa-bisanya kalian melakukan autopsi sekarang.

Apakah ini...

- Fibrosis paru. - Apa?

"Fibrosis paru, penyakit dengan kondisi salah satu paru mengeras"

Tulis di papan agar orang lihat. Fibrosis paru.

Fibrosis paru.

"Fibrosis paru"

Nyaris tidak ada isi di perut.

Nyaris tidak ada isi di perut.

"Nyaris tidak ada isi di perut"

Apakah dia mengenal orang yang tinggal di Qatar?

Dia sedang dalam perjalanan bisnis. Mungkin pegawai lokal menemaninya.

- Hubungi mereka. - Sekarang?

Segera.

Baiklah.

Lihat, ini aneh.

Kalian lihat yang warna hijau?

Kita tidak bisa menarik kesimpulan dengan bukti kecil ini.

Warna hijau juga bisa terlihat saat tubuh membusuk.

Pegawai lokal itu sudah tersambung. Anda bisa bicara dengannya.

Aku punya beberapa pertanyaan.

Bagaimana keadaan Pak Lee saat sedang di sana?

Apakah dia mengatakan apa pun soal gejala yang tidak biasa?

Aku tidak yakin.

Dia sedikit batuk.

Batuk kering?

Ya, dia terus batuk.

Ada darah? Dia mengeluarkan darah?

Aku tidak yakin soal itu.

Apalah dia kehabisan napas?

Biar kuingat. Ya. Katanya dia butuh olahraga lebih.

Dia kehabisan napas usai menaiki beberapa tangga.

Bagaimana dengan makanan yang dia bawa dari Korea? Dia makan?

Aku tidak tahu soal itu.

Tapi beberapa kali

istrinya membawakannya bekal saat melakukan perjalanan bisnis.

Baik. Terima kasih.

Terima kasih.

Paru-parunya rusak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left