The first 86 lines.
- Kemarin aku menangis. - Mengapa?
[Kim Hana di kelas 3, jangan merugikan orang lain. Jangan ganggu orang lain, sialan]
- Apakah kau membaca ini? - Bukankah itu Kim Hana?
Tolong berika PRmu.
Hei, tolong berikan PRmu.
PRmu...
Hana, apa kau membaca buletin sekolah?
Ya?
Ya.
Aku ingin dicintai oleh semua orang.
- Minji, tolong PRmu. - Ya.
- Ini. - Terima kasih.
- Tolong berikan PRmu. - Aku harap kau yang jadi ketua kelas.
- Tidak. - Lihat matanya yang bengkak itu.
Apa kemarin dia menangis?
Aku bukan bintang utama,
hanyalah pemegang peran utama.
- Kau lebih baik darinya. - Benar, kau lebih baik.
- Harusnya kau yang jadi ketua kelas. - Benar.
Tadi malam aku makan ramen.
Apa karena aku makan ramen terlalu malam?
Kenapa kau makan ramen sebelum tidur?
Aku jadi ingin makan ramen saat kau bicara itu.
Ayo makan sesuatu yang enak saat istirahat makan siang.
Aku lapar
Aku sangat lapar.
- Lapar. - Boram, berikan PRmu.
PR?
PR. Tinggu.
Aku...
tidak mengerjakannya.
Apakah kau masih menjadi administrator buletin di sekolah kami?
Bukan aku. Itu bukan aku.
- Maaf atas kesalahpahaman. - Tidak, jangan minta maaf padaku.
- Kau tidak perlu menyesal. - Oke.
Sebenarnya siapa yang mengunggah ini?
Atau apakah perlu aku carikan orang yang mengunggah ini?
Temanku sudah lama sejak terakhir kali menjadi administrator, aku tidak ingat orangnya.
Tidak, tidak apa-apa.
Akan lebih baik jika aku tidak tahu siapa yang melakukannya.
Hana, karena aku pernah menjadi administrator, tentu aku kenal orangnya.
Anak-anak yang mengunggah seperti ini hanya ingin dikenal di sekolah saja.
- Kau tahu, kan? - Kau tidak harus mengatakannya.
Kurasa mereka punya banyak waktu di rumah untuk mengunggah hal-hal seperti ini.
Kau bahkan sibuk pergi ke tempat kursus dan belajar dengan giat.
Aku tidak mengikuti kursus apapun.
Aku sibuk karena terpilih menjadi ketua kelas.
Ketua kelas? Luar biasa! Kau hebat!
- Terima kasih. - Kau benar-benar luar biasa.
Kau seorang siswa terbaik, pintar, sopan, dan cantik.
Sekarang kau punya wewenang.
Bagaimana bisa aku tidak menyukaimu?
- Maaf? - Hah?
Kau tidak harus menjawabnya.
Ya, aku harus pergi.
Baiklah. Jika kau punya pertanyaan, datang ke sini kapan saja.
Aku akan menyukaimu. Bukan, maksudnya aku akan menjawabnya.
Baik, aku harus pergi. Selamat tinggal.
Oke.
Bukankah mereka masih dekat satu sama lain?
Kurasa teman-teman Kim Hana juga malu berteman dengan orang tidak normal seperti dia.
Aku dengar dia tidak berpura-pura jadi korban. Katanya Do Hana mengikutinya.
Siapa mereka? Kenapa sering sekali posting seperti itu. Aku benci melihatnya.
Sungguh menakjubkan jika mereka mempertahankan persahabatan.
- Aku pulang. - Kau sudah pulang?
- Kau sudah pulang? - Kenapa kau susah sekali ditelepon?
Apa? Kapan kalian datang?
Kita? Baru saja.
Kemarin malam kau makan ramen sendiri, kan?
Aku akan menikmati makan malam hari ini.
Pakai ini.
Oh? Apa ini?
Kita akan melakukan pesta piyama.
- Cepat pakai ini. - Cobalah.
Kau terlihat cantik dengan warna pink.
- Selamat makan. - Mari kita makan.
- Makan. - Nikmatilah, anak-anak.
Tentu saja.
Ini seperti syuting iklan.
Makan.
Aku sangat kenyang. Aku makan terlalu banyak.
- Bajuku tidak bisa dikancingkan. - Benar.
Jika aku banyak makan sebelum tidur pasti wajahku akan membesar.
Benar, seperti Kimha pagi ini.
Matanya besar seperti ini.
- Kau tahu, Kim Jongkook? - Apa itu?
No comments yet. Be the first to leave one.