Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E24
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 55
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Baik... Aku berhenti ketawa.

Masih saja ketawa. Sudah cukup belum?

Dao Ming-si, apa kamu pernah dengar bahwa ada seorang pengunjung...

...dibuat kaget oleh seorang hantu wanita di rumah hantu.

Dia memukul hantu wanita secara membabi buta.

Dao Ming-si, akun Weibo-mu akan kerap dicari orang.

Kamu...mau apa?

Shan-cai.

Aku sedikit haus, ayo kita pergi beli minuman. / Boleh.

Bagaimana dengan bir dingin?

Kamu sangat alim, pasti tidak minum bir.

Kamu belum cukup usia untuk minum bir, bukan?

Aku memang tidak minum bir. Minum jus saja.

Aku yang pergi beli.

Aku saja.

Anak ingusan sepertimu yang makan paket makanan anak kecil, juga tak minum bir,

...bagaimana jika kamu tersesat di jalan?

Aku pergi dulu.

Aku mau ke toilet.

Maaf, Shan-cai. Suasana jadi begini.

Tak apa. Dia memang begitu. Suka emosi.

Tapi tadi kalian berdua...

Wanita-wanita cantik, kita janjian ya malam ini bertemu di bar.

Baik, tak masalah./ Bagaimana?/ Sampai ketemu nanti.

Kalau begitu aku harus dandan agak cantik.

Lihat lelaki itu? Itu adikku.

Tampan sekali./ Dia datang bersamaku./ Tampan sekali.

Sudah, nanti mengobrol lagi. Sampai ketemu di malam nanti.

Menurutmu malam ini dia juga akan datang? Tampan sekali.

Tadi saat aku antri, kenalan dengan dua orang gadis.

Apakah mereka sangat hot?/ Kamu bicara apa?

Malam ini kuajak mereka ke bar. Mau ikut?

Kulihat tampangmu lumayan. Aku ajak kamu pergi bersenang-senang.

Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Dua wanita kampungan itu,'kan?

Nanti putuskan mereka saja, beres./ Apa maksudmu?

Otakmu kurang jalan atau kamu kurang ahli di bidang ini?

Apa kamu tak paham perkataanku?

Kamu tahu kamu sedang bicara dengan siapa?/ Pacar Dong Shan-cai.

Apa kamu ingin hanya berpaku pada satu orang gadis saja? Kamu akan rugi.

Terus terang, pacarmu bukan gadis yang baik.

Saat baru bertemu, aku pegang tangannya, dia senang sekali.

Kamu baik-baik saja?

Kamu kenapa? Kenapa lagi-lagi pukul orang?

Habis sudah kesabaranku. Jika ini kencan yang kamu maksud, aku takkan datang lagi.

Kamu juga. Mengapa harus pungut pacar dari tumpukan sampah?

Apa maksudnya?/ Maaf, dia memang begitu.

Begitu emosi, dia tak bisa mengendalikan diri.

Enak saja kamu bicara. Bukan kamu yang dipukul.

Pacarmu bersikap gila, bukannya urus dia. Malah membelanya.

Sudahlah./ Sial sekali.

Kamu mau ke mana?

Maaf.

Dao Ming-si.

Mana Dao Ming-si?

Mandi.

Dia...

Jangan bodoh. Dia sudah dengar dengan jelas baru masuk.

Kamu yang mengintipku tapi berpura-pura sebagai korban.

Ayo minta maaf./ Minta maaf apa?

Minta maaf pada pacar Xiao-you.

Atas dasar apa?/ Lalu atas dasar apa kamu memukulnya?

Aku hajar orang seperti itu karena ingin bantu orang tuanya untuk mendidiknya.

Aku sudah memberi keringanan padanya.

Kenapa aku rasa sepertinya ada yang tak beres?

Bukankah tadi mereka baru saja kencan?

Singkat sekali.

Kamu sedang bicara apa?

Baru 4 hari./ Mereka masih belum bubar.

Apa yang terjadi?/ Aku tak ingin mengatakannya.

Bisakah kamu bertindak sesuai nalar?

Aku marah, ya kupukul dia. Puas?

Aku marah berarti boleh pukul kamu?

Xiao-qi memang menjengkelkan. Aku juga tak suka padanya.

Tapi kamu juga tak jauh lebih baik. Bagaimanapun main tangan itu salah.

Kamu harus minta maaf atas akibat yang serius ini.

Akibat yang serius? Mereka berpisah? Bagus sekali.

Kamu..benar-benar brengsek.

Aku tak mau hiraukan kamu lagi.

Kamu ribut tanpa alasan. Kamu tak cinta padaku lagi?

Sudah salah besar tapi tak minta maaf./ Dengar penjelasanku./ Tak mau... Bohong semua.

Tak mau ya sudah./ Aku pergi.

Kalau pergi, kubunuh kamu./ Bunuhlah.

Kalian sedang apa?/ Menghayati hidup.

Terserah kalian. Sekalian kutegaskan, aku sudah putus dengan Dao Ming-si.

Mengenai hal ini, jika masih ada yang bisa kubantu, janganlah sungkan.

Kapan saja hubungi aku.

Baiklah. Ada yang ingin menerjemahkannya?

Shan-cai...

Kamu kenapa? Tak enak badan?/ Aku baik-baik saja.

Baik, kita lanjut kembali pada kalimat ini.

Hari ini Xiao Qi tidak hadir di kelas./ Perlukah telepon dia?

Sudah kutelepon, tak ada yang angkat.

Ini gara-gara aku. Jadinya hubungan kalian jadi seperti itu.

Bukan salahmu. Jika ada sedikit masalah seperti ini lantas hubungan jadi begini,

...berarti hubungan kami ini juga takkan bertahan lama.

Sebenarnya menurutmu Xiao-qi juga bukan pemuda yang baik,'kan?

Karena aku suka padanya, maka selalu sabar terhadapnya.

Aku menutup sebelah mata.

Apakah cintaku terlalu buta?

Namun aku merasa kamu dan Dao Ming-si harus bertahan terus.

Sebenarnya aku dan dia mungkin sudah disebut putus.

Mengapa? Walau dia memukul Xiao-qi,

...tapi dia terlihat tidak sulit untuk diajak bergaul.

Bisa kurasakan dia benar-benar suka padamu.

Lihat, dia jelas tak ingin kumpul bersama kita, tapi dia tetap datang.

Dan senantiasa berusaha beradaptasi dengan kita.

Kamu juga pasti frustrasi karena masalah dia.

Aku hampir gila dibuat Dao Ming-si.

Gara-gara dia, di kelas aku marah-marah pada dosen dan teman-teman.

Aku merasa seluruh diriku ini sudah tak beres.

Ketidakwajaran ini terjadi karena kamu suka.

Xiao-qi... Jangan begitu.

Di sini banyak orang./ Mana orang? Tak ada.

Ikut aku ke rumah saja. Ayo kita pergi. Pergi ke rumahku./ Bolehkah?

Apa pacarmu tak marah?/ Masa bodoh!

Dengar, pacaran dengan gadis baik-baik sungguh membosankan.

Kalau bukan tiap hari baca buku di perpustakaan ya jalan-jalan di taman.

Kalau tidak ya putar-putar di jalan. Membosankan./ Sungguh?

Xiao-you.

Zhang Zi-qi, berhenti.

Tunggu aku di toserba./ Baiklah./ Setelah ini, aku akan mencarimu.

Zhang Zi-qi./ Kenapa?

Apa maksud ucapanmu tadi? Kamu anggap Xiao-you apa?

Terus-terang, dia terlalu berbelit-belit. Tentu lelaki normal akan merasa frustrasi.

Sudah seminggu. Sama sekali tak mau dicium.

Pacarmu Dao Ming-si juga kurang normal.

Kukenalkan gadis cantik padanya, dia malah mengamuk.

Sungguh lelah pacaran dengan orang kaku seperti itu.

Jika kamu sudah bosan, boleh cari aku. Setiap saat aku…

Dasar sampah! Jauhi Xiao-you. Jika tidak, kamu tak hanya akan dihajar.

Dasar sinting. Kamu dan pacarmu sinting semua.

Xiao-you.

Ini teh lavender, bisa menenangkan pikiran.

Sungguh memalukan. Hari ini aku menangis tersedu-sedu di jalan...

...terlihat olehmu lagi.

Tak apa, ini rumahku. Menangislah sesuka hatimu, takkan ada yang menertawakanmu.

Atau barangkali kamu ingin cerita padaku.

Maaf. Belakangan ini nasibku sangat buruk. Buruk sekali.

Apa karena pacarmu itu?

Kudengar sempat terjadi hal yang tidak menyenangkan antara dia dengan A Si.

Hari ini aku melihat dia bersama dengan gadis lain.

Dia bahkan bilang pacaran denganku sangat membosankan dan tak berarti.

Sampai berkata begitu pada seorang gadis manis. Sungguh kurang ajar.

Tidak, aku merasa dia benar.

Gadis itu memang lebih cantik dariku. Suaranya juga lebih merdu dariku.

Busananya juga lebih cantik. Bodi juga bagus.

Angkat kepalamu, tatap aku.

Kamu tak perlu merendahkan dirimu demi lelaki itu.

Harusnya kamu berpikir bahwa dirimu juga seorang gadis manis.

Kamu akan berubah jadi lebih baik.

Aku seorang gadis manis? Aku akan berubah jadi lebih baik.

Lihat, bukankah ini sangat manis?

Cucilah mukamu, ayo kita pergi./ Tak usah. Aku bisa pulang sendiri.

Bukan mau mengantarmu pulang. Kita akan pergi cari lelaki sampah itu.

Mau apa kamu?/ Dia sudah berbaik hati memberimu pengalaman yang menyakitkan.

Kita juga perlu memberinya. Orang seperti ini sama sekali tak tahu cara menghormati wanita.

Kamu akan memukulnya?/ Jika kamu menginginkannya, bisa kuwujudkan.

Tak...tak usah./ Melawan orang seperti ini harus serang titik terpentingnya.

Titik terpenting?/ Kalaupun mau putus, kamu harus tersenyum bilang selamat tinggal.

Untuk jam-jam seperti ini, biasa dia ke mana?

Dia suka ke bar yang bernama Genius 288.

Sudah tiba.

Nanti tak masalah kalau melihatnya,'kan?

Xi-men, atau lupakan saja.

Aku mendadak tak tahu harus bagaimana menghadapinya. Pulang saja.

Diputuskan tidak jelas dan diejek. Apa kamu rela seperti itu?

Tentu tidak. Sangat sangat tidak rela.

Jika kamu memendamnya di hati, akan berdampak buruk.

Harus kita lampiaskan.

Halo, A Si. Di sini ada seorang yang tidak tahu cara menghormati wanita.

Maukah datang melihat dan mengenalnya?

Halo, Qing-he.

Apakah Xiao-you pergi mencarimu?

Tidak? Baiklah.

Tak apa-apa.

Dari SMP, Xiao-you tak pernah berselisih dengan orang lain.

Jika ada masalah, dia selalu mengalah.

Tak pernah lihat dia sedang marah.

Aku bukan sahabat yang baik.

Jelas-jelas tahu lelaki itu kurang ajar, tapi tak kuingatkan dari awal.

Shan-cai, aku baru saja melihat ada panggilan darimu. Aku baik-baik saja.

Aku ada di bar yang ada di jalan Unta.

Sudah lihat dia?

Dia di sana.

Halo./ Siapa kamu?

Kamu tak kenal? Itu Xi-men, salah satu anggota F4.

F4?/ Masa kamu tak tahu?

F4 terdiri dari 4 pemuda tinggi dan tampan serta berotak cerdas, mereka putra orang kaya.

Lama tak jumpa. Di sini ramai, tapi aku bisa langsung melihatmu.

Lama tak jumpa, Xi-men.

Kenapa kemarin setelah kita kenalan, kamu tak lagi telepon aku?

Belakangan ini agak sibuk.

Lelaki bermata kecil ini pacarmu?/ Tentu bukan.

Bukan? Lalu kencan malam ini kamu anggap apa?

Kamu yang mengusikku terus, memaksa mengajakku keluar.

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left