The first 200 lines.
Aku diberi tahu Kak Makishima agar melindungi jagoan.
Semuanya sudah mempercayakan seragam ini padaku.
Aku diberi tahu agar mencapai finis bersama Imaizumi.
Karena itu, Midousuji!
Aku akan menghentikanmu!
Dan akan kupastikan kamu tidak akan menyusul jagoan di depan.
Mau menghentikanku?
Sepertinya ini lebih mudah dipahami.
Persis seperti dugaanku.
Tidak ...
Bahkan lebih, Sakamichi!
Don't turn back osorezu mae e mae e
Jangan berbalik. Maju, majulah tanpa gentar.
yosomi shiteru hima wa nai
Kita tak punya waktu menoleh.
no way kienai itami mo daite
Mustahil
mendekap
perih yang tak bisa lenyap,
hosoi ito wo tsunage
karena justru itu yang hubungkan kita.
One chance nogasazu seme no attitude
Satu peluang dari sikap agresif yang teguh.
sono ryoute de kirisake kyoufushin
Belahlah takut itu dengan kedua tanganmu.
kantan ni wa yuzurenai revenge
Dendam yang tak mudah tergoyahkan,
tozasareteta michi wo hirake
itulah yang membuka jalan yang terkunci.
kasanatteku koukai mo itsuka mirai ni kaete ikeru
Penyesalan yang menumpuk itulah
yang jadi bekal masa depan.
machigatte hiroiatsumeta garakuta wo migake
Kesalahan yang terkumpul itupun
yang buat sampah sepertiku berubah.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
mada torimodoseru glory
Karena ada kemenangan yang harus kuambil.
nagashita namida no nigasa nomikonde
Meski harus kutelan pahitnya linang air mata.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
boroboro ni nattatte
Meski harus babak-belur, nanti.
tsunage sono ishi wo
Tekad kita yang terhubung ini,
asufaruto no aji wasurenai ze
juga rasa aspal ini
tak kulupakan.
wasurenai ze
Tak kulupakan!
Tugas Sakamichi
Tugas Sakamichi
Mereka datang.
Sebentar lagi.
Manami. Midousuji.
Dan ...
Onoda.
Itu Sohoku!
Sohoku!
Yang melewati pos pertama gunung adalah Shunsuke Imaizumi dari SMA Sohoku!
Jagoan!
Imaizumi yang menundukkan SMA Hakone,
akan merebut nomor bertanda gunung hari ketiga.
Dia masih kelas satu!
Kelas satu? Serius?
Hebat sekali!
Garis finis terakhir tinggal enam kilometer lagi!
Diikuti dengan Fukutomi dari SMA Hakone!
SMA Hakone!
Jagoan, berjuanglah!
Sang juara!
Jagoan yang kelelahan dan kemurungan dengan cara bersepeda menunduk.
Dilihat dari luar dia pasti begitu.
Tapi ....
Dia tetap mengikuti semua seranganku.
Dia mengincarnya.
Dia masih belum mati.
Dia menyimpan teknik terakhirnya untuk dilancarkan di finis terakhir.
Dia pasti menduga Manami dan Toudou akan mengejar ...
... atau mungkin tentang Midousuji juga.
Jika setelah Manami, Midousuji, dan Onoda berhasil mengejar,
pasti akan jadi persaingan lima orang sampai finis.
Benar-benar pertarungan dekat.
Apa perkiraan "apa dengan begitu bisa menang"?
Bukan masalah.
Dengan begitu tidak masalah.
Entah siapa dan berapa orang juga, akulah yang akan merebut finis!
Tahan! Tahan!
Midousuji, aku akan menghentikanmu!
Menghentikanmu!
Menjijikkan.
Dengan segalanya!
Lindungi jagoan kita!
Sampai Imaizumi mencapai finis ...
... aku akan menghentikanmu!
Jalur kiri terbuka lebar.
Kau payah sekali membuat jalur yang efisien.
Menghentikanku?
Itu memang keren, tapi mustahil ...
... jika dilihat dari kemampuanmu.
Sakamichi!
Midousuji!
Kau datang, Manami.
Meski ada penghalang, aturan itu masih berlaku, 'kan?
Bagaimana kalau kita tambah syaratnya pada balapan sampai ke tempat jagoan ini?
"Jika kalah tidak boleh melewati yang menang sampai finis."
Bagaimana dengan itu?
Tentu saja.
Jika kau masih berniat.
Tentu saja masih.
Tapi ada Sakamichi.
Seumpama kalau dia yang menang?
PUFFFT!
Itu jika dia ...
... yang paling dulu di sini ...
Tahan! Tahan!
Tapi ... aku tidak bisa menahannya.
Bagaimana ini?
Pasti kau memilikinya, hal yang paling kau kuasai.
Dan jika dia sudah mengejarmu,
tidak akan pernah dilepasnya!
Naruko! Imaizumi!
Benar. Jika tidak bisa kutahan ...
Sakamichi!
... aturannya tetap sama!
... akan kukejar! Aku pasti akan mengejarnya!
Kususul! Tersusul! Tersusul!
Aku terlalu dekat sampai tak melihat jalan ...
Sohoku keluar jalur!
Berhenti, berhenti, berhenti!
Dia mau jatuh!
Berhenti!
Permisi! Aku mau lewat!
Kau tidak apa-apa?
Aku memang payah.
Itu sebabnya yang bisa kulakukan hanya berusaha!
Kak Tadokoro ....
Baiklah, majulah!
Sisanya tinggal turunan!
Kau bisa! Ayo, naiklah!
... meski terjatuh aku diberi tahu agar tetap lanjut.
Kak Makishima bilang keadaan seperti apa pun ...
yang bisa kau lakukan hanya melampauinya, kan.
Jika masih ada yang ingin dilakukan, kau hanya perlu berhenti protes dan tetap melakukannya, 'kan?
... aku diberi tahu agar tetap melakukannya.
Hanya aku yang bisa melakukan sesuatu dalam keadaan ini.
Hanya aku seorang!
Jangan runtuh.
Jangan pasrah.
Naruko sudah mendorong punggungku.
Aku akan membawamu sampai finis sekuat tenaga!
Imaizumi selalu bersepeda bersamaku.
Pergilah!
Jangan pernah menyerah!
Itulah Tim Sohoku!
Kak Kinjou bilang jangan pernah menyerah.
Rombongan datang dari ...
... nomor 91 dan nomor 6 melewati pos gunung ...
... dan mengejar barisan depan!
Hebat, mereka berdua cepat sekali!
Jika begini barisan depan akan terkejar!
Sakamichi ternyata memang cuma "umpama."
Manami,
sebentar lagi kita sampai ke tempat jagoan.
Dekati! Dekati! Dekati!
Himeee!
Seorang peserta lain melewati pos gunung!
Nomor 176 dari SMA Sohoku!
Jagoan sudah terlihat.
Itu Fukutomi.
Dengar, yang tiba di samping Fukutomi duluan yang menang!
Mana—
Sakamichi!?
Bukannya kau baru saja keluar jalur!
Menjijikkan!
Aku tidak bisa menjauh.
Tak bisa menjauh dari—
A-bai-kan!
Jika aku bisa bersebelahan dengan Fukutomi ...
... dan mencegah Manami bersebelahan dengannya,
aku yang akan menang!
Lalu, sang juara ...
... akan kuhancurkan!
Dekati! Dekati! Dekati!
Sakamichi tidak melihat ke depan.
Dekati!
Jadi sejajar!
Eh?
Aku jadi sejajar mereka!
Bagus! Pergilah seperti itu!
Iya!
Pertarungan lebih menarik jika tidak ketahuan hasilnya.
Barisan depan yang terkejar!
Ada Kak Fukutomi dan Imaizumi juga.
Midousuji, yang bisa bersebelahan dengan Kak Fukutomi duluan yang menang!
Maju!
Aku akan langsung maju.
Sampailah!
No comments yet. Be the first to leave one.