Sahara

Sahara

Download Indonesian Subtitle

Release info

Sahara 1943 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
1080
Published on: 2019-04-08
Downloads: 84
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

...sebuah film didedikasikan kepada Korps Lapis Baja IV Pasukan Darat Angkatan Darat,

Angkatan Darat Amerika, yang berkontribusi menjadikan ini mungkin menceritakan kisah ini.

Pada bulan Juni 1942, sebuah detasemen kecil tank Amerika dengan kru Amerika,

bergabung dengan Angkatan Darat Inggris Kedelapan di Afrika Utara demi mendapatkan

pengalaman peperangan di gurun berdasarkan kondisi pertempuran yang sebenarnya.

Sejarah membuktikan mereka mempelajari pelajaran mereka dengan baik...

Detasemen Tank Amerika, Unit 5. Ulangi pesan.

Detasemen Tank Amerika, Unit 5. Ulangi. Giliranmu. Ganti.

Tak ada sandi, tak ada sandi. Penarikan total telah diperintahkan di semua sektor.

Menyelamatkan unit-unit yang ada karena semua titik di timur, barat, dan utara telah dikuasai musuh.

Giliranmu. Ganti.

Aku tak mengerti. Ke selatan?

Semua titik di timur, barat, dan utara, telah dikuasai musuh.

Baiklah, baiklah, tapi apa yang harus kami lakukan? Perintahnya apa?

Semoga berhasil, orang Amerika. Giliranmu. Ganti.

- Apa? - Semoga berhasil, orang Amerika.

Berdasarkan bahasamu sendiri, "Menyingkirlah."

Baiklah, kenapa kau tak bilang itu sedari awal?

Hey, Sersan!

Hey, Sersan!

Sersan Gunn!

Lekaslah, Sersan! Perintah telah diterima! Lekaslah!

Baiklah. Kau tunggulah sebentar.

- Kau tak apa, Waco? - Ya.

Jalan.

Hey, Sersan!

Kita harus pergi dari sini dan cepat.

Baru saja diambil alih. Titik-titik di timur, barat, dan utara telah dikuasai musuh. Perintah penarikan total.

- Timur, barat, dan utara. Mereka sepertinya telah buat kita terkurung. - Ya.

Mari lihat. Selatan sebelah sana, tapi tak ada apa-apa selain banyak pasir dan batu.

Suatu tempat yang lebih baik dari ini.

Baiklah. Mari diperbaiki. Ayo turun dan bantu kami.

Apa yang harus kita lakukan bila kita tak bisa buat pengaduk semen ini menggelinding?

Hentikan olokan pengaduk semen itu.

Berikan padaku alat itu.

Masukkan ke sana.

Tahan yang bawah selagi aku membautnya.

- Berpikir dia bisa buat kita pergi dari sini? - Tergantung cara kita menanganinya.

Seperti wanita.

Tak ada wanita yang suaranya semerdu mesin ini saat dia mulai menggelinding.

Bila mereka terus menembaki, itu bisa mengenai kita.

Selesai.

Harusnya bisa menghidupkannya.

Baiklah. Naiklah lalu nyalakan.

- Dia tak berhasil menyalakannya. - Ya.

Kau tak beri dia cukup makan. Seperti wanita, kau tak beri makan, mereka takkan jalan sama sekali.

Itu bukan cara menghidupkannya. Biar aku yang di sana.

Baiklah, Joe.

Dia tewas.

$5 dia bisa menyalakannya.

- Kau berani taruhan? - Baiklah.

Ayo sekarang, sayang. Hiduplah lalu bawa kami pergi dari sini.

Aku akan belikan yang terbaik, lapisan cat tercantik yang pernah kau miliki dalam hidupmu.

Ayo sekarang, Lulubelle. Hiduplah.

Hanya mujur.

Hey, Sersan, dua orang di depan.

- Bagaimana menurutmu tentang mereka? - Mereka seperti pasukan Inggris menurutku.

Itu mungkin saja trik, kau tahu pasukan Nazi itu.

Ingat bendera putih palsu di Berhagen?

- Aku tak yakin mereka pasukan Inggris meski mereka melambaikan daging panggang ke kita. - Ya.

- Terus awasi mereka sampai aku tahu siapa mereka. - Ya.

Sersan Gunn, Angkatan Darat Amerika, Detasemen Tank.

Kapten Halliday, Korps Medis Angkatan Darat Kerajaan Inggris.

Senang melihatmu.

Aku ada 42 yang terluka di sana.

Ketika pesawat Stuka membombardir kami, aku ada 42 yang tewas.

Orang-orang ini cukup baik membantu kami mencari rongsokan.

Tak bisa digunakan.

Kau lihat apa?

- Oh, ambil sendiri. - Terima kasih banyak.

- Rokok Amerika, aku tidak menjumpainya sudah lama. - Bagikan ke mereka.

- Bicaranya seperti orang Amerika, bukan? - Bagaimana lagi aku bicaranya?

Kami sudah menunggu kalian sudah lama.

Detasemen kami itu detasemen tank pertama di sini.

Berapa anggota yang kau punya, Sersan?

Dua: juru radio dan penembak senapan mesin. Aku telah kehilangan kruku yang lainnya.

Aku menduga kau berniat bergabung kembali dengan detasemenmu.

Sudah terlambat untuk itu.

- Terlambat? - Kau ini bicara apa?

Kalian belum dengar? Penarikan total telah diperintahkan.

Itu tidak benar. Dengarkan tembakan itu.

Pasukan kami masih bertempur dan mereka tidak terlalu jauh.

Mereka bakal menghabisi yang tersisa dari mereka.

Aku pikir bila kita ke selatan, kita bisa berjumpa satuan yang lain ketika mereka melakukan perlawanan.

Aku takut kau tak tahu wilayah gurun ini, Sersan. Ini yang terburuk di Libya.

Kau tak bisa ke mana-mana dengan tank tua itu.

Begitu telah fajar, mereka bakal meluluhlantakkan tank itu.

Aku menyayangkan kau merasa seperti itu terhadapnya.

Dia tank bagus, dan tank bagus dengan kru lengkap punya peluang lebih baik dari pasukan yang berjalan kaki.

Itu masalah opini.

Mereka akan bunuh kalian pastinya.

- Kami bunuh beberapa dari mereka dulu. - Atas apa yang mereka perbuat pada rumah sakitnya.

Aku lebih baik tetap di sini daripada melarikan diri dengan tank jenazah dari timah itu.

Tunggu sebentar, Profesor, ada tiga hal yang keliru atas pernyataan itu.

Pertama, kami tidak sedang melarikan diri, kami menuruti perintah.

Kedua, dia tidak terbuat dari timah. Dan ketiga, dia bukan tank jenazah.

Dia tank M-3 berpendingin udara yang sanggup menjelajahi 200 mil gurun semudah seperti kau...

berjalan-jalan di Piccadilly Circusmu.

Aku tak mau terus di sini berdebat denganmu.

Tetaplah di sini kalau kalian mau. Biar pasukan Nazi mengangkut kalian.

Kalian akan habiskan jeda perang di kamp penjara di Berlin, tapi tidak denganku.

Waktu aku pergi ke Berlin, aku akan mengendarai itu tank.

Tank sama yang berada di sana dengan nama "Lulubelle" yang tertulis di badannya.

Sersan.

Aku ikut denganmu, eh?

Apa yang membuatmu ingin ikut?

Aku suka rokokmu.

Baiklah. Masuk ke dalam.

Maaf aku marah-marah barusan...

tapi olokan yang orang ini katakan soal tankku sungguh membuatku geram.

Dia tank yang bagus.

Aku beritahu sekali lagi. Kami baru menerimanya di radio.

Kita terkepung, dan satu-satunya jalan keluar itu ke selatan.

Di situlah arah yang kami tuju.

Semoga selamat, pak.

Sersan. Tunggu sebentar, Sersan. Kami mau ikut kalian.

Ayo, pasukan...

Lekas.

Ini, pak.

Ayo.

- Ayo, teman-teman. - Baiklah.

Ini sesuatu ciri khas.

Sersan itu sama di semua Angkatan Darat di dunia.

Apa?

Sersan itu sama di semua Angkatan Darat di dunia!

Kalian tak tahu Joe. Dia orangnya pintar.

Aku tak berpikir Sersan itu orangnya sangat melankolis.

Huh?

Aku tak berpikir Sersan itu orangnya sangat melankolis.

Tapi dia menamai tanknya dengan seseorang yang dia cintai.

Ya, seekor kuda.

- Seekor apa? - Seekor kuda!

Dia suka kuda.

Sersan di satuan Kavaleri dulunya.

- Satuan apa? - Satuan Kavaleri!

Satuan Kavaleri!

Ada masalah?

Aku pikir aku tahu ini apa. Aku potong sambungannya terlalu tipis, berniat menghemat bahan bakarnya.

Dia melakukan kesalahan menuju ke arah ini.

Percayakan pada Sersan. Dia tahu apa yang dia lakukan.

Oh, ya. Sersan itu jenius. Dia orang ajaib.

Waktu kita kehabisan air, dia memukul bukit batu dengan tongkat yang besar sekali seperti Musa lalu air keluar.

Dia memukulnya dua kali lalu airnya berubah jadi anggur.

Seandainya kita terjebak di kuburan ini? Tanpa air sama sekali.

Hey, Waco. Buka lubang palkanya.

Baiklah. Ayo turunlah sebentar.

Ada masalah apa, Waco?

Mesinnya.

Kelaparan sekali kau, huh?

Kita harus menghemat bahan bakar, sama seperti kita menghemat airnya.

- Hey, Sersan. - Ya?

- Kita harus lumasi rodanya. - Lakukan secepat mungkin. Kita harus terus jalan.

- Cobalah itu radionya lagi, Jimmy. - Ya.

Kita berangkat sebentar lagi. Kalian sebaiknya makanlah sesuatu.

Minumlah sepertiga dari secangkir air. Pastikan ukurannya itu dalam satu cangkir.

Dapat sesuatu, Jimmy?

Tak ada selain statis dan "Salam Hitler."

Kita tak bisa lakukan kontak radio. Sehingga kita tak tahu di mana bala tentara yang hendak aku upayakan.

- Bahkan buruknya, pasukan akan berlabuh di Tobruk. - Ya.

- Kita akan memutar seperti ini. - Akankah bensin kita mencukupi?

Aku perkirakan kita punya cukup untuk 160 mil.

Air yang aku khawatirkan.

Kita harus temukan salah satu sumur ini.

Mereka menyebutnya sumur di peta.

Tapi kebanyakan sumur itu hanya lubang yang penuh dengan pasir.

Aku harap aku bisa taruh kakiku ke dalam seember besar air yang segar.

Pasti 1,000 celcius dalam sepatu bot ini.

Tenggorokanku butuh air lebih banyak dari kakiku.

- Aku menderita karena whiskey. - Aku mulai muak dengan kakimu.

Aku juga. Aku muak sudah bertahun-tahun.

- Selesai, Waco? - Tidak, belum.

- Kenapa kau panggil dia Waco? - Itu kota di Texas.

- Mereka menyebutnya "Kota Dengan Sebuah Jiwa." - Alasannya?

Aku tak pernah memikirkan alasannya.

Kami ada papan elektrik besar di puncak gedung terbesar, "Kota Dengan Sebuah Jiwa."

Bagaimana dengan kota lainnya yang dengan sebuah jiwa? Paris?

Kau berasal dari Paris, Frenchie?

Tidak, tapi bagi semua orang Prancis, Paris itu jantung, jiwa, "Prancis."

Kau tahu, Frenchie? Aku selalu ingin pergi ke Paris.

Kapan-kapan, mungkin kita akan ke sana.

Aku ingin pulang.

Kalian mau lihat foto seorang gadis yang cantik?

- Dia oke. Namanya siapa? - Cathy.

Manis sekali.

Dia istimewa.

Aku sudah bilang ukuran air itu dalam satu cangkir.

- Aku tidak pikirkan. - Aku akan pikirkan untukmu.

Frenchie, kumpulkan semua pelplesnya lalu berikan padaku.

Sebentar, kami punya atasan sendiri di sini. Aku akan laksanakan perintahku darinya.

Aku senang kau mengatakan itu, Williams.

Aku ada sesuatu untuk disampaikan pada anak-anak, Sersan.

Kita hanya punya satu tujuan:

Untuk menyelamatkan diri kita agar kita bisa bertempur kembali.

Kita harus bekerja sama dan bersikap disiplin.

Sersan Gunn yang mengomandoi tank ini waktu kita bergabung dengannya.

Dia prajurit yang berpengalaman.

Dan sepertinya layak menurutku meminta dia meneruskan kapasitas itu.

Aku akan berunding dengannya soal keamanan dan upaya melakukan perjalanan ini.

Tapi kewenangan saat ini akan bertumpu padanya.

Pelplesku, Sersan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left