The first 200 lines.
Hidup adalah serangkaian permulaan yang tidak pernah berakhir.
Menjadi bagian dari Whispers berarti harus patuh.
Kau harus selalu tahu mengikuti aturan
dan mendengarkan apa pun yang terjadi.
Karena hakikat sejati persaudaraan ini
adalah bersikap terbuka untuk semuanya.
Tidak perlu takut, tidak perlu rahasia.
Dan sebagai langkah terakhir,
kau harus menanggalkan pakaian.
Oh, apa yang kau tunggu?
Buka penutup matamu.
Apa?
Buka pakaianmu.
Dalam keheningan, kita bangkit.
Itulah pepatah yang memperkuat Whispers.
Selamat datang di grup.
Aku terlambat?
Kau datang tepat waktu. Dia baru saja tiba.
Ayo kita mulai.
Oh, sial.
Profesor Landico,
lelaki yang bisa mencium bau ketakutan seperti darah di sebuah ruangan.
Dia bukan hanya teror,
dia seperti algojo di tengah perang.
Martinez.
Pak, dia tidak hadir.
Baiklah, selanjutnya.
Cassidy Del Mundo.
Ceritakan tentang kasus Negara melawan Chua.
Fakta, permasalahan, keputusannya.
Negara melawan Chua
adalah kasus Mahkamah Agung tahun 2004
yang melibatkan seorang lelaki yang dihukum karena memperkosa putrinya yang berusia 14 tahun.
Kasus ini menguji kredibilitas anak korban.
Kecukupan bukti tidak langsung,
dan klaim pembelaan tentang rekayasa.
Hal yang menjadikan kasus ini penting adalah
karena pengadilan menekankan
bagaimana korban pelecehan,
terutama anak di bawah umur,
sering kali diam dalam waktu lama
karena takut, malu, atau manipulasi.
Diam tidak berarti setuju.
Menunda bukan berarti rekayasa.
Pengadilan mengtakan
“kesaksian korban pemerkosaan, jika bisa dipercaya,
tidak memerlukan pembuktian.”
Hukum tidak mengharapkan seorang anak mengingat setiap detail
setelah mengalami trauma seperti itu.
Itu adalah pengingat pelecehan tidak selalu terdengar keras.
Kadang-kadang bersembunyi dalam keheningan.
Di pintu yang terkunci.
Di rumah-rumah yang tampak normal dari luar.
Benar sekali.
Silakan duduk.
Baiklah...
Seperti yang dikatakan Del Mundo,
kasus ini penting karena
pelecehan yang terjadi di balik pintu tertutup.
Sebetulnya kau yang paling favorit di antara semua anggota kita.
Karena yang lain sangat murahan dan norak!
Oke? Kau juga sadar kan?
Ngomong-ngomong, kau tahu tentang perkumpulan Franco, kan?
Mitra persaudaraan kita.
Ini pacarku.
Sayang!
Hei, sayang.
Ngomong-ngomong, kau kenal Cassidy, kan sayang?
Ya, aku kenal dia.
Senang bertemu denganmu, Cassidy.
Ngomong-ngomong sayang,
jangan lupa pesta sabtu ini.
- Tentu saja, sayang. - Kau ikut?
Tentu saja!
Dia gadis baru, kan?
Bagus!
Sampai jumpa?
Baiklah sayang, aku pergi dulu.
- Oke. - Sampai jumpa.
Pesta? Sabtu ini?
Aku tidak terlalu suka pesta.
Selama kau bersamaku, kau aman.
Selama kau mengikuti aturan,
kau akan aman.
Dan kita adalah aturannya.
Apa-apaan?
Hai, nona! Kau menikmatinya?
- Sandra, kau cantik malam ini! - Terima kasih!
Kalian bersenang-senang?
- Ya! - Kau bersenang-senang?
Inilah hidup, Cass...
Seru...
Basah...
Berani.
Jika kau tidak menjelajah,
kau tidak akan belajar.
Kau akan selamanya menjadi pecundang.
- Five seconds! No malice! - Pesta!
- Five seconds! No malice! - Bersenang-senanglah! Menari!
Ayo menari. Ayo. Ayo.
Bersulang!
Kau bersenang-senang?
Kau baik-baik saja?
Kau mau pertunjukan? Aku akan memberimu pertunjukan.
Kau kelihatan seperti melihat hantu?
Tidak apa-apa.
Aku hanya tidak terbiasa berpesta.
Terutama seperti ini.
Kau baik-baik saja?
Tarik napas.
Kau perlu membiasakan diri dengan hal-hal seperti ini.
Baiklah, semuanya...
Kuharap kalian siap untuk putaran resitasi kedua kita.
Baiklah, untuk yang pertama,
Carla Rivera.
Ceritakan tentang Negara melawan Santiago.
Kasus yang melibatkan pelecehan, dan hak-hak LGBTQ.
Apa putusannya?
Hmm...
Baiklah, selanjutnya.
Tetap berdiri.
Selene Hernandez.
Dalam kasus Negara melawan Santiago, pengadilan memutuskan mendukung korban,
menekankan pelecehan,
terlepas dari identitas gender atau orientasi seksual,
harus dituntut dengan setara.
Kasus ini menjadi preseden
untuk melindungi individu LGBTQ di bawah hukum.
Menegaskan diskriminasi tidak boleh mengganggu keadilan.
Bagus. Kenapa kasus ini penting?
Karena menantang bias dalam sistem peradilan.
Ini menegaskan kembali individu LGBTQ
berhak mendapatkan perlindungan hukum yang sama seperti orang lain.
Mencegah pelaku kekerasan menggunakan prasangka masyarakat sebagai tameng.
Katakan, Nona Hernandez,
jika aku harus memberimu skor satu,
dan Ibu Rivera lima,
apa itu adil?
Ya.
Kenapa?
Karena keadilan tidak berarti memperlakukan semua orang sama.
Artinya mengakui usaha dan tanggung jawab.
Aku belajar. Aku mempersiapkan diri.
Aku meluangkan waktu untuk memahami kasus ini karena ini penting.
Sama seperti keadilan yang penting di dunia nyata.
Jika seseorang gagal memenuhi standar,
mereka harus bertanggung jawab.
Begitulah cara hukum bekerja.
Benar sekali, Hernandez.
Silakan duduk. Kau dapat peringkat satu.
Dan kau, Rivera, lima.
Nah, sekarang kau sudah paham bagaimana hukum itu bekerja. Benar?
Kalian lebih baik belajar lain kali, oke?
Sial. Kasihan Carla. Selene bahkan tidak ragu.
Ya, dia ada benarnya, tapi tetap saja, itu brutal.
Selene sungguh tidak mengampuni siapa pun, kan?
Khas. Dia cantik dan pintar, tapi sialnya, dia iblis.
Kau mungkin berpikir dia baik, tapi tidak.
Dia menjunjung tinggi keadilan dan akuntabilitas seperti orang suci.
Hati-hati. Ada yang mendengarmu dan membuatmu dalam masalah.
Tunggu, itu...
Kau menginginkanku...
atau kau mau menjadi aku?
Hey, Cass!
Ya Tuhan!
Lucu sekali.
Lihat ini. Lucu sekali, kan?
Uh... Sandra,
kau ingat apa yang kau lakukan di pesta itu?
Apa? Apa yang sudah kulakukan?
Ada banyak sekali...
Baiklah, sekadar mengingatkan, ada pesta akhir pekan ini.
Dengan anggota perkumpulan mahasiswa baru.
Sandra, boleh aku tidak ikut? Aku masih punya banyak bacaan.
Ugh!
Tentu saja tidak!
Ini pestamu, kan? Kau salah satu anggota baru.
Baiklah...
Gadis baik.
Sampai jumpa!
Kau akan menghadiri pesta penyambutan?
Aku tidak tahu. Kita punya pilihan?
Benar juga...
Aku tidak punya waktu untuk pesta-pesta itu.
Aku masih punya tiga studi kasus untuk ditinjau,
empat ratus halaman bacaan hukum, dan sidang tiruan yang akan datang.
Aku tahu, tapi kita harus datang.
Kita harus bertahan hidup di kampus ini.
Kita harus merasa memilikinya.
Jika tidak, tidak relevan.
Kau tahu...
Bahkan sebelum aku bergabung dengan kampus ini, aku mendengar banyak hal.
Mereka sungguh kuat.
Mereka bisa membuat orang gagal, bahkan membuat seorang mahasiswi dikeluarkan.
Atau menghancurkan reputasi.
Sebagian cerita memang menakutkan. Tapi...
Aku masih mau menjadi bagiannya, jadi aku menjalani proses permulaan.
Kupikir itu hanya organisasi sederhana. Begitulah kuliah, kan?
Awalnya prosesnya menyenangkan,
tapi sekarang mereka membuat kita melakukan segala macam hal.
No comments yet. Be the first to leave one.