The first 197 lines.
Hei, Ryoc.
Astaga, lihat betapa lusuhnya dirimu.
Aku meminta manajermu mengurangi pekerjaanmu.
Kau harus menjaga dirimu.
Ada apa kemari?
Ayolah, santai saja dan beri tahu aku. Kita bukan orang asing.
Kami ingin membuat konsep penampilan untuk Festival MML sendiri.
Lalu apa yang bisa kami bantu?
Aku juga ingin menolak itu.
Seperti kataku tadi, kami ingin menciptakan ini sendiri.
Kenapa tiba-tiba mengusulkan sesuatu
yang belum pernah kau lakukan? Merepotkan sekali.
Kenapa ini membuatku gelisah?
Jangan khawatir, Pak Park. Aku tak akan mengecewakan Anda.
Tentu saja tidak.
Tapi Ryoc,
kau belum lupa kontrak kita, bukan?
[Penghargaan Pengusaha Kekayaan Intelektual Terbaik]
Apa maksudnya ini?
- Apa? - Anda membuat Eun-jo bertanggung jawab.
Adil, bukan?
Jika dia menyebabkan kerugian, dia harus membayar ganti rugi.
Aku akan bertanggung jawab.
Siapa?
Kau?
Kau tahu berapa dendanya?
Aku...
Aku akan mengurusnya.
Jadi, tolong jangan lakukan apa pun kepada anggota SHAX, termasuk Eun-jo.
Ryoc, kau akan bertanggung jawab
atas kerugian yang disebabkan Eun-jo,
jadi, kau ingin aku tidak mengusiknya?
Baiklah, mari kita lakukan itu.
Kita harus merevisi kontrak kita.
Kita tidak akan pernah berpisah sekarang.
Anggota lainnya akan memperbarui kontrak mereka,
jadi, jangan melakukan hal bodoh.
Aku akan menganggap itu sebagai persetujuan Anda dan pergi.
Seolah-olah kau bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan agensi.
Dasar bocah sombong.
Teman-teman.
Mau buat penampilan sendiri
untuk Festival MML tahun ini?
Tapi kita selalu melakukan itu.
- Kita membuat koreografinya. - Desainnya juga.
Maksudku semuanya, mulai dari perencanaan hingga desain konsep.
Semuanya?
Mari nyanyikan lagu Eun-jo di panggung ini.
Tidakkah kita akan kewalahan?
Ini acara besar, Ryoc.
Apa karena penampilan ini akan menjadi penampilan terakhirmu?
Kontrak apa yang tidak kami ketahui?
Bukan apa-apa.
- Ryoc. - Bukan begitu.
Itu tidak seperti dugaanmu.
Jangan berpikir nasib grup kita ada di bahumu seutuhnya.
Han Jae-u,
kau terlalu khawatir.
Aku harus menerbitkan artikel ini.
Nona Byun.
Aku mengerti kecemasanmu,
tapi aku tidak bisa membiarkannya berakhir seperti ini.
Mereka ingin dilupakan.
Aku seorang reporter.
Aku akan mempertimbangkan
kemauan mereka dan opinimu tentang masalah ini.
Liriknya harus sederhana agar bisa lebih mudah didengar.
Tidak, melodi utamanya harus disorot agar suasana lagunya lebih meriah.
Dengan orkestra dan organ pipa?
Tepat sekali.
Lihat siapa yang serakah sekarang?
Kau pernah menyebutku serakah
dan menasihatiku hanya untuk menonjolkan vokal.
Tapi saat itu...
Gabungkan keduanya.
Buat nada yang lebih meriah dengan vokal.
- Nada meriah dengan vokal? - Nada meriah dengan vokal?
Apa laguku sudah siap?
Itu alasanmu memanggilku kemari,
jadi, sedang apa kalian?
Lagumu sudah lama selesai.
Benarkah?
Tunggu. Lagu apa ini?
Aku menyukainya.
Ini? Bukan apa-apa.
Itu lagu siapa?
- Lagu grupku. - Lagu grupku.
- Tidak, itu milik kami. - Milik kami.
- Itu lagu Ma-ha. - Bukan, itu lagunya Ryoc.
Ri-a memberitahuku tentang lagu itu.
Akan sangat keren jika lagu itu bisa ditampilkan di Festival MML.
Bagaimana kau bisa terpikirkan ide ini?
Aku memang pandai menilai karakter.
Annie pasti bahagia.
Oleh karena itu...
- Di MML? - Kita juga?
- Kita juga menyanyikannya? - Bolehkah?
Ya dan ya.
Kita juga akan ikut serta.
Memikirkannya saja membuatku bersemangat.
Ri-a, tentang lagu itu.
Aku merasa lagu itu sempurna untukku.
Bagaimana menurutmu?
La Ri-ma, ada yang ingin kusampaikan.
Ayo.
- Benar, bukan? - Tentu saja.
Hyeon-o.
Bagaimana dengan bagian ini?
Mari kita tambahkan.
Akan terdengar lebih baik dengan tambahan suara pria.
Baik, aku mengerti.
Di sana.
Bagaimana kalau dari sini ke sini?
Kedengarannya bagus. Mari kita coba.
Butuh waktu berapa lama?
Jadwal kami padat.
Tapi bayaranku tidak murah.
Karena aku bangga dan sangat menyukaimu,
aku akan membantu.
Terima kasih.
Lagi.
Aku menyerah.
Ayo, Kawan-kawan. Dari awal.
- Ryoc, kumohon. - Ryoc, mohon ampun.
Baik, setelah istirahat sepuluh menit, kita akan mengulanginya beberapa kali.
Apa?
Siapa yang punya pistol penenang? Mari taklukkan dia.
Hei... Hei!
Festival MML sebentar lagi.
- Aku tidak akan menari lagi! - Lepaskan aku. Lepas!
Aku sudah selesai hari ini!
- Lepaskan aku. - Tidak akan.
- Tidak akan. - Kau...
Apa lagi sekarang? Ada apa ini?
Kontrak ganda.
Ryoc.
Ryoc.
Itu bukan masalah besar.
Ryoc.
Ryoc,
I-hyeon, Hyuk,
dan Do-jin.
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
- Kau kenapa? - Pacarnya Eun-jo.
Aku yang memberi tahu Pak Park soal dia.
Aku juga
sering melaporkan aktivitasmu kepadanya.
Ryoc memikul nasib grup ini di bahunya,
tapi kupikir tindakanku tepat untuk tim.
Aku tak berpikir kau mengkhianati kami.
Begitu kau tahu soal Eun-jo dan bahkan setelah itu,
kau hanya khawatir SHAX hancur.
Aku juga merasa seperti itu.
Aku khawatir
SHAX akan hancur.
- Ryoc... - Ryoc.
Perbuatanmu?
Itu sangat hina.
Tapi aku mengerti.
Karena kau, Jae-u,
hanya memikirkan yang terbaik untuk grup.
Jadi, berdirilah.
- Ayolah. - Berdiri, Jae-u.
Ryoc,
kontrak ganda itu membuka mataku.
Tindakanku salah,
dan kami membiarkanmu memikul semua beban itu.
Izinkan kami menebusnya mulai sekarang.
Aku tahu kau melakukannya untuk SHAX,
tapi kami juga anggota SHAX.
Kita berjanji akan menjadi tim.
Ryoc, lima kepala lebih baik daripada satu.
Bukankah begitu?
Jangan berkorban demi kami.
Kami juga anggota SHAX.
Sial.
- Kau... - Coba bebaskan dirimu.
- Sungguh? - Hei!
- Sulit dipercaya. - Astaga.
Sampai jumpa lain kali.
Syukurlah kita bertemu.
Halo, aku Lee Ma-ha dari Tea Party.
Aku sudah lama ingin bertemu denganmu, Eun-jo.
Lagu itu.
Terima kasih sudah mengizinkan kami menyanyikannya.
Banyak orang akan menampilkannya besok.
Kau dan Annie adalah orang asing bagiku,
tapi aku bisa merasakan emosi kalian saat mendengarkan lagunya.
Aku tahu karena punya seseorang yang istimewa dalam hidupku juga.
Aku yakin Annie bahagia.
Akan kupastikan perasaanmu tersampaikan sepenuhnya.
- Sulit dipercaya. - Apa?
Kau tidak mengelap keringatmu setelah latihan.
Kau bisa terkena flu, tahu?
Tidak apa-apa.
Ini.
No comments yet. Be the first to leave one.