The first 175 lines.
Kita berempat akan menghentikan Hakkai dan menghancurkan Taiju.
Pertarungan rahasia kita tanggal 25 Desember, Natal saat malam!
Ada yang mengusikku.
Kurasa Mikey tidak akan bertahan lama.
Apa?
Dia tertekan dengan kematian Baji, tapi bersikap seolah tidak terganggu.
-Kau yang membunuh... -Chifuyu!
Kalau tidak ada yang berubah, Toman akan hancur.
Kita harus mendukung Mikey.
Kami tak perlu bekerja sama dengan kalian untuk melakukannya!
Bukan begitu, Takemitchy?
Kita rahasiakan misi ini dari Toman.
Jadi, aku tidak bisa pakai orang dari Divisi Tiga dan Enam.
Itu sebabnya kami butuh kalian.
Takemitchy...
aku benci buang-buang waktu.
Aku minta jawabanmu besok.
Aku tidak setuju.
Takemitchy, kita tidak perlu bekerja sama dengan Kisaki.
Kita bisa lakukan ini sendiri.
Apa kau yakin?
Dia yang membunuh Baji dan Hinata Tachibana!
Apa kau tidak paham?
Aku paham! Namun, kita harus bagaimana?
Kau mau membunuh Kisaki? Bukan itu tindakan yang tepat!
Yang harus kita lakukan adalah mengusir Kisaki dari Toman!
Kita juga harus mencegah Hakkai membunuh Taiju!
Kau pikir aku suka bekerja sama dengan Kisaki?
Namun, kalau bekerja sama,
mungkin kita bisa tahu sesuatu tentang dia.
Mungkin kita menemukan cara untuk mengusirnya!
Aku
tidak mau lagi
melihat masa depan yang buruk untuk semuanya.
Untuk itu, aku rela bekerja sama dengan Kisaki.
Kumohon, Chifuyu.
Bantu aku!
Astaga.
Lagi-lagi Natal kali ini aku tidak beruntung soal perempuan.
Terima kasih, Chifuyu!
Kau beruntung.
Kau punya pacar.
Natal terasa menyebalkan
saat aku harus bersama orang berengsek untuk melawan orang berengsek lainnya.
Hei, kau lapar?
Cepat juga.
Kau sudah punya jawaban?
Kami akan bekerja sama dengan kalian, tapi hanya sampai Natal.
Keputusan yang cerdas. Aku menghargainya.
Kami hanya ingin melindungi Hakkai.
Kami tak berniat berteman dengan kalian.
Sungguh tim yang kacau.
Kita di sini hanya karena tujuan kita sama.
Aku benar-benar benci nyali kalian.
Apa nama tim kita?
"Hantaman Musim"?
Bagaimana kalau "Hanmas"?
Atau "Tim Pembantai"? Kalian suka?
-Sampai nanti! -Dah!
-Dah! -Baiklah. Sampai jumpa.
Tidak kusangka akan bekerja sama dengan Kisaki.
Namun, ini peluangku untuk tahu lebih banyak.
Takemichi!
Ayo pulang sama-sama.
Hina!
Aku juga ada.
Bagaimana ujian akhirmu?
Apa? Mudah!
Benarkah? Aku tidak percaya.
Aku sudah tidak sabar.
Untuk apa?
Natal.
Natal?
Apa aku berjanji akan melakukan sesuatu dengan Hina pada hari Natal?
Natal...
Tunggu! Aku punya dua janji hari itu!
Gawat! Bagaimana ini?
Kakak.
Aku mau pulang.
Aku benci buang-buang waktu.
Baiklah.
Ya ampun.
Tolong jangan bermesraan di depan adikmu.
"Buang-buang waktu"?
Dia terdengar seperti Kisaki.
Bukan apa-apa.
Aku paham maksudmu. Mereka memang mirip.
-Apa? -Ya?
Apa katamu tadi?
Kubilang mereka memang mirip.
Mirip siapa?
Tetta Kisaki, 'kan?
Hina, kau kenal Kisaki?
Ya.
Kami satu tempat les waktu SD.
Apa?
Bagaimana kau bisa kenal dia, Takemichi?
- Kelas Lanjutan --
Kita lihat keliling sebuah lingkaran dengan diameter sepuluh sentimeter.
Kalau kita menggambar sebuah kotak di luar lingkaran, hasilnya seperti ini.
Lalu ini hasilnya jika segitiga siku-siku diletakkan di sepanjang jari-jarinya.
Kau hebat, Kisaki.
Lagi-lagi kau peringkat pertama di ujian simulasi.
-- Ujan Nasional SD -- -- 1. Kisaki Tetta --
Itu cuma kebetulan.
Wah, rendah hati sekali.
Kerahmu tak rapi.
Nah, sudah.
Ayo, Hina.
Bagaimana kau bisa bicara padanya?
Dia aneh sekali.
Apa? Kenapa kau bilang begitu? Dia anak yang baik.
Bagiku, anak sangat pintar seperti dia seperti tidak punya hati.
Tetta Kisaki adalah anak paling pintar di tempat les.
Karena rumah kami berdekatan, terkadang aku pulang bersamanya.
Tidak kusangka Kisaki dan Hina saling mengenal.
Lalu dia masuk ke SMP swasta
dan aku tidak melihatnya lagi sejak itu.
Kini dia menjadi anggota geng.
Benarkah?
Dia kapten di Toman.
Mustahil! Dia bukan orang yang seperti itu!
Itu benar.
Dan dia bukan anggota geng biasa.
Dia sangat...
Lupakan saja.
Namun, kurasa kau dan Kisaki bisa akrab.
Apa?
Dia agak canggung dan tidak ramah,
tapi baik.
Tetta Kisaki orang baik?
Itu mustahil!
Dia orang bengis yang berulang kali membunuh Hina!
Waktu pertama kali bertemu denganmu,
aku sedang bersama Kisaki.
Apa? Benarkah?
Apa maksudmu? Kapan?
Kau tidak ingat, ya?
Apa? Ingat apa?
Aku masih mengingatnya.
Namun, entahlah.
Aku tidak begitu ingin membahasnya.
Apa terjadi sesuatu?
Di musim panas saat aku kelas enam SD, dalam perjalanan pulang dari tempat les,
beberapa anak sedang menyiksa kucing di taman.
Itulah hari saat aku dan Kisaki pertama kali bertemu denganmu.
-Ayo, teriaklah lebih keras! -Lebih keras!
Aku akan memarahi mereka!
Tachibana!
Tidak ada gunanya. Itu berbahaya.
Tachibana!
Rasakan ini!
Hentikan! Jangan lakukan itu!
Memang apa asyiknya?
Apa?
Siapa bocah ini?
Ini bukan urusanmu.
Hei! Kucingnya jadi lari!
Kalau begitu, kau saja yang gantikan kucing tadi.
Aku benci anak sok baik sepertimu.
Mau menangis?
Kau pikir kami akan melepasmu karena menangis?
Astaga, sudah kucoba menghentikannya.
Apa?
Pahlawan sudah tiba!
Tidak akan kubiarkan
anak-anak SMP mengganggu gadis kecil!
Apa? Siapa bocah ini?
Kau serius menyebut dirimu pahlawan?
Pecundang ini memakai jubah!
Lihat! Dia gemetaran!
Kalau takut, jangan sok jagoan!
Diam!
Untuk apa kau menangis?
Apa boleh buat!
No comments yet. Be the first to leave one.