The first 172 lines.
Di sini adalah Alam Sihir.
Disebut Alam Sihir karena ini adalah dunia yang memiliki unsur keajaiban.
Terbang melintasi langit dengan sapu, melambungkan benda-benda berat,
menciptakan sesuatu dari ketiadaan
Setiap orang dapat menggunakan sihir sesuka hati mereka,
dan di dunia ini, sihir adalah bagian alami dari kehidupan sehari-hari.
Sihir diyakini sebagai anugerah yang diberikan oleh Tuhan,
dan penguasaan sihir menentukan status sosial seseorang di dunia ini.
Di sudut dunia ini, di mana naga terbang adalah hal yang biasa...
Gemetaran cuy!
Di dalam hutan yang sangat lebat itu,
ada satu yang keberadaannya menentang tatanan alam.
Tidak ada yang seperti kepulan krim setelah memompa besi.
Namaku Regro Burnedead.
Aku adalah pria berusia 75 tahun yang anggun dan elegan
tinggal bersama anakku di hutan jauh dari manusia lain.
Regro Burnedead
Aku cukup sembrono dalam berbagai hal di masa mudaku,
tetapi ketika mendapati tua sepertiku, sangat sedikit yang mengganggumu.
Dan itu karena,
melalui pengalamanku, Aku telah memperoleh cara untuk mengatasi stres.
Bagaimana cara memerangi stres...
RRRAAWR
Oh, Kakek. Aku pulang.
(TS note: Aslinya mau ganti Bapak/ayah tapi dalam beberapa kasus ada anak yg manggil ayah dengan sebutan kakek/kek karena sudah terlalu bangkotan)
Mash Burnedead
Kenapa?
Mengapa kau menghancurkan pintu engselnya, Mash!?
Aku tidak ingat jika harus mendorong atau menarik.
Sudah berapa tahun kau tinggal di sini?
Jadi aku hanya semacam mendobrak dikit-
Dan kau akhirnya merusaknya!
Maaf, Kakek. Aku akan memperbaikinya.
Oh, baiklah... Jika kau menyesalinya, maka...
Dia selalu menanggungnya setiap ada kekacauan yang dibuat.
RRRAAWR
Belok! Putar! Putar! Kau harus memutarnya!
Aneh. Ini tidak cocok.
Posisinya kliru tong!
Hah? Apa yang kau katakan?
Berhentilah menggeber-geber!
Menjilat silitku?
Bukan!
Maaf, Kakek.
Aku akan memperbaikinya.
Hmm, yasudahlah...
Mash, apa kau sudah selesai latihan rutin hari ini?
Tentu saja.
Hei, Kakek.
Aku sudah lama ingin bertanya...
Mengapa semua latihanku bersifat fisik?
Karena kau...
Kau tidak seperti orang biasa.
Kau tidak dapat menggunakan sihir sama sekali karena kau berbeda.
Jadi, yang bisa kulakukan hanyalah...
Sudahlah. Cerita untuk lain waktu saja.
Pokoknya, aku akan keluar sebentar.
Aku mempercayaimu untuk menjaga rumah.
Jangan merusak pintunya.
Jangan khawatir, Aku sudah belajar cara memperbaikinya.
Pelajari cara membuka dan menutup pintu sebagai gantinya!
Dorong ke dalam, atau tarik keluar...
Tarik keluar! Tarik keluar untuk membuka pintu!
Bagaimanapun, aku akan keluar.
Aku sudah bilang berkali-kali sebelumnya,
sementara aku keluar, kau tidak boleh menjelajah ke kota.
Ya, tidak akan.
Benar. Mash, kau hebat, anak yang baik.
Sekarang, aku akan pergi.
Hati-hati.
Maaf, Kakek.
Tapi aku tidak bisa mengabaikan panggilan dari perut kosong.
Sihir.
Sihir.
Sihir.
Mereka masih melakukan hal-hal yang bisa dilakukan dengan tangan.
Tolong Tujuh rasa krim terbatas, donk.
Siap.
Aku terlalu bersemangat dan tidak bisa menahan diri.
Tapi ini biasanya tidak bengkong hanya dengan menggenggamnya.
Maaf. Biar kuperbaiki.
Apa kau bilang, "perbaiki"?
Seharusnya ini berhasil.
Hah? Tunggu...
Aneh? Hah? Tidak, tunggu... Um...
Ehhhhhhh.....
Ini. Terima kasih telah membeli.
Terima kasih banyak.
Hei, apa kau melihatnya?
Aku tidak melihatnya di mana pun di wajahnya.
Kau benar. Tidak ada.
Tidak mungkin.
Sulit dipercaya.
Tuan, jangan-jangan kau ini...
Tidak, sudahlah. lupakan yang tadi.
"Visioner Suci" tahun ini telah ditetapkan.
"Visioner Suci" terpilih adalah Rayne Ames, murid tahun kedua di Akademi Sihir Easton,
sekolah bergengsi di Dunia Sihir.
Gelar ini diberikan
kepada murid yang menunjukkan tingkat keteladan tertinggi selama tahun ajaran.
Selain diangkat menjadi bangsawan,
Oi, oi. Enaknya ya, orang yang punya bakat itu.
penerima gelar juga dihadiahi uang sebesar satu miliar lond.
Ditambah lagi, ia disilakan magang di Biro Sihir, organisasi hukum tertinggi.
Di sisi lain, aku menjalani kehidupan membosankan di tempat seperti ini.
Diharapkan dapat berkontribusi besar bagi kemakmuran negeri ini.
Mo-Mohon ampuni aku. Aku cuma mencuri sedikit saja, 'kan?
Hah? Jangan bercanda!
Gara-gara kejahatan kecilmu, kerjaanku jadi nambah.
Aku harus membuatmu menyesal agar tidak merepotkanku lagi.
He-Hentikan! Kumohon!
Apa dah? Aku lagi sibuk.
Apa? Ada bocah tanpa tanda berkeliaran di kota?
Kenapa sejak tadi orang-orang pada heboh, ya?
Selama aku tidak ada, jangan pernah berkeliaran ke kota.
Maaf, Kakek.
Tapi, ada gunanya aku ke sini.
Soalnya aku bisa makan Kue rasa gurih krim Goblin.
Enak, enak, enak ....
Ah, maaf.
Hoi, hoi, hoi, hoi, hoi!
Apa yang sudah kau lakukan? Aku petugas kepolisian di sini, lho!
Vodka Alkohol 90%
Aku anggota kepolisian sihir yang melindungi penduduk seperti kalian, lho!
Kalian tidak tahu terima kasih, ya?!
Padahal aku sudah kerja dengan gaji kecil, tahu!
Mau kulampiaskan semua stresku kepadamu, hah?
Mau makan kue krim? Kamu terlihat kasihan, sih.
Jangan mengasihaniku!
Lagian, bekas gigitanmu, tuh!
Kenapa menawarkan kue krim bekas gigitanmu?!
Kau mengincar ciuman tak langsung? kau menyukaiku, ya?
Ngajak gelud, hah?
Itu sama saja nyari ribut dengan negeri ini!
Lagian, gimana seragamku, nih? Hah? Hah?
Lho he?
Maaf. Seragammu akan kubawa pulang dan kucuci.
Aku jadi nggak pakai baju, nih! Barusan saja, gara-gara salahmu!
Berani-beraninya kau mengejekku, hah?
Ada apa, Terry?
Brad-san, bocah ini ....
Jangan berisik gara-gara hal sepele.
Lagian, kenapa kau telanjang, sih?
Brad Coleman
Yah, soalnya bocah ini ....
Dia, ya?
*Kunyah Terus
Bocah tanpa tanda dari laporan tadi.
Dan lagi ....
Di situasi begini, normalnya orang masih makan kue krim?
Hei, kau yang di situ.
Maafkan kelancangan putraku!
Bakalan sedikit merepotkan sih,
tapi mungkin saja ini kesempatanku naik pangkat.
Kejar mereka!
Dasar goblok!
Padahal sudah sering kuperingati jangan pergi ke kota sendirian!
Maaf yang sebesar-besarnya. Aku takkan pergi ke kota lagi.
Dia benar-benar terguncang. Dia menyesali perbuatannya, ya.
Aku tak bisa terus marah padanya.
Ya sudahlah kalau begitu.
Tapi sebagai hukuman, kau harus mengulangi latihan rutin pagi ini.
Baik. Dan juga ini, jatah kue krim untukmu, Kakek.
Ah, terima kasih.
Silakan.
Terima kasih, Kakek.
Dia sangat penurut.
Kupikir anak usia remaja akan bersemangat,
banyak argumen dan membangkang,
sembari kami saling memperdalam ikatan.
Tapi dia malah sangat penurut, aku jadi merasa lembek.
Yah, dia sudah berada di usia ingin keluar rumah, ya.
No comments yet. Be the first to leave one.