The first 200 lines.
COFFEE PRINCE
Subs VIU
Eun Chan.
Ingin melihat sesuatu yang lucu?
Kau di sini lagi.
Ini wafel tomat gratis untukmu.
Aku tak menginginkannya.
Kau tak menginginkannya?
Kalau begitu, aku juga punya ini.
Aku tak ingin apapun. -Kau tak suka ini juga?
Lalu bagaimana kalau begini? Kau bisa ambil semua yang di sini.
Kau bisa ambil ini, ini dan bahkan ini.
Aku tak mau.
Oh, ya ampun. Kau berkeringat.
Aku akan mengipasimu.
Cepat atau lambat?
Aku akan melakukan apapun yang kau mau.
Biarkan aku sendiri. -Tapi kau tampak kepanasan.
Aku bilang, biarkan aku sendiri.
Tak sopan sekali! Menolak ramah tamah orang seperti itu!
Apa yang terjadi?
Beberapa hari ini Ha Rim telah berusaha menggoda wanita itu...
tapi dia tak menggubrisnya.
Kau tak boleh berpikir kalau semua wanita akan jatuh cinta padamu.
Aku menyukainya.
Dia punya standar.
Iya...
Kau agak sombong sejak kehidupan cintamu berjalan dengan sangat baik.
Sudah seberapa jauh kalian?
Apa kau menciumnya? Atau kau sudah lebih dari itu...
Hentikan,
Eun Chan bisa mendengarnya.
Ngomong-ngomong, Ha Rim.
Mi Yeong agak aneh.
Dia terus memintaku membelikan barang untuknya.
Apa yang dia minta untuk dibelikan?
Dua hari lalu, dia memintaku membelikan sepatu kets untuknya...
dan gelang kaki.
Dan kemarin, dia memintaku membelikan ponsel dan parfum.
Eun Seul-ku setidaknya akan membelikan satu hadiah...
untuk setiap tiga hadiah yang kubelikan untuknya.
Tapi Mi Yeong hanya terus meminta...
dan memintaku untuk membelikan lebih banyak lagi untuknya.
Gadis itu tampaknya menganggapmu sebagai mesin ATM-nya.
Aku tak tahu.
Yang kutahu adalah dia mencoba membuatku bangkrut setiap kali bertemu.
Siapa Mi Yeong? Brengsek.
Astaga! Aku tak mempercayai Eun Seul securiga apapun dia...
kalau kau berselingkuh darinya.
Jadi bagaimana kau bisa berselingkuh di belakang Eun Seul?
Apa kau gila, dasar brengsek!
Aku hanya mau membalas Eun Seul...
karena dia memperlakukanku dengan sangat buruk.
Apa kau tahu seberapa kejamnya dia padaku?
Bagaimana kau bisa berselingkuh darinya meskipun hanya ingin membalasnya?
Dan aku berpikir kalau kau adalah pria yang baik,
tapi ternyata kau adalah orang yang brengsek.
Aku bilang padamu. Jangan berani berkata apapun.
Akhiri hubunganmu dengan Eun Seul...
jika kau akan berkencan dengan wanita lain.
Beraninya kau berselingkuh darinya.
Aku akan membunuhmu jika kau menyakiti Eun Seul.
Apa kau bisa menghajarku.
Apa kau tak tahu seberapa kejamnya Eun Seul padaku?
Bagaimana kau bisa tak memarahi adikmu.
Apa?
Hentikan, kalian berdua! Kita punya pelanggan.
Jadi ini sifat aslimu, bukan?
Jangan pernah berani mendekati adikku lagi.
Aku akan membunuhmu jika aku melihatmu mendekati adikku lagi.
Eun Seul bukan satu-satunya gadis di luar sana.
Aku tak akan pernah mendekatinya lagi! Kau senang?
Apa tindakanku benar?
Kurasa kau telah melewati batas.
Apa kau baik-baik saja?
Apa yang kau lakukan menusuk mata Min Yeob seperti itu?
Dan bisa-bisanya kau merusak gadis polos bodoh seperti itu, Ha Rim?
Kalau kau melakukan hal seperti itu lagi aku tak akan tinggal diam.
Lihatlah caranya melangkah pergi seperti itu.
Astaga!
Tak akan ada yang mengira kalau kau seorang wanita.
Ha Rim.
Bodoh.
"Laporan Penjualan"
Apa gunanya membawa ini padaku?
Kau sudah cukup besar sekarang,
kenapa kau begitu kekanak-kanakan?
Apa kau bangga sudah meningkatkan penjualan sampai tiga kali lipat?
Aku rasa tak akan ada yang bisa membuatmu senang, nenek.
Ngomong-ngomong, apa kau sampai di bandara tepat waktu pagi ini?
Lalu lintas agak padat tadi.
Nenek.
Apa yang kau lakukan? Aku panas.
Berhenti rewel dan diamlah.
Lepaskan aku.
Aku selalu membuatmu khawatir, bukan, nenek?
Sudah hal yang biasa anak-anak membuat orang tua mereka khawatir.
Ayahmu bahkan lebih parah darimu.
Ngomong-ngomong, sudahkah kau bertemu dengan ibumu?
Belum.
Aku rasa aku tak bisa menahan tangisku jika aku menemuinya sekarang.
Aku akan menemuinya nanti.
Ayahmu sedang berada di kantornya sekarang.
Dia sedang dalam konferensi untuk memulai sebuah waralaba.
Dan aku rasa itu tak berjalan dengan baik.
Kenapa kau tak mampir ke sana?
Aku tak ingin mengganggu rapatnya.
Aku akan menemanimu saja, nenek.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kau telah membuat keuntungan cafe menjadi tiga kali lipat...
dan kau mungkin sangat ingin kembali ke Amerika.
Apa kau akan pergi setelah tiga bulan ini berakhir?
Kenapa? Apa kau akan memberiku tugas lain seperti Coffee Prince?
Nenek, mungkin aku tak harus pergi ke Amerika.
Kau pasti benar-benar menyukai mengurus toko itu.
Apa kau benar-benar berpikir tak akan pergi?
Atau apa?
Lihatlah kau. Sampai tersenyum berbinar seperti itu.
Apa kau begitu menyukaiku?
Dasar, bocah nakal.
Aku rasa kau sangat menyukaiku.
Aku coba mengecek itu karena aku menerima tawaran waralaba.
Tapi pasar sudah jenuh...
dan waralaba lain terlalu dominan.
Kami sudah melakukan riset pasar sendiri.
Apa kau ingin melihat materialnya?
Aku?
Aku rasa aku tak akan mengerti biarpun aku melihatnya.
Kapan kau akan pergi ke Amerika?
Aku belum memutuskan.
Tapi perusahaan mainan di Amerika menawarkan posisi penuh waktu untukku.
Tapi aku masih belum memutuskan.
Kesempatan jarang datang.
Jangan pikirkan yang lain.
Pikirkan saja apa yang benar-benar kau inginkan.
Apa kau mengantar ayah kandungmu pergi?
Akan lebih baik jika kau lebih awal memberitahukan tentang dia padaku.
Aku berpikir untuk pergi memancing malam hari di akhir pekan.
Apa kau sibuk saat itu?
Iya. Aku agak sibuk.
Tapi kita bisa pergi lain kali jika kau ingin.
Ini adalah Kilimanjaro-nya Tanzania.
4 untuk manis, 2 untuk asam,
1 sampai 2 untuk rasa pahit dan 3 untuk full-body-nya.
Aku benar...
Kau harus memanggang ini dengan ringan.
Dengan ringan? Oke.
Kilimanjaro-nya Tanzania. -Bagaimana?
Apa Eun Chan belajar dengan baik?
Kami terus mendapatkan telepon dari perusahaan konsultan.
Mereka bilang kau bilang kau akan mempertimbangkannya.
Haruskah kita membuka Coffee Prince yang kedua?
Toko ini sudah cukup sulit untuk dijalankan.
Aku rasa aku tak sanggup mengelola satu lagi.
Mari kita antar biji ini, Go Eun Chan.
Empat untuk manis, dua untuk asam,
Satu sampai dua untuk rasa pahit.
Apa yang dia lakukan sekarang?
Dia sedang belajar.
Bukankah kau akan pergi mengantar pesanan?
Tapi aku harus belajar.
Belajar pada waktumu sendiri.
Kau harus bekerja.
Bersiap-siaplah untuk pergi.
Dia sedang belajar. Apa kau tak bisa mengantar pesanan itu sendiri?
Ini adalah Tanzania Double A Snowtop.
Ulangi lagi?
Tanzania... -Double A Snowtop...
Rasanya seperti air tonik...
di ujung lidahmu.
Mari kita pergi.
Ini adalah Kilimanjaro-nya Tanzania.
Dan ini adalah...
Tanzania Double A Snowtop.
Tapi aku harus belajar. Tunggu sebentar.
Mari kita menghapal ini bersama-sama.
Kelana...
Apa kabarmu, Kelana?
Bagaimana dengan sebuah salam?
Kau pasti selalu datang ke sini...
agar Terry bisa mengenalimu.
Berapa kali kau mengunjungi tempat Han Seong?
Sekitar 120 kali.
Sebenarnya, sekitar 130 kali.
Apa? Benarkah?
Iya. -Iya.
Ini adalah bagian dari rute susuku.
Astaga, bisakah kau berhenti cemburu?
Aku tak cemburu, oke?
Diam, dasar genit!
Kau adalah laki-laki, bukan?
Menggoda Eun Chan-ku seperti itu.
Kenapa aku harus selalu melakukan ini? Apa mereka tak bisa?
Lihatlah dia. Air liurnya sudah menetes di atas daging.
Kau pasti sangat mencintainya.
Senyummu lebar sekali.
Han Yu Juk, aku senang kau bukan pacarku.
Ngomong-ngomong, ke mana saja kau?
Kau harus berhenti meninggalkan Han Seong seperti itu.
Berhenti membuatnya mengkhawatirkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.