The first 200 lines.
Dengarkan aku.
Kota Favela. Kita semua dalam perjalanan, mengejar impian kita.
Hei, Netflix. Ayo!
Kita butuh irama lagi.
Akan kunyanyikan ini.
Mainkan musiknya, Netflix. Inilah rekap santai kita.
Jangan coba-coba mengingat Sudah lebih dari dua tahun
Sintonia kembali selamanya
Masalahnya, aku lupa semuanya Perhatikan rekap kami
Kami bekerja keras Begitulah kami
Yesus, ampunilah jiwaku.
Doni menulis lagu hit Tapi mengacaukan dan kehilangannya
Beberapa gagasan
Nando di sini
Dondoka melakukan hal mengejutkan Dan mendapatkan sebuah kolaborasi
Dengar, dengarkan aku
Rita dipukuli dan kabur kepada Sueli
Dan kini semuanya sudah dimaafkan
Nando melakukan kejahatan Dan membunuh Ganso
Namun, masalah besar terjadi
Jika kau dipenjara, kita hancur.
Aku ingin menjadi bagian dari gereja.
- Kau sudah dibaptis? - Belum.
Bangun, Ayah!
Ayah!
Ada hal yang tak mau kuingat Kematian Pak Chico masih menghantuiku
Toko kelontong kami tak boleh tutup Aku akan selalu mengingat Ayah
Setidaknya kami bersama Musim itu berlangsung dan berakhir begini
Hai, Keluarga!
Doni menandatangani kontrak Dan mengadakan banyak konser
Banyak konser
Rita dibaptis Dan melanjutkan hidup di gereja
Berdoa setiap saat
Nando disumpah ke dalam persaudaraan Begitulah Badá memanggilnya
Ada banyak hal yang harus diurus
Jika keadaan memburuk Kau harus menyelesaikannya
Kami Sintonia, hormatilah
Itulah rekap Sintonia.
Siap untuk musim kedua?
SERIAL NETFLIX
DARI IDE ORIGINAL KONDZILLA
- Kau tampak gugup. - Kau yakin soal ini?
Jangan jadi penakut, Doni.
- Ayo! - Entahlah, Rita…
Ini takkan berhasil.
Pasti baik-baik saja, percayalah.
- Sebutkan nomornya. - Ini 274-3578.
Selamat malam. Aku mau pesan piza.
Setengah keju, setengah pepperoni.
Serta sebotol soda. Ke Gang Buriti nomor 72.
Terima kasih.
Ayo, Doni.
- Aku tak bisa, Rita. - Berhenti menjadi penakut.
- Ini tak akan berakhir baik. - Ayo, Doni! Kumohon!
Sebutkan nomornya.
Ini 274-3578.
Halo.
Bolehkah aku memesan?
GANG BURITI
PENGIRIMAN
Ayo!
Bagaimana membukanya?
- Cepat! - Tenang!
Ambillah!
Ambil pizanya.
Sial!
Ambillah, Doni!
Ayo!
Sodanya!
PENGIRIMAN
Pria tangguh datang sambil berpikir ini adalah Wild West.
Hei, Juninho. Tunjukkan kepada sampah ini.
Jangan cemas, Badá. Aku bisa.
Ini adalah pengingat, dengar?
Bagi bajingan sepertimu yang mengira wilayah kami bebas bagi semua.
Itu melanggar hukum.
Hei, Nando! Lihat ini, Nak.
Kumohon, Bung.
Hei, inilah yang kita lakukan
kepada perampok di kampung kita.
- Yang tertangkap basah tak punya peluang. - Kumohon, Bung!
Kumohon, Bung!
Dasar sampah!
Bajingan sialan!
Piza ini lezat, Pepperoni, mozzarella
Kata orang itu yang terbaik di Favela
Kurir piza melakukan kesalahan Kami memanfaatkannya
Pizanya lezat sekali Dan Nando telah tiba
- Sedang apa, Kawan? - Bersantai.
- Lalu piza ini? - Nikmatilah. Ini punya kita.
- Dari mana piza ini? - Kami mengambilnya dari orang bodoh.
Orang bodoh apa?
Orang bodoh apa?
Tenang, Nando. Hanya kurir piza.
Kalian tahu apa yang terjadi pada perampok di sini?
Tenanglah, Nando.
Mereka mati.
Kenapa kau melakukannya, Kawan? Ayahmu mampu membayarnya.
Hanya bersenang-senang.
Ini hanya satu piza.
Kita mungkin menjadi kurir piza itu suatu hari nanti.
Aku akan menjadi apa pun selain kurir piza.
Kau tahu aku akan jadi penyanyi musik funk.
Kalau kau? Pemain sepak bola?
Bukan. Aku akan punya toko.
Kuharap itu bukan kedai piza.
- Makanlah sepotong. - Ambillah.
Makanlah.
- Ambillah. - Kuambil yang ini.
Hei, Semuanya.
Semua piza ini seharga motor yang kubeli bersama Rivaldo.
Anak kaya dari kampung itu sekarang jadi apa?
Mili, mili
Miliarder dari kampung.
Bukan cuma pizanya.
- Dia pun bergaya. - Ya, Kawan.
Lihat siapa yang bicara.
Kau juga. Tuhan memberi keajaiban pada pakaianmu.
Terpujilah!
Kalian tahu aku sayang kalian, 'kan?
Aku mau bilang, aku membeli apartemen di dekat sini.
- Luar biasa! - Keren sekali!
Dengarkan.
Aku takkan rindu kalian karena aku mau kalian selalu ada.
- Pastinya! - Pembukaan perdananya pekan depan!
Ayo!
Keluarga, ini seru, tapi kami harus pergi.
Ibu sudah mengirimi kami pesan. Dia akan menelepon dan…
- Jangan cemas. - Sampai jumpa.
- Kabari saat kalian sampai. - Tentu.
Lihatlah.
Wah!
- Gila! - Keren, Kawan.
Aku harus melihat Bruna.
Baik.
Menghamburkan uang, Bung?
Kau juga. Aku melihat mobilmu.
Uang tidak akan ada selamanya.
Mengerti?
Itu akan habis.
Uang yang kau tabunglah yang membuatmu kaya.
Aku tahu, aku akan segera menabung.
Sebulan ini jadwalku penuh.
Aku pun tak mempunyai utang.
Ingat rapatnya. Luan menemukan semua orang.
- Revelação… - Thiaguinho…
- Kau sudah mengatakannya ribuan kali. - Benar.
Tenang, kita pasti datang.
Bagus.
Tunggu.
Kawan, muatannya terlambat, jadi, aku melacaknya.
Itu pos pemeriksaan polisi. Mereka menepikan kami.
Kami tidak bisa lolos.
Sopirnya ditangkap, kami kehilangan segalanya.
POLISI MENYITA SELURUH MUATAN
Ada apa?
Tak ada apa-apa, hanya hal biasa.
Semuanya baik.
Pindah rumah itu bagus bagi Doni. Aku ada untukmu.
Teriak saja jika kau butuh aku.
- Ada apa? - Hei.
Ayahmu akan sangat bangga kepadamu.
Tidak, dia akan memarahiku.
"Kerja keras mendatangkan rasa hormat, Nak."
- Kita merindukannya. - Tentu saja.
Belum sampai setahun.
- Ya. - Benar.
Kau tahu rasanya.
Kau tidak rindu orang tuamu?
Kalianlah keluargaku.
Bicara soal keluarga,
hari ini hari terakhirku duduk di depan.
Lalu, kembali ke komuni.
Aku akan menghadiri sakramen rekonsiliasi-mu.
Kau bisa pastikan itu.
Terima kasih, Bibi.
Keluarga, saatnya mengurus bisnis.
- Kau jarang datang kemari. - Dah, Nak.
Scheyla datang. Mau menumpang?
Tak apa, aku akan jalan kaki.
- Aku akan mengantarmu. - Jangan khawatir, Nando. Terima kasih.
- Menginaplah. Sudah larut. - Ya.
Tidak, terima kasih, Semua. Aku mau pulang.
Harus terbiasa menjadi
satu-satunya di Vila Áurea.
Dramatis sekali.
Tidak, hentikan.
Aku sangat bangga padamu.
Kalian berdua.
Apa kabar?
Halo. Kami ada janji dengan Luan.
Tunggu sebentar.
- Selamat datang, Doni. - Terima kasih.
Luan, ini Doni.
Dia selalu bilang ingin bekerja denganmu.
- Benar. - Doni, senang bertemu denganmu. Luan.
Sama-sama. Aku senang ada di sini.
Aku mengomelinya soal ini.
Tapi kesuksesanmu yang membawamu ke sini.
Kau agennya, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.