Dead in a Week (Or Your Money Back)

Dead in a Week (Or Your Money Back)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Dead in a Week Or Your Money Back 720p WEB-DL H264 AC3-EVO nItRo
A Commentary by BernadX

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
AC3
Published on: 2018-11-29
Downloads: 59
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Aku bisa mendorongmu jika kau mau. - Oh..astaga!

Kau harus berhati-hati. Kau bisa terbunuh.

Boleh aku menonton?

- Kau tak bisa mencegahku. - Aku tak akan mencobanya.

Boleh aku tanya, kenapa kau lakukan ini?

- Maksudku, meloncat dari jembatan. - Dengar!

Bukan bermaksud tak sopan, tapi bisakah kau...

Oh ya. Baiklah.

Kau masih lama?

Kau merusak konsentrasiku!

Aku disini untuk menolongmu.

Kau bisa menolongku dengan meninggalkanku.

Aku bisa mempermudah usahamu.

Tidak mau?

Ya sudah. Itu kematianmu sendiri.

Ini kartu namaku.

Ambil saja.

- Jika kau butuh bantuan. - Dengar!

Aku sangat hargai usahamu itu.

Tapi aku tak mau ditolong.

Ya sudah.

Semoga berhasil.

Sial...

MATI DALAM SEMINGGU

Dan kau tidak melihat ke bawah?

Aku menutup mataku.

Kalau begitu, kau sangat sial.

Apa sebabnya kali ini?

Pasti ada penyebabnya. Kau bisa ceritakan padaku.

Hidup kita selalu berkutat untuk memahami ketidak tahuan.

Oh, William.

Kau bisa lihat kondisiku.

Salah satu pengawas kolam renang'ku mau bunuh diri.

Dan susah untuk disadarkan.

Aku coba untuk mengerti, William.

Bukan kamu saja yang yang punya masalah.

Ya. Dunia memang kacau.

Tapi jika kau fokus pada kekacauan itu, yang kau lihat cuma kekacauan itu sendiri.

Kuncinya adalah menemukan hal yang lebih berguna.

Kau menodongkan pistol ke mulutmu dengan jari dipelatuknya.

Aku tak pernah makan coklat Twix.

Intinya mengalihkan perhatianmu dari kenyataan yang pahit ini.

- Seperti pekerjaan ini. - Aku kerja di taman rekreasi.

Kau pengawas kolam renang.

Apa yang lebih penting daripada menyelamatkan nyawa orang?

- Kapan terakhir aku menyelamatkan seseorang? - Tahun lalu. Nyonya Richards.

- Dia di kolam dangkal. - Dia sedang bermasalah.

- Dia bisa menurunkan kakinya di dasar kolam. - Tapi dia tak melakukan itu.

Dia panik dan kau menyelamatkannya.

Masalahnya William,

penyebabnya adalah sikapmu itu.

Kau harus mencintai pekerjaanmu.

Kurasa kau tak cocok untuk pekerjaan ini.

Kami harus memberhentikanmu.

Ambil hikmahnya.

Kau bisa fokus lagi untuk menulis.

"Tak ada yang menyadari ada orang berusaha keras untuk jadi normal"- Camus.

Manusia - Bumi - Komet Peluang Hidup 22%

Kereta Ngebut - Orang Tidur di Rel Peluang Hidup 15%

Aku benci kamu.

Kopi, kopi, kopi... Kopi, kopi, kopi...

Sembunyi diantara 2 mobil. Lompat!

Bukunya sangat rumit. Tokohnya menyebalkan. Hampir tak bisa dipahami.

Terima kasih masih ingat kami. Buku Bagian 1 kami kembalikan.

Terima kasih sudah menghubungi NRG - Perusahaan Listrik dan Gas.

Jika listrik Anda diputus karena belum bayar tagihan, tekan 1.

Ya, aku kemarin pergi.

Aku tadinya mau pergi dan tak kembali.

Aku tidak bermaksud...

MEROKOK MEMBUNUHMU

LESLIE O'NEIL Pembunuh Bayaran

Tuan O'Neil?

- Tuan O'Neil? - Aku bilang jam 11.00.

Sekarang lewat 7 menit.

Ya, maaf.

- Kau bilang akan bahas beberapa pilihan. - Aku bilang kita harus ketemu jam 11.00.

Aku yakin ini kebiasaan jelek yang membuat dirimu dalam kondisi seperti ini.

Mau teh?

Maaf. Ya, terima kasih.

Maaf. Kamu tidak seperti yang aku kira.

Kau pernah bertemu banyak pembunuh?

Aku cuma tak menyangka kau akan pakai kaus polo.

Apa salahnya memakai kaus polo? Ini pemberian istriku.

- Lalu apa yang harus aku pakai? - Aku tak tahu.

- Cardigan? - Tidak. Pembunuh bayaran tak cocok pakai cardigan.

Kalau begitu maaf kalau hidupku tak sesuai harapanmu.

Apa kau yakin mampu dengan pekerjaan ini?

Aku beritahu sesuatu.

Aku membunuh orang lebih banyak daripada kau mandi air panas.

Aku malaikat kematian. Aku Abaddon, sang penghancur.

Aku ibarat dokter klinik eutanasia.

Cuma kalau sama aku, kau tak perlu pergi ke Swiss.

- Kau pernah ke Swiss? - Belum.

Kau tak akan pernah pergi kesana, kalau kau serius dengan ini.

- Aku serius. - Seberapa serius?

Cukup serius sampai berani menelpon pembunuh bayaran.

Itu cukup serius?

Bagaimana aku tahu kau sangat serius, bukan cuma di omongan saja?

Saat kita bertemu di jembatan itu, itu bukan usaha bunuh diriku yang pertama.

- Teruskan. - Itu usahaku yang ke-tujuh.

Sepuluh kali, termasuk teriakan minta tolong

Aku pernah coba gantung diri.

Memasukkan asap knalpot di mobil.

Minum alkohol campur obat.

Kesetrum listrik.

Menabrakkan diriku ke mobil.

- Bagaimana kau bisa selamat? - Aku ditabrak ambulans.

- Kau ditolong oleh orang yang tepat. - Bagus...

Ya Tuhan, kau memang membutuhkan aku.

Aku mulai khawatir kalau aku ini manusia abadi.

Aku belum pernah ketemu orang yang tak bisa dibunuh.

Bahkan aku menulis buku tentang fenomena ini.

"Berbagai macam kematianku" Tapi tidak diterbitkan.

Kau mau mati seperti apa?

Kau tak akan menggorok leherku, kan? Aku tak mau digorok.

Kenapa kau berpikir itu?

Aku takut sekali dengan alat Guillotine .

- Apa karena kaus polo ini? - Itu tak membantu.

Aku tak akan menggorokmu.

Aku janji.

- Jadi apa saja pilihannya? - Lihat ini.

Aku bawa brosur.

KEMATIANMU - PILIH CARAMU Panduan Cara-Cara Bunuh Diri

Jadi kau berkeliaran di jembatan untuk mencari klien?

Jembatan, pinggir jurang, gedung tinggi, tempat biasanya.

- Bunuh diri tidak sesulit yang orang kira. - Buatku sulit.

Tak banyak pekerjan untuk pembunuh bayaran belakangan ini.

Orang-orang daerah Eropa Timur mengambil pekerjaan kami.

Tapi aku punya target kuota. Dan kau datang di saat yang tepat.

- Bagaimana dengan ini? - Kematian seperti pahlawan.

Ini pasti akan sempurna sekali.

Terbunuh saat menyelamatkan seorang anak.

Perawat cantik menangis di samping mayatku yang berdarah.

Orang-orang berkumpul disitu. Mungkin sambil tepuk tangan.

- Kau kenal perawat yang cantik? - Tidak.

- Kau punya kenalan anak kecil? - Tidak.

Aku tidak bilang itu tak bisa dilakukan.

Tapi butuh banyak biaya administrasi.

Dan itu tidak murah. Punya duit berapa?

- Sekitar 2000 dollar. - 2000 dollar?

Aku bahkan tak mau menabrakmu dengan Ford Fiesta'ku untuk biaya sekecil itu.

Lalu apa yang bisa kau lakukan?

Dengan cepat dan tidak menyakitkan.

Walaupun untuk 2000 dollar, biasanya aku akan membunuh dengan cepat tapi menyakitkan.

- Bagaimana caranya? - Aku menembakmu dari jarak jauh.

Sekali tembak. Kau tak akan tahu.

Baiklah. Aku setuju.

Bagus sekali.

Ini dia. Surat perjanjian biasa.

- Nama? - William Morrison.

- Alamat? - Apartemen no. 3. Jalan Drake no. 27.

Alasan mau mati?

Kenapa kau ingin mati?

Sakit kejiwaan? Masalah keuangan?

Pernahkah kau berpikir, apa gunanya semua ini?

- Sering kali. - Apa gunanya hidupku?

Kenapa aku disini? Apa kontribusiku selama ini?

Aku memikirkan itu sepanjang waktu.

Lagi, lagi, dan lagi.

Aku ingin mematikan otakku, tapi...

tapi malah semakin kuat dan tak bisa aku tahan,

Seolah otakku terbakar dari dalam

dan aku mau berhenti untuk tidak merasakan apapun.

Aku tak pernah cerita hal ini ke siapa pun.

Kita sedang sekarat, tapi prosesnya lambat sekali.

Hidup adalah persinggahan yang panjang...

Ya, ya, ya... Itu cuma cacar air. Aku tulis saja kanker.

Baiklah.

Sudah semua. Tanda tangan disini.

Bagus sekali.

Baiklah.

Selamat.

Kau telah mendatangani surat perintah kematianmu sendiri.

Kapan itu akan terjadi?

Kapan saja dalam minggu ini setelah uangnya kami terima.

- Bayar penuh di muka? - Kau tak bisa bayar setelah kau mati, kan?

Bagaimana aku tahu ini bukan penipuan? Kau punya referensi?

Aku bisa berikan daftar kuburan yang bisa kau datangi.

Kau transfer ke rekening pihak ketiga (escrow) yang dikelola oleh Asosiasi Pembunuh Bayaran Inggris.

Uangnya tidak masuk ke rekeningku sebelum kau mati.

Dan jika kau belum mati dalam seminggu, uangmu dikembalikan.

Organisasi pembunuh bayaran? Aku belum pernah dengar itu.

Kita tak pernah pasang iklan. Dan informasinya juga terbatas.

Apa itu sejenis perserikatan?

Kami ini bukan sopir bus.

Suatu bentuk kerjasama yang terikat kode etik.

Pembunuh bayaran itu bukan sekedar orang bawa senjata.

Kita bukan pembunuh biasa.

Kita ini profesional.

Lalu aku bagaimana?

Bersikap biasa saja.

Jangan ngumpet di lemari selama seminggu.

Aku tak keberatan. Aku tetap akan membunuhmu.

Tapi kau akan menyesalinya.

Baiklah.

Baiklah.

Sepertinya kamu orang baik. Aku akan senang membunuhmu.

Aku juga sangat senang untuk mati.

- Halo? - Ya, ini Leslie.

- Halo, Les. - Aku ingin mendaftarkan surat perjanjian ini.

More Indonesian subtitles for Dead in a Week (Or Your Money Back)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left