Season 2

Release info

한국드라마:으라차차와이키키2一Welcome to Waikiki 2一E 01 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-26
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berhenti! Baiklah.

Aksi pembunuhan yang keren. Bagus.

Kejutan!

Adegan pengganti sudah selesai, bawa pemeran utamanya.

Baik.

Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan.

Semoga...

Sulitkah bagi mereka mengatakan kerjaku bagus?

Kenapa aku bisa menyedihkan seperti ini?

Pahit sekali. /- Jun Ki, ini ponselmu.

Apa? /- Sejak tadi berdering.

Terima kasih.

Halo?

Apa?

Sial!

Lagu ini kupersembahkan kepada semua wanita di luar sana.

Inilah "Ddaeng Beol".

"Kamu tidak dapat dipercaya"

Bernyanyi bersama.

"Kamu orang yang tidak dewasa"

Mari tepuk tangan.

"Meski aku berusaha menghiburmu, tidak ada gunanya"

"Jauh di lubuk hati, kamu orang yang sangat baik"

"Krisan untuk hari ini"

Apa? Aku sedang di kelas.

"Kamu berusaha merayuku"

Apa? Sial.

Satu lemparan lagi baginya untuk memenangkan kejuaraan ini.

Kook Ki Bong belum mencetak skor sampai inning kesembilan.

Semuanya tergantung pada lemparan terakhir ini.

Jumlahnya kini adalah tiga ball dan dua strike.

Kook perlu berhati-hati agar bolanya tidak melanggar.

Sato mungkin berharap bolanya melenceng.

Baik. Ini momen menegangkan.

Kini semua berada di tangan Kook.

Bersiap.

Strike! Dia melewati pemukul! /- Ya!

Dia berhasil! Mereka memenangkan kejuaraan!

Terima kasih, Sato!

Pahlawan nasional Kook Ki Bong membawa kemenangan pada timnya

dengan membuat lawan kalah telak tanpa skor dan run.

Dia pemain yang luar biasa.

Bangun!

Hei, Kook Ki Bong!

Tanpa skor! Juara!

Kamu pingsan saat berlari.

Apa kamu bahkan bermimpi?

Bangun!

Kamu tidak mau masuk liga utama?

Kamu mau membusuk selamanya di liga kecil?

Pelatih, boleh kuangkat telepon ini?

Dasar bodoh, angkatlah.

Astaga.

Halo?

Apa? Aku sedang latihan.

Apa? Sial!

Bagus. Itu baru yang dinamakan lari.

Apa-apaan itu? Mau ke mana kamu?

Bagaimana?

Bagian dalamnya rapi, dan interiornya juga bagus.

Kamu menyukainya? /- Ya.

Selain itu, lokasinya bagus,

jadi, cocok untuk bisnis.

Kamu bisa menggunakan semua ini.

Hebat, bukan? /- Ya.

Pikirkanlah baik-baik.

Ini sungguh membuatku gila.

Kenapa mereka tidak datang?

Setiap orang yang tinggal di sini sukses dengan pekerjaan mereka.

Dari sutradara film, jurnalis,

CEO pusat perbelanjaan, sampai pembuat kue.

Mereka semua sukses besar.

Bu! /- Bu!

Kamu siapa?

Siapa mereka? /- Hanya mereka yang aneh.

Aku serius.

Akan kupikirkan dan kuhubungi Anda lagi.

Permisi. /- Tapi

kamu harus melihat-lihat lagi. /- Permisi.

Banyak yang ingin kutunjukkan!

Pak, tolonglah...

Astaga, apa yang kalian lakukan?

Kenapa Anda menyewakan tempat ini tanpa berdiskusi dengan kami?

Maka kalian harus membayar sewa.

Kalian tahu sudah berapa bulan kalian menunggak?

Jika diberi waktu sepekan, kami akan mengurusnya...

Kalian tahu berapa bulan kalian mengatakan hal itu?

Sekitar empat bulan dua pekan...

Baik. Kuberi sepekan lagi dan ini kesempatan terakhir kalian.

Sebaiknya kalian membayar semua tunggakan sewa.

Lihat betapa menyedihkannya kalian.

Kalian lampu lalu lintas atau apa?

Semoga hari Anda menyenangkan. /- Semoga panjang umur.

Sampai jumpa.

Kenapa ada ban di dalam sanggraloka?

Lihat siapa yang berbicara.

Hei, Lampu Merah. Berhenti.

Jangan sentuh aku. /- Tunggu.

Kenapa kamu lama sekali? Aku meneleponmu sejak tadi.

Aku langsung datang setelah kamu menelepon.

Tidak lihat aku masih memakai wig?

Sial.

Siapa yang menaruh ini di sini?

Ini membuatku gila.

Bagaimana aku mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat?

Ya.

Jung Eun, kamu punya uang?

Apa aku akan menumpang jika punya? /- Sudah kuduga akan begitu.

Kenapa penampilanmu begini hari ini?

Benar.

Kenapa aku bisa seperti ini?

Lihat aku, aku aktor berbakat.

Kenapa aku hanya menjadi pemeran pengganti?

Hanya pengganti?

Kamu belum jera, ya? /- Diam.

Itu sebabnya para gadis mencampakkanmu.

Hei! Aku sudah bilang

jangan membahas Seo Jin.

Dia tidak memutuskan aku.

Kami putus baik-baik.

Terserah kamu saja. Aku mau mandi.

Mandi?

Haruskah kamu mengungkit tentang perpisahan itu?

Mau ke mana kamu?

Kamu menjulurkan lidah kepadaku?

Jangan mandi! Itu pemborosan.

Berhenti!

Tapi itu semua salahmu. Bertanggungjawablah untuk itu.

Kenapa? Kenapa ini semua salahku?

Kamu CEO.

Kami hanya investor.

Kamu bilang itu investasi bagus.

Kamu bilang kita akan dapat uang setelah rumah direnovasi.

Kita sedang mengalami resesi ekonomi global.

Semua sanggraloka kesulitan... /- Diam!

Seharusnya aku tidak memercayai orang sepertimu.

Kamu hanya menyebutku CEO jika hal buruk terjadi.

Hei. Lihat itu.

Sepertinya ada festival di sini.

Lalu? /- Untuk menyaksikan meteor jatuh...

Aku hanya ingin memberi tahu. Di sana ramai.

Siapa itu Hujan Meteor?

Siapa dia dan kenapa orang berkumpul untuk melihatnya?

Dia penyanyi? Aktor?

Kamu bercanda? /- Aku tahu! Pemain sepak bola!

Aku harus menyalahkan diriku

karena memercayai orang bodoh seperti kalian dan berinvestasi.

Itu semua salahku.

Aku yang gila di sini.

Jadi, siapa Hujan Meteor?

Kurasa hal baik akan terjadi.

Kurasa kita tidak seharusnya menonton meteor sekarang.

Ini akan menjadi hujan meteor bersejarah,

kita tidak boleh melewatkannya.

Siapa tahu? Jika kita berharap pada meteor,

uang mungkin menghujani kepala kita.

Yang benar saja.

Kenapa kamu pesimistis sekali? /- Mana bisa optimistis

jika kita akan menjadi tunawisma sepekan lagi?

Itu sebabnya kamu perlu lebih optimistis.

Dengarkan aku, Woo Shik.

Ki Bong, kamu juga.

Tataplah satu sama lain.

Tidak ada yang lebih buruk dari ini.

Maksudmu? /- Itu dia maksudku.

Kita telah mencapai titik terendah dalam hidup.

Apa artinya?

Tidak ada tujuan lain selain naik.

Tidak mungkin hal lebih buruk lagi akan terjadi kepada kita.

Bisa-bisanya kamu tidak optimistis?

Bukankah begitu?

Kamu serius? /- Ya.

Mati saja kamu.

Jangan sia-siakan oksigen yang kamu hirup, mati saja.

Mati! /- Hentikan, kalian berdua!

Yang benar saja.

Lihat! Sudah dimulai! Lihat ke sana!

Jadi, itu yang namanya meteor.

Keren sekali. /- Ya.

Lihat.

Lihat itu.

Yang itu besar sekali, ya?

Sangat besar. Bukankah itu sepertinya menuju ke arah kita?

Benar? /- Ya.

Menurutmu begitu? /- Aku tidak peduli.

Bukankah itu mengarah terlalu dekat ke kita?

Romantisnya. /- Bagaimana jika kita kejatuhan?

"Seratus juta bintang jatuh dari langit"

Aku di sini.

Apa bintang sungguh jatuh di sini?

Di sanggraloka kita? /- Kurasa begitu.

Jadi, seperti itu rupanya meteor.

Aku rasa begitu.

Ini keren sekali.

Bukankah ini sangat menarik?

Katamu tidak akan ada hal yang lebih buruk lagi.

Katamu tidak ada tujuan selain naik.

Katamu kita telah mencapai titik terendah hidup.

Kita mencapai titik terendah,

tapi aku bukan berpikir kita bisa lebih rendah lagi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left