The first 200 lines.
Erin yang terhormat,
Selamat Tahun Baru!
Tidakkah itu fantastis untuk hidup?
Hari ini aku kembali ke dewan kota,
- Berjuang untuk membuat Los Angeles... - Disisihkan untuk Ny. Erin Brockovich.
...tempat yang lebih baik dan lebih indah untuk dihuni.
Jack dan aku masih membuat film dokumenter kami.
Aku ingin menginspirasi orang seperti kau menginspirasi ku.
Yang lebih penting,
Aku memiliki kekasih terbaik di dunia.
Susan dan aku serasi karena kami saling mendengarkan, Erin.
Semudah itu.
Cinta hidup di Los Angeles.
Bagaimana denganmu? Salam hormat, XX, DB.
Tanganku.
Terima kasih.
Berhenti mencuri selimut.
Tidak. Hanya...
Berhenti mencurinya.
Ya. Nyaman.
Ya.
- Darren... - Susan...
- Tidak, aku... - Maaf.
Tidak, kau duluan.
Aku hanya mau bilang...
Aku rasa Vitors kehilangan sesuatu sejak Samir meninggal.
Jelas bukan ayamnya. Tapi nasinya, Susan.
Ya Tuhan. Samir.
Jujur, itu terlalu banyak di beri garam.
Bisa kita bicara tentang sesuatu?
Ya. Maaf karena mengungkit Hari Tahun Baru kemarin...
- ...dan aku gagal mengakui itu. - Darren.
Tapi nasi garam tidak beralasan.
Perusahaan-perusahaan bodoh dibalik "Salad For Days"...
...seharusnya berikan properti itu pada Vitors.
Mereka sudah di sana 30 tahun, Susan!
Vitors selamat dari genosida untuk ini.
Ini? Genosida kedua?
- Itu penuh kebencian. - Membuatku murka.
Air leding atau air soda?
Air keran, tolong.
Selagi persediaan ada.
Kekeringan ini.
Hatiku sakit.
Kau sebaiknya hidrasi.
Samir.
Itu benar, Susan. Aku mengerti.
Kematiannya merusak salah satu restoran ayam terbaik di Los Angeles.
Dia bukan kekasih terbaik,
Tapi dia selalu teman yang baik.
Aku tidak tahu itu.
Serius? Dia dan aku...
Tidak. Dia jelas tidak bersahabat denganmu seperti itu.
Aku sempat berpikir kami akan menikah.
Ini Samir, 'kan?
Samir ayam? Samir ayam yang meninggal?
Kami bicara untuk pindah ke Palm Springs.
Aku akan membuka studio pilates ku sendiri.
Dia akan membeli gerobak makanan.
Dewan wilayah gurun memang memperluas izin pasar di sana.
Itu bisa jadi hal bagus untuk kota.
- Mungkin kita bisa kunjungi dia. - Samir?
Makamnya.
Kita bisa bawa makan siang. Habiskan seharian di sana.
Aku tak tahu jika...
- Ya, tidak. Kau benar. - Bisa kau...
- Maksudku, makan di kuburan? - Ya...
Tidak. Ya. Kau benar.
Hanya saja dia sangat menyayangimu.
Aku juga suka dia.
- Darr? - Ya, Sus?
Haruskah kita menikah?
Ya. Maksudku, kita jelas bisa.
Kita ada tiket untuk Descanso Gardens.
Tapi kamelia harus di tanam ulang dan rumput mondo mati.
Kekeringan ini. Itu sangat tragis.
Tragis.
10.30 waktu panggilan dengan Jack dan Diane.
Rambut dan riasan.
Film dokumenterku.
Adegan penting.
Sampai jumpa.
Baiklah, sayang.
Kita akan selalu memiliki Paris.
Turut prihatin soal Samir, Susan.
Tak apa, Darr.
Apa ini Italia?
- Apanya? Ya. - Lagu ini.
Itu sangat mengangkat semangat.
Ya.
Teddy Hollandaise.
Itu semua perlengkapan.
Kau harus hati-hati dengan itu.
Masukkan itu di belakang sana.
Letakkan yang itu di dasar, karena itu muat.
Tinggalkan yang itu. Taruh kembali yang itu.
Jadi, dengar. Biar aku kembali ke ceritaku.
Dua setik, sepasang ekor lobster.
Itu Malam Tahun Baru.
Apa yang akan aku lakukan? Menyantap ayam rotisserie?
Hanya agar kita jelas, aku suka ayam rotisserie.
Ya, kau suka ayam rotisserie,
Aku menginginkan hidangan daging dan boga bahari,
Tapi aku pergi ke restoran Jepang...
- ...karena itu yang Diane... - Ini dia.
Dia suka jalapeños dengan sashimi.
- Itu benar. - Kau tahu, hidangan pembuka, benar?
Jadi, pertama, kau harus parkir.
Kau pernah parkir di Colorado Avenue?
Colorado Avenue adalah mimpi buruk.
- Kau bertemu Susan, sayang? - Tentu saja. Dia pacarku.
- Kami akan ke Descanso Gardens. - Itu...
- Colorado itu murni. - Kau cemong.
Bencana.
Kau mau parkir? Pergilah ke Wisconsin.
Mereka punya meteran jangka panjang.
Jadi aku berada di restoran.
Apa namanya?
- Nama apa? - Restoran.
Omakasa Tomaya.
Kami berada di Omakasa Tomaya.
Aku beritahu padamu, Darr, jangan lengah karena itu menjemukan.
Petugasnya berikan aku kantong, aku melihat ke dalam kantong,
Dan ada jalapeños, hidangan pembukanya juga sangat bagus,
Seperti yang dia suka.
- Kau sedikit berkilau. - Tapi selain dari hidangan pembuka,
Makannya beku total.
- Mentah. - Itu restoran Jepang.
Mentah adalah kebiasaan mereka.
Tidak. Daging mentah.
Diane, daging mentah belum diolah jelas bukan kebiasaan.
Ditambah, ada dua lobster raksasa yang menatap ke wajahku.
- Ekor lobster, Jackie. - Ekor. Benar.
- Ya. - Aku bilang ke petugasnya,
"Ada apa dengan ini?" Dia bilang, "Saat ini",
"Kami bertindak sebagai pedagang grosir."
"Kami memberimu makanan dengan potongan kecil."
- Ya, mereka mencoba hal baru. - Jadi mereka...
Kau tak bisa salahkan mereka karena mencoba inovatif.
Inovatif? Inovatif adalah pulpen.
Ini kemacetan jam 6 pagi di sisi barat Los Angeles.
Aku tak tahu bagaimana menyantap sashimi.
- Oke. - Aku harus lakukan itu sendiri?
Ditambah, aku tak mengerti sedikitpun yang dia katakan.
- Itu bukan... Bukan. - Apa? Dia orang Jepang.
- Jangan ke sana, Jackie. - Apa, kau akan taruh itu di sana?
- Tidak. Kau... - Diane, apa kau membuat roti isi?
- Itu di meja, sayang. - Dia cadel.
- Dia tidak cadel. - Ini roti isi?
- Ya. - Diane, dia jelas cadel.
Oke. Ayo pergi. Kita akan terlambat.
- Ya Tuhan. - Dan juga, baterai alat dengarku habis.
Aku hanya bisa dengar dia di sisi kiri wajahku.
Dia bilang itu baterai,
Tapi faktanya, dia merasa malu, kau tahu?
Tapi terus terang, kami sangat menikmati hidangannya.
- Itu benar. - Ya, itu benar.
Sayang, apa nama dagingnya?
- Daging sapi Wagyu. - Daging sapi Wagyu.
Darr, mereka memijat dagingnya.
Itu punya banyak lemak. Itu menakutkan.
Ada yang mengatur spionku.
- Aku tadi pindahkan mobilnya. - Berhenti melakukan itu...
- ...setiap kau masuk ke mobilku. - Mengerti?
Aku pindahkan mobilnya sedikit.
Sebentar, Diane! Hati-hati!
- Aku sudah berhati-hati. - Terus, terus... Pelan-pelan.
- Itu kotak suratku! - Ada dua pria...
- ...beritahu aku cara mengemudi. - Kau hampir menabrak kotak suratku!
Kau pasti berpikir aku tak pernah mengemudi sendirian.
Itu pengambilan gambar yang bagus.
- Hei, Reggie. - Hei, Darren. Bagaimana kabarmu?
- Selamat Tahun Baru. - Selamat Tahun Baru juga, kawan.
- Bagaimana keluargamu? - Mereka baik.
- Kau bicara dengan Dr. Rosenbach? - Ya, terima kasih untuk itu.
- Dia orang baik. - Ya, itu benar.
Terima kasih.
Kau menginginkan perlengkapanmu?
- Aku bisa sendiri... - Tn. Barrenman?
- Hati-hati. - Aku berhati-hati.
- Sebentar. - Tn. Barrenman.
- Tn. Toronkowski. - Kau lebih cepat.
Tentu saja.
Aku menganggap kota ini secara serius. Kau?
Aku lihat kita sudah memulai dengan sangat baik.
Jadi, hari ini apa?
Jalur troli di Broadway?
Kau pasti ingin mengungkit kembali Broadway.
Aku menginginkan sistem troli umum...
...berbiaya rendah dan berfungsi, tapi, que sera.
- Silakan duduk. - Kau sedikit berkilau.
- Kartunya di kantongku. - Tn. Barrenman. Silakan duduk.
- Aku duduk. - Bukan di lantai.
- Kau saja yang duduk. - Aku sudah duduk.
- Terserahlah. - Hanya sedikit berkilau di sini.
- Kau tidak memakai itu? - Aku masih belum tahu.
- Entahlah. Kau sedikit berkilau. - Aku belum putuskan.
Aku sangat kepanasan.
Kau tahu, di sini memang hangat.
Ini untukmu, DB.
No comments yet. Be the first to leave one.