The first 200 lines.
BURUNG BIRU
Ku coba temukan tempat 'tuk diriku
Dalam genangan bilah yang tlah ku ludahkan
Meski ku kejar dirimu di hari itu
Ingatan yang tersisa hanyalah langit yang menangis
Bulan dan bintang-bintang pun terdiam
Sendiri, ku berharap diriku mengecil
Orang bilang aku bisa jadi lebih kuat
Kalau aku ingin melindungi sesuatu yang kusayang
Perhentian berikutnya, SMP Higashigaoka.
"Toserba Noguchi"
"Kami akan pindah."
Tangan ini telah melalui banyak hal
Dan ada juga yang telah kubuang
Ketika keduanya kutimbang, aku melihat keseimbangan
Ketika keduanya kutimbang, aku melihat keseimbangan
Aku tak bisa memaksa untuk menambah dirimu
Aku tak bisa memaksa untuk menambah dirimu
Beban di punggungku mulai terasa nyaman
Engkau telah mencampur banyak hal dalam diriku dengan lembut
Bagai cahaya yang muncul di antara awan-awan
YAKIN KITA BISA BERUBAH!
Bagai cahaya yang muncul di antara awan-awan
Bagai cahaya yang muncul di antara awan-awan
Engkau perlahan meluluhkan hatiku
Mari kita sebrangi jembatan pelangi agar tak ditemukan
Ayo tutuplah tirainya
Bagai cahaya yang muncul di antara awan-awan
Bagai cahaya yang muncul di antara awan-awan
"Kotak Burung Biru"
Engkau perlahan meluluhkan hatiku
Selamat pagi.
"Peduli sesama."
Kamu kirim kartu ucapan ke Pak Takahashi?
Iya, tapi dia gak bales.
Yakan? Semester ini juga gak hadir.
Apakah dia akan diganti?
Nah, 'kan.
Kenapa ya?
Kamu telat. Hari ini 'kan kamu piket.
Ah, maaf.
Kita akan memulai semester tiga.
Tadi pagi aku menyapa para siswa.
Dan tampaknya semuanya sudah pulih dari kejadian itu.
Siswa kelas 9 harus ikut ujian masuk SMA.
Untuk memastikan agar semuanya diterima.
Dan seluruh siswa kelas 7 & 8 naik kelas.
Aku harap semua guru dan siswa bisa bekerja-sama.
Untuk memulai semester baru.
Berikutnya, Pak Ishino, guru konseling.
Baik.
Di akhir semester lalu,
"Kotak Burung Biru" telah disepakati.
Ketiganya sudah disediakan.
Sekali seminggu, siswa yang bertugas akan memeriksa isinya.
Aku dan Bu Shimazaki yang akan mengawasinya.
Berikutnya, aku akan memperkenalkan guru pengganti baru ...
... yang akan menggantikan Pak Takahashi di kelas 8-1.
Dinas Pendidikan Kota telah ...
Maaf?
Berdiri.
Hormat.
Duduk.
Namaku Murauchi.
Aku yang akan mengajar ...
... hingga Pak Takahashi kembali.
Aku guru pengganti ...
... di kelas ini.
Pengecut.
Mencoba melupakan ...
... itu sifat pengecut.
Apa katanya?
Entahlah.
Apa katanya?
Pak Guru ...
... gagap.
Aku tak bisa bicara dengan lancar.
Tapi ...
Aku akan bicara dengan tulus.
Jadi semuanya tolong dengarkan dengan tulus.
Mendengarkan perkataan tulus dengan sungguh-sungguh.
Tapi kalian semua gagal. Makanya ...
Aku di sini.
Sonobe.
Takagi.
Iya.
"Toserba Cabang SMP Noguchi"
Meja ini.
Sebelumnya di mana?
Ketua kelas, Hayakawa?
Yang ketiga dekat jendela.
Kobayashi dan temannya, tolong mundur.
Baiklah, bawa kemari.
Noguchi,
Selamat datang kembali.
Pak Guru.
Noguchi pindah sekolah.
Lalu itu untuk apa?
Semacam permainan?
Inoue.
Ini bukan permainan, lho.
Kalau orang ingin menjalani hidup dengan sungguh-sungguh ...
... maka tak ada yang namanya permainan.
"Bagikan kecemasanmu."
Bisa sedikit ke kanan?
Hah? Ini udah pas.
Yakan?
Ya sudah.
Lagian ini buatan siapa, sih?
Tentu saja Ishino, dia yang bisa.
Iya yah.
Begini, Pak Murauchi?
Terima kasih atas kerjanya.
Berdiri.
Hormat.
Duduk.
Noguchi, selamat pagi.
Dia menyebalkan sekali.
Apa tiap hari dia mau begitu terus?
Kenapa kita semua yang harus menanggungnya?
Kita semua udah tobat, 'kan?
Bener tuh.
Sudahlah. Nanti juga berhenti.
Kamu yang di depan, percepat.
Watanuki, ayunkan lenganmu.
Kamu yang di depan, percepat.
Kamu terlalu lambat.
Perhatikan langkahmu.
Jangan buang waktu.
Pertahankan kecepatanmu.
Lihat, itu beras merah.
Emang cocok buat dia, ya.
"Kemakmuran peradaban ..."
"... berkaitan erat dengan fakta bahwa hampir 70 persen ..."
"... wilayah negaranya adalah hutan.,'
"Bukan cuma di Jepang.",
"Sebagian besar wilayah Bumi adalah hutan."
Jangan.
"M ... m ... makmur."
"Hutan adalah ..."
"... jalur kehidupan yang melindungi peradaban."
Silakan.
Begini ...
Ah, gak jadi.
"I have lived in this country for ten years."
Oke, bagus.
"Aku sudah tinggal di negara ini selama 10 tahun."
Ini namanya kalimat present perfect.
"Have" ditambah partikel lampau.
Sebelumnya kita sudah pernah membahas ini, 'kan ya?
Gunanya apa, Yamamoto?
Buat kalimat pasif.
Tepat.
Kalimat pasif "be" + partikel lampau. "Have" untuk kalimat present perfect.
Hafalin ya, karena ini penting.
Baik, kalimat present perfect ....
Hei.
Guru baru itu agak aneh, ya?
Ah iya, dia juga mengajar di kelasmu.
Iya. Bukankah dia hebat?
Dia gagap.
Bukan itu.
Dia hafal nama siswa sekelas dalam satu hari.
Dah.
Selamat pagi.
Noguchi, selamat pagi.
Apa ini!?
Kembalikan!
Apa ini?
Balikin!
Pinjem bentar ...
Balikin!
Jangan lebay, dong.
Gak usah sok gitu!
Ha?
Umeda, diem aja.
Bacot.
Mau jadi pahlawan kesiangan, hah?
Sampai dimana tadi?
Sudah, tak apa.
Pak Murauchi, tolong datang ke kantor.
Aku dengar kau mengambil kembali meja Noguchi.
Beberapa orang tua siswa telah menghubungi kami.
Para siswa juga merasa tidak nyaman.
Aku pikir kau mengerti ...
... soal insiden Tetsuya Noguchi.
Banyak hal terjadi setelah itu.
Ini, bisakah kau membacanya?
Kami ngobrol dengan semua siswa ...
... di kelas itu bersama dengan orang tua mereka dan ...
... butuh waktu satu bulan untuk menulis esai cerminan ini.
Keadaan akhirnya tenang.
Hingga kau datang kemari.
Aku sebenarnya tidak mau merepotkan orang tua siswa lagi.
Ketika Pak Takahashi ambil cuti untuk menenangkan diri ...
... dia dikritik karena dianggap tak bertanggung-jawab.
"Esai Cerminan: Kelas 8-1"
Orang tuanya keras.
"Buku Kliping"
"Siswa kelas 8 mencoba bunuh diri."
No comments yet. Be the first to leave one.