The first 200 lines.
Kau gila? Kau tidak bisa mengemudi dengan benar?
Tidak, tolong jangan bunuh aku.
Pembunuhan brutal di kota Visakhapatnam yang damai.
Tubuh seorang perempuan di sekitar kampus AU.
Memaku tangan..
- Dan memenggal kepala perempuan itu dan mengambilnya. - Hei lihat ini.
- Ada petunjuk, Shekar? - Tidak, Bu.
Sampai sekarang kami tidak menemukan petunjuk apa pun.
Kejadiannya terjadi saat dia pulang dari kantornya.
Minggir.
Ada saksi mata? Kau tahu kapan kejadiannya, Shekar?
Mungkin terjadi sekitar jam 2 pagi, kami sedang mencari tahu, Bu.
Siapa pembunuhnya?
Apa misteri di balik tanda tanya?
Apa motif pembunuhnya?
Polisi mengatakan penyelidikan sedang berlangsung,
dan mereka akan segera menangkap pembunuhnya.
Salam, Pak.
Akankah mereka menangkapnya?
Polisi bicara seperti itu dalam semua kasus.
Tak perlu pembunuhnya, biar mereka menemukan kepalanya dulu. Itu sudah cukup.
Untuk membahas topik ini, kami menghadirkan seorang dokter psikiatris terkenal.
Pembunuhnya memenggal kepala korban dengan cara memaku tangan korban.
Polisi mengidentifikasi korban menggunakan sidik jari.
Mereka mengonfirmasi korban adalah Siri dari Madhuravada.
Kenapa ada tanda tanya di kepala yang dipenggal?
Apa tujuannya untuk membuat masyarakat takut? Atau ada motif tertentu?
Kenapa, kami harus menemuimu dalam situasi ini, Siri?
Oh, Siri..
Kau melihat orang yang membawa kepala itu? Kau bisa mengenalinya?
Salam, Bu, ada yang bisa kubantu?
Aku butuh rekaman CCTV satu jam sebelumnya.
Bu, ada seorang perempuan datang sebelumnya, melihat gambar itu, dan mengambilnya.
- Di mana? Coba kulihat. - Di sini, Bu.
Percayakah kau pada seseorang yang mengaku sebagai polisi?
Dia juga bertanya dengan cara yang sama, Bu.
Pemantik...
Pemantik...
Aku tidak punya.
Sayang, minumlah sedikit.
Pemantik...
Aku sudah bilang.
Ayo.
Ayo sayang..
Pemantik...
Ayo.
Ayo.
Hei, siapa kau?
- Siapa yang memberimu paketnya? - Aku akan mengatakannya, Bu.
Narkoba adalah kelemahanku, Bu. Saat itu aku sangat menginginkannya.
Seorang laki-laki mendekatiku dan meminta mengantarkan sebuah paket ke lokasi tertentu.
Aku bertanya, 'Apa untungnya bagiku jika aku melakukannya? Dia memberiku narkoba, Bu.
Aku tidak pernah tahu apa pun tentang isi paketnya.
Aku tidak tahu apa-apa, Bu. Aku melakukan itu demi narkoba.
Aku tidak tahu ada kepala di bungkusan itu sampai aku melihat berita.
Kau bicara tentang dia, berapa usianya?
Sekitar 50 sampai 60, Bu.
- Bagaimana penampilannya? - Dia memakai topeng.
- Ada lagi? - Rambut putih penuh, Bu.
- Lagi... - Tangan kanannya putus sampai pergelangan, Bu.
- Itu saja, Bu. - Katakan..
Bu, kusampaikan pesan yang sama pada perempuan berambut pendek.
Itu saja, Bu.
- Ini dia? - Ya, Bu.
Kubilang, berhentilah menangis.
Kubilang, berhentilah menangis.
Kenapa kau menangis?
- Di mana kakakmu? - Ada yang menculik kakak.
Kemana mereka membawanya?
Hey..
Aku akan membunuh kalian jika kalian berani macam-macam dengan perempuan mana pun, bodoh.
Kematian yang terus terjadi ini sangat mengkhawatirkan warga Vishakapatnam.
Sebelum kita melupakan pembunuhan Siri,
ada pembunuhan lain dengan pola yang sama di Pantai Bheemili.
Berapa banyak perempuan yang akan terbunuh oleh pembunuh berantai tanda tanya?
Akankah kepolisian bertindak seperti dalam kasus Siri?
Atau akankah mereka menganggapnya serius kali ini?
Hei hentikan..
- Shekar.. - Bu.
Kau melihat perempuan berambut pendek itu? Kami melihatnya dalam rekaman CC TV.
- Ya, Bu. - Aku curiga padanya. Tangkap dia.
Baik, Bu.
Hey...
Hey...
Kantor polisi?
Ada mayat di dalam bus.
Baru saja melintasi Medchal.
Tubuh perempuan ditemukan di bus Medchal, detailnya tidak diketahui tanpa kepalanya.
Pembunuhnya meninggalkan tanda tanya di kepala korban.
- Lacak siapa yang menelepon kita. - Baik Bu..
Temukan detailnya dan informasikan pada orang tuanya.
Kirim jenazahnya untuk otopsi.
Hentikan bus ini dan cari petunjuk.
Periksa hotel tempat bus ini berhenti.
- Bawa rekaman CCTV di halte bus. - Oke, Bu.
Dia bilang dia melihat laki-laki yang menelepon kita di dalam bus.
Kami menerima panggilan teleponnya.
Jangan pukul aku, Bu.
Aku kehilangan ponselku kemarin sore.
- Di mana? - Di restoran kantor.
Aku terus mencari, tapi tidak menemukannya, tidak ada CCTV di hotel itu.
Tidak seorang pun mengangkat telepon, tidak peduli berapa kali aku meneleponnya.
Aku duduk di kursi belakang dan mendengar dia bicara di telepon.
Kukira dia menelepon dengan maksud iseng.
Aku tidak pernah menyangka ada mayat di dalam bus.
- Demi ibuku, Bu. - Apa kau lihat dia naik ke kapal itu?
Aku melihat dia turun di Medchal.
- Tingginya, warnanya. - Tinggi, sekitar 5'7.
Warnanya, dia sama..
Ini laporannya, waktu kematian 1:30.
- Ada serangan seksual pada perempuan ini. - Tidak ada tanda-tanda serangan seksual..
Itu pembunuhan yang brutal, ada beberapa pukulan di kepala.
Dia mungkin menggunakan batang besi dan palu.
Tengkorak dan otaknya rusak total.
Dia memenggal kepala korbannya setelah mati.
Jadi yang membunuhnya bukan orang biasa, dia monster.
Pak, jika kau mau uang, ada 5 lakh di bank.
Ambil itu.
Kumohon..
Tolong, Pak.. Tolong, Pak..
Tolong tinggalkan aku, Pak.
Apa, Bu? Hanya satu orang yang melakukan semua pembunuhan ini?
- Kau tahu apa senjatanya? - Sesuatu seperti senjata tajam.
Bukan soal senjata tajamnya, tapi otaknya yang tajam.
Itulah sebabnya dia tidak meninggalkan petunjuk apa pun dalam semua pembunuhan.
Dia menantang kita dengan meninggalkan tanda tanya pada setiap pembunuhan.
Dia mau menjadi berita dan kita harus mencarinya..
Motonya adalah membuat semua orang membicarakannya.
Jika kita tidak menghentikannya, dia akan melanjutkan pembunuhan.
Pencarian kita adalah
seorang psikopat yang sangat cerdas dan terkenal.
Dua pembunuhan berantai berturut-turut terjadi di kota kita.
Usia laki-laki yang melakukan pembunuhan sekitar 25 hingga 30 tahun.
Dalam gaya pembunuhan dari Hyderabad.
Terjadi di Chennai dan Bangalore.
Kami tidak pernah mendapat petunjuk atau bukti di mana pun.
Kami menemukan pola pembunuhannya dalam penyelidikan.
Itu yang kau mau.
Itu berarti berita.
Pembunuhan pertama di sisi utara, pembunuhan kedua di sisi timur.
Pembunuhan ketiga di sisi barat, pembunuhan keempat di sisi selatan.
Dia melakukan pembunuhan di empat sudut kota seperti ini.
Bu, dia membunuh dengan simbol salib,
bisa kita melihat pembunuhan ini dari sudut pandang agama?
Tidak, semua korban pembunuhan adalah perempuan religius.
Ini hanya tanda tangannya..
Mohon jangan salah paham seperti itu.
Bu, kenapa dia mengambil kepala perempuan yang sudah dibunuhnya?
Ini sepenuhnya tergantung pada kondisi mentalnya.
Pembunuhan orang biasa yang didorong amarah.
Pembunuhan seorang psikopat yang melakukannya untuk bersenang-senang.
Perbedaanya seperti ini,
Dia mau menjadi topik pembicaraan orang banyak.
Dia mau mendengar topik itu dengan telinganya sendiri, dan menikmatinya.
Bu, dia hanya menargetkan perempuan.
Apa dia melakukan pemerkosaan sebelum membunuh?
Tidak, tidak ada satupun perempuan yang diperkosa.
Berarti, apa alasannya Bu?
Dia pastinya impoten.
Dengan kondisi mental..
Mereka berubah menjadi psikopat seperti itu jika mereka juga menghadapi masalah fisik.
- Hei... - Ya..
Apa arti impoten?
Mereka melabelinya sebagai impoten jika ia tidak punya sifat maskulin.
Nampaknya, psikopat itu tidak bisa ngaceng.
Mereka menyebut laki-laki yang menikmati perempuan..
Jika dia senang membunuh perempuan yang sama, mereka menyebutnya impoten.
Bu polisi mengatakan sebenarnya..
- Apa yang menjadi alasannya.. - Pasti dia impoten.
Mungkin Impoten.
- Tolong. - Tolong.
Hei, aku bukan psikopat.
Aku bukan psikopat.
Aku bukan psikopat.
Aku bukan psikopat.
Aku bukan psikopat.
Aku impoten..
Aku impoten..
- Kumohon. - Aku impoten.
Kumohon... Tinggalkan aku...
Aku akan melakukan apa pun yang kau katakan..
Kumohon..
Duduk.
- Beri dia air. - Oke, Bu.
Besok adalah pertunanganku.
Saat aku pulang dari salon kecantikan di malam hari.
Tiba-tiba ada yang datang dari belakang dan menutupku dengan sapu tangan.
Aku tidak tahu lagi setelah itu.
Setelah aku bangun, aku menyadari aku terikat di suatu tempat.
Ada seorang psikopat di depanku, Bu.
Dia mencoba membunuhku..
Pada saat yang sama, seorang laki-laki datang dan menyelamatkanku, Bu.
Siapa dia?
Saat aku pergi makan siang, tiba-tiba aku mendengar seorang perempuan berteriak.
Aku langsung pergi ke sisi itu.
Saat aku melihat lewat jendela, dia hendak membunuhnya.
Aku langsung masuk dan..
Aku melawan dia, Bu.
Kalau saja aku terlambat satu menit saja, dia mungkin sudah membunuhnya.
Aku melawannya dengan sekuat tenaga yang ada dalam diriku.
No comments yet. Be the first to leave one.