The first 200 lines.
Katakan lagi mengapa kita membeli makanan untuk Jimbuk.
Hidungnya seperti belalai.
Dia tak bisa keluar ke tempat umum.
Bacakan menu spesialnya.
Burrito udang, taco lengua , quesadilla chicharron...
Nyamuk udang, taco cair, armadillo cokelat.
Jimbuk ingin tahu bumbu apa yang ada di udangnya
karena jika ada garam, itu akan membuatnya bengkak.
Kami pesan nachos .
-Permisi. -Maaf.
Entahlah.
Dia hanya menatap pria ini.
Dia benar-benar menikmatinya.
Tidak, dia tak lebih manis darimu.
Gabby!
Jimbuk akan tetap memakannya!
Ini.
Sudah dimulai.
Gabby Duran harus dihentikan.
Ya
Aku bersikap normal seperti ikan Mengendarai sepeda
Berbaur seperti musim panas dan es
Jangan melawan, bersikaplah apa adanya
Oh
Aku berseluncur keluar jalur
Saat aku mencoba bertahan Itu wajar
Itu gagal, tak apa-apa, aku satu-satunya
Satu-satunya
Jadi, kapan pun aku merasa
Tak memahami umat manusia
Memangnya mengapa
Aku melakukan tugasku
Dia melakukan tugasmu
Saat kita tak cocok
Kita menonjol di tengah keramaian dan berteriak lantang
Aku melakukan tugasku
Aku melakukan tugasku Aku satu-satunya
Aku satu-satunya
Jangan coba berbaur
Aku melakukan tugasku
Jadi, kau akan mengasuh klien baru bernama Celeste pada Jumat malam.
Dia bayi Tekazalion berusia sembilan bulan,
dan tampaknya
sangat manis.
Mata besar, banyak tentakel, penuh lendir berjerawat.
Kedengarannya berharga.
Ini alamatnya.
"Catatan, kau akan baik-baik saja, Swiftmeister"?
Itu bukan untukmu.
Urus urusanmu sendiri.
Sebelum kau pergi, ada murid baru yang mulai hari ini,
dan aku ingin kau mengajaknya berkeliling.
Astaga, mengapa aku?
Kau bisa bolos.
Kita sepakat.
KEPALA SEKOLAH SWIFT
Patty, tolong suruh dia masuk.
Ternyata kau.
Aku Gabby.
Aku Leo.
Entahlah.
Mereka hanya saling menatap.
Mereka benar-benar menikmatinya.
Jadi, itu sekolahnya.
Kurasa itu sangat mirip dengan yang terakhir.
Sebenarnya, aku pindah kemari dari Vegas,
jadi, aku terbiasa dengan mesin judi di lorong
dan peniru Elvis di ruang kelas.
-Sungguh? -Tidak.
Tapi, kota ini jelas berbeda.
Kurasa lebih lambat.
Maksudmu membosankan?
Dengar, aku mengerti.
Aku kemari dari Miami dua tahun lalu, dan aku sangat membencinya.
Saranku, beri sedikit waktu.
Kota ini punya banyak kelebihan.
Malam Bintang?
Acara apa itu?
Ada hujan meteor pada Jumat malam,
jadi, sekolah mengadakan acara tempat para murid
bisa memasang selimut di lapangan sepak bola,
makan, dan memandangi bintang.
Ya, entahlah.
Orang bilang itu akan romantis, tapi...
Aku bisa membayangkannya.
Maksudku, jika kau bersama orang yang tepat.
Terima kasih sudah mengajakku berkeliling.
Ya, itu menyenangkan.
Aku sangat suka...
Dia sudah pergi.
Serius, Howard?
Tentu saja.
Tunggu, apa yang kita bicarakan?
Aku tahu ini terdengar gila,
tapi ayo kita berfoya-foya untuk pencuci mulut.
Kau mau apa?
Aku mau ciuman.
Apa itu hidangan spesial baru atau...
Wessy-bear.
Kita sudah lama berpacaran, dan kurasa ini saatnya kita berciuman.
Dengan satu sama lain?
Baiklah.
Bukan sekarang.
Pada Malam Bintang.
Syukurlah karena aku tahu ada ketumbar di gigiku,
dan kau benci ketumbar.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Menurutku indah bahwa kau ingin mengukir tonggak sejarah ini
di bawah bintang-bintang.
Ya, tapi yang terpenting, aku ingin tahu semua yang kau pikirkan.
Apa katamu?
Karena bibir kami memiliki banyak ujung saraf,
ciuman akan membuat telepatiku makin dalam,
memberiku akses ke semua ingatanmu yang paling intim,
rahasia, rasa takut, dan lainnya.
Jadi...
apa pun yang pernah terlintas di benakku?
Benar sekali.
Kita akan lebih dekat dari sebelumnya.
Bukankah itu sangat romantis?
Benar sekali.
Aku tak sabar menunggumu menyelamiku.
Karena aku tak punya kenangan buruk, rahasia,
rasa takut, dan lainnya.
Pikiranku tenang.
Aku tak sabar menunggu ciuman kita.
Jeremy, kau mau bilang apa? Karena aku sangat sibuk.
Tidak, kau tak sibuk.
Tidak, aku tak sibuk.
Ada apa?
Izinkan presentasiku yang berbicara.
MASUKKAN JUDUL DI SINI
Aku ingin masuk sekolah manusia.
Itu saja?
Apa maksudmu?
Aku menghabiskan enam jam.
Jeremy, mustahil aku mengizinkanmu masuk sekolah manusia.
Itu terlalu berbahaya.
Tidak bagiku.
Cium ototku.
Ciumlah betapa besarnya.
Ya.
Aromanya besar, tapi bukan itu intinya.
Hanya butuh satu kali pembengkakan agar wujud alienmu terlihat.
Dunia manusia tak terduga.
Sejujurnya, aku tak percaya kau akan bisa mengendalikan diri
saat menghadapi hal yang tak diketahui.
Jadi, maaf, tapi jawabanku tidak.
Dengar, aku tahu kadang aku agak...
Berengsek, jahat, monster.
Aku sudah makin dewasa sejak kita datang kemari.
Aku harus menantang diriku,
dan aku tak bisa melakukan itu saat terjebak di rumah ini bersamamu
dan Orb bodoh seharian.
Aku akan pergi jika bisa, dan aku tak akan pernah kembali.
Kepala Sekolah.
Kumohon...
Baiklah.
Aku akan mempertimbangkannya.
Tapi, kau harus membuktikan kau bisa berjalan di antara manusia
tanpa mengungkap identitas alienmu.
Bersiaplah, Jeremy,
karena aku akan menyiapkan serangkaian ujian dahsyat
yang akan mendorong semua batasmu.
Aku tak punya batas, jadi, semoga berhasil.
Tapi, besok, bukan?
Karena presentasi itu benar-benar membuatku lelah.
Tentu saja.
Ini pukul 19.00. Tak ada yang bisa dilakukan sekarang.
Lalu, Leo bilang
Malam Bintang bisa romantis dengan orang yang tepat.
Itu seperti sebuah momen.
Lalu, Howard mengacaukannya.
Hei, Gabby, mau camilan?
Begitu kami berciuman,
Sky akan tahu orang tuaku tak mencegahku
pergi ke perkemahan musim panas.
Aku hanya tak mau pergi karena aku takut
akan tidur di ranjang atas.
Manusia tak ditakdirkan tidur setinggi itu dari tanah, Gabby.
Kini mungkin aku tak akan pernah bertemu Leo lagi.
Kami tak ada kelas bersama dan sekolah ini besar.
Gabby, hei.
Aku tahu kita baru bertemu, dan ini mungkin gila,
tapi maukah kau pergi ke Malam Bintang denganku?
Ya.
Kedengarannya bagus.
Benarkah?
Maksudku, ya, keren.
Kalau begitu, sampai jumpa nanti malam.
Sekolah ini besar.
Astaga.
Wes, kau lihat itu?
Tunggu, bukankah kau akan mengasuh anak malam ini?
Ya.
Tidak. Tidak. Tidak!
Apa yang akan kau lakukan?
Kau tahu?
Aku pantas bergaul dengan pria yang kusukai.
Akan kubatalkan tugas mengasuh anak itu.
No comments yet. Be the first to leave one.