Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 30 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2018-01-06
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Episode 30"

Siapa yang mengintip rumah orang lain?

Hei. Kamu.

Hei, siapa kamu?

Kak Tae Pyung.

- Tae Ran. - Kenapa Kakak...

- Diam. - Bibi Tae Ran di luar?

- Itu suara Go Ya. - Apa?

Astaga.

Bibi Tae Ran, jika di luar, bisa tolong bawakan satu?

Aku tidak bisa melihat apa-apa jika seperti ini.

Jika melihatku sekarang,

mungkin dia akan membunuhku.

Jika tidak ingin mati, cepat bersembunyi.

Di mana aku bisa bersembunyi?

Bibi Tae Ran? Bukankah itu suara Bibi?

Bibi Tae Ran.

Bibi Tae Ran, pegangannya robek.

Bisakah Bibi bawakan satu?

- Go Ya. - Astaga.

Ternyata memang Bibi Tae Ran.

Sedang apa Bibi di sini?

Bibi? Ya.

Astaga, jalanannya tampak amat kotor.

Kenapa Bibi berkeringat banyak di udara sedingin ini?

Apa?

Bibi pasti bekerja terlalu keras.

Bibi baik-baik saja. Masuklah.

Kamu mau bibi bantu?

Apa itu?

Tampaknya seseorang membuka pintu itu.

Hei, tidak.

Bibi hanya penasaran kenapa lemari bagus seperti ini dibuang.

Karena pintunya rusak.

Mereka bahkan tidak melapor sebelum membuangnya.

Astaga, kamu tidak boleh menyentuh perabot yang dibuang.

Mungkin ada hantu lajang di dalamnya.

Kenapa Bibi memercayai takhayul seperti itu?

Pokoknya jangan disentuh.

Omong-omong, kenapa kamu membawa banyak tisu?

Tadi aku dalam perjalanan menjemput Go Woon,

lalu melihat mereka sedang diskon besar-besaran.

Go Woon sudah pulang, bukan?

Apa? Ibunya tidak datang,

jadi, dia di rumah temannya.

Kalau begitu, itu akan kumasukkan, lalu aku akan bekerja.

Hei, tidak usah. Biar bibi saja.

Sebaiknya kamu pergi bekerja.

- Pergilah. - Apa?

- Kalau begitu, aku pamit. - Ya, sampai jumpa.

Pergilah.

- Tapi itu berat. - Tidak apa-apa. Pergilah.

Kak Tae Pyung. Astaga.

Darah.

Kakak akan membunuhmu hari ini.

Beraninya Kakak kemari. Dasar bodoh!

Beraninya kamu menyebut kakakmu bodoh!

Kakak bukan kakakku.

Kakak menganggapku adik Kakak?

Teganya Kakak tidak menghubungiku sama sekali!

Kakak tidak tahu aku belum mengganti nomorku selama 10 tahun?

Aku tidak ingin melewatkan panggilan Kakak.

- Sungguh? - Tapi akhirnya,

aku lelah menunggu.

Aku memutuskan untuk menganggap Kakak sudah meninggal.

Aku mengadakan pemakaman

dan mengubur Kakak dalam pikiranku.

Lantas kenapa Kakak muncul sekarang?

Kakak tidak bertanya-tanya apakah aku masih hidup?

Dasar bedebah jahat!

Orang-orang akan memandangi kita.

Berhenti menangis.

Jangan sentuh aku.

Bagaimana kabarmu?

Kakak baru menanyakan itu?

Omong-omong, kamu tampak amat tua sekarang.

- Apa? - Beberapa orang

tidak tampak tua saat mereka bertambah tua.

Tapi kamu tampak tua.

Kamu tampak lebih tua dari istri kakak.

Lihat kakak. Orang-orang berpikir usia kakak masih 50-an.

Astaga. Hanya kamu

yang terkena dampak penuaan.

Astaga, Kakak pasti amat senang karena tampak muda.

Kakak tahu kenapa aku tampak amat tua?

- Hentikan. - Yang benar saja.

Baiklah, akan kupatahkan punggung Kakak hari ini.

Tenang. Duduklah.

Aku sudah menanti Kakak selama 10 tahun terakhir.

Astaga, berhenti menangis.

Kakak tidak merindukan Go Ya dan Go Bong?

Tentu saja rindu.

Mereka baik-baik saja?

Ya, mereka baik-baik saja.

Meskipun ayahnya jatuh cinta kepada wanita licik,

dan meninggalkan mereka,

mereka tumbuh dengan baik.

Jaga ucapanmu!

Apakah Yang Sook baik-baik saja?

- Kurasa Kakak memang ingin tahu. - Apa dia

- masih tinggal di rumah itu? - Kakak tidak lihat?

Kakak hampir berpapasan dengan Go Ya di depan rumah itu.

Memikirkannya saja sudah membuatku merinding.

Bayangkan apa yang akan terjadi jika Go Ya melihat Kakak.

Dia bilang tidak ingin melihat Kakak lagi.

- Lantas kenapa dia mencari kakak? - Apa maksud Kakak?

Untuk apa dia mencari Kakak?

Itu benar.

Go Ya mencari kakak.

Itu konyol.

- Siapa yang bilang begitu? - Istri kakak.

- Apa? - Kakak tidak berbohong.

Go Ya mendatangi istri kakak dan memintanya

mempertemukan kami.

Sungguh?

Bibi Tae Ran, bagaimana dengan pria itu?

Apa?

Pria aneh yang mengintip rumah kami.

Dia bukan pria aneh.

Dahulu dia tinggal di daerah ini.

Ya, dahulu dia tetangga kita.

Jadi, karena itu dia tahu semua nama anggota keluargaku.

Tapi kenapa dia tidak mengenaliku?

Dia pindah

sebelum kamu lahir.

Begitu, ya.

Go Woon, bibi rasa sebaiknya kamu jangan menyebutkan pria itu

di hadapan ibu dan kakak-kakakmu.

Kenapa?

Sebenarnya...

Dia tidak menyapa mereka dan pergi begitu saja.

Ibumu akan kecewa.

Kakakmu juga sama.

Kalian sedekat itu?

Ya.

Ya, kami memang dekat.

Seperti keluarga.

Begitu, ya.

Baiklah, ini hanya di antara aku dan Bibi.

Bagus.

Go Ya mendatangi istriku dan memintanya

mempertemukan kami.

Go Ya, apa yang selama ini kamu lakukan?

Selama ini kamu mencari ayahmu?

Benar.

Dengan rumah itu, aku bisa mendapatkan investasi.

Tapi aku harus bilang apa?

Haruskah aku memintanya menggadaikan rumah itu?

Atau haruskah aku memintanya mengembalikan rumah itu

karena kakekku yang membangunnya?

Maka Go Ya akan berusaha membunuhku.

Tapi setelah proyek ini sukses,

aku bisa membelikannya 10 rumah seperti itu. Astaga.

- Choi Tae Pyung. Kamu... - Tidak, bukan aku.

Astaga.

Kamu mau ke mana?

Kembalikan uangku. Kembalikan uangku yang berharga.

Tenanglah. Lepaskan aku dahulu.

Pak Kim juga menipuku.

Astaga, dasar kamu...

Aku akan membawamu ke kantor polisi.

Setidaknya kamu harus dipenjara 10 tahun atas penipuan ini.

- Ayo. - Aku akan membayarmu.

Aku bersumpah. Akan kusiapkan uangnya.

Di mana uangnya? Berikan kepadaku sekarang.

Sekarang...

Tidak ada sekarang. Tapi jika kamu memberiku waktu...

Jika kamu tidak mempertemukanku dengan ayahku pada hari Minggu,

aku akan muncul di hadapan keponakanmu.

Bagaimana jika dia benar-benar melakukan itu?

Di mana Tae Pyung? Sedang apa dia dalam situasi seperti ini?

Kamu dari mana?

Astaga, kamu berdarah. Apa yang terjadi kepadamu?

Astaga, apa yang terjadi?

Tampaknya

urusanku tidak pernah lancar.

Aku bertemu dengan investor.

Tapi dia enggan memberiku uang.

Dia ingin aku membayarnya.

Apa? Jadi?

Dia bilang aku akan dibawa ke kantor polisi jika tidak membayar.

Aku bahkan harus bersumpah akan segera membayarnya.

Aku baru boleh pulang setelah melakukan itu.

Kapan kamu akan mendapatkan investasi?

Jangan khawatir. Tidak akan lama lagi.

Jadi, kapan tepatnya?

Antara putrimu dan investasi,

aku ingin setidaknya kamu menyelesaikan salah satunya.

Setelah Ji Seok tahu kita tinggal di rumah ini,

dia akan mulai mencari tahu

dan dia akan tahu kamu pria beristri.

Sayang. Di mata Ji Seok,

aku ingin menjadi bibi yang sempurna. Kamu paham?

- Rasanya lebih enak dengan kimchi. - Ya.

- Ini sungguh enak. - Benar, bukan?

- Minumlah. - Ibu...

Kamu sungguh sekarat?

Kak San Deul.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left