Tokyo Vice

Tokyo Vice

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Tokyo Vice S01E05 Everybody Pays 1080p HMAX WEB-DL DD5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for HMAX | Rated R for sexual content and graphic nudity

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2022-04-14
Downloads: 189
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berdasarkan memoir oleh Jake Adelstein

Kitakyushu, 1994

Pengantar Bahasa Jepang Modern

- Permisi. - Ya.

Ya.

- Halo. - Ya. Terima kasih.

Ya.

Tolong antar kami ke sini.

Bahasa Jepang-mu sangat bagus.

Terima kasih.

Kali pertama di Jepang?

Kali pertama di mana pun.

Penerbangan panjang. Pasti lelah.

Aku baik-baik saja.

Sangat baik.

Bapa kami di Surga, terima kasih untuk hari ini...

Dan untuk sekelompok orang luar biasa di Kitakyushu ini.

Suster Porter

Tolong bantu kami membagikan ajaran-Mu...

Selamat pagi!

Apa kau tertarik belajar bahasa Inggris gratis?

Dan cinta bagi mereka yang membutuhkannya di Jepang.

Permisi. Pelajaran bahasa Inggris gratis?

Dalam nama Yesus Kristus...

- Amin. - Amin.

Permisi. Halo.

Apa kau tertarik belajar bahasa Inggris gratis?

Mari mulai.

Siapa namamu?

Pelajaran bahasa Inggris gratis?

Berapa usiamu?

Terima kasih.

Usiaku 21 tahun.

Dari mana asalmu?

Aku dari Utah.

Halo.

- Kau tertarik dengan ajaran Tuhan? - Tidak, terima kasih.

- Hai. - Hai.

Kau mau mempelajari ajaran Tuhan?

- Kau mau belajar... - Tidak, terima kasih

Sedang apa kau di sini?

- Boleh aku masuk? - Ya.

Baiklah.

Aku dalam masalah, Pol.

Jadi, kau pernah jadi biarawati?

Tidak, kami tak punya biarawati. Aku seorang misionaris.

- Untuk berapa lama? - Delapan belas bulan.

Kitakyushu.

Dan kau tak bunuh diri?

Itu dianggap suatu kehormatan.

Aku menyukainya. Sungguh.

Aku hanya...

Aku tidak bisa pulang saat itu berakhir.

Kenapa?

Aku mencuri uang tunai sebesar empat juta dari dana misi lokal.

- Kau mencuri empat juta dolar? - Yen.

- Baiklah. - Bukan dolar. Yen.

Karena untuk sesaat, kupikir...

- Tidak, sekitar 40.000 dolar. - Benar.

Hanya untuk pergi ke Tokyo, bersiap, membangun kehidupan.

Di Tokyo? Seharusnya kau ambil lebih banyak.

Ini tidak lucu, Pol.

Itu tidak lucu.

Ini buruk. Kau paham?

Jika orang ini mengadukanku dan gereja memintanya...

Mereka bisa mengekstradisiku.

Pulangkan aku.

Aku imigran. Aku tahu arti ekstradisi.

Tapi hanya karena 40.000 dolar? Bisa kau kembalikan dengan bunga.

Itu kejahatan. Aku melakukan kejahatan.

Aku tidak akan pernah bisa kembali ke sini.

- Aku mengerti. - Aku suka hidupku di sini.

Aku tak mau kehilangan semua yang kuhasilkan.

Aku yang menghasilkan semuanya.

Ini aku.

Aku tak bisa kembali ke sana.

Baiklah.

Jadi, pria yang menemukanmu...

Dia belum mengadukanmu, bukan?

Apa yang dibutuhkan agar dia pergi?

Halo?

Ayolah, Joshua. Berapa pesan...

Yang harus ibu tinggalkan sebelum kau menelepon kembali?

- Ibu. - Haruskah ibu mengarang sesuatu?

Memberitahumu seseorang meninggal? Itu akan membuatmu mengabari?

Astaga. Sungguh?

Hei, ya. Semua baik-baik saja?

- Bagaimana semuanya? - Semuanya tak baik-baik saja.

Penyakit adikmu makin parah.

Dia mulai menurun. Itu sebabnya ibu menelepon.

Baiklah. Entah apa yang dia katakan...

Atau tak katakan pada Ibu, tapi Jessica baik-baik saja.

Dia tidak rentan lagi. Bisakah Ibu memercayaiku soal itu?

Kenapa? Karena itu ucapan dia dalam rekaman...

Yang dia kirim sejauh 9.000 kilometer padamu...

Dan kau pikir sudah mengerti seluruh ceritanya?

Jika ada di sini, kau akan tahu.

Pulanglah.

Kunjungan singkat. Itu saja.

Aku punya pekerjaan.

Kau juga punya keluarga, Joshua.

Aku Jake. Bukan Joshua.

- Jake. - Bukan itu namamu.

Jika kau tak mau mendengar kabar adikmu dari ibu...

Kau bisa mendengarnya dari ayahmu.

Tidak. Jangan sambungkan dengannya.

Aku tak mau bicara dengannya.

- Hei, Eddie! - Tidak, aku...

- Jangan sambungkan dengannya. - Kalian harus menyelesaikan ini.

Eddie, ini Joshua. Ambil teleponnya.

Ambil.

Aku akan melakukan yang terbaik!

Ini aikido sungguhan?

Ini aikijutsu.

Bangun.

Kau baik-baik saja, Pak Tua?

Aku bukan pria tua!

Kau hebat.

Aku melihatmu membawakan kopi ke Katagiri tempo hari.

Cemburu?

Kegemarannya bekerja sendiri dapat menjadikan dirinya musuh.

Pria tanpa musuh bukanlah pria jantan.

Apa maksudnya itu?

Dengarkan perkataanku.

Apa dia punya musuh? Di kepolisian?

Bukan hanya di kepolisian.

Polisi sepertiku membengkokkan aturan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tapi Katagiri mengabaikan aturan...

Karena semua yang dia lakukan adalah untuk diri sendiri.

Hati-hati menaruh kepercayaan.

Pak Katagiri.

Informasi yang kau minta tentang mata-mata di Chihara-kai.

Terima kasih. Itu bagus. Terima kasih.

Kenapa tak kau berikan saja kepadanya?

Bukankah menurutmu itu...

Lebih baik atau lebih pantas?

Tidak.

Jika kau tak keberatan aku bertanya...

Apa yang kau dapatkan dari ini?

Bagaimana ini bisa membantumu?

Kau bicara dengan siapa?

Tidak ada. Aku hanya penasaran...

Kenapa kau repot-repot melakukan semua ini demi Ishida.

Demi Ishida?

Ya.

Ishida bilang polisi berpikir dia menyuap salah satu dari mereka.

Bukankah kita harus mencari tahu apakah itu benar?

Tentu saja.

Sebenarnya, mata-mata di dalam Chihara-kai bekerja untuk Tozawa.

Ada pengkhianat di pihak Ishida...

Yang menyebarkan rumor atas nama musuhnya.

Memberi nama pengkhianat itu pada Ishida akan hentikan rumornya.

Ada kemajuan dengan informasi dariku?

Soal rentenir itu?

Ya. Lalu kami menemui jalan buntu.

Tapi aku tak akan berhenti. Aku akan terus berusaha.

Aku tak akan mengecewakanmu.

Jika Ishida berterima kasih untuk itu...

Dia akan menawarkan bantuan sebagai balasannya.

Jangan mengambilnya.

Kenapa?

Saat kau menerima bantuan dari yakuza...

Kau membuka sebuah pintu.

Setelah terbuka, sangat sulit untuk menutupnya.

Jika berbaring dengan anjing, kau akan bangun dengan kutu.

Kau paham?

Tunggu, ini saran yang kau berikan kepada semua reportermu atau...

Kenapa kau membantuku?

Kau seperti putra yang tak pernah kumiliki.

Benarkah?

Pengantar Bahasa Jepang Modern

Kitab Mormon

Dipanggil untuk Melayani Kenangan Misionaris

Aku tidak tahu harus bagaimana dengannya.

Saudariku dan suaminya mengusir dia...

Karena mereka sering bertengkar.

Tapi dia mengacaukan semua yang kuminta dia lakukan di tokoku.

Dan aku kehilangan pelanggan.

Aku butuh seseorang untuk menjadikan dia pria sejati.

Sebelum terlambat baginya.

Aku mengerti.

Bicaralah dengannya.

Hei.

Mau jadi pecundang seumur hidup?

Aku bertanya kepadamu.

Tidak.

Dahulu, aku sama sepertimu.

Tapi sekarang...

Apa yang kami lakukan? Keren. Pakaian keren. Mobil keren.

Dan kau menghasilkan uang.

Uang untukmu. Uang untuk pacarmu.

Uang untuk keluargamu.

Kau bisa datang ke alamat ini sore ini...

Atau tetap menjadi pecundang seumur hidupmu.

Pilihannya ada di tanganmu.

"Pilihannya ada di tanganmu."

Kau menyelesaikannya dengan baik.

Kau menyuruhku merekrutnya.

Saat merekrutmu, aku tahu kau sepadan dengan investasinya.

Terima kasih.

More Indonesian subtitles for Tokyo Vice

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left