The first 195 lines.
Tak apa beroperasi di sini, tapi jangan lupa bayar bagian kami.
Hormati kami./ Itu aturanmu.
Aku bukan yakuza. Aku tak akan membayarmu.
Tapi tingkahmu seperti seorang yakuza.
Maka suruh saja polisi menangkapku,...
...tapi aku tak mau menuruti perkataanmu.
Mati kau, keparat!
Jangan katakan hal bodoh.
Kau-lah hal bodohnya.
Sedang menunggu?
Menunggu pasanganmu datang?
Dia tak akan datang.
Kita bisa pergi ke diskotik...
...atau kemana saja.
Bos Kitajima menelponmu tadi.
Katanya dia akan menelpon lagi.
Bagaimana urusanmu?
Kita harus takuti dia.
Biar kuangkat.
Si pak tua.
Ya, Pak.
Hari ini? Baiklah.
Bagaimana kabarmu, Pak?
Katamu kau mau pulang?
Pemilik cafe butuh pelayan, jadi kurasa akan kutunda perjalanan ini.
Jadi pelayan saja sekalian./ Ya, Pak.
Kalau kau membohongiku, kau akan kuhajar nak.
Maaf, Pak.
Marakawa Productions.
Untuk anda, Pak.
Ini Katagiri.
Tanaka bisa menyetir, 'kan?/ Ya.
Kau tahu tempat judi mahyong?/ Ya.
Kesanalah dan tunggu aku./ Baik.
Kau tidak bisa?
Jangan membohongiku! Akan kupotong kemaluanmu!
Kami perusahaan pinjaman uang dengan reputasi tinggi!
Jangan main-main dengan kami!
Ken, aku sedang berpikir untuk pensiun.
Kita sudah menjalani kehidupan keras terlalu lama.
Ya, aku sudah tua.
Mungkin kau terlalu kaya di bisnis ini.
Begini, kudengar bisnisnya lancar akhir-akhir ini.
Karena jalur kereta bawah tanah baru, bisnis di tempatnya meningkat.
Sedangkan bisnis kita lesu.
Ini mungkin akan merubah nasib kita./ Tangani dengan baik, ya?
Klan Nakamatsu dari Okinawa berperang melawan Klan Anan.
Mereka meminta bantuanmu.
Jadi kita harus kirimkan beberapa pasukan.
Kau mau kesana dengan beberapa pasukan?
Terakhir kali kita kirim mereka, 3 anak buahku mati.
Aku tak senang dengan itu.
Itu caranya kalau kau mau mendapatkan tempatmu sendiri.
Bisnis sedang naik, 'kan? Tunjukkan apresiasimu pada bos.
Asal kau ikut denganku, Takahashi.
Kau tahu pekerjaanku.
Aku harus mengurus operasi sindikat narkoba milik bos.
Aku tak boleh berurusan dengan masalah setempat./ Bagaimana dengan tempatku?
Kau punya letnan yang hebat./ Dipikir-pikir lagi ya?
Semua ini untuk mengembalikan perdamaian. Tak perlu ada pertumpahan darah.
Kalian boleh merokok.
Nakamatsu memang saudara angkatku...
...tapi dia tak pernah berbuat sesuatu untukku.
Semata-mata dia hanya kerabat jauh dibanding keluarga.
Tidak seperti kalian. Kalian keluarga terdekatku.
Kami telah bersumpah untuk setia dan menyerahkan kehidupan kami di tanganmu, bos.
Kau yang menyerahkan kehidupanku di tangannya.
Tn. Murakawa, ada telepon untuk anda.
Aku pergi dulu.
Selamat malam, Pak.
Gadis-gadis, kau boleh menemani kami.
Ada apa?
Apa?
Ada apa ini?/ Lihat arah sana.
Kita jahat, ya?
Tn. Murakawa, bisa kita bicara?/ Mati saja kau!
Kumohon, pakai akalmu. Berapa banyak yang kau mau?
Maaf, sudah terlambat.
Berapa lama dia bisa bertahan di permukaan air?
2 menit kurasa.
Kita coba 2 menit./ Celupkan dia.
Tn. Murakawa, kumohon jangan bunuh aku.
Periksa dia./ Angkat.
Tn. Murakawa!
Masih bernafas, ya?
Kumohon hentikan.
Coba 3 menit./ Tenggelamkan dia.
Kumohon hentikan.
Kumohon hentikan.
Tn. Murakawa!
Ada yang tak beres di tugas Okinawa.
Kata si Pak Tua kedua belah pihak sedang menunggu kita bernegosiasi.
Keadaan di Okinawa sedang genting.
Kita kehilangan 3 orang di tugas Hokkaido.
Sudah 3 menit, 'kan?/ Benar.
Angkat dia.
Kita membunuhnya. Tak masalah. Kubur mayatnya.
Ya.
Aku Sakai.
Halo, Pak.
Okumura, Pak.
Hirose, Pak.
Itoh, Pak.
Kusuruh anak buahku bergabung dengan kalian.
Kau akan senang kalau aku mati, 'kan?
Tentu. Aku merasa aman untuk kencing lagi.
Sebutkan nama kalian.
Maeda, Pak.
Ohno, Pak.
Tsuda, Pak.
Kenapa kau kemari?
Kata Tn. Takahashi kau boleh mengajakku ke Okinawa.
Sialan, mereka masih bocah!
Ini bukan piknik anak TK!
Mati kau!
Ada apa ini?
Sudah kubilang jangan minum itu lagi.
Selamat datang di Okinawa, tuan-tuan. Kami akan antar kalian ke kantor.
Istirahatlah, bos akan mengajak kalian makan malam.
Hai, namaku Ryoji.
Aku punya minuman dan es krim.
Jadi siapa saja yang mau...
Kita jalan, Shiraishi.
Ya, Pak.
Mau minum?
Kau menusuk perutku dan rasanya masih sakit.
Aku ada di Negeri Ajaib.
Sudah lama kami tak pakai kantor ini.
Memang kotor tapi kalian tidak tinggal lama,...
...jadi kurasa tidak masalah.
Toiletnya di sebelah sana.
Ryoji, bawa tas itu./ Baik.
Kurasa kalian tak akan butuh ini,...
...tapi kalau kalian merasa bosan, ambillah.
Kami menghajar bajingan dan mengambil benda ini dari mereka.
Apa maksudnya itu?
Hanya sekedar sapaan, tidak lebih.
Bisa juga akhir dari perang.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Bos sudah bicara pada Klan Anan tadi.
Beberapa anggota mereka semangat melihat kalian datang.
Kalian sedang buat teh atau apa?
Kurasa kita harus menyapa mereka.
Biar kucoba.
Kau buat masalah, tolol!
Buatan Amerika. Kau bisa percaya buatan sana.
Sekarang bagaimana?
Semuanya berawal dari seorang anak tolol dari klan-ku.
Dia menembak seorang klan Anan, tapi itu tak masalah.
Tak ada yang terbunuh dan aku tak butuh bantuan apapun.
Bosmu memaksa untuk mengirim beberapa pasukan.
Aku menghargai kau datang sejauh ini.
Kami diberitahu kalau kau sedang putus asa.
Ini pertama kalinya bagiku. Seperti yang kubilang tadi, bosmu memaksa.
Tak ada masalah serius.
Hanya masalah kecil yang kami jumpai tiap hari.
Apa rencanamu malam ini?
Tn. Uyeji akan mengajak kita pergi.
Dari Tokyo bagian mana kau?
Nakano.
Kalau begitu kau kenal Tommy di "station"?
Tak pernah dengar.
Tempat nongkrong populer./ Sudah kubilang, aku tak tahu!
Mau rokok?
Apa itu?
Ganja.
Aku tak suka.
Kau baik saja?/ Ya.
Punya rokok?
Kita buat kelompok mulai sekarang.
Dan kirim siapa saja yang ingin kembali ke Tokyo.
Ini peperangan besar namanya.
Apa kabar?
Kau ingin bersantai di ruang kecil itu?/ Tak usah.
Kau suka apa?/ Bir.
Kupanggil pelayan wanita dulu, ya?
Ini Tomiko.
Bawa beberapa gadis kemari. Kita akan sibuk.
Kau kenal temanku Kinjo dari Nakano?
Dia merampok toko sendirian.
Aku tak mengenalnya.
Kalau Nanbara? Dia anak geng motor.
Kau tak punya teman yang normal?
Atlet bisbal SMU terkenal atau lainnya.
Tambah birnya.
Hai, apa kabar?
Masuklah.
Ini rumah saudaraku...
Dia tinggal di Osaka sekarang. Jadi takkan ada yang mengganggu kita.
Akan kutelpon orang Tokyo dari toko.
Telepon soal apa?
Soal kita sembunyi dan sedang periksa keadaan sekitar.
Cuma Bir dan Sake, tak ada lagi?/ Tidak.
Tembak yang lurus. Di kalengnya.
Kau hampir menembak kepalaku, tolol! Kulihat terbang ke arah sini.
No comments yet. Be the first to leave one.