The first 200 lines.
...hangat di Prancis hari ini.
Akankah Juni 2018 memecahkan rekor suhu tertinggi bulan Juni 2017,
yang sudah menjadi bulan kedua terpanas?
Aktivitas badai petir terus berlanjut di seluruh Prancis.
Setidaknya 31 wilayah telah mengeluarkan peringatan cuaca buruk,
dari Pyrenees hingga Massif Central
dan kawasan tengah, Upper Normandy dan Picardy.
Noumouké.
Noumouké!
Bangun.
Bangun, Noumouké. Sudah waktunya. Kau akan terlambat! Bangun!
- Aku sedang bermimpi. - Takkan kuulangi!
Lihat kamarmu!
Aku akan keluar. Kau harus bangun dan berpakaian saat aku pergi.
Jika tidak... Waktumu lima menit!
Selamat pagi.
Selamat pagi, Tn. Mirabeau.
Biarkan saja, Bu. Biar aku saja. Aku akan membereskannya.
Putraku ...
- Semua baik-baik saja. Insyaallah. - Baik.
Bangunkan adikmu.
- Baik. Semoga harimu baik, Bu. - Terima kasih. Kau juga.
- Waktumu lima menit. - Jangan ganggu aku.
Tidak. Masuk ke belakang.
Perlu tumpangan?
Tidak, aku baik saja.
Boleh aku menyetir?
Jadi?
Hei. Berhenti menatapnya, Bodoh.
Aku tak peduli soal Noumouké dan kakaknya.
Itu bisa saja. Pamanku juga punya mobil begitu.
Jadi?
Remnya terlalu kasar.
Apa maumu?
Tak ada, Pak.
- Kau Fitoussi, bukan? - Ya.
Kau sangat mirip Fawziyah.
- Dia ibumu? - Bukan, aku keponakannya.
Putri Lamia?
Bukan, aku keponakannya.
- Putri Samia? - Bukan, keponakannya.
Lupakan saja.
Apa yang lucu?
Kau putri Hakima.
Ya, Pak.
Kenapa kau memanggilku "Pak"?
Ya, Demba.
Siapa suruh memanggilku Demba? Aku bukan temanmu.
Dia hanya bercanda.
Ini dia.
Berbagilah dengan temanmu.
Apa kabar? Kau terlihat sehat.
Tujuh tahun...
Jika aku tertangkap atas semua perbuatanku...
Aku harus cari jalan keluar lain.
Sonia bilang soal surat perintah itu.
Pertama kali aku menghasilkan uang besar bersamamu, takkan kulupa.
Aku berhenti delapan bulan lalu.
Selamat.
Apa rencanamu sekarang?
Kenalanku dari Marseille membawa 100 kg kokaina minggu depan.
Apa itu menjawab pertanyaanmu?
Kau ikut?
Aku ke bandarnya sekarang, Abdel.
Tapi jika butuh sesuatu, akan kuminta.
Apa itu?
Aku bukan mau mengemis.
Ada 10.000 euro.
Baiklah bila kau memaksa.
Ada kabar soal Francis?
Jika dia tak mengadu, polisi takkan tahu soal kita.
Kau takkan mendengar soal dia lagi.
Kau tak pernah membunuh seseorang?
Konon, yang pertama paling sulit karena kita tak punya pilihan.
Tapi menurutku justru yang kedua.
Karena kita sadar kita punya pilihan.
Ini peringatan untukmu, Sahli akan segera tiba.
Maka aku ikut.
Senang bertemu, Abdel.
Biarkan dia masuk.
- Kau mau ke mana? - Biarkan dia masuk.
- Kau cari apa? - Satu blok.
- Blok? - Ya.
Napas guru itu bau!
Dia baik, tahu!
Seolah ada bangkai hewan di mulutnya!
Dia terus memberiku nasihat di kelas.
Tapi saat dia mendekatiku, aku langsung ke mode menyelam.
Oh, bau sekali!
Pergilah!
Akan kuberi tahu dia.
Omong-omong. Sudah kau pikirkan?
- Ya. Tak mungkin. - Kau takut?
Apa maksudmu? Lagi pula, bagaimana cara masuknya?
Dobrak pintunya. Menurutmu aku akan meminta kuncinya?
Lupakan. Jika tertangkap, akan ada masalah antara kakakku dan Sahli.
Tak mungkin! Lagi pula, saudaramu Demba akan menghajar Sahli.
Kau mau di sini selama musim panas?
Aku tak mau membusuk di sini. Kita harus pergi.
- Halo. - Halo.
Silakan duduk.
Dengan senang hati aku menyambutmu di ruangan ini.
Ruang ini memiliki gema yang sangat istimewa bagi pengacara.
Di sini, kau akan membela, menuduh, berusaha meyakinkan.
Sesuai aturan,
sekarang aku akan menjabarkan topik perdebatan
untuk final kompetisi pidato.
Apakah Negara bertanggung jawab penuh
atas situasi saat ini di wilayah pinggiran Prancis?
Kau akan membela pihak pendukung, Nona Crèvecœur.
Menjelaskan tentang tanggung jawab Negara
dalam situasi pinggiran kota.
Terima kasih, Pak.
Lalu, Tuan Traoré, kau akan membela pihak penentang.
Terima kasih.
Bukan hanya sekadar yakin. Kau harus meyakinkan dan fasih.
Kalian akan dinilai berdasarkan dua kriteria ini.
Kalian boleh melihat sekeliling.
Sampai jumpa dua minggu lagi!
Terima kasih, Pak.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Tampil meyakinkan agar tak perlu meyakinkan orang.
Tepat sekali.
Kau pernah lihat dia membela?
Tidak pernah.
Harus. Kau akan banyak belajar.
Pasti.
Apa pendapatmu tentang topik itu?
Menginspirasi. Banyak yang ingin kukatakan.
Kau tak keberatan membela Negara?
Karena aku tumbuh di pinggiran kota, aku harus melawan Negara?
Agak klise, aku akui.
Bagimu Negara bertanggung jawab atas semua masalah di pinggiran?
Memang, Pak.
Sampaikan pembelaanmu, Bu.
- Apa, sekarang? - Ya.
Jaksa!
Pertanyaannya, Pak, siapa Negara itu?
Negara bukan rakyatnya.
Negara adalah mereka yang memerintah kita.
Lebih sering, orang kulit putih dan kaya.
Mereka yang memerintah kita,
yang kebijakan buruknya terhadap rakyat di pinggiran kota
serta kata-kata mencelanya
telah membagi Prancis menjadi dua.
Pembelaannya!
Kau bilang Negara adalah mereka yang memerintah kita.
Tapi mereka yang memerintah dipilih oleh yang diperintah.
Atau dengan tidak adanya suara mereka.
Jika yang pertama bertanggung jawab,
bagaimana pihak kedua bisa dikecualikan?
Permisi.
Dengar pendapat akan dilanjutkan. Terima kasih.
Simpan energimu untuk babak final, kau perlu itu.
Berkacalah.
- Lancang sekali. - Realistis.
Kapan Mahkamah Pidana Internasional didirikan?
- Tahun 1998. - Bukan, tahun 2002.
- Statuta Roma ICC diadopsi pada... - Pada 17 Juli 1998,
tetapi mulai berlaku tahun 2002, saat diratifikasi.
Benar sekali.
Masalahnya, sejak pembentukannya, ICC hanya memprakarsai persidangan
terhadap pemimpin Afrika. Mendiskreditkan lembaga itu sendiri.
Hei! Awas!
Bukan ponselmu, bukumu!
Teruskan. Aku harus mengurus anak-anak.
- Sulit dipercaya! - Bukan salahku.
Keretaku terlambat 40 menit.
- Tentu... - Salah Negara, tentu saja.
Aku tak bercanda, Soulaymaan.
Jujur, aku tak bisa melakukannya sendiri.
Sudah ketiga kalinya bulan ini.
- Aku di sini sekarang. Senyum. - Tenanglah.
Tanpa sukarelawan lain, kita tak bisa.
Kau harus tepat waktu. Oke? Ambil alih grup Prancis.
Siap melayanimu.
- Halo, Anak-anak. - Halo.
Halo.
Soulaymaan, aku punya masalah.
- Pensilku rusak. - Kuberi pensil yang lain.
Malak, bisa keluarkan alat tulismu?
- Kau sedang apa? - Membaca.
Membaca?
Kau harus mencari vokal yang hilang dan menulis kata-katanya dengan benar.
- Apa itu vokal? - Kau kelas dua dan tak tahu?
Apa itu vokal?
- Aku tahu! - Fatou.
A, E, I, O, U, Y.
Hai, Ibu.
Biar kubantu.
Jangan menggangguku. Kau kenal aku?
Jangan menggangguku.
Kubilang jangan menggangguku.
Enyah dari hidupku!
Aku tak ingin berurusan denganmu.
Itu saja!
Enak, Bu.
- Kau tahu jam berapa ini? - Ayolah, belum juga pukul 8 malam.
Jaga mulutmu!
Kau sempat berkeliaran, tapi tak sempat mengerjakan PR?
No comments yet. Be the first to leave one.