The first 189 lines.
Kamu memilih untuk beraksi di saat-saat terakhirmu?
"Kamu memilih untuk beraksi di saat-saat terakhirmu?"
Mengesankan!
Akutagawa!
Pergilah... dasar bodoh!
Ternyata niat dia dari awal itu membiarkan temannya bisa lari sendirian.
Kapal selam darurat untuk VIP.
Dia memotong deknya agar bocah harimau itu bisa naik ke sana.
Tapi aku masih bisa berenang mengejarnya.
Tuan Fukuchi! Apakah itu kamu?
Ternyata itu kamu, si Samurai, Tuan Fukuchi!
Ini dengan Boswellian, memanggil pada Penjaga Pantai Pelabuhan Yokohama.
Tuan Fukuchi sedang berhadapan dengan musuh di atas kapal.
Mohon kirim bantuan.
Dia menghubungi pasukan darat, ya?
Kerja bagus.
Tolong padamkan ruang mesin.
Itu sudah dilakukan.
Markas besar sudah diberi tahu tentang situasinya.
Aku hampir dicekik sampai mati oleh para teroris yang melarikan diri.
Aku ingin membalas mereka untuk itu!
Maaf...
Aku sudah merampas kesempatanmu.
Dia sudah kubunuh.
Oh, tidak apa-apa.
Aku sudah buang-buang waktu berbicara dengan mereka.
Kapal selam itu sudah berada di luar jangkauan pedangku.
Apa aku harus memotong masa lalu dan membunuh mereka?
Tidak!
Dia menghubungi markas besar.
Membunuhnya akan menimbulkan kecurigaan padaku.
Sungguh disayangkan.
Salah satu teroris melarikan diri dengan kapal selam.
Beri tahu penjaga pantai untuk melacak sinyalnya.
Baik!
Bocah Harimau, kamu beruntung para penjaga tiba di waktu yang tepat.
Sudahlah.
Aku tidak perlu melanjutkan sandiwara ini enam hari lagi.
Maafkan aku.
Itu adalah ucapan terima kasih kecilku karena kamu telah menyelamatkanku.
Setelah itu.
Setelah berenang dari kapal selam ke tempat yang aman,
aku diselamatkan oleh Ango...
dan memberitahunya kejadian di kapal.
Kenapa Akutagawa membiarkan aku melarikan diri?
Apa yang akan terjadi jika dia tidak menepati janjinya...
dan membunuh penjaga itu?
Aku akan mati bersama kebenaran tentang identitas Fukuchi.
Maaf sudah mengganggumu di saat kamu sedang mati,
tapi aku masih punya pekerjaan untukmu.
Izinkan aku memperkenalkanmu kepada seorang teman.
Anggota terakhir dari Lima Pertanda Mematikan.
Malapetaka atas dunia ini,
Raja Abadi...
Bram.
Musuh besarku.
Berapa tahun sudah berlalu sejak terakhir kali kamu membangunkanku?
Baru dua minggu.
Apa? Hanya dua minggu?
Itu waktu yang dibutuhkan Aquarius untuk muncul di langit,
separuh jalan lewat Capricornus.
Tutup peti matinya. Aku harus tidur.
Aku sudah memberitahumu.
Keadaannya akan sangat sibuk saat kamu bangun lagi.
Aku tidak peduli.
Tidurku adalah prioritas. Terkutuklah orang bodoh yang kurang ajar.
Kamu ingin mengutukku?
Maaf saja, tapi itu mustahil.
Count Bram yang Abadi, penguasa Eropa Utara.
Kemampuan itu mengubah sel-selmu, menjadikanmu dari manusia menjadi vampir.
Kamu adalah salah satu dari Sepuluh Tragedi yang mengancam akan mengakhiri umat manusia.
Julukan seperti itu hanyalah kenangan lama.
Tidak perlu rewel. Kita sekarang ada di pihak yang sama, kan?
Aku punya makanan untukmu.
Makanan?
Dia.
Tidak, terima kasih.
Kenapa?
Delapan tahun lalu, saat aku masuk Sepuluh Tragedi yang mengancam umat manusia,
aku bersumpah tak akan pernah mengubah orang menjadi kerabatku lagi.
Aku tidak akan meminum darahnya.
Silakan bakar dunia ini sendirian saja.
Kalau kamu menolak, Pedang Salib Suci ini akan membakar otakmu sebagai gantinya.
Memang benar kamu itu tidak bisa dikutuk.
Karena kamu adalah kutukan itu sendiri.
Episode 54
Senior Akutagawa!
Dari mana saja kamu?
Aku sangat bingung.
Maksudku, aku baru saja menghadiri pemakamanmu!
Akhirnya aku menyadarinya...
Aku tidak ingin segalanya berakhir tanpa mengucapkan apa pun.
Senior, tolong dengarkan aku...
Aku—
Tunggu, aku belum siap...
Tachihara.
Mari kita dengar laporanmu.
Baik.
Tapi aku tidak yakin bagaimana menjelaskannya...
Setelah kembali ke Port Mafia,
aku dipanggil ke sebuah pertemuan.
Tapi begitu kami ada di sana...
Mbak menyerang Gin.
aku sama sekali tak tahu apa yang terjadi.
Paman Hirotsu menyerangnya duluan.
Tapi...
Cara dia bergerak bukan seperti manusia.
Menggunakan kemampuanku akan membongkar identitasku.
Saat pikiran itu mengalihkan perhatianku...
Paman!
Kamu baik-baik saja, Paman?
Lari, Tachihara...
Selagi aku masih waras...
Saat itulah aku melihat...
Terorisme melalui kemampuan menular tanpa pandang bulu.
Bagaimana pendapatmu?
Kita bisa menyingkirkan kebohongan dan ilusinya.
Selama dua jam terakhir, ada banyak laporan...
soal orang Port Mafia menghilang secara misterius.
Penahanan segera diperlukan.
Tidak, sudah terlambat.
Epidemi ini menyebar dengan cepat.
Satu-satunya solusi kita adalah menghapus kemampuan itu.
Dengan kata lain, membunuh pengguna kemampuan yang menyebabkan ini.
Yang jadi pertanyaan itu siapa yang melakukannya?
Agensi Detektif Bersenjata.
Berdasarkan waktunya, ini pasti rencana teroris berikutnya terhadap dunia.
Apa?
Oh, tidak, melihatmu bersikap bijaksana adalah keajaiban bulanan.
Aku harus menandai ini di kalender.
Agensi Detektif Bersenjata?
Berarti ini bakal merepotkan.
Keadaan menjadi kacau sejak siaran langsung itu.
Terutama di Yokohama, sepertiga petugasnya berpihak pada Agensi.
Mendengarnya saja sudah membuatku sebal.
Ah, aku yakin salah satu orang seperti itu ada di antara kita.
Kenapa?
Aku hanya meminta agar penyelidikan dipertimbangkan ulang.
Pelaku sebenarnya ada di tempat lain.
Dalang jahat itu pasti ada di balik kemampuan menular ini juga.
Tolong izinkan aku menyelidiki ini!
Dia bilang begitu.
Bagaimana, Kapten?
Aku tak akan mengizinkanmu mencari pelakunya sebenarnya.
Kapten.
Tachihara, kemampuanmu sangat diperlukan untuk mencegah epidemi ini.
Kami tak bisa melakukannya tanpamu sekarang.
Aku tidak menyangka kamu begitu mengagumi kemampuanku...
Dimengerti. Aku tidak akan memaksa lagi.
Tapi...
Kebetulan aku punya rencana lain.
Benda yang kudapatkan dari Kasino Skyward.
Kita sebaiknya memberikannya pada Wakil Komisaris Yasui,
tokoh kunci dari faksi pro-Agensi.
Oh, bukankah itu...
Perangkat memori berisi klaim Agensi soal kebenarannya.
Aku merusaknya di kasino,
tapi aku bisa memperbaikinya dengan kemampuanku.
Kapten! Tolong beri aku izin!
Langkah apa yang harus kuambil?
Video itu tidak menyebutkan identitasku.
Tapi ada risiko motif rencana pandemi ini menjadi spekulasi.
Baiklah, aku mengizinkanmu.
Yasui dan aku adalah teman. Biar aku yang memberikan ini padanya.
Kamu yakin, Ketua?
Perangkat ini dimaksudkan untuk mengacaukan penyelidikan.
Tidak apa-apa.
Jono.
Kapten meragukan kesalahan Agensi.
Hal senada disampaikannya pada ketua PBB.
Oh, jadi begitu, ya?
Dasar sialan, Tachihara!
Kurang ajar sekali kamu bersikap penuh perhatian di depan Kapten!
Kamu bikin aku cemburu! Dasar menyebalkan!
Ah, Kapten.
Paling tidak, yang bisa kulakukan adalah memberi tahu Wakil Komisaris secara langsung.
Silakan lakukan.
Tachihara sialan...
Waktunya bekerja, Bram.
Suruh kerabatmu menancapkan taringnya ke Wakil Komisaris Yasui.
Aku menuntut upah. Sungguh membosankan di peti mati ini.
Kamu harus memberiku orkestra mekanis dari kebijaksanaan mutakhir,
atau radio, singkatnya, setelah tugasku selesai.
Faksi pro-Agensi akan runtuh dan rencananya tetap menjadi rahasia.
Jadi, itu yang kamu lakukan.
Aku tidak pernah bisa memahami bagaimana pikiran seorang pahlawan bekerja.
Tachihara, kenapa kamu ada di sini?
Ada pelacak di perangkat yang kuberikan padamu.
Sempurna untuk agen rahasia, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.