I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

Download Indonesian Subtitle

Release info

나혼자 산다 I Live Alone E291 190426-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 291 [VIU Ver.] "Han Hea Youn is Back"

Tags

other
Published on: 2019-04-27
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Suatu Hari di Musim Semi Saat Kamu Merasa Ingin Piknik"

Senang melihatmu. - Senang bisa bertemu.

Setelah dua tahun,

Han Hea Youn kembali ke Klub Pelangi!

Halo. Senang bertemu denganmu. - Halo.

"Sang maksimalis yang merelakan ruang pribadinya untuk pakaian"

"Gadis keren yang mengatakan semua yang dia inginkan"

"Dan melakukan apa pun yang dia inginkan"

"Penata gaya superstar Han Hea Youn"

Lama tidak jumpa. - Ya. Sudah lama sekali.

Tunggu. - Ya?

Kenapa kamu memeluk itu?

Ada suatu alasan.

"Wilson sang tawanan"

Itu sebuah tren? - Aku kesepian belakangan ini.

Kesepian?

Sejauh yang aku tahu, kamu berusaha menutupi perutmu.

Hei!

Kita harus jujur. - Kamu...

Kamu tampak sangat menakutkan memeluknya.

Kita banyak berubah setelah dua tahun, bukan?

Ya. Terasa sangat kosong.

Aku merasa buruk.

Kamu merasa buruk? Jangan.

Di sini terasa kosong,

tapi saat kami kedatangan tamu,

mereka mengisi kekosongan itu.

Tapi acara ini tetap lucu.

Sungguh? - Itu...

Seperti inilah rasanya. - Apa?

Dua orang sudah kabur.

Keluarga terpencar-pencar.

Bibi berkunjung dari waktu ke waktu.

Bibi? Seperti bibi sepupu pertama?

Untuk mengurus anak-anak. - Benar.

Untuk mengurus para keponakan.

Seperti itulah rasanya. - Benar.

Keluarga harus saling membantu. - Ini seperti liburan.

Katamu kamu punya pertanyaan.

Apa kamu sudah

membetulkan AC-mu di rumah?

"Karena kerusakan AC dua musim panas lalu"

"Yang sejuk hanya di tempat ini"

"Dia menyintas hanya dengan AC yang separuh berfungsi"

Aku seharusnya membuatnya lebih besar.

Itu sudah diperbaiki sepenuhnya.

AC milikku juga tidak berfungsi.

Apa kamu mencopotnya? Apa yang kamu lakukan?

Instalasi AC milikku bukan satuan.

Tiga AC terhubung

dalam satu instalasi.

Itu masalah. - Jadi, jika ingin memperbaikinya,

aku harus mendapatkan izin dari semua orang.

Aku tidak bisa memperbaikinya kapan saja.

Aku harus memberi tahu tetanggaku sejak awal.

Lalu tetanggaku

yang mendengar soal masalah itu

bilang bahwa mereka punya masalah yang sama.

Jadi, seluruh gedung menjalani konstruksi.

Bukankah itu hal yang bagus pada akhirnya?

Itu bagus. - Ya, benar.

Jadi, aku menjadi pahlawan AC.

Itu benar. - Pahlawan AC.

Kerja I Live Alone hebat. - Benar.

"Halo Penata Gaya Superstar"

Itu rumah yang sama, bukan? - Ya.

"Dan halo, rumah penata gaya superstar"

Tampaknya barangmu lebih banyak. - Itu rapi.

"Semuanya teratur"

Aku sangat teratur.

Memang. - Ada begitu banyak barang.

Mengingat jumlah barang yang dia miliki, itu benar-benar rapi.

Benar. - Apa itu?

"Rapi?"

"Barangnya juga memenuhi dapur"

"Bagaimana Hea Youn memulai harinya?"

"Dia membawa masuk kembali tanaman itu"

Kali terakhir tanaman itu mati. - Benar.

Apa? - Tidak!

Lupakan saja. - Kamu mencengkeram bagian atas.

"Dia akan mencabut akar dan semuanya"

"Itu agak menakutkan"

Itu caraku biasa memindahkannya.

Lalu saat pergi mengganti pot,

aku diberi tahu bahwa aku akan memindahkan tanaman itu

dan mencabut akarnya.

Tapi menimbang bagaimana aku mencengkeramnya setiap hari,

akarnya sangat kuat.

Akarnya pasti kukuh.

Jadi, akhir-akhir ini, aku memegangnya dengan baik.

"Tanaman itu kembali berada di ruang tamu"

Kenapa tidak tumbuh?

Tanaman itu tidak tumbuh.

Kamu harusnya senang tanaman itu tidak mati.

"Di belakang tanaman yang berhenti tumbuh itu"

"Dia merebus air"

Kupikir kamu mau menyiram tanaman itu.

Air panas untuk tanaman? - Setelah mendidihkannya?

Air panas? - Maksudku,

itu untuk diminum.

"Dia sebenarnya mau minum teh"

"Kamu minum teh sebelum sarapan?"

Ya, aku melewatkan sarapan akhir-akhir ini.

Agar tetap sehat,

aku sudah memulai puasa intermiten.

Sudah berapa lama? - Sekitar tiga pekan?

"Dia sudah tiga pekan minum teh alih-alih sarapan"

"Menggulirkan"

"Dia bahkan melakukan pijatan akupuntur untuk kesehatan"

"Santailah, tubuhku"

"Alih-alih mengoceh di atas matras yoga"

"Dia mendapatkan pijatan akupresur dengan elegan"

"Menyeruput"

Secangkir teh di pagi hari.

Itu akan membuatmu lapar.

"Sambil menikmatinya"

"Dia kembali ke dapur"

Astaga. - Kita...

Apa puasanya sudah selesai? - Tunggu.

Kamu makan. - Katamu kamu tidak makan.

"Dia makan dengan lahap"

"Katanya dia sedang puasa"

Aku lupa.

"Dia lupa dia sedang puasa"

"Sudah terlambat saat dia sadar"

Aku belum menelannya.

"Nafsu makannya memerintah otaknya"

Orang yang makan tadi bukan aku.

Itu tadi orang lain.

Aku paham maksudmu.

Aku tahu maksudmu. - Aku benar-benar lupa.

Bagaimana bisa aku lupa?

Aku sangat lapar. - Astaga.

"Kini dia akan membersihkan diri"

Wajahku begitu bengkak.

"Dia menatap wajahnya yang tanpa riasan"

Kamu tampak sangat naif

tanpa garis mata.

Aku sering dibilang mirip janin.

Ya, kamu mirip bayi baru lahir.

"Bayi"

"Saatnya menjadi cantik"

"Dia dengan ceroboh menumpahkan setetes esens"

"Dia tidak melupakan krim mata"

"Dia menjatuhkan esens lagi untuk kali kedua"

"Kamu harus teliti agar cantik"

"Dia mengakhirinya dengan krim BB"

Kamu sangat rajin. - Kamu memang pakai riasan.

Kamu sangat rajin soal riasan.

Aku diminta memakai krim BB itu.

"Bagus. Kurasa aku tampak cantik"

"Temukan perbedaannya"

Aku tampak sama. - Ya.

"Tertawa terbahak-bahak"

"Kesadarannya membuat semua orang tertawa"

Hari ini... - Menakjubkan sekali.

Itu tadi lucu. - Menakjubkan.

"Aku tampak sama."

Aku harus berangkat setelah berpakaian.

"Dia menutupi ruang gantinya dengan kain"

Apa kamu membenahi ruang gantimu?

Aku sedang mengerjakannya. - Apa itu?

Apa itu? - Bukankah itu gudang?

Aku pernah melihat itu di "What on Earth".

Pria tua yang tidak bisa membuang apa pun.

"Dia menutupinya dengan kain"

"Pertama, dia mengambil apa yang akan dipakainya hari ini"

"Dia berganti pakaian dahulu"

Kamu bahkan tidak lagi bisa masuk ke sana?

Ya, aku bisa.

Tapi aku benci melihatnya.

"Menarik napas mendalam"

"Ruang gantinya makin luas"

"Kamu tidak bisa lebih dekat daripada ini"

"Pakaianmu bahkan makin banyak"

Apa maksudmu?

Aku selalu butuh lebih banyak.

Itu selalu kurang.

"Dia memilih kandidat dari antara pakaian yang kurang"

"Keinginan"

"Dia memilih satu untuk saat ini"

Semua kebutuhanku ada di dalam. - Seperti alat pengering udara?

Itu sempurna. - Itu seperti memasuki tambang

jika kamu perlu ambil sesuatu. - Benar.

"Pintu masuknya adalah batasnya"

Bagaimana kamu menggunakan semua pakaian itu?

Apa semuanya pakaian pribadi? - Tidak.

Sepertiganya untuk kerja.

Sisanya semua milikku.

Tapi aku juga memakai pakaianku sendiri untuk kerja.

"Tidak mudah untuk menggali"

Berhentilah membeli.

Hea Youn, berhentilah membeli. - Ya.

Kita selalu mengatakan itu. - Yang benar saja!

Itu sia-sia.

Tidak ada habisnya.

Itu tidak begitu banyak!

"Egonya terbagi"

Masih ada ruang kosong yang luas.

Kurasa kamu perlu bertemu konselor.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left